chevron arrow

Offering

Business Highlight

Company Overview

Management Profile

Industry Overview

Key Risk

Business Strategy

Financial Review

Investment Highlight

chevron arrow

Offering

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT LIMA INTI SINERGI II TAHAP I Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor :

Penawaran Investasi

Proyek kerjasama pengadaan 484 unit Mikrotik Routerboard (RB941-2nD Wireless (hAP Lite) dan 484 unit Antenna Starlink Kit (Standard V4) berdasarkan PO No: #PO/2026/00686 dari PT. Lini Tekno Indonesia, sesuai dengan dokumen penerbitan Sukuk. sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Proyek kerjasama pengadaan 484 unit Mikrotik Routerboard (RB941-2nD Wireless (hAP Lite) dan 484 unit Antenna Starlink Kit (Standard V4) berdasarkan PO No: #PO/2026/00686 dari PT. Lini Tekno Indonesia, sesuai dengan dokumen penerbitan Sukuk. sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1% = Rp 29.300.000,-   

Porsi Pemodal : 99 % = Rp.2.898.400.000,-

Bagi Hasil

Bersifat fixed berasal dari marjin penjualan seluruh aset syirkah milik.dengan menggunakan akad Ba’I Bi Al-Taqsit sesuai dengan margin yang disepakati

Return on Investment (ROI) Proyeksi 12 bulan

15.00%

Return on Investment (ROI) Proyeksi

15.00% p.a

Nilai Sukuk

Rp 2.898.400.000,- (Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu (Tenor)

12 (dua belas) bulan

Masa Penawaran Investasi

45 Hari

Penawaran Bertahap

Penawaran Ke I dari III

Rencana Nominal Sukuk dari Seluruh Tahap

Rp. 10.000.000.000,-

Rencana Nominal Sukuk Tahap I

Rp. 2.898.400.000,-

Pihak Terlibat

  1. Shahibul Maal (Pemodal)
  2. PT LIMA INTI SINERGI (Penerbit)
  3. KSEI dan Bank Kustodian
  4. LBS Urun Dana (Penyelenggara)

Kode Sukuk

LINI01X1SCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Pembayaran pokok modal dan bagi hasil dilakukan pada

Bulan ke 8: Rp. 150.000.000,- (Pokok Modal)
Bulan ke 9 : Rp.150.000.000,- (Pokok Modal)
Bulan ke 10: Rp. 150.000.000,- (Pokok Modal)
Bulan ke 11: Rp. 150.000.000,- (Pokok Modal)
Bulan ke 12: Rp. 2.298.400.000,- + Rp. 434.760.000,-  (Pokok Modal + Bagi Hasil)

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Aktual

Tanggal Distribusi Efek

-

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke 12

Tanggal Jatuh Tempo

-

Tanggal Penawaran Dimulai

-

Tanggal Penawaran Berakhir

-

Tanggal Fully Funded

-

Jumlah Nominal/Unit

Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah)

Minimum Investasi

Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)

Nisbah Bagi Hasil

15 % (bagi hasil berasal dari margin penjualan hishah pemodal

atas aset syirkah)

Jenis Bagi  Hasil

Fixed,  dari margin penjualan aset syirkah hak pemodal

Jaminan

PT. Lima Inti Sinergi menyerahkan Aset Tetap sebagai jaminan berupa:

  1. Aset dengan SHM Nomor 12.05.01.07.01.01785, beralamat di Desa Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur, dengan luas 992 m2 dan bangunan 263 m2 atas nama Abdul Hamid selaku Kakak Ipar dari Direktur Utama dengan nilai taksiran Rp. 9.657.000.000,-

Jaminan tersebut untuk mengcover sukuk 1 senilai Rp. 2.898.400.000,- Sehingga coverage ratio jaminan sebesar   333,18% 

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 100%
sukuk Tersisa Lembar 28.984
sukuk Tersisa Jumlah Rp 2.898.400.000
sukuk Terjual Persentase 0%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 0

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    LINI01X1SCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp2.898.400.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    28.984 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    12 bulan

Company Overview

LATAR BELAKANG DAN SEJARAH PERUSAHAAN

  1. Pendirian dan Latar Belakang

PT Lima Inti Sinergi, yang dikenal dengan nama merek LINI, merupakan perusahaan holding di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi yang didirikan pada tahun 2013. Perusahaan berdomisili di Epicentrum South Walk 529A, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940, dengan kantor operasional di Jl. Pulo Ribung AR.1 No. 53, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Jawa Barat 17147. Pendirian LINI berangkat dari keyakinan mendalam bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, menghadapi tantangan struktural yang unik dalam pemerataan akses telekomunikasi. Kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, terdepan, serta tertinggal (3T) menjadi isu fundamental yang melatarbelakangi pendirian perusahaan. Para pendiri LINI melihat adanya peluang strategis sekaligus tanggung jawab sosial untuk menjadi jembatan digital bagi masyarakat yang belum terlayani oleh operator telekomunikasi besar. Sejak awal berdiri, LINI mengkhususkan diri dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi di wilayah-wilayah yang secara geografis menantang dan secara komersial kurang diminati operator besar. Kompetensi inti ini — dibangun melalui pengalaman bertahun-tahun beroperasi di medan-medan sulit mulai dari hutan Papua hingga kepulauan terpencil di Indonesia Timur — menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru kompetitor.

Nama Resmi PT Lima Inti Sinergi (PT. LINI) Tahun Berdiri 2013 Kantor Pusat Epicentrum South Walk 529A, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940 Kantor Operasional Jl. Pulo Ribung AR.1 No. 53, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Jawa Barat 17147 Website www.limaintisinergi.com Email [email protected] Telepon +6221-5682-703 | +62 811-163-5758

2. Sejarah dan Perjalanan Perusahaan

Perjalanan PT Lima Inti Sinergi selama lebih dari satu dekade mencerminkan transformasi bertahap dari mitra subkontraktor telekomunikasi menjadi holding perusahaan digital terintegrasi. Setiap fase pertumbuhan ditandai oleh pendalaman kompetensi, perluasan geografis, dan diversifikasi layanan. 2013 Pendirian PT Lima Inti Sinergi. Memulai operasional sebagai kontraktor infrastruktur telekomunikasi yang berfokus pada pekerjaan SACME (Site Acquisition, Civil & Mechanical, Electrical) dan pembangunan tower BTS. Sejak awal memposisikan diri sebagai spesialis "hard access" — mampu menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa dan membutuhkan transportasi udara atau sungai. Dokumen Rahasia & Terbatas | www.limaintisinergi.com

7 Fase konsolidasi dan ekspansi geografis. Membangun reputasi sebagai kontraktor andal untuk proyek BTS perbatasan dan daerah 3T. Memperluas jangkauan ke Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Meraih penghargaan "Mitra Pelaksana Project BTS Perbatasan Tahun 2017" dari Mitratel — pengakuan resmi atas kapabilitas di segmen ini. 2018–2020 Penguatan kapabilitas dan diversifikasi layanan. Memperluas portofolio ke jasa instalasi VSAT dan sistem konektivitas berbasis satelit. Pandemi COVID-19 (2020) menjadi akselerator pertumbuhan LINI seiring meningkatnya permintaan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung program pemerataan digital pemerintah.

2021–2023. Pertumbuhan skala operasional dan akuisisi sertifikasi internasional. LINI memperoleh empat sertifikasi sekaligus: ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO/IEC 27001:2022. Portofolio pekerjaan melampaui 10.000 situs di seluruh nusantara. Pengembangan divisi ICT dimulai serius dengan tenaga ahli bersertifikasi Fortinet, HPE/Aruba, dan Huawei.

2024 Pencapaian milestone operasional. Meraih penghargaan "Best HSE Performance 2024 Project & Implementation". Total portofolio kumulatif melampaui 10.330 situs di seluruh Indonesia mencakup 2.845 BTS Installation, 3.262 Delivery, 2.011 Corrective Maintenance, 685 OLT, 676 VSAT Installation, 332 CME, dan 173 BTS Dismantle.

2025 Transformasi strategis menjadi holding terintegrasi. LINI mengintegrasikan tiga pilar bisnis utama: (1) Connectivity berbasis satelit dan fiber optic, (2) ICT Solutions untuk transformasi digital, serta (3) Delivery melalui merek Lintas Log. Ekspansi ini menjadikan LINI sebagai penyedia solusi end-to-end yang unik di Indonesia. 2026 Kesiapan skala nasional dengan 62 tim lapangan aktif — 37 tim SACME dan 25 tim BTS tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali Nusra, Maluku, dan Papua. Perusahaan bersiap memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan ekosistem digital terintegrasi.

3. Visi dan Misi Perusahaan

Visi "Menjadi Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi bertaraf nasional yang terpercaya dan tanggap perubahan demi kesejahteraan berbangsa dan bernegara di Indonesia."

Misi • Menjadikan perusahaan sebagai sarana mendapatkan ridho Allah SWT dengan senantiasa melakukan perbaikan sesuai syariat Islam, membawa kebaikan bagi karyawan dan banyak orang.

 • Membangun bisnis dengan nilai tambah tinggi yang menjamin profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan demi peningkatan kesejahteraan perusahaan dan karyawan.

• Menumbuhkan nilai transparansi dan kepercayaan yang berkesinambungan antara perusahaan dengan karyawan, pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.

• Meningkatkan kemampuan SDM dan infrastruktur perusahaan secara berkesinambungan demi pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.

• Membangun budaya positif perusahaan untuk menjadi teladan kemajuan Indonesia.

 • Membawa standar baru customer experience dengan solusi yang saling menguntungkan melalui layanan yang luar biasa dan konsisten.

4. Nilai-Nilai Budaya Perusahaan (Core Values)

INTEGRITY • Jujur dalam berbicara dan setiap aktivitas. • Berbicara tentang ide dan solusi berdasarkan data dan fakta. • Komitmen terhadap apa yang sudah dijanjikan.

IMPROVEMENT RESPONSIVE • Memiliki kecintaan untuk belajar dan berbagi ilmu. • Melakukan perbaikan secara berkelanjutan. • Antusias menerima feedback untuk mendorong pertumbuhan. • Mengantisipasi kebutuhan pelanggan sebelum diminta. • Merespon dengan cepat dan tanggap. • Menyampaikan permasalahan lebih awal.

Manajemen

PT Lima Inti Sinergi dikelola oleh tim manajemen yang memiliki rekam jejak panjang di industri telekomunikasi Indonesia. Keunggulan utama manajemen LINI terletak pada kombinasi keahlian teknis lapangan yang mendalam — khususnya dalam pekerjaan infrastruktur di wilayah terpencil — dengan kapabilitas manajerial yang teruji dalam operasi skala nasional. Tim manajemen mengedepankan gaya kepemimpinan yang berlandaskan nilai integritas, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan, sejalan dengan core values perusahaan. Komitmen terhadap tata kelola yang baik tercermin dari perolehan empat sertifikasi manajemen internasional secara bersamaan.

 5. Komitmen Tata Kelola Perusahaan (GCG)

 • Sistem manajemen mutu tersertifikasi ISO 9001:2015 — memastikan setiap proses bisnis dilaksanakan sesuai standar internasional dengan orientasi kepuasan pelanggan.

• Standar keselamatan dan kesehatan kerja tersertifikasi ISO 45001:2018 — kritis mengingat sifat pekerjaan lapangan di medan berbahaya seperti ketinggian dan daerah terpencil.

• Sistem manajemen anti-penyuapan tersertifikasi ISO 37001:2016 — mencerminkan komitmen operasional bisnis yang bersih dan beretika.

• Sistem manajemen keamanan informasi tersertifikasi ISO/IEC 27001:2022 — memastikan perlindungan data pelanggan dan informasi bisnis sensitif.

6. Kapabilitas dan Sertifikasi Teknis Tim Seluruh engineer

LINI memiliki sertifikasi dari lembaga internasional terkemuka: Bidang Fortinet / Cybersecurity HPE / Aruba Networking Hewlett Packard Enterprise Huawei Sertifikasi Certified Fundamentals (Cybersecurity), NSE 1, NSE 2, NSE 3 (FortiGate Operator v7.6), Fortinet NSE Certified Associate HPE Aruba Professional & Associate (Switching), Aruba ACMA, ACCP (ClearPass), ACMP (Mobility), APS (SD Branch) Product Specialist Central, Security Service Edge, SD-WAN Expert, CX 10000 Switch, SD-WAN Professional HCSP Presales dan HCSA Presales untuk solusi jaringan dan infrastruktur Huawei K3 / Keselamatan Kerja WAH (Work at Height), Electrical Safety, First Aid — wajib bagi seluruh engineer lapangan 2.3 Kesiapan Tim Lapangan Nasional 2026 LINI memiliki 62 tim lapangan aktif yang tersebar strategis di seluruh Indonesia — 37 tim SACME dan 25 tim BTS:

Wilayah Tim SACME Jakarta (Homebase) Jawa 3 Tim Tim BTS 10 Tim 2 Tim Sumatra Kalimantan 2 Tim 3 Tim 12 Tim Sulawesi Bali Nusra 11 Tim 2 Tim 7 Tim Papua (10 area)* TOTAL–– 25 personil 37 Tim 25 Tim *) Tim Papua tersebar di: Papua Barat (Sorong, Sorsel, Maybrat, Tambraw), Timika, Puncak Jaya, Nabire/Dogiai/Paniai, Jayapura/Kerom/Sarmi, Merauke/Mappi, Boven Digoel, Asmat, Mamberamo Raya/Tengah, Manokwari.

AKTIVITAS DAN LAYANAN BISNIS

Sejak transformasi strategis 2025, PT Lima Inti Sinergi mengoperasikan empat pilar bisnis terintegrasi: Infrastruktur Telekomunikasi (Tower), Konektivitas Digital, Teknologi Informasi & Komunikasi (ICT), dan Delivery/Logistik.

Keempat pilar ini dirancang saling melengkapi, menciptakan model bisnis end-to-end yang unik di industri TIK Indonesia. TOWER INFRASTRUCTURE CONNECTIVITY ICT SOLUTIONS DELIVERY SACME, BTS Installation, Maintenance, VSAT Satelit, Fiber, Hybrid, Managed Services Network, Security, Cloud, AI/IoT Multimodal Transport, Lintas Log

Layanan Infrastruktur Telekomunikasi (Tower Infrastructure)

Bisnis inti LINI yang telah beroperasi sejak 2013 dan menjadi fondasi reputasi perusahaan. Portofolio kumulatif 2013–2024 mencapai lebih dari 10.330 situs di seluruh Indonesia. Layanan Rincian Tower Construction (SACME) SITAC, CME, collocation, strengthening, relocation, fabrication, IMB/PBG BTS Services Installation, dismantle, SSV, Drive Test, Test & Commissioning, Power Installation Tower Maintenance Preventive & corrective maintenance (2.011 site), on-site service, rectification VSAT Installation 676 site kumulatif, instalasi sistem komunikasi satelit VSAT SCPC/MCPC OLT Services 685 site mini/big OLT, insert card, konfigurasi jaringan fiber optik Solar Panel Instalasi panel surya untuk BTS off-grid di lokasi tanpa akses PLN Portofolio per wilayah (kumulatif 2013–2024): Wilayah SACME (Site) BTS (Site) Jawa 149 992 Sumatra 14 383 Kalimantan 88 185 Sulawesi 98 97 Maluku 7 332 Bali Nusra 24 202 Papua 32 607 TOTAL 412+ > 10.330 (semua layanan)

 Layanan Konektivitas Digital (Connectivity Solutions)

 Produk unggulan: SITERALINK oleh Lini Tekno Indonesia, mengintegrasikan teknologi satelit terbaru (termasuk Starlink) dengan solusi hybrid untuk konektivitas di wilayah yang tidak terlayani jaringan terrestrial. Layanan Rincian Satellite Installation Site survey, antenna installation, mounting, alignment, commissioning untuk enterprise & remote.

Managed Connectivity 24/7 monitoring, performance management, SLA management, proactive issue resolution. Remote Area & Rural Mining, perkebunan, oil & gas, maritim, disaster recovery, daerah underserved, BUMDes. Hybrid Solutions Integrasi fiber, microwave, LTE/5G, SD-WAN untuk redundancy dan optimasi performa. Hardware & Subscription Procurement, logistics, activation, billing management, lifecycle management perangkat satelit. Maintenance & Support On-site support, hardware replacement, troubleshooting, preventive maintenance.

Layanan ICT Solutions

Didukung tenaga ahli bersertifikasi internasional dari Fortinet, HPE/Aruba, Huawei, dan Juniper Networks — melayani korporasi, pemerintah daerah, dan institusi dalam modernisasi infrastruktur teknologi. Kategori Layanan Network Solutions Resilient IT Infrastructure, SD-WAN, Microbranch, Wired/Wireless Solution, Guest Wi-Fi Systems Security Network Security & Firewall (Fortinet), NAC, EDR, SASE, Video Surveillance Analytics, VPN Compute & Storage End Device Computing, On-Premise Server & Storage, Server Virtualization, Hybrid Cloud, HCI, Backup Autonomous & Digital Unified Communication, AI/IoT & Automation, Monitoring Tools, Smart Meeting & Conference Professional Services Managed IT Services, IT Consultant, Network Assessment, Wireless Site Survey, Engineer On Demand

Layanan Delivery & Logistik (Lintas Log)

Pilar keempat yang diluncurkan 2025. LINI mengkomersialisasikan kapabilitas logistik yang selama satu dekade dibangun untuk mendukung operasional internal — mengangkut peralatan berat ke lokasi-lokasi terpencil menggunakan berbagai moda transportasi. Moda Transport Darat Laut Udara Sungai Kapabilitas Armada truk pengiriman jarak dekat & menengah SPIL, Meratus, Temas Line (mitra) Charter perintis & helikopter untuk hard access Angkutan sungai Kalimantan & Papua

Mitra Strategis

Kategori Mitra Utama Connectivity PLN Nusa Daya, ICON+, Starlink, PT Teknika Pesona Kahayan, Thriveni Delivery SPIL, Meratus, Temas Line, NIHI Sumba ICT HPE/Aruba, Axis, Hewlett Packard Enterprise, Juniper Networks, Ruijie|Reyee, Silver Peak, Huawei, Fortinet Tower Infrastructure Centratama, Mitratel, Tower Bersama Group, Persada Sokka, ZTE, Huawei, Protelindo, Telkomsat, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.

Penghargaan dan Sertifikasi

Penghargaan / Sertifikasi Keterangan ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System — Guardian Certification, diakreditasi UKAS (berlaku hingga 2026). ISO 9001:2015 Quality Management System — Kontraktor Sipil, Mekanikal, Elektrikal, Telekomunikasi & IT (ARES International). ISO 45001:2018 Occupational Health & Safety — Kontraktor Sipil, Mekanikal, Elektrikal, Telekomunikasi & IT (ARES International). ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management System — Zeppy Certification Limited. Best HSE Performance 2024 "Best HSE Performance 2024 Project & Implementation" — mencerminkan standar tertinggi keselamatan kerja. Best New Build Project Vendor Area 3 Diterima dari Tower Bersama Group bersama PT Menara Cahaya Surya & PT Multi Tiga Cipta. The Best Supporting New Site Project 2023 Diterima dari Persada Sokka untuk kontribusi dalam rollout site baru. Mitra Pelaksana BTS Perbatasan 2017 Piagam Penghargaan dari Mitratel — pengakuan atas kapabilitas di wilayah perbatasan Indonesia.

RELEVANSI EMITEN TERHADAP EKOSISTEM SUKUK

Kesesuaian Bisnis dengan Prinsip Syariah

PT Lima Inti Sinergi memiliki profil bisnis yang sangat sesuai dengan prinsip-prinsip pembiayaan syariah. Kegiatan usaha utama — pembangunan infrastruktur telekomunikasi, konektivitas digital, solusi ICT, dan logistik — seluruhnya merupakan aktivitas bisnis yang halal dan memberikan manfaat nyata (maslahah) bagi masyarakat luas. Komitmen syariah tercermin eksplisit dalam misi pertama perusahaan: "Menjadikan perusahaan sebagai sarana mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wata'ala dengan senantiasa melakukan perbaikan sesuai syariat Islam." Landasan nilai ini terinternalisasi dalam tata kelola yang transparan (ISO 37001:2016) dan sistem operasional yang berorientasi kemaslahatan.

Keunggulan Kompetitif yang Mendukung Kelayakan Sukuk

Keunggulan Keterangan Track record lebih dari 10 tahun Kesinambungan operasional sejak 2013 merupakan indikator kuat ketahanan bisnis dan kemampuan manajemen dalam menavigasi berbagai siklus ekonomi. Portofolio terdiversifikasi Empat pilar bisnis yang saling melengkapi mengurangi risiko konsentrasi pada satu segmen pasar. Kontrak dengan klien tier-1 Hubungan kerja dengan Telkomsel, XL Axiata, Huawei, ZTE, Mitratel, dan Tower Bersama Group mengindikasikan stabilitas pendapatan berulang. Aset tidak berwujud yang kuat Empat sertifikasi ISO, puluhan sertifikasi teknis internasional, dan reputasi brand selama satu dekade merupakan aset strategis bernilai tinggi. Kesiapan operasional skala nasional 62 tim lapangan aktif di seluruh Indonesia memberikan kapasitas eksekusi yang siap menyerap kontrak dalam volume signifikan. Sinergi ekosistem unik Konvergensi infrastruktur digital dan logistik fisik dalam satu perusahaan menciptakan proposisi nilai yang sulit ditiru kompetitor.

Management Profile

 

DIREKTUR UTAMA

BAMBANG JAKA LEKSANA, ST

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMISARIS

Dr. Lily S. Wasitova

 

 

 

 

Industry Overview

1.PERKEMBANGAN INTERNET GLOBAL & INDONESIA TERKINI

Nilai Industri Telko (Proyeksi 2025) Tren pertumbuhan pengguna internet global terus melaju. International Telecommunication Union (ITU) melaporkan bahwa pada tahun 2023, sebanyak 5,4 miliar penduduk dunia atau sekitar 67% populasi global telah terhubung ke internet, naik 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Gap digital antara negara berpendapatan tinggi (93% penetrasi) dan negara berpendapatan rendah (27% penetrasi) masih menjadi tantangan global. Di Indonesia, tren positif juga terus berlanjut dan bahkan melampaui rata-rata global. Menurut survei APJII 2024, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 221,6 juta jiwa — setara penetrasi 79,5% dari total populasi. Data BPS melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 mencatat 72,78% penduduk berusia 5 tahun ke atas telah mengakses internet, naik dari 69,21% pada 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh meluasnya penetrasi smartphone, peningkatan daya beli masyarakat, dan perluasan jaringan internet ke wilayah di luar Pulau Jawa. Disparitas wilayah masih menjadi catatan penting: Kepulauan Riau mencatat penetrasi internet tertinggi secara provinsi, sementara Papua Pegunungan masih berada di angka terendah (6,76%). Upaya pemerintah melalui program BAKTI Kominfo dan operasional Satelit SATRIA terus diarahkan untuk mengatasi kesenjangan ini.

Grafik 1. Penetrasi Internet Indonesia 2018–2024 (Sumber: APJII & BPS) Laporan Update Sektor Telekomunikasi Indonesia 2024–2025 | Disusun berdasarkan data BPS, APJII, Kemenkeu, dan Laporan Keuangan Operator Halaman 1

2. INDEKS PEMBANGUNAN TIK (IP-TIK) INDONESIA

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia terus menunjukkan tren positif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2022, IP-TIK tercatat sebesar 5,85 dan kembali meningkat menjadi 5,90 pada tahun 2023 (BPS, September 2024). Capaian ini mencerminkan perbaikan berkelanjutan di ketiga subindeks: akses dan infrastruktur TIK, penggunaan TIK, serta keahlian TIK masyarakat Indonesia. Pertumbuhan subindeks penggunaan TIK menjadi pendorong utama, sejalan dengan meningkatnya adopsi layanan digital seperti e-commerce, layanan keuangan digital (fintech), dan platform streaming. Pemerintah melalui Kementerian Komdigi (sebelumnya Kominfo) menetapkan transformasi digital sebagai prioritas nasional, dengan target pemerataan infrastruktur hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Grafik 2. IP-TIK Indonesia 2018–2023 (Sumber: BPS, skala 0–10)

 

3. KINERJA MAKROEKONOMI: SEKTOR INFORMASI & KOMUNIKASI

Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03% (c-to-c), sedikit melambat dibanding 2023 yang tumbuh 5,05%, namun tetap dalam jalur yang solid. Di tengah tekanan ekonomi global, sektor Informasi dan Komunikasi kembali menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi keenam dalam struktur PDB nasional, tumbuh 7,57% pada 2024 — bahkan melampaui estimasi Kemenkeu sebesar 9,3% dalam beberapa laporan interim. Konsistensi pertumbuhan di atas 6% selama empat tahun berturut-turut membuktikan ketahanan sektor ini. Yang paling krusial: ketika PDB nasional mengalami kontraksi -2,07% pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, sektor Infokom justru tumbuh positif 10,61%. Kontribusi sektor terhadap PDB nasional pada 2024 tercatat 4,34%, menempatkannya pada posisi ketujuh dalam struktur ekonomi nasional — ruang yang masih sangat terbuka untuk terus berkembang. Pada triwulan III-2025, sektor Informasi dan Komunikasi mencatat pertumbuhan 9,65% (y-on-y), menunjukkan akselerasi yang signifikan, didorong meningkatnya lalu lintas data dan transaksi perdagangan elektronik (BPS, November 2025). Laporan Update Sektor Telekomunikasi Indonesia 2024–2025 | Disusun berdasarkan data BPS, APJII, Kemenkeu, dan Laporan Keuangan Operator Halaman 2

Grafik 3. Pertumbuhan PDB Nasional vs Sektor Informasi & Komunikasi 2019–2024 (Sumber: BPS)

Laporan Update Sektor Telekomunikasi Indonesia 2024–2025 | Disusun berdasarkan data BPS, APJII, Kemenkeu, dan Laporan Keuangan Operator Halaman 3

 

4.KEPEMILIKAN PERANGKAT & AKSES TIK MASYARAKAT INDONESIA

Data BPS dari Susenas 2024 memperlihatkan tren kepemilikan perangkat TIK yang terus meningkat untuk kategori mobile dan internet, namun sebaliknya untuk telepon kabel. Kepemilikan telepon seluler naik dari 67,29% (2023) menjadi 68,65% (2024), sedangkan kepemilikan komputer/laptop meningkat tipis dari 18,06% menjadi 18,52%. Sebaliknya, telepon tetap kabel terus merosot ke angka 0,99% pada 2024 — mencerminkan substitusi massif oleh layanan mobile. Fenomena ini konsisten dengan tren global: pengguna mobile mendominasi akses internet, dengan 82,05% populasi Indonesia mengakses internet melalui perangkat seluler/nirkabel. Tingginya penetrasi mobile membuka peluang besar bagi layanan data, fintech, e-commerce, dan OTT (Over-The-Top) seperti streaming video dan audio.

Grafik 4. Kepemilikan Perangkat & Akses TIK Rumah Tangga Indonesia 2022–2024 (Sumber: BPS, Susenas)

 

5.DINAMIKA INDUSTRI: OPERATOR TELEKOMUNIKASI INDONESIA 2024–2025

 

Industri telekomunikasi Indonesia saat ini didominasi tiga pemain utama pasca-konsolidasi: Telkom Indonesia/Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSmart Telecom Sejahtera (hasil merger XL Axiata dan Smartfren). Konsolidasi ini mengurangi jumlah operator dari lima menjadi tiga, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi industri dan kualitas layanan. Telkom Group tetap menjadi pemimpin pasar dengan pendapatan Rp150 triliun pada 2024, tumbuh 0,5% YoY meski menghadapi tekanan persaingan. Anak usahanya Telkomsel mencatat pertumbuhan pendapatan 10,7% YoY, didorong integrasi layanan IndiHome B2C (tumbuh 101,2% YoY menjadi Rp26,6 triliun) dan penambahan hampir 1 juta pelanggan baru. Telkomsel mempertahankan dominasi dengan pangsa pasar pendapatan seluler 51,8%. Indosat Ooredoo Hutchison mencatat pertumbuhan pasca-merger yang positif dengan pendapatan diperkirakan mencapai Rp55 triliun di 2024. XL Axiata membukukan pendapatan Rp34,4 triliun di 2024, tumbuh 6% YoY. Secara industri, total nilai pasar telekomunikasi Indonesia diproyeksikan mencapai USD 13,66 miliar (sekitar Rp222 triliun) pada 2025, dengan CAGR 1,01% hingga 2033. Laporan Update Sektor Telekomunikasi Indonesia 2024–2025 | Disusun berdasarkan data BPS, APJII, Kemenkeu, dan Laporan Keuangan Operator Halaman 4

Grafik 5. Estimasi Pendapatan Operator Telekomunikasi Utama Indonesia 2023–2024 (Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan, diolah)

 

6.INFRASTRUKTUR DIGITAL & KEBIJAKAN PEMERINTAH 2024–2025

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen mendorong pemerataan infrastruktur digital. Dalam APBN 2024, dari total anggaran infrastruktur Rp423,4 triliun, sebagian dialokasikan untuk infrastruktur TIK, mencakup: • Penyediaan Digital Broadcast System (DBS) sebanyak 62 unit di seluruh Indonesia; • Pembangunan 22.709 titik akses internet baru, terutama di wilayah terpencil dan 3T; • Operasional proyek Satelit SATRIA dengan kapasitas 19 Gbps untuk memperluas konektivitas. Dirjen SDPPI Kementerian Komdigi menekankan bahwa seluruh sektor industri di Indonesia membutuhkan infrastruktur broadband yang tersebar luas, berkualitas, dan terjangkau sebagai prasyarat transformasi digital. Pemerintah juga mendorong konsolidasi industri untuk meningkatkan efisiensi investasi jaringan, khususnya dalam menghadapi transisi ke 5G. Segmen Fiber to the Home (FTTH) menjadi fokus pengembangan ke depan. Penetrasi fixed broadband Indonesia masih sekitar 15% — jauh di bawah potensinya — sehingga menjadi peluang pertumbuhan signifikan bagi operator seperti Telkom (IndiHome), First Media/Link Net, dan Biznet.

7. PELUANG & TANTANGAN KE DEPAN

Peluang Utama: • Adopsi 5G: Operator telah berinvestasi besar dalam modernisasi jaringan; adopsi 5G diproyeksikan meningkat signifikan di kota-kota besar pada 2025–2027; • Ekonomi Digital: Nilai ekonomi internet Indonesia terus tumbuh, dengan IoT, cloud computing, dan layanan berbasis AI menjadi segmen baru yang menjanjikan; • Fixed Broadband: Penetrasi 15% menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar untuk layanan FTTH; • Layanan Enterprise & Data Center: Permintaan dari sektor pemerintah, perbankan, dan industri manufaktur terus meningkat seiring digitalisasi; • Wilayah 3T: Program pemerintah membuka pasar baru di daerah yang sebelumnya tidak terlayani. Tantangan Utama: Laporan Update Sektor Telekomunikasi Indonesia 2024–2025 | Disusun berdasarkan data BPS, APJII, Kemenkeu, dan Laporan Keuangan Operator Halaman 5 • Perang Harga: Persaingan tarif data yang intensif menekan ARPU (Average Revenue Per User) dan margin profitabilitas operator; • Regulasi Spektrum: Keterbatasan alokasi spektrum menjadi hambatan akselerasi 5G secara masif; • Infrastruktur Daerah Terpencil: Biaya pembangunan jaringan di wilayah 3T masih tinggi dengan potensi pendapatan yang lebih rendah; • Ancaman Siber: Meningkatnya aktivitas digital meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber; • Daya Beli: Tekanan daya beli masyarakat pada 2025 dapat mempengaruhi konsumsi layanan premium. Kesimpulan: Sektor telekomunikasi dan informasi komunikasi Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang matang namun tetap ekspansif. Dengan penetrasi internet mendekati 80%, pertumbuhan PDB sektor yang konsisten di atas 7%, dan dukungan investasi infrastruktur pemerintah yang kuat, sektor ini akan terus menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia. Tantangan utama adalah meningkatkan profitabilitas operator di tengah persaingan ketat, mempercepat pemerataan akses, dan mengakselerasi transisi menuju layanan 5G dan ekosistem digital terintegrasi. Referensi: BPS – Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 (Agustus 2025) | APJII – Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 | BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 (Februari 2025) | Kemenkeu – Fiskal 2025 | Laporan Keuangan Telkom, Indosat, XL Axiata 2024

Key Risk

Kategori

Risiko Utama

Dampak Singkat

Mitigasi Utama

Operasional

Kecelakaan kerja di lapangan

Cedera/fatality & proyek terhenti

Sertifikasi K3, SOP HSE, APD, asuransi

Operasional

Keterlambatan proyek

Denda & gangguan reputasi

Buffer waktu, monitoring digital, stok material

Operasional

Ketergantungan subkontraktor

Gangguan pekerjaan lapangan

Seleksi ketat & diversifikasi vendor

Operasional

Gangguan logistik wilayah terpencil

Keterlambatan material

Multi-moda logistik & depot regional

Operasional

Kehilangan personel kunci

Penurunan kapabilitas proyek

Retensi karyawan & kaderisasi

Keuangan

Gagal bayar piutang

Tekanan arus kas

Progress payment & invoice financing

Keuangan

Kenaikan biaya input

Margin laba menurun

Klausul eskalasi harga & efisiensi

Keuangan

Risiko likuiditas

Cash flow mismatch

Proyeksi cash flow & fasilitas kredit

Keuangan

Ketergantungan proyek pemerintah

Pendapatan tidak stabil

Diversifikasi klien swasta

Keuangan

Risiko nilai tukar USD

Biaya impor meningkat

FX adjustment & produk TKDN

Pasar

Persaingan harga

Margin tertekan

Fokus wilayah 3T & diferensiasi layanan

Pasar

Disrupsi teknologi

Layanan jadi usang

Investasi 5G/Open RAN & R&D

Pasar

Penurunan capex operator

Order proyek menurun

Diversifikasi bisnis ICT

Regulasi

Perubahan regulasi telko

Biaya kepatuhan naik

Monitoring regulasi & asosiasi industri

Regulasi

Kepatuhan syariah

Risiko pembatalan sukuk

DPS independen & audit syariah

Regulasi

Sengketa hukum

Biaya litigasi & reputasi

Kontrak standar & asuransi

Regulasi

Risiko suap/korupsi

Sanksi & blacklist

ISO 37001 & zero tolerance

Teknologi

Serangan siber

Kebocoran data & kerugian

ISO 27001 & penetration test

Teknologi

Gangguan managed service

Pelanggaran SLA

NOC 24/7 & redundancy jaringan

Lingkungan

Dampak lingkungan

Penghentian proyek

Verifikasi AMDAL & green practice

Sosial

Konflik masyarakat

Hambatan proyek

Sosialisasi & pelibatan tokoh lokal

Business Strategy

Penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan I PT. Lima Inti Sinergi Tahap I Tahun 2024 digunakan untuk Proyek Kerjasama Modal kerja atas kegiatan usaha Penerbit di bidang usaha Construction Mechanical Electrical (CME) Collo, Strengthen, PLN dan Drive Test  berdasarkan SPK atas proyek tersebut. Proses pencairan dana dilakukan pada 18 April 2024, untuk distribusi efek pada 8 Agustus 2024, Adapun pelunasan dilakukan pada 7 Januari 2025 sehingga status Penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dinyatakan LUNAS. Adapun tahapan selanjutnya dari rencana penerbitan sukuk di tahun 2024 tidak terealisasi.

 

NO

Uraian Penerbitan

Jadwal

Nilai Penerbitan

Tenor

Keterangan

1

Sukuk Tahap I

April 2024

3.198.200.000,-

4 Bulan

LUNAS

2

Sukuk Tahap II

Mei 2024

3.000.000.000

6 Bulan

Tidak Terealisasi

3

Sukuk Tahap III

Juni 2024

3.000.000.000

6 Bulan

Tidak Terealisasi

 

Penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT. Lima Inti Sinergi Tahap I Tahun 2026 digunakan untuk membiayai proyek pengadaan Perangkat Satelit Starlink Kit Gen 3 V4 sesuai dengan Permintaan dari PT. Lini Tekno Indonesia dengan rencana awal tahapan sebagai berikut:

 

NO

Uraian Penerbitan

Jadwal

Nilai Penerbitan

Tenor

Keterangan

1

Sukuk Tahap I

Mei 2026

2.898.400.000

12 Bulan

Terjadwal

2

Sukuk Tahap II

Juni 2026

3.188.600.000

12 Bulan

Terjadwal

3

Sukuk Tahap III

Juli 2026

3.913.000.000

12 Bulan

Terjadwal

Financial Review

Analisis Keuangan

Financial Highlight ini akan menekankan pada Analisis Rasio Laporan Keuangan PT. Lima Inti Sinergi. Analisis laporan keuangan sendiri adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan keuangan pada suatu periode. Adapun data keuangan yang digunakan kali ini adalah Laporan Laba Rugi dan Neraca per 31 Desember 2024, 31 Desember 2025 dan April 2026. Laporan keuangan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk mengambil keputusan.

Pihak investor dapat memanfaatkan rasio keuangan untuk mengukur nilai investasi sekaligus memprediksi untung atau rugi apabila berinvestasi di sebuah perusahaan. Dengan data perbandingan rasio tersebut maka investor mampu menentukan jumlah dan waktu untuk berinvestasi yang paling menguntungkan.

Beberapa tujuan analisis rasio keuangan yakni:

  1. Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
  2. Menggali informasi dibalik laporan keuangan suatu perusahaan.
  3. Memprediksi potensi yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.
  4. Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, dan sebagainya.

 

 

Laporan keuangan Desember 2024, Desember 2025 dan April 2026 merupakan Home Statement (In-House)

 

Neraca

Desember 2024, Desember 2025 dan April 2026

Laba Rugi

Desember 2024, Desember 2025 dan April 2026

 

Rasio Keuangan

Desember 2024, Desember 2025 dan April 2026

 

Penjelasan Laporan Keuangan

1. Analisa Posisi Keuangan

Secara umum, total aset PT Lima Inti Sinergi berada pada level Rp19,39 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp21,25 miliar pada 2025, kemudian berada pada posisi Rp16,42 miliar per April 2026. Penurunan aset pada April 2026 terutama disebabkan oleh turunnya aset lancar, khususnya piutang usaha dan uang muka, seiring dengan dinamika penyelesaian proyek dan penagihan kepada pelanggan.

Komposisi aset perusahaan masih didominasi oleh aset lancar, yaitu sebesar 97,22% dari total aset pada 2024, 94,56% pada 2025, dan 81,67% pada April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa struktur aset perusahaan cukup likuid dan berkaitan erat dengan karakter bisnis kontraktor telekomunikasi yang berbasis proyek, di mana komponen utama aset berada pada kas, piutang, uang muka, dan biaya proyek berjalan.

Pada sisi aset lancar, kas dan setara kas meningkat signifikan dari Rp192,39 juta pada 2024 menjadi Rp1,45 miliar pada 2025, dan relatif stabil pada Rp1,43 miliar per April 2026. Kenaikan kas ini menunjukkan adanya perbaikan posisi likuiditas dibandingkan tahun sebelumnya.

Piutang usaha meningkat dari Rp5,07 miliar pada 2024 menjadi Rp7,08 miliar pada 2025, kemudian menurun menjadi Rp3,59 miliar per April 2026. Penurunan piutang pada April 2026 mengindikasikan adanya realisasi penagihan atau penyelesaian sebagian outstanding proyek. Namun, karena model bisnis perusahaan bersifat project-based, pengelolaan piutang tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Komponen uang muka juga menjadi bagian signifikan dari aset perusahaan, yaitu Rp11,96 miliar pada 2024, turun menjadi Rp8,57 miliar pada 2025, dan menjadi Rp4,83 miliar per April 2026. Uang muka ini mencerminkan kebutuhan pembayaran awal dalam pelaksanaan proyek, yang sejalan dengan karakter bisnis konstruksi dan infrastruktur telekomunikasi.

Di sisi aset tetap, perusahaan mencatat kenaikan dari Rp540,01 juta pada 2024 menjadi Rp1,16 miliar pada 2025, lalu meningkat menjadi Rp3,01 miliar per April 2026. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan nilai tanah dan bangunan, yang menunjukkan adanya penguatan basis aset tetap perusahaan.

2. Analisa Kewajiban dan Permodalan

Jumlah kewajiban perusahaan tercatat sebesar Rp7,68 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp9,51 miliar pada 2025, lalu menurun menjadi Rp6,59 miliar per April 2026. Porsi kewajiban terhadap total aset relatif terkendali, yaitu 39,60% pada 2024, 44,74% pada 2025, dan 40,16% per April 2026.

Kewajiban perusahaan didominasi oleh kewajiban jangka pendek, terutama utang lain-lain dan utang usaha. Utang lain-lain tercatat sebesar Rp6,16 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp8,13 miliar pada 2025, lalu turun menjadi Rp5,98 miliar per April 2026. Sementara itu, utang usaha menurun dari Rp1,37 miliar pada 2025 menjadi Rp450 juta per April 2026.

Ekuitas perusahaan relatif stabil di kisaran Rp11,71 miliar pada 2024 dan Rp11,74 miliar pada 2025, kemudian menjadi Rp9,83 miliar per April 2026. Penurunan ekuitas pada April 2026 disebabkan oleh rugi tahun berjalan sebesar Rp1,92 miliar. Meskipun demikian, struktur permodalan perusahaan masih cukup baik, dengan ekuitas mencakup 59,84% dari total pasiva per April 2026.

Perusahaan tidak mencatat adanya utang bank maupun utang berbunga pada periode laporan, sehingga Interest-Bearing DER tercatat 0,00%. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan belum bergantung pada pinjaman berbunga dari lembaga keuangan.

3. Analisa Kinerja Laba Rugi

Pendapatan perusahaan meningkat dari Rp35,88 miliar pada 2024 menjadi Rp43,79 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 22,04%. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas proyek dan kapasitas perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari pelanggan.

Pada 2025, perusahaan berhasil mencatat perbaikan profitabilitas yang signifikan. Laba kotor meningkat dari Rp5,92 miliar pada 2024 menjadi Rp11,71 miliar pada 2025. Gross Profit Margin juga naik dari 16,50% menjadi 26,74%, yang menunjukkan perbaikan efisiensi biaya proyek atau komposisi proyek dengan margin lebih baik.

Dari sisi laba operasional, perusahaan berbalik dari rugi EBITDA sebesar Rp6,56 miliar pada 2024 menjadi EBITDA positif sebesar Rp2,91 miliar pada 2025. Operating Margin juga membaik dari -18,28% pada 2024 menjadi 6,64% pada 2025. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam efisiensi operasional perusahaan.

Namun, pada periode interim per April 2026, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp6,46 miliar dan rugi bersih sebesar Rp1,92 miliar. Karena data April 2026 merupakan laporan interim dan belum mencerminkan satu tahun penuh, kinerja ini perlu dilihat sebagai posisi sementara. Rugi pada periode tersebut terutama dipengaruhi oleh beban operasional, khususnya beban gaji/THR/lembur/asuransi yang mencapai Rp1,72 miliar, serta beban bank sebesar Rp455,73 juta.

Secara historis, 2025 menunjukkan adanya pemulihan kinerja yang kuat dibandingkan 2024, sementara kinerja 2026 akan sangat bergantung pada realisasi PO, penyelesaian proyek, dan kecepatan penagihan kepada pelanggan.

4. Analisa Rasio Keuangan

Dari sisi likuiditas, perusahaan memiliki Current Ratio sebesar 276,15% pada 2024, 211,72% pada 2025, dan 208,47% per April 2026. Rasio ini menunjukkan bahwa aset lancar perusahaan masih lebih dari cukup untuk menutup kewajiban jangka pendek.

Quick Ratio juga berada pada level yang sama dengan Current Ratio karena perusahaan tidak mencatat persediaan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan likuiditas perusahaan terutama ditopang oleh kas, piutang, dan uang muka.

Dari sisi solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) berada pada level 65,56% pada 2024, 80,97% pada 2025, dan turun menjadi 67,11% per April 2026. Sementara itu, Debt to Asset Ratio (DAR) berada pada level 39,60% pada 2024, 44,74% pada 2025, dan 40,16% per April 2026. Rasio ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan masih cukup seimbang antara kewajiban dan ekuitas.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat perbaikan signifikan pada 2025, dengan Net Profit Margin membaik dari -23,10% pada 2024 menjadi 0,07% pada 2025. ROA dan ROE juga membaik menjadi positif pada 2025, masing-masing sebesar 0,14% dan 0,26%. Namun, pada April 2026, profitabilitas kembali negatif karena periode interim masih mencatat rugi berjalan.

Dari sisi aktivitas, Day of Receivable (DOR) meningkat dari 51 hari pada 2024 menjadi 58 hari pada 2025, dan 67 hari per April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa periode penagihan piutang cenderung memanjang, sehingga pengelolaan collection menjadi faktor penting dalam menjaga arus kas perusahaan.

Cash Conversion Cycle (CCC) juga meningkat dari 44 hari pada 2024 menjadi 47 hari pada 2025, dan 58 hari per April 2026. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan modal kerja yang cukup besar, sejalan dengan karakter bisnis perusahaan yang membutuhkan pendanaan di awal proyek.

Investment Highlight

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT. Lima Inti Sinergi II Tahap I Tahun 2026 direncanakan diterbitkan dengan nominal Rp. 2.898.400.000,- dalam jangka waktu 12 bulan dengan imbal bagi hasil sebesar 15% p.a bersifat fixed dari margin penjualan seluruh hishshah milik pemodal atas asset syirkah.

Dana hasil penerbitan sukuk ini digunakan untuk Membiayai Proyek kerjasama pengadaan 484 unit Mikrotik Routerboard (RB941-2nD Wireless (hAP Lite) dan 484 unit Antenna Starlink Kit (Standard V4) berdasarkan PO No: #PO/2026/00686 dari PT. Lini Tekno Indonesia, sesuai dengan dokumen penerbitan Sukuk. sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit. Dimana alat tersebut kemudian menjadi asset Syirkah. Struktur Sukuk I dan Tujuan penggunaan dana sukuk tersebut dengan rincian sebagai berikut :  

Struktur Sukuk

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah  Berkelanjutan PT. Lima Inti Sinergi II Tahap I Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan

Objek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan 484 unit Mikrotik Routerboard (RB941-2nD Wireless (hAP Lite) dan 484 unit Antenna Starlink Kit (Standard V4) berdasarkan PO No: #PO/2026/00686 dari PT. Lini Tekno Indonesia, sesuai dengan dokumen penerbitan Sukuk. sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Nilai Sukuk Tahap I

Rp 2.898.400.000,-

(Dua Miliar Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu

12 Bulan

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Proyek kerjasama pengadaan 484 unit Mikrotik Routerboard (RB941-2nD Wireless (hAP Lite) dan 484 unit Antenna Starlink Kit (Standard V4) berdasarkan PO No: #PO/2026/00686 dari PT. Lini Tekno Indonesia, sesuai dengan dokumen penerbitan Sukuk. sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Porsi Modal & Mekanisme Sukuk

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1 % = Rp.      29.300.000,-

Porsi Pemodal :  99 % = Rp. 2.898.400.000,-

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Taqsith :

Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit keseluruhan, melalui akad Bai’ bi al Taqsith dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati.

Bagi Hasil

15 % bersifat fixed berasal dari margin penjualan Hishshah pemodal atas aset syirkah pemodal

Return on Investment

15,00% p.a