Business Highlight
Industry Overview
Offering
Company Overview
Financial Review
Business Strategy
Management Profile
Key Risk
Investment Highlight
Business Highlight
Kode sukuk:
ASMI01XXSCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp601.100.000
Total sukuk yang dilepas:
6.011 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
4 bulan
Industry Overview
Pandangan Industri
1.Gambaran Umum Industri Energi Surya Indonesia
Industri energi surya di Indonesia berada pada titik balik struktural. Selama satu dekade terakhir, listrik nasional masih didominasi pembangkit termal berbasis batu bara, namun tekanan iklim global, komitmen dekarbonisasi, dan menurunnya biaya teknologi telah mendorong pergeseran alokasi modal dari pembangkit fosil menuju pembangkit energi terbarukan, dengan tenaga surya sebagai penggerak utama.
Sebagai negara khatulistiwa dengan dua musim dan intensitas radiasi matahari yang stabil sepanjang tahun, Indonesia memiliki keunggulan alamiah pada teknologi fotovoltaik (PV). Potensi teknis energi surya nasional diperkirakan mencapai sekitar 3.295 GW, menjadikannya sumber energi terbarukan dengan potensi terbesar di Indonesia. Namun, tingkat pemanfaatannya masih sangat rendah — kapasitas PLTS Atap terpasang baru mencapai sekitar 538 MWp per Juli 2025 yang tersebar pada sekitar 10.882 pelanggan PLN, atau hanya sekitar 0,016% dari total potensi. Kesenjangan yang lebar antara potensi dan realisasi inilah yang menjadi inti peluang industri: ruang pertumbuhan yang nyaris tak terbatas dengan basis terpasang yang masih sangat kecil.
Teknologi PV kristalin (crystalline-silicon) mendominasi hampir seluruh pasar, sementara Concentrated Solar Power (CSP) belum layak secara ekonomi di Indonesia karena tingkat Direct Normal Irradiance (DNI) mayoritas lokasi berada di kisaran 1.400–1.600 kWh/m², di bawah ambang kelayakan CSP. Dalam beberapa tahun terakhir, modul generasi baru seperti TOPCon dan bifacial semakin banyak diadopsi karena mampu meningkatkan hasil energi (yield) di area yang terbatas seperti di Pulau Jawa.
2. Potensi dan Ukuran Pasar
Sejumlah lembaga riset independen memproyeksikan pertumbuhan pasar energi surya Indonesia yang sangat kuat, meskipun menggunakan metrik dan cakupan yang berbeda:
- Kapasitas terpasang kumulatif. GlobalData memperkirakan kapasitas surya kumulatif Indonesia melampaui 1 GW pada 2025 (sekitar 1,5 GW), meningkat menuju 9,1 GW pada akhir dekade, dan mencapai 23,2 GW pada 2035. Tenaga surya diproyeksikan menjadi sumber energi terbarukan terbesar Indonesia mulai 2028.
- Nilai/volume pasar tahunan. Mordor Intelligence memproyeksikan pasar energi surya Indonesia tumbuh dari 2,15 GW pada 2025 menjadi 2,97 GW pada 2026, dan mencapai 14,91 GW pada 2031, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sekitar 38,1% untuk periode 2026–2031.
- Pembangkitan energi. IMARC Group mencatat pasar energi surya Indonesia sebesar 532,4 GWh pada 2024 dan memproyeksikan mencapai 1.690,7 GWh pada 2033, dengan CAGR sekitar 12,5%.
Perbedaan angka mencerminkan perbedaan basis pengukuran (kapasitas GW, volume pembangkitan GWh, maupun nilai perangkat), namun seluruh proyeksi konsisten menunjukkan tren pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.
Sebagai konteks makro, PLN memproyeksikan penjualan energi listrik nasional naik dari sekitar 306 TWh pada 2024 menjadi sekitar 511 TWh pada 2034 — lonjakan permintaan listrik yang signifikan seiring target pertumbuhan ekonomi 8% dan ekspansi kawasan industri, kendaraan listrik, serta smelter. Pertumbuhan permintaan ini menjadi lahan subur bagi penetrasi energi surya, baik pada skala utilitas maupun pada segmen terdistribusi (rooftop dan hybrid).
3. Faktor-Faktor Pendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan industri energi surya nasional ditopang oleh sejumlah faktor pendorong yang saling menguatkan:
a. Penurunan biaya teknologi hingga mencapai grid parity. Harga jual rata-rata modul surya turun hampir 50% sepanjang 2024, sementara harga spot polisilikon anjlok dari sekitar USD 30/kg pada 2023 menjadi sekitar USD 8/kg pada kuartal keempat 2024. Kombinasi ini mendorong biaya listrik surya ke bawah paritas jaringan (grid parity) di provinsi-provinsi dengan iradiasi tinggi, sehingga tenaga surya menjadi kompetitif secara ekonomi terhadap sumber konvensional.
b. Keunggulan ekonomi sistem hybrid dan off-grid. Biaya listrik tersaring (levelized cost) pembangkit surya hybrid off-grid saat ini berada di kisaran USD 0,18–0,22/kWh, jauh di bawah biaya pembangkit diesel yang sekitar USD 0,35/kWh. Hal ini menjadikan konversi diesel-ke-surya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil sebagai proposisi yang menarik secara finansial sekaligus menekan beban subsidi PLN.
c. Meningkatnya permintaan korporasi (C&I) dan komitmen keberlanjutan. Perusahaan manufaktur berorientasi ekspor dan anggota inisiatif seperti RE100 semakin agresif mengunci kontrak pengadaan listrik terbarukan (Renewable Energy Power Purchase Agreement/RE-PPA) untuk memenuhi target penurunan emisi Scope 2 sekaligus mendapatkan kepastian harga jangka panjang. Sebagai ilustrasi, sejumlah grup industri besar telah memasang PLTS Atap berkapasitas puluhan MWp di lini pabriknya.
d. Elektrifikasi dan keadilan energi di daerah 3T. Dengan lebih dari 17.500 pulau dan sekitar 40% wilayah off-grid berada di luar Jawa, permintaan solusi surya off-grid diproyeksikan mencapai 3–5 GW pada 2030. Segmen ini tumbuh paling cepat dan sejalan dengan agenda pemerataan akses listrik nasional.
e. Rantai pasok penyimpanan energi (baterai). Baterai menyumbang sekitar 35–40% dari belanja modal proyek off-grid. Pertumbuhan permintaan penyimpanan energi membuka peluang perakitan lokal (local pack assembly) untuk meningkatkan skor Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus menekan bea impor.
Posisi Perseroan. Batari Energy beroperasi sebagai perusahaan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) energi surya yang menyediakan solusi menyeluruh dari desain, rekayasa, instalasi, hingga layanan purnajual, dengan spesialisasi pada sistem hybrid dan produksi baterai. Portofolio Perseroan yang mencakup lebih dari 70 instalasi dan lebih dari 40 lokasi — dari proyek rooftop C&I di Jabodetabek dan Bandung, revitalisasi hybrid 200 kWp di Bandara Betoambari, hingga instalasi off-grid di Kepulauan Mentawai dan Papua — memposisikan Perseroan tepat pada tiga segmen dengan pertumbuhan tercepat: C&I, hybrid berbasis baterai, dan off-grid 3T. Fokus ini sangat selaras dengan arah regulasi terbaru yang mengalihkan nilai dari net-metering ke swakonsumsi dan penyimpanan energi, serta dengan mandat rooftop komersial di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
3. Tantangan dan Risiko Industri
Sebagaimana lazim pada industri yang sedang bertumbuh cepat, terdapat sejumlah tantangan struktural yang perlu diperhatikan:
- Sistem kuota dan risiko curtailment. Alokasi kuota pengembangan PLTS Atap oleh pemegang IUPTLU membatasi laju penambahan kapasitas untuk menjaga stabilitas jaringan, sehingga ketersediaan kuota dapat memengaruhi waktu realisasi proyek.
- Ketergantungan rantai pasok impor dan ketentuan TKDN. Modul dan baterai masih didominasi impor, sementara ketentuan komponen dalam negeri (TKDN) dapat menaikkan biaya. Relaksasi TKDN bersifat sementara sehingga menimbulkan ketidakpastian jangka menengah.
- Biaya modal awal yang tinggi. Investasi awal yang besar tetap menjadi hambatan adopsi bagi sebagian pelanggan, sehingga skema pembiayaan dan model bisnis kreatif menjadi penting.
- Eksekusi dan kapasitas kelembagaan PLN. Realisasi pembangkit EBT dalam RUPTL sebelumnya tercatat di bawah target, mencerminkan tantangan pada kecepatan lelang dan negosiasi Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Hal ini dapat memengaruhi ritme peluang di segmen skala utilitas.
- Risiko nilai tukar dan pembiayaan. Komponen impor membuat proyek sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah dan biaya lindung nilai (hedging).
- Perubahan regulasi. Kebijakan sektor energi masih dalam tahap penyesuaian aktif; perubahan skema insentif atau kuota dapat mengubah lanskap ekonomi proyek.
4. Prospek Industri dan Posisi Strategis Perseroan
Secara keseluruhan, prospek industri energi surya Indonesia sangat positif dalam jangka menengah hingga panjang. Kesenjangan yang sangat lebar antara potensi (±3.295 GW) dan realisasi (ratusan MWp) menyisakan ruang pertumbuhan yang besar; kebijakan nasional (Net Zero 2060, RUPTL 2025–2034 dengan alokasi surya 17,1 GW, JETP, dan mandat rooftop daerah) memberikan arah yang jelas; sementara penurunan biaya teknologi telah membawa tenaga surya melewati titik paritas jaringan. Segmen hybrid berbasis baterai dan off-grid 3T — yang menjadi fokus Perseroan — diproyeksikan tumbuh paling cepat di antara seluruh segmen.
Batari Energy diposisikan untuk memanfaatkan momentum ini melalui model bisnis EPC menyeluruh (one-stop solution), spesialisasi pada sistem hybrid dan produksi baterai yang selaras dengan pergeseran regulasi menuju swakonsumsi, rekam jejak lebih dari 70 instalasi di lebih dari 40 lokasi dengan reduksi emisi lebih dari 70 ton CO₂, serta jaringan kantor cabang yang mendukung ekspansi nasional. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan diyakini akan sejalan dengan trajektori pertumbuhan industri energi surya nasional yang sedang berakselerasi.
Company Overview
PT Asa Material Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi surya dengan nama merek Batari Energy, berkedudukan di Jl. MK. Wiganda Sasmita No. 52, Cimahi Tengah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Perusahaan resmi berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0078869.AH.01.01.TAHUN 2023 tertanggal 18 Oktober 2023, dengan status badan hukum Perseroan Swasta Nasional.
Batari Energy hadir sebagai perusahaan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) di sektor energi surya, menyediakan solusi energi terbarukan secara menyeluruh — mulai dari desain, rekayasa teknis, pengadaan, instalasi, hingga purna jual dan pemantauan sistem. Perusahaan juga berperan sebagai produsen baterai penyimpanan energi dan spesialis sistem hybrid, menjadikannya sebagai penyedia one-stop solution untuk seluruh kebutuhan energi surya.
Dipimpin oleh Dr. Muhammad Alief Irham sebagai CEO, seorang doktor di bidang Fisika dengan keahlian di sektor penyimpanan energi, perusahaan dibangun di atas fondasi riset dan inovasi teknologi. Tim inti perusahaan memiliki latar belakang kuat di bidang Fisika, Internet of Things (IoT), serta pemasaran dan manajemen bisnis.
Sejak berdiri, Batari Energy telah menyelesaikan lebih dari 70 instalasi PLTS yang tersebar di lebih dari 40 lokasi di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga wilayah 3T seperti Kepulauan Mentawai dan Papua. Total kapasitas energi surya yang terpasang mencapai lebih dari 520 kWp, dengan kontribusi reduksi emisi CO₂ sebesar lebih dari 70.686 kg.
Portofolio proyek unggulan perusahaan mencakup instalasi untuk klien institusional dan korporasi, antara lain Perum Jasa Tirta I (20 kWp Hybrid Rooftop), Bandara Betoambari (200 kWp Hybrid Revitalization), Polres Bogor (54 kWp), PT NHK (11 kWp Hybrid On Ground), serta berbagai proyek residensial dan komersial lainnya. Mitra dan pelanggan perusahaan meliputi institusi pemerintah, BUMN, serta perusahaan swasta nasional.
Dengan kantor pusat di Bandung dan jaringan cabang/mitra di Makassar, Cikarang, dan Bali, Batari Energy terus mengembangkan jangkauannya untuk mewujudkan misi nasional dalam transisi energi bersih dan pencapaian net zero emission di Indonesia.
Riwayat Singkat dan Pendirian
PT Asa Material Indonesia didirikan berdasarkan Akta Nomor 1 tanggal 18 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Titin Nurnaeni, S.H., M.Kn. Pendirian Perseroan telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Nomor AHU-0078869.AH.01.01.Tahun 2023 dan tercatat dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0207464.AH.01.11.Tahun 2023 tertanggal 18 Oktober 2023.
Berkedudukan di Kabupaten Bandung Barat, Perseroan menjalankan usaha di sektor ketenagalistrikan, khususnya pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik berbasis energi surya. Dengan merek Batari Energy, Perseroan hadir sebagai penyedia solusi energi surya menyeluruh yang mengusung visi mendorong inovasi dan pemberdayaan kemandirian energi
Batari Energy adalah perusahaan EPC energi surya yang menyediakan solusi menyeluruh (end-to-end) mulai dari desain dan rekayasa, pengadaan, instalasi, hingga layanan purnajual dan pemeliharaan. Model bisnis Perseroan bertumpu pada tiga pilar utama:
- Produsen Panel Surya dan Baterai (EPC Solar Panel & Battery Producer) — Perseroan tidak hanya memasang, tetapi juga memproduksi baterai sebagai komponen penyimpanan energi, memberikan keunggulan integrasi vertikal.
- Spesialis Sistem Hybrid (Hybrid System Specialist) — Perseroan berfokus pada sistem surya hybrid yang memadukan pembangkit surya, penyimpanan baterai, dan jaringan, sejalan dengan pergeseran regulasi PLTS Atap nasional menuju model swakonsumsi.
- Solusi Satu Pintu (One-Stop Solution) — Perseroan menangani seluruh kebutuhan energi surya pelanggan dalam satu rangkaian layanan terpadu, dari survei hingga pemeliharaan.
Segmen pelanggan Perseroan mencakup sektor komersial dan industri (C&I), instansi pemerintah dan BUMN, residensial, serta wilayah terpencil/off-grid termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
4. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dalam industri EPC surya yang masih terfragmentasi:
- Rekam jejak teruji dengan lebih dari 70 instalasi PLTS.
- Layanan survei gratis untuk area Jabodetabek dan Bandung.
- Solusi satu pintu dari instalasi hingga pemeliharaan.
- Kapabilitas sebagai produsen baterai, memberi keunggulan pada sistem hybrid dan penyimpanan energi.
- Instalasi yang cepat dan andal.
- Tim rekayasa profesional yang bersertifikat.
5. Legalitas dan Perizinan
Perseroan telah dilengkapi legalitas dan sertifikasi yang menunjang kegiatan usahanya di sektor ketenagalistrikan, antara lain:
- Pengesahan Badan Hukum — SK Menkumham RI No. AHU-0078869.AH.01.01.Tahun 2023.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) — 1411230078127, diterbitkan melalui sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS), dengan status penanaman modal PMDN.
- Sertifikat Badan Usaha (SBU) — diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha PT AKMEI (terakreditasi KAN dan Kementerian ESDM), dengan Nomor Sertifikat 642.1.9.218.K.1B.3217.C24 dan Nomor Register 0642.01.C24. Klasifikasi: Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik; Bidang: Pembangkitan Tenaga Listrik; Sub-bidang: Pembangkit Listrik Tenaga Surya. SBU berlaku sampai dengan 5 Maret 2029.
- Sertifikasi Kompetensi Teknisi — teknisi Perseroan telah memiliki Sertifikat Kompetensi PV Engineer (diterbitkan PT Eleska IATKI), serta sertifikasi TKBT (Tenaga Kerja Bangunan Tinggi) dan K3 Umum, sebagai jaminan mutu dan keselamatan kerja.
6. Struktur Manajemen
Perseroan dikelola oleh tim manajemen dengan latar belakang akademik dan teknis yang kuat di bidang fisika, penyimpanan energi, dan teknologi:
- Dr. Muhammad Alief Irham — Chief Executive Officer (CEO). Doktor di bidang Fisika, peneliti di bidang penyimpanan energi, dengan hubungan kuat terhadap produsen di sektor penyimpanan energi.
- Aji Insan Kamil, M.Si — Chief Technology Officer (CTO). Magister di bidang Fisika, memiliki latar belakang kuat di bidang Internet of Things (IoT), dan berpengalaman menangani banyak proyek riset.
- Vaditya Viardana, S.T.P — Chief Marketing Officer (CMO). Berpengalaman kuat di bidang pemasaran digital, penjualan, dan manajemen klien, dengan fokus pada analisis bisnis dan visualisasi data.
7. Rekam Jejak dan Portofolio
Sejak beroperasi, Perseroan telah membangun rekam jejak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia:
- Lebih dari 70 PLTS terinstal di lebih dari 40 lokasi.
- Lebih dari 520 kWP energi surya terpakai.
- Reduksi emisi lebih dari 70 ton CO₂ (±70.686 kg CO₂).
Sebaran proyek meliputi wilayah Jawa (Bandung, Cimahi, Cibinong, Bogor, Depok, Jakarta/BSD, Tangerang, Cikarang, Jatinangor, Banyumas, Kudus, Pati, Malang, Surabaya, Sidoarjo), Sumatra (Batam, Dumai, Bengkulu, Kepulauan Mentawai), Sulawesi (Makassar, Bone, Baubau), hingga Papua dan Nusa Tenggara Timur — mencakup instalasi rooftop, ground-mounted, on-grid, off-grid, dan hybrid.
Beberapa proyek unggulan (notable projects) Perseroan antara lain:
- 200 kWp Hybrid Revitalization — Bandara Betoambari (Baubau).
- 54 kWp — Polres Bogor.
- 50 kWp On-grid — Polda Jawa Barat.
- 20 kWp Hybrid Rooftop — Perum Jasa Tirta I.
- 11 kWp Hybrid On-ground — NHK.
- 5 kWp Residential — Bandung.
Perseroan juga menegaskan misi nasionalnya melalui instalasi di wilayah terpencil seperti Kepulauan Mentawai dan Papua bagian tengah, menghadirkan akses listrik bersih di daerah 3T.
8. Pelanggan dan Mitra
Perseroan telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan, institusi, dan organisasi lintas industri, antara lain Perum Jasa Tirta I, Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPiK ITB), PLN, Polda Jawa Barat, Bandara Betoambari, Greenland International Industrial Center (GIIC), NHK, dan ABC Lithium. Basis pelanggan yang mencakup BUMN, instansi pemerintah, institusi akademik, dan pelaku industri mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas layanan Perseroan.
9. Jaringan Operasional
Untuk mendukung jangkauan nasional, Perseroan mengoperasikan kantor pusat serta jaringan cabang dan mitra:
- Kantor Pusat — Bandung/Cimahi: Jl. MK. Wiganda Sasmita No. 52, Cimahi Tengah, 40525.
- Cabang & Mitra — Makassar: Jl. Toddopuli Raya Utara Blok D No.29–31, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan 90233.
- Cabang & Mitra — Cikarang: Jl. Kelinci Raya No.23, Jababeka 2, Desa Jayamukti, Cikarang Pusat, Kab. Bekasi.
- Cabang & Mitra — Bali: Jl. Mahendradatta No.90, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar 80111.
10. Proses Layanan, Garansi, dan Pemantauan
Proses layanan lima tahap. Perseroan menerapkan alur kerja terstruktur: (1) Survei dan Konsultasi, (2) Penawaran Proyek, (3) Instalasi, (4) Commissioning, dan (5) Penggunaan.
Pemantauan waktu nyata. Sistem surya hybrid Perseroan dapat dipantau secara real time melalui aplikasi mobile dan desktop terintegrasi, memberikan transparansi kinerja bagi pelanggan.
Garansi produk. Perseroan memberikan cakupan garansi: Inverter 5 tahun, Baterai 5 tahun, Modul PV 12 tahun, dan Sistem 1 tahun. Perseroan menggunakan komponen dari merek-merek ternama seperti Trina Solar, LONGi Solar, Huawei, JSD Solar, Deye, Supreme, dan Solis, di samping produk baterai Batari sendiri.
11. Pengakuan
Perseroan telah memperoleh pengakuan dan liputan dari sejumlah program pemberdayaan dan inovasi, antara lain Shell LiveWIRE, Tech Planter, dan Startup4Industry.id — mencerminkan posisinya sebagai perusahaan rintisan berbasis teknologi dalam (deep tech) di sektor energi terbarukan.
Financial Review
|
RINGKASAN KINERJA KEUANGAN |
Ikhtisar Kinerja Keuangan
Sejak berdiri pada 2023, Batari Energy mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, disertai perbaikan profitabilitas yang konsisten. Setelah mengalami rugi usaha pada tahap awal (2023–2024), Perseroan membukukan laba bersih pada tahun 2025 dan berlanjut pada kuartal pertama 2026.
|
Indikator (Rp) |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Pendapatan |
47,2 jt |
898,0 jt |
5.292,3 jt |
1.309,3 jt |
|
Laba/(Rugi) Bersih |
(133,6 jt) |
(470,8 jt) |
874,3 jt |
285,7 jt |
|
Net Margin |
-283,3% |
-52,4% |
16,5% |
21,8% |
|
Total Aset |
62,9 jt |
264,0 jt |
2.265,8 jt |
2.278,0 jt |
|
Total Ekuitas |
(133,5 jt) |
(604,4 jt) |
258,2 jt |
763,5 jt |
|
Analisis untuk Pemodal: Lonjakan pendapatan hampir 19 kali lipat dari 2023 ke 2024, dan hampir 6 kali lipat lagi ke 2025, menunjukkan Perseroan memperluas skala proyek secara agresif dalam waktu singkat. Yang lebih penting, perbaikan margin bersih dari -283,3% menjadi +21,8% menunjukkan pertumbuhan ini diikuti perbaikan struktur biaya, bukan sekadar tambahan volume. Meski demikian, pendapatan Q1 2026 bila disetahunkan relatif setara dengan capaian 2025 — pemodal perlu mencermati apakah laju pertumbuhan tinggi ini masih berlanjut atau mulai melandai. |
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Disajikan dalam Rupiah, untuk periode 31 Desember 2023, 2024, 2025, dan 31 Maret 2026 (Q1 2026).
Aktiva (Aset)
|
Pos (Rp) |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Kas Rupiah |
- |
- |
- |
- |
|
Bank Rupiah |
47.175.000 |
150.198.828 |
73.631.172 |
28.252.615 |
|
Piutang Dagang |
- |
- |
- |
2.214.928.850 |
|
Piutang Belum Ditagih |
- |
- |
- |
- |
|
Piutang Karyawan |
- |
- |
- |
- |
|
Persediaan Barang |
- |
- |
226.684.375 |
58.139.581 |
|
Uang Muka Pembelian |
- |
- |
- |
- |
|
Biaya Dibayar di Muka |
- |
- |
- |
(23.313.790) |
|
Piutang Lain-lain / PBT |
- |
82.055.787 |
1.845.719.821 |
- |
|
TOTAL AKTIVA LANCAR |
47.175.000 |
232.254.615 |
2.146.035.368 |
2.278.007.256 |
|
Aktiva Tetap |
15.716.617 |
31.763.800 |
119.798.687 |
- |
|
Akumulasi Penyusutan |
- |
- |
- |
- |
|
Investasi |
- |
- |
- |
- |
|
TOTAL AKTIVA TETAP |
15.716.617 |
31.763.800 |
119.798.687 |
- |
|
TOTAL AKTIVA |
62.891.617 |
264.018.415 |
2.265.834.055 |
2.278.007.256 |
|
Analisis untuk Pemodal: Peningkatan total aktiva lebih dari 35 kali lipat sejak 2023 mencerminkan ekspansi usaha yang pesat. Namun pemodal perlu mencermati bahwa pada Q1 2026, hampir seluruh aktiva lancar (Rp2.214,9 juta dari total Rp2.278,0 juta) berbentuk piutang dagang, bukan kas — likuiditas riil Perseroan (kas & bank hanya Rp28,3 juta) jauh lebih tipis daripada yang terlihat dari angka total aktiva lancar. Kecepatan penagihan piutang ini menjadi faktor penting bagi kemampuan Perseroan memenuhi kewajiban, termasuk kewajiban kepada pemodal Sukuk. |
Kewajiban (Liabilitas)
|
Pos (Rp) |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Hutang Dagang |
- |
- |
- |
41.775.525 |
|
Pendapatan Diterima di Muka |
- |
- |
- |
- |
|
Biaya yang Akan Dibayar |
- |
- |
- |
- |
|
Hutang Pajak |
- |
- |
- |
15.099.805 |
|
PPN Keluaran |
- |
- |
- |
(6.803.550) |
|
Hutang Pihak Afiliasi |
196.428.552 |
868.375.942 |
2.007.591.065 |
268.599.864 |
|
TOTAL PASIVA LANCAR |
196.428.552 |
868.375.942 |
2.007.591.065 |
318.671.644 |
|
Pinjaman Pihak ke-3 |
- |
- |
- |
1.195.789.748 |
|
Hutang Bank |
- |
- |
- |
- |
|
Hutang Leasing |
- |
- |
- |
- |
|
TOTAL PASIVA TETAP |
- |
- |
- |
1.195.789.748 |
|
TOTAL LIABILITAS |
196.428.552 |
868.375.942 |
2.007.591.065 |
1.514.461.392 |
|
Analisis untuk Pemodal: Sepanjang 2023–2025, seluruh kewajiban Perseroan bersumber dari pihak afiliasi, bukan dari perbankan formal — pola yang umum pada perusahaan tahap awal, namun berarti belum ada pihak ketiga independen seperti bank yang telah menilai risiko kredit Perseroan sebelumnya. Pada Q1 2026, sebagian besar kewajiban ini bergeser menjadi pinjaman pihak ketiga yang tercatat sebagai kewajiban jangka panjang. Pergeseran ini memperbaiki tampilan rasio likuiditas jangka pendek, meski beban kewajiban Perseroan secara keseluruhan tetap besar relatif terhadap skala usahanya. |
Ekuitas (Modal)
|
Pos (Rp) |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Modal Disetor |
- |
- |
- |
30.687.056 |
|
Saldo Pembukaan Equity |
- |
- |
- |
462.085.503 |
|
Laba Ditahan |
(133.536.935) |
(470.820.592) |
874.300.517 |
270.773.304 |
|
Deviden |
- |
- |
(11.700.000) |
- |
|
Laba / (Rugi) Berjalan |
- |
(133.536.935) |
(604.357.527) |
- |
|
TOTAL MODAL (EKUITAS) |
(133.536.935) |
(604.357.527) |
258.242.990 |
763.545.863 |
|
Analisis untuk Pemodal: Perjalanan ekuitas Perseroan dari defisit modal (2023–2024) menuju positif (2025–2026) adalah indikator turnaround yang meyakinkan, menunjukkan akumulasi kerugian awal usaha telah berhasil ditutup oleh laba yang dihasilkan kemudian. Kenaikan ekuitas pada Q1 2026 juga didukung oleh modal disetor dan penyesuaian saldo pembukaan yang muncul pertama kali pada periode tersebut — pemodal yang ingin mendalami lebih jauh dapat menanyakan detail sumber penambahan modal ini kepada penyelenggara. |
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam Rupiah, untuk periode tahun 2023, 2024, 2025 (audited internal), dan kuartal pertama 2026 (Q1 2026).
|
Pos (Rp) |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Penjualan Cash |
47.175.000 |
897.995.741 |
5.292.328.674 |
1.309.324.722 |
|
Retur Penjualan |
- |
- |
- |
- |
|
Pendapatan Service |
- |
- |
- |
- |
|
TOTAL PENJUALAN BERSIH |
47.175.000 |
897.995.741 |
5.292.328.674 |
1.309.324.722 |
|
HPP Pembelian |
95.346.596 |
926.454.987 |
2.708.398.192 |
444.869.426 |
|
TOTAL HPP |
95.346.596 |
926.454.987 |
2.708.398.192 |
444.869.426 |
|
LABA BRUTO |
(48.171.596) |
(28.459.246) |
2.583.930.482 |
864.455.296 |
|
Biaya Gaji & Kesejahteraan |
23.544.800 |
182.606.000 |
415.374.334 |
304.764.657 |
|
Biaya Promosi & Iklan |
16.065.224 |
45.901.867 |
154.291.232 |
61.354.005 |
|
Biaya R&D |
40.329.989 |
16.292.240 |
53.235.406 |
4.766.518 |
|
Beban Penjualan/Instalasi/Kirim |
1.549.749 |
158.638.797 |
750.071.796 |
149.759.338 |
|
Biaya Kantor & Gudang |
3.975.577 |
13.255.000 |
279.284.426 |
28.775.809 |
|
Biaya Operational Indirect |
- |
21.104.398 |
54.623.072 |
27.432.650 |
|
Biaya Kantor Indirect |
- |
- |
1.470.757 |
- |
|
Beban Adm Bank |
- |
- |
- |
398.337 |
|
Biaya Penyusutan |
- |
- |
- |
- |
|
Beban Pajak/Lain-lain |
- |
4.563.044 |
278.942 |
- |
|
Beban Lain-lain |
- |
- |
1.000.000 |
1.532.347 |
|
TOTAL BEBAN OPERASIONAL |
85.465.339 |
442.361.346 |
1.709.629.965 |
578.783.661 |
|
LABA USAHA (EBIT) |
(133.636.935) |
(470.820.592) |
874.300.517 |
285.671.635 |
|
Pendapatan Bunga/Lain-lain |
- |
- |
- |
15.257 |
|
LABA / (RUGI) BERSIH |
(133.636.935) |
(470.820.592) |
874.300.517 |
285.686.892 |
|
Analisis untuk Pemodal: Penurunan proporsi HPP terhadap pendapatan dari 202,1% (2023) menjadi 34,0% (Q1 2026) adalah sinyal efisiensi operasional yang kuat dan menjadi pendorong utama perbaikan profitabilitas. Komposisi biaya operasional turut terdiversifikasi mengikuti skala usaha, dengan proporsi biaya gaji dan beban penjualan/instalasi meningkat seiring pertumbuhan proyek. Konsistensi perbaikan laba selama 4 periode berturut-turut mengindikasikan profitabilitas ini bukan kejadian satu kali (one-off), meski riwayat menguntungkan yang masih singkat (kurang dari 3 tahun) tetap perlu dipertimbangkan dalam menilai keberlanjutannya. |
Rasio Keuangan Utama
|
Rasio |
2023 |
2024 |
2025 |
Q1 2026 |
|
Current Ratio |
0,24x |
0,27x |
1,07x |
7,15x |
|
Debt to Asset Ratio |
312,3% |
328,8% |
88,6% |
66,5% |
|
Debt to Equity Ratio |
n/a |
n/a |
7,77x |
1,98x |
|
Gross Margin |
-102,1% |
-3,2% |
48,8% |
66,0% |
|
Operating Margin |
-283,3% |
-52,4% |
16,5% |
21,8% |
|
Net Margin |
-283,3% |
-52,4% |
16,5% |
21,8% |
|
Analisis untuk Pemodal: Perbaikan Current Ratio dari 0,24x menjadi 7,15x tampak signifikan, namun pemodal perlu mencermati bahwa lonjakan ini sebagian besar didorong oleh reklasifikasi sebagian kewajiban menjadi jangka panjang pada Q1 2026, bukan semata penguatan kas operasional. Debt to Equity Ratio yang membaik dari posisi defisit menjadi 1,98x menunjukkan struktur permodalan yang lebih sehat, meski angka ini masih tergolong cukup tinggi untuk perusahaan setahap ini. Dari seluruh rasio yang disajikan, tren margin yang solid selama 4 periode berturut-turut menjadi indikator kualitas yang paling meyakinkan. |
Catatan: rasio-rasio di atas dihitung dari data laporan keuangan internal Perseroan.
Business Strategy
Penerbitan Sukuk PT Asa Material Indonesia Batari Energy (entitas legal: PT. Asa Material Indonesia) adalah perusahaan EPC Solar Energy yang menyediakan solusi energi surya menyeluruh — dari desain, engineering, pengadaan, instalasi, hingga layanan purnajual.aterial Indonesia
Penerbit membutuhkan modal untuk pembelian stock perangkat panel surya untuk PLTS dari penerbitan Sukuk Musyarakah PT Asa Material Indonesia I Tahun 2026
Management Profile
Struktur Manajemen
Perseroan dikelola oleh tim manajemen dengan latar belakang akademik dan teknis yang kuat di bidang fisika, penyimpanan energi, dan teknologi:
- Dr. Muhammad Alief Irham — Chief Executive Officer (CEO). Doktor di bidang Fisika, peneliti di bidang penyimpanan energi, dengan hubungan kuat terhadap produsen di sektor penyimpanan energi.
- Aji Insan Kamil, M.Si — Chief Technology Officer (CTO). Magister di bidang Fisika, memiliki latar belakang kuat di bidang Internet of Things (IoT), dan berpengalaman menangani banyak proyek riset.
- Vaditya Viardana, S.T.P — Chief Marketing Officer (CMO). Berpengalaman kuat di bidang pemasaran digital, penjualan, dan manajemen klien, dengan fokus pada analisis bisnis dan visualisasi data.
Strukur Organisasi
Key Risk
RISIKO & MITIGASI
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
`1. |
Risiko Biaya & Margin Proyek (Cost Overrun Risk) |
Kenaikan harga material (modul surya, inverter, kabel) atau nilai tukar valas menekan margin kontraktor, sehingga profitabilitas per proyek turun dan menipiskan kemampuan pengembalian.. |
Penguncian harga vendor (fixed-price PO) di awal proyek, kontingensi biaya 5–10% dalam RAB, dan klausul penyesuaian harga (price escalation) pada kontrak untuk item yang sensitif terhadap kurs. |
|
2. |
Risiko Penyelesaian Proyek / Konstruksi (Completion Risk) |
Keterlambatan pengadaan material atau instalasi PLTS menyebabkan mundurnya serah terima (BAST), |
|
|
3. |
. Risiko Pembayaran Owner / Termin (Payment Risk) |
Owner/pemberi kerja terlambat atau gagal membayar termin proyek setelah pekerjaan selesai, mengganggu arus kas |
|
Investment Highlight
Penerbitan Sukuk ini digunakan untuk pembelian stock perangkat panel surya untuk PLTS.
Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk pembelian stock inventory perangkat panel surya untuk PLTS
Struktur Sukuk Musyarakah dengan rincian sebagai berikut:
|
Nama Sukuk |
Sukuk PT Asa material Indonesia I Tahun 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek kerjasama pengadaan stock perangkat panel surya untuk PLTS sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit. |
|
Nilai Sukuk |
Rp. 601.100.000,- (Enam Ratus Satu Juta Seratus Ribu Rupiah) |
|
Jangka waktu |
4 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
pengadaan/pembelian stok perangkat panel surya untuk PLTS. |
|
Porsi Modal & Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 2,26 % = Rp. 13.900.000- Porsi Pemodal : 97,74 % = Rp. 601.100.000- Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Muajjal : Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Al Muajjal dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati |
|
Bagi Hasil |
5% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal |
|
Return On Investment |
15,00% p.a. |