Business Highlight
Offering
Investment Highlight
Industry Overview
Company Overview
Management Profile
Financial Review
Key Risk
Business Strategy
Business Highlight
Kode sukuk:
MASE01X2SCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp956.300.000
Total sukuk yang dilepas:
9.563 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
8 bulan
Investment Highlight
Penerbitan Sukuk Tahap ini digunakan untuk modal kerja pembelian BBM Industri Jenis Solar B40 dan Jenis Solar B50.
Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan digunakan untuk modal kerja pembelian BBM Industri untuk menunjang dan memenuhi permintaan pelanggan.
Struktur Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Multi Artha Segoro Tahap II Tahun 2026 dengan rincian sebagai berikut :
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Multi Artha Segoro TAHAP II TAHUN 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Nilai Sukuk |
Rp. 956.300.000,- ( Sembilan Ratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit |
|
Jangka Waktu (Tenor) |
8 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Tujuan Penggunaan Sukuk |
Membiayai Proyek Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit |
|
Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 0,90% = Rp. 8.700.000,- Porsi Pemodal : 99,10% = Rp. 956.300.000,-
aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit sebesar 99,10 %, melalui akad Bai’ bi Al Mu’ajjal dengan margin bagi hasil keuntungan yang disepakati. |
|
Bagi Hasil |
10% selama 8 (delapan) Bulan Fixed dari penjualan asset syirkah hak pemodal |
|
Return on Investment |
15,00% p.a (Bagi hasil berasal dari margin) |
Industry Overview
Pandangan Industri
Sekilas Tentang Bahan Bakar Solar Industri di Indonesia
Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan suatu kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat maupun bagi para pelaku industri, dimana kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) melambung tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan industri. Selain memiliki peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi, Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat meningkatkan perekonomian nasional. Adapun Bahan Bakar Minyak (BBM) memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya, seperti Avgas, Avtur, Minyak Tanah, Minyak Diesel, Bensin, Minyak Bakar (MFO), dan Minyak Solar (HSD).
Pemanfaatan dari berbagai jenis BBM tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, seperti halnya BBM berjenis Minyak Solar (HSD) yang digunakan pada sektor industri sebagai bahan bakar untuk alat berat dan mesin produksi. Bahan bakar ini sering disebut juga sebagai solar atau diesel, dan merupakan varian dari bahan bakar diesel yang dijual dalam jumlah besar untuk keperluan industri, konstruksi, pertambangan, transportasi, dan pembangkit listrik.
Solar industri memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan mesin dan peralatan industri, dan biasanya dijual dalam kemasan besar seperti tangki atau jerigen untuk penggunaan yang intensif. Penggunaan solar industri umumnya memberikan tenaga yang kuat dan efisien, serta cocok untuk mesin-mesin berat yang memerlukan daya tahan dan kinerja yang handal.
Solar industri cenderung lebih mahal daripada solar untuk kendaraan karena tidak mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah. Subsidi biasanya diberikan untuk solar yang digunakan dalam transportasi umum atau kendaraan pribadi sebagai insentif untuk mengurangi biaya penggunaan bahan bakar dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Dikutip dari beberapa halaman web, setidaknya terdapat lima jenis solar industri yang ada di Indonesia. Kelima jenis solar industri tersebut yaitu solar industri yang dipergunakan untuk mesin diesel dengan putaran mesin rendah, untuk mesin diesel dengan putaran mesin sedang, dan yang dipergunakan untuk mesin diesel dengan putaran tinggi. Berikut ini penjelasan tentang jenis – jenis solar industri tersebut:
- Solar Jenis CPO (Crude Palm Oil): Solar yang diproduksi dari minyak kelapa sawit. Ini sering digunakan dalam industri pembangkit listrik dan produksi biodiesel.
- Solar Jenis HSD (High Speed Diesel): Solar yang digunakan dalam mesin diesel berkecepatan tinggi, seperti truk, kapal, dan mesin diesel berat.
- Solar Jenis MFO (Marine Fuel Oil): Solar yang digunakan dalam industri perkapalan untuk penggerak kapal dan mesin di pelabuhan.
- Solar Jenis LSFO (Low Sulphur Fuel Oil): Solar dengan kandungan sulfur rendah yang digunakan untuk memenuhi peraturan lingkungan yang ketat, terutama di industri perkapalan.
- Solar Jenis LDO (Light Diesel Oil): Solar ringan yang digunakan dalam mesin diesel kecil, generator listrik, dan pemanas industri.
Di tahun 2023, diskusi mengenai energi terbarukan dan keberlanjutan memuncak, namun solar industri tetap mendominasi sebagai sumber energi esensial untuk sektor industri di Indonesia. Harga dari solar industri sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi, khususnya bagi industri yang sangat bergantung padanya.
Pandangan Makroekonomi.
Adapun di tahun 2024, fluktuasi harga minyak solar industri menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti geopolitik, pasokan dan permintaan global, serta situasi domestik.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap harga solar industri yang ada di Indonesia:
- Permintaan dan Pasokan Global: Seperti halnya komoditas lain, harga solar industri sangat tergantung pada prinsip dasar ekonomi yaitu permintaan dan pasokan. Ketika permintaan minyak mentah di pasar global meningkat dan pasokannya menurun, harga cenderung meningkat, dan begitu pula sebaliknya.
Dikutip dari halaman web Statista, kebutuhan minyak mentah (termasuk biofuel) global pada tahun 2023 sebesar 102,21 juta barel per hari. Sumber tersebut memperkirakan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak terkait akan meningkat pada akhir tahun 2024, dengan perkiraan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 104,46 juta barel per hari. Hal tersebut juga sejalan dengan estimasi dari U.S. Energy Information Administration (EIA), dimana kebutuhan dan produksi minyak dunia hingga akhir tahun 2024 berada di kisaran 103 juta barel per hari dan di akhir tahun 2025 naik menjadi 105 juta barel per hari.
Grafik 1. Kesetimbangan produksi dan konsumsi minyak dunia
Sumber: US Energy Information Administration, May 2024
Dari kesetimbangan energi tersebut, kemudian diikuti oleh pergerakan harga minyak dunia yang juga akan turut mempengaruhi harga solar industri. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini yang menunjukkan adanya korelasi atas pergerakan harga minyak dunia terhadap harga produk Solar Industri yang dalam hal ini adalah Marine Fuel Oil (MFO) 0.5%.
Grafik 2. Harga minyak mentah dunia (Light Crude Oil VS Marine Fuel 0.5%)
Sumber: TradingView
- Kondisi Geopolitik: Ketegangan politik di negara-negara penghasil minyak utama seperti Timur Tengah dapat mempengaruhi pasokan minyak mentah di pasar global. Situasi tidak stabil bisa menghambat produksi atau distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada harga solar industri.
- Biaya Produksi: Biaya ekstraksi minyak mentah dan pemrosesannya menjadi solar industri dapat bervariasi. Teknologi baru yang memungkinkan ekstraksi dengan biaya lebih rendah dapat menurunkan harga, sedangkan peningkatan biaya produksi dapat meningkatkan harga.
- Kebijakan Pemerintah: Pajak, subsidi, atau regulasi terkait industri energi yang diterapkan oleh pemerintah bisa mempengaruhi harga jual solar industri. Misalnya, pengurangan subsidi atau peningkatan pajak bisa membuat harga solar naik.
- Nilai Tukar Mata Uang: Harga minyak mentah di pasar global biasanya dinyatakan dalam dolar AS. Oleh karena itu, fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS, dapat mempengaruhi harga solar di pasar domestik. Dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akan menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak di dalam negeri meskipun harga minyak dunia tidak mengalami perubahan, terlebih apabila kenaikan harga minyak dunia diikuti dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akan menyebabkan kenaikan harga minyak lebih tinggi lagi.
Grafik 3. Nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah
Sumber: TradingView
- Kapasitas Penyimpanan: Kapasitas penyimpanan minyak mentah dan solar di tingkat global dan nasional dapat mempengaruhi harga. Jika kapasitas penyimpanan penuh dan produksi terus berlanjut, bisa menyebabkan penurunan harga karena kelebihan pasokan.
- Tren Energi Terbarukan: Saat ini, dunia sedang bergerak menuju energi terbarukan. Semakin cepat transisi ini, permintaan terhadap minyak bisa menurun, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi harga solar industri.
- Kondisi Alam: Bencana alam seperti badai atau gempa bumi di daerah produsen utama dapat menghambat produksi dan distribusi, mempengaruhi pasokan dan harga.
- Teknologi: Kemajuan teknologi dalam industri minyak dan gas, seperti metode fracking atau teknologi pemrosesan yang lebih efisien, dapat mempengaruhi biaya produksi dan harga jual.
Grafik 4. Indeks Harga Perdagangan Besar Solar Khusus Solar Industri (2018=100), 2020 - 2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks harga Perdagangan Besar Solar Khusus Solar Industri sejak tahun 2020 hingga 2024 terlihat mengalami kenaikan seiring dengan tren kenaikan harga minyak dunia. Indeks Harga Perdagangan Besar (IPHB) didefinisikan sebagai nilai atau harga transaksi, di mana terjadi atau dilakukan antara penjual besar pertama dengan pihak pembeli besar berikutnya. Jenis transaksi yang termasuk pada perhitungan indeks harga ini adalah transaksi dengan jumlah besar di pasar pertama terhadap sebuah komoditas tertentu. Pengertian lainnya dari IHPB adalah sebuah gambaran terkait perkembangan harga di tingkat pedagang besar alias grosir yang ditransaksikan atau diperdagangkan pada sebuah negara maupun daerah.
Dilihat dari grafik di atas menunjukkan bahwa Harga Solar Industri terus menunjukkan kenaikan sejak tahun 2020 seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Namun sejak bulan November 2023 hingga bulan April 2024, pergerakan IHPB Solar Khusus Solar Industri terlihat mengalami penurunan, dengan posisi indeks terakhir pada bulan April 2024 di angka 179,92. IHPB Solar Khusus Solar Industri mencapai posisi tertingginya sejak tahun 2020 di angka 211,92 pada bulan Desember 2022.
Company Overview
Sekilas Mengenai PT Multi Artha Segoro
Multi Artha Segoro (MAS) adalah perusahaan yang didirikan oleh Bapak Dwiyanto pada tahun 2016, yang beroperasi di sektor bisnis utama: penyediaan bahan bakar minyak untuk kebutuhan industri. Sebagai penyedia bahan bakar, PT MAS berkomitmen untuk memberikan produk berkualitas tinggi dengan layanan yang terbaik. Ketepatan dalam distribusi, akurasi dalam jumlah dan spesifikasi produk, serta profesionalisme yang konsisten adalah prioritas kami dalam membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Kami berusaha untuk menjadi perusahaan yang dapat diandalkan dan bereputasi baik di industri perdagangan bahan bakar.
Website PT Multi Artha Segoro di www.multiarthasegorofuelmarine.com
Visi, menjadi perusahaan terpercaya dalam perdagangan bahan bakar minyak di Indonesia
Misi, - Melakukan pelayanan sebaik dan seramah mungkin
- Melayani pengiriman tepat waktu dan tepat jumlah
- Berintegritas dan profesional dalam aktivitas perdagangan BBM
Struktur Organisasi
Legalitas dan Identitas PT Multi Artha Segoro
|
Nama |
: |
PT Multi Artha Segoro |
|
Alamat |
: |
Jl H Latif 4 Kp. Ciketing Rawamulya No. 149, Kel Mustikajaya, Kec Mustikajaya, Kota Bekasi |
|
NPWP |
: |
76.947.314.1-432.000 |
|
NIB |
: |
9120506862628 diterbitkan 22 Agustus 2019 |
|
Akta Pendirian |
: |
Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Multi Artha Segoro Nomor 13 Tanggal 08 Agustus 2016, dibuat dihadapan Bedjo Sarwono, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi. |
|
SK Kemenkumham |
: |
Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0035911.AH.01.01.Tahun 2016. |
|
Website |
: |
www.multiarthasegorofuelmarine.com |
Pemegang Saham PT Multi Artha Segoro
|
Nama |
Jumlah Setor Modal |
Jabatan |
|
Dwi Yanto |
Rp. 1.500.000.000,- |
Direktur Utama |
|
Zaldy Fitriyanto |
Rp. 200.000.000,- |
Direktur |
|
Anggraini Dewi Hestiningrum |
Rp1.050.000.000,- |
Komisaris |
Management Profile
Profil Pengurus Perusahaan
Financial Review
Ringkasan Kinerja Keuangan
PT Multi Artha Segoro (“Perusahaan”) adalah pelaku usaha trading solar (BBM) industri yang telah beroperasi sejak 2016, melayani sektor maritim dan industri berat dengan basis pelanggan yang terus berkembang — termasuk PT Patria Maritim Perkasa, bagian dari Astra Group. Berikut ringkasan capaian kunci yang relevan bagi calon investor:
- Pendapatan tumbuh 15,8% dari Rp24,2 miliar (2024) menjadi Rp28,1 miliar (2025).
- Margin bersih (Net Profit Margin) meningkat secara konsisten: 11,2% (2024) → 11,8% (2025) → 12,9% (Jan–Mei 2026).
- Hanya dalam 5 bulan pertama 2026, Perusahaan telah mencatatkan pendapatan Rp22,8 miliar — setara ±81% dari total pendapatan sepanjang 2025, mengindikasikan momentum pertumbuhan yang kuat.
- Struktur permodalan historis konservatif, dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di bawah 0,3x pada seluruh periode yang disajikan.
- Model operasional efisien dengan siklus konversi kas yang terus memendek: dari 103 hari (2024) menjadi 56 hari (Mei 2026), mencerminkan perbaikan manajemen piutang.
Analisis lengkap disajikan pada bagian berikut, diikuti Faktor Risiko yang perlu menjadi pertimbangan calon investor sesuai prinsip keterbukaan informasi.
Neraca
Berikut ringkasan posisi keuangan Perusahaan (disajikan dalam Ribuan Rupiah) untuk periode 2024, 2025, dan Januari–Mei 2026 (In-house)
|
Komponen (Rp Ribu) |
2024 |
2025 |
Mei 2026 |
|
Kas |
630.000 |
998.740 |
60.914 |
|
Piutang Usaha |
7.100.000 |
6.414.000 |
8.890.000 |
|
Aset Lancar Lain |
1.110.000 |
97.260 |
39.086 |
|
Jumlah Aset Lancar |
8.840.000 |
7.510.000 |
8.990.000 |
|
Aset Tidak Lancar (neto) |
2.390.000 |
2.171.365 |
2.070.755 |
|
JUMLAH ASET |
11.230.000 |
9.681.365 |
11.060.755 |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
1.080.000 |
1.000.000 |
2.400.000 |
|
Modal Saham |
2.750.000 |
2.750.000 |
2.750.000 |
|
Saldo Laba |
7.400.000 |
5.931.365 |
5.910.755 |
|
JUMLAH EKUITAS |
10.150.000 |
8.681.365 |
8.660.755 |
Analisis Neraca
Struktur aset Perusahaan didominasi oleh aset lancar (±80% dari total aset pada seluruh periode), mencerminkan model bisnis trading yang cepat berputar dan minim kebutuhan aset tetap dalam jumlah besar. Piutang usaha kembali meningkat pada Mei 2026 (Rp8,89 miliar) sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada periode berjalan — hal yang wajar bagi bisnis yang sedang berekspansi.
Dari sisi permodalan, Perusahaan mempertahankan basis ekuitas yang solid pada kisaran Rp8,6–10,2 miliar sepanjang periode yang disajikan, jauh melampaui total liabilitas jangka pendek. Rasio kecukupan modal ini memberikan bantalan yang relevan bagi kemampuan Perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, termasuk kewajiban kepada investor sukuk.
Laba Rugi
Berikut ringkasan kinerja laba rugi Perusahaan (disajikan dalam Ribuan Rupiah) untuk periode 2024, 2025, dan Januari–Mei 2026 (In-hous)
|
Komponen (Rp Ribu) |
2024 |
2025 |
Jan–Mei 2026 |
|
Pendapatan |
24.232.600 |
28.062.743 |
22.762.193 |
|
Laba Kotor |
3.760.000 |
4.600.000 |
3.392.452 |
|
Laba Usaha |
2.940.000 |
3.550.000 |
3.090.000 |
|
LABA BERSIH |
2.720.000 |
3.320.000 |
2.929.390 |
|
Net Profit Margin |
11,2% |
11,8% |
12,9% |
Analisis Laba Rugi
Pendapatan Perusahaan tumbuh 15,8% dari Rp24,2 miliar (2024) menjadi Rp28,1 miliar (2025). Momentum ini berlanjut kuat pada 2026 — hanya dalam 5 bulan pertama, Perusahaan telah mencatatkan pendapatan Rp22,8 miliar, setara ±81% dari total pendapatan sepanjang tahun 2025. Apabila tren ini berlanjut secara proporsional sepanjang tahun (bukan merupakan proyeksi atau jaminan kinerja), estimasi run-rate tahunan 2026 berpotensi mencapai kisaran Rp54,6 miliar, atau tumbuh ±95% dibandingkan 2025.
Yang secara khusus menarik bagi calon investor adalah tren margin yang membaik secara konsisten: Net Profit Margin naik dari 11,2% (2024) menjadi 11,8% (2025) dan mencapai 12,9% pada periode berjalan 2026. Peningkatan margin di tengah pertumbuhan pendapatan yang tinggi mengindikasikan efisiensi operasional yang terjaga, bukan pertumbuhan yang dicapai dengan mengorbankan profitabilitas.
Struktur biaya Perusahaan relatif ramping, dengan Laba Usaha secara konsisten berada pada kisaran 77–91% dari Laba Kotor sepanjang periode yang disajikan — mencerminkan kendali biaya operasional yang baik, dengan efisiensi yang semakin menguat pada periode berjalan 2026.
Rasio Keuangan
|
Rasio |
2024 |
2025 |
Mei 2026 |
|
Current Ratio (CR) |
8,17x |
7,51x |
3,75x |
|
Debt to Equity Ratio (DER) |
0,11x |
0,115x |
0,277x |
|
Gross Profit Margin (GPM) |
15,5% |
16,4% |
14,9% |
|
Net Profit Margin (NPM) |
11,2% |
11,8% |
12,9% |
|
Return on Assets (ROA)* |
24,2% |
34,3% |
26,5% |
|
Days of Receivable (DOR) |
106 hari |
±83 hari |
±59 hari |
|
Cash Conversion Cycle (CCC) |
103 hari |
±80 hari |
±56 hari |
*ROA Mei 2026 merupakan return periode berjalan (5 bulan), belum diannualisasi.
Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas Perusahaan berada pada level yang sehat di seluruh periode — Current Ratio konsisten di atas 3,7x, bahkan sempat mencapai 8,17x pada 2024, jauh di atas standar kecukupan likuiditas umum (>1,0x–2,0x) untuk perusahaan trading. Ini menunjukkan aset lancar Perusahaan lebih dari cukup untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendek.
Dari sisi struktur permodalan, DER Perusahaan tergolong rendah dan konservatif (0,11x–0,28x) dibandingkan rata-rata pelaku usaha trading BBM industri yang umumnya beroperasi pada kisaran 0,3x–0,6x. Profil leverage yang rendah ini mencerminkan ketergantungan Perusahaan yang minim terhadap pembiayaan eksternal secara historis, dan memberi ruang bagi partisipasi pembiayaan sukuk tanpa membebani struktur modal secara berlebihan.
Profitabilitas menunjukkan tren yang solid dan meningkat — Gross Profit Margin stabil di kisaran 15–16%, sejalan dengan rujukan margin sektor trading BBM industri, sementara Net Profit Margin terus membaik dari 11,2% menjadi 12,9%. Return on Assets juga menunjukkan kemampuan Perusahaan menghasilkan laba yang solid dari basis asetnya, dengan rentang 24–34% pada periode tahunan penuh.
Efisiensi modal kerja turut membaik signifikan — Cash Conversion Cycle memendek dari 103 hari (2024) menjadi ±56 hari (Mei 2026), mengindikasikan percepatan collection piutang dan manajemen arus kas operasional yang semakin efisien seiring pertumbuhan skala usaha.
Penutup
Dokumen ini disusun sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada calon investor sukuk PT Multi Artha Segoro yang ditawarkan melalui PT LBS Urun Dana, penyelenggara Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Data keuangan yang disajikan bersumber dari laporan keuangan Perusahaan dan telah melalui proses analisis oleh tim Analisis & Risk Management PT LBS Urun Dana. Calon investor disarankan untuk membaca keseluruhan dokumen ini, termasuk bagian Faktor Risiko, secara saksama sebelum mengambil keputusan investasi. Investasi pada sukuk mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko gagal bayar (default risk) dan risiko likuiditas. Calon investor disarankan untuk melakukan penilaian risiko secara mandiri dan/atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.
Key Risk
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
1. |
Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak |
Kenaikan harga jual barang profit bagi hasil menurun |
Melakukan kontrak pembelian bahan baku diawal |
|
2. |
Keterlambatan pengisian Bahan Bakar Minyak |
Ketidaktepatan waktu pengiriman bahan bakar |
Manajemen waktu pengadaan dengan safety factor waktu keterlambatan |
|
3 |
Persaingan dengan bisnis sejenis |
Perebutan market |
Kontra penjualan dengan buyer, pendekatan ke buyer, diskon yang bersaing |
Business Strategy
Penerbit yaitu PT Multi Artha Segoro merupakan perusahaan penyediaan bahan bakar minyak untuk kebutuhan industri. Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan BBM Industri tersebut yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan Tahap II. Total nominal seluruh tahapan penerbita sukuk sebesar Rp. 5.000.000.000
Rencana penerbitan sukuk untuk tahapnya sebagai berikut :
INFORMASI TAMBAHAN
Terdapat perubahan pada penerbitan sukuk ke 2 dimana sebelumnya sebesar Rp. 2.000.000.000,- menjadi Rp. 956.300.000,-. Dikarenakan penyesuaian nilai jaminan.
Berikut rencana nominal dan jumlah tahapan sukuk sebelumnya :
|
No. |
Nama Sukuk |
Rencana Waktu Penerbitan |
Nilai (Rp.) |
Tenor |
|
1. |
Sukuk TAHAP I |
Mei 2025 |
1.300.000.000 |
8 Bulan |
|
2. |
Sukuk TAHAP II |
Juli 2025 |
2.000.000.000 |
Sesuai PO/SPK |
|
3. |
Sukuk TAHAP III |
Oktober 2025 |
1.000.000.000 |
Sesuai PO/SPK |
|
4. |
Sukuk TAHAP IV |
Desember 2025 |
700.000.000 |
Sesuai PO/SPK |
|
TOTAL |
5.000.000.000 |
|
||
Menjadi sebagai berikut :
|
No. |
Nama Sukuk |
Rencana Waktu Penerbitan |
Nilai (Rp.) |
Tenor |
|
1. |
Sukuk TAHAP I |
Mei 2025 |
1.300.000.000 |
Sesuai Rencana |
|
2. |
Sukuk TAHAP II |
September 2026 |
956.300.000 |
Sesuai PO |
|
3. |
Sukuk TAHAP III |
Desember 2026 |
1.500.000.000 |
Sesuai PO/SPK |
|
4. |
Sukuk TAHAP IV |
Maret 2027 |
1.243.700.000 |
Sesuai PO/SPK |
|
TOTAL |
5.000.000.000 |
|
||