chevron arrow

Business Highlight

Offering

Investment Highlight

Industry Overview

Company Overview

Management Profile

Financial Review

Key Risk

Business Strategy

chevron arrow

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    MASE01X2SCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp956.300.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    9.563 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    8 bulan

Offering

 

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah berkelanjutan PT Multi Artha Segoro TAHAP II TAHUN 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor :

Penawaran Investasi

Proyek Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    0,90% = Rp.      8.700.000,-

Porsi Pemodal :  99,10% = Rp.  956.300.000,-

Return On Investment (ROI) Proyeksi 8 bulan

10,00%

Return On Investment (ROI) Proyeksi

15,00% p.a

Bagi Hasil

Pengalihan Hishshah, Bai’ bi Al Muajjal :

Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Al muajjal dengan keuntungan yang disepakati

Jenis Bagi Hasil

Bersifat Fixed, berasal dari pengalihan hishsah aset syirkah hak pemodal kepada penerbit

Nilai Nominal Sukuk

Rp.  956.300.000,-
(Sembilan Ratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)

Jangka Waktu

8 bulan

Masa Penawaran Investasi

30 Hari

Penawaran Bertahap

Tahap ke II dari IV

Penawaran Tahap

Ke 2

Rencana Nominal Sukuk Keseluruhan Seluruh Tahap

Rp. 5.000.000.000,-

(Lima Miliar Rupiah)

Pihak Terlibat

1. Shahibul Maal (Pemodal)
2. PT Multi Artha Segoro (Penerbit)
3. KSEI dan Bank Kustodian
4. LBS Urun Dana

Kode Sukuk

MASE01X2SCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Pembayaran pokok modal dan margin bagi hasil dibayarkan sekaligus pada akhir jangka waktu sukuk

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Actual

Tanggal Distribusi Efek

-

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke-8

Tanggal Jatuh Tempo

-

Tanggal Penawaran Dimulai

-

Tanggal Penawaran Berakhir

-

Tanggal Fully Funded

-

Jumlah Nominal/unit

Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah)

Minimum Investasi

Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)

Minimum Pendanaan

Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)

Jaminan

PT Multi Artha Segoro menyerahkan Aset tetap sebagai jaminan berupa :

Sertifikat Hak Milik No. 15972 yang beralamat di Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Prov. Jawa Barat, dengan luas 143 m2 atas nama, Dwi Yanto yang merupakan Direktur utama PT Multi Artha Segoro, Zaldy Fitriyanto yang merupakan Direktur PT Multi Artha Segoro, Mulyadi Marsono, Bambang Purwanto, Hardiman Triawan yang merupakan kakak dan adik dari pengurus PT Multi Artha Segoro dengan nilai taksiran sebesar Rp 1.196.000.000,-

Sehingga coverage ratio jaminan sebesar 125%.

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 100%
sukuk Tersisa Lembar 9.563
sukuk Tersisa Jumlah Rp 956.300.000
sukuk Terjual Persentase 0%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 0

Investment Highlight

Penerbitan Sukuk Tahap ini digunakan untuk modal kerja pembelian BBM Industri Jenis Solar B40 dan Jenis Solar B50.

Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan digunakan untuk modal kerja pembelian BBM Industri untuk menunjang dan memenuhi permintaan pelanggan.

Struktur Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Multi Artha Segoro Tahap II Tahun 2026 dengan rincian sebagai berikut :

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Multi Artha Segoro TAHAP II TAHUN 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Nilai Sukuk

Rp.  956.300.000,- ( Sembilan Ratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)

Objek Dasar Sukuk

Proyek Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit

Jangka Waktu (Tenor)

8 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI

Tujuan Penggunaan Sukuk

Membiayai Proyek Pengadaan BBM Industri Jenis Solar B40 untuk PT Patria Maritim Perkasa Berdasarkan PO No. 242/OPS-PO-FO/IX/2026 dan Jenis Solar B50 untuk PT Tiga Energi Nusantara Berdasarkan PO No. 260000614 sesuai RAB sebagai usaha Penerbit

Mekanisme Sukuk

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    0,90% = Rp.      8.700.000,-

Porsi Pemodal : 99,10% = Rp.  956.300.000,-

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Mu’ajjal :

aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit sebesar 99,10 %, melalui akad Bai’ bi Al Mu’ajjal dengan margin bagi hasil keuntungan yang disepakati.

Bagi Hasil

10% selama 8 (delapan) Bulan

Fixed dari penjualan asset syirkah hak pemodal

Return on Investment

15,00% p.a

(Bagi hasil berasal dari margin)

Industry Overview

Pandangan Industri

Sekilas Tentang Bahan Bakar Solar Industri di Indonesia

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan suatu kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat maupun bagi para pelaku industri, dimana kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) melambung tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan industri. Selain memiliki peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi, Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat meningkatkan perekonomian nasional. Adapun Bahan Bakar Minyak (BBM) memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya, seperti Avgas, Avtur, Minyak Tanah, Minyak Diesel, Bensin, Minyak Bakar (MFO), dan Minyak Solar (HSD).

Pemanfaatan dari berbagai jenis BBM tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, seperti halnya BBM berjenis Minyak Solar (HSD) yang digunakan pada sektor industri sebagai bahan bakar untuk alat berat dan mesin produksi. Bahan bakar ini sering disebut juga sebagai solar atau diesel, dan merupakan varian dari bahan bakar diesel yang dijual dalam jumlah besar untuk keperluan industri, konstruksi, pertambangan, transportasi, dan pembangkit listrik.

Solar industri memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan mesin dan peralatan industri, dan biasanya dijual dalam kemasan besar seperti tangki atau jerigen untuk penggunaan yang intensif. Penggunaan solar industri umumnya memberikan tenaga yang kuat dan efisien, serta cocok untuk mesin-mesin berat yang memerlukan daya tahan dan kinerja yang handal.

Solar industri cenderung lebih mahal daripada solar untuk kendaraan karena tidak mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah. Subsidi biasanya diberikan untuk solar yang digunakan dalam transportasi umum atau kendaraan pribadi sebagai insentif untuk mengurangi biaya penggunaan bahan bakar dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Dikutip dari beberapa halaman web, setidaknya terdapat lima jenis solar industri yang ada di Indonesia. Kelima jenis solar industri tersebut yaitu solar industri yang dipergunakan untuk mesin diesel dengan putaran mesin rendah, untuk mesin diesel dengan putaran mesin sedang, dan yang dipergunakan untuk mesin diesel dengan putaran tinggi. Berikut ini penjelasan tentang jenis – jenis solar industri tersebut:

  1. Solar Jenis CPO (Crude Palm Oil): Solar yang diproduksi dari minyak kelapa sawit. Ini sering digunakan dalam industri pembangkit listrik dan produksi biodiesel.
  2. Solar Jenis HSD (High Speed Diesel): Solar yang digunakan dalam mesin diesel berkecepatan tinggi, seperti truk, kapal, dan mesin diesel berat.
  3. Solar Jenis MFO (Marine Fuel Oil): Solar yang digunakan dalam industri perkapalan untuk penggerak kapal dan mesin di pelabuhan.
  4. Solar Jenis LSFO (Low Sulphur Fuel Oil): Solar dengan kandungan sulfur rendah yang digunakan untuk memenuhi peraturan lingkungan yang ketat, terutama di industri perkapalan.
  5. Solar Jenis LDO (Light Diesel Oil): Solar ringan yang digunakan dalam mesin diesel kecil, generator listrik, dan pemanas industri.

Di tahun 2023, diskusi mengenai energi terbarukan dan keberlanjutan memuncak, namun solar industri tetap mendominasi sebagai sumber energi esensial untuk sektor industri di Indonesia. Harga dari solar industri sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi, khususnya bagi industri yang sangat bergantung padanya.

 

Pandangan Makroekonomi.

Adapun di tahun 2024, fluktuasi harga minyak solar industri menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti geopolitik, pasokan dan permintaan global, serta situasi domestik.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap harga solar industri yang ada di Indonesia:

  1. Permintaan dan Pasokan Global: Seperti halnya komoditas lain, harga solar industri sangat tergantung pada prinsip dasar ekonomi yaitu permintaan dan pasokan. Ketika permintaan minyak mentah di pasar global meningkat dan pasokannya menurun, harga cenderung meningkat, dan begitu pula sebaliknya.

 

Dikutip dari halaman web Statista, kebutuhan minyak mentah (termasuk biofuel) global pada tahun 2023 sebesar 102,21 juta barel per hari. Sumber tersebut memperkirakan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak terkait akan meningkat pada akhir tahun 2024, dengan perkiraan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 104,46 juta barel per hari. Hal tersebut juga sejalan dengan estimasi dari U.S. Energy Information Administration (EIA), dimana kebutuhan dan produksi minyak dunia hingga akhir tahun 2024 berada di kisaran 103 juta barel per hari dan di akhir tahun 2025 naik menjadi 105 juta barel per hari.

 

Grafik 1. Kesetimbangan produksi dan konsumsi minyak dunia

Sumber: US Energy Information Administration, May 2024

 

Dari kesetimbangan energi tersebut, kemudian diikuti oleh pergerakan harga minyak dunia yang juga akan turut mempengaruhi harga solar industri. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini yang menunjukkan adanya korelasi atas pergerakan harga minyak dunia terhadap harga produk Solar Industri yang dalam hal ini adalah Marine Fuel Oil (MFO) 0.5%.

 

Grafik 2. Harga minyak mentah dunia (Light Crude Oil VS Marine Fuel 0.5%)

Sumber: TradingView

 

  1. Kondisi Geopolitik: Ketegangan politik di negara-negara penghasil minyak utama seperti Timur Tengah dapat mempengaruhi pasokan minyak mentah di pasar global. Situasi tidak stabil bisa menghambat produksi atau distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada harga solar industri.

 

  1. Biaya Produksi: Biaya ekstraksi minyak mentah dan pemrosesannya menjadi solar industri dapat bervariasi. Teknologi baru yang memungkinkan ekstraksi dengan biaya lebih rendah dapat menurunkan harga, sedangkan peningkatan biaya produksi dapat meningkatkan harga.

 

  1. Kebijakan Pemerintah: Pajak, subsidi, atau regulasi terkait industri energi yang diterapkan oleh pemerintah bisa mempengaruhi harga jual solar industri. Misalnya, pengurangan subsidi atau peningkatan pajak bisa membuat harga solar naik.

 

  1. Nilai Tukar Mata Uang: Harga minyak mentah di pasar global biasanya dinyatakan dalam dolar AS. Oleh karena itu, fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS, dapat mempengaruhi harga solar di pasar domestik. Dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akan menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak di dalam negeri meskipun harga minyak dunia tidak mengalami perubahan, terlebih apabila kenaikan harga minyak dunia diikuti dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akan menyebabkan kenaikan harga minyak lebih tinggi lagi.

 

 

 

Grafik 3. Nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah

Sumber: TradingView

 

  1. Kapasitas Penyimpanan: Kapasitas penyimpanan minyak mentah dan solar di tingkat global dan nasional dapat mempengaruhi harga. Jika kapasitas penyimpanan penuh dan produksi terus berlanjut, bisa menyebabkan penurunan harga karena kelebihan pasokan.

 

  1. Tren Energi Terbarukan: Saat ini, dunia sedang bergerak menuju energi terbarukan. Semakin cepat transisi ini, permintaan terhadap minyak bisa menurun, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi harga solar industri.

 

  1. Kondisi Alam: Bencana alam seperti badai atau gempa bumi di daerah produsen utama dapat menghambat produksi dan distribusi, mempengaruhi pasokan dan harga.

 

  1. Teknologi: Kemajuan teknologi dalam industri minyak dan gas, seperti metode fracking atau teknologi pemrosesan yang lebih efisien, dapat mempengaruhi biaya produksi dan harga jual.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 4. Indeks Harga Perdagangan Besar Solar Khusus Solar Industri (2018=100), 2020 - 2024

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks harga Perdagangan Besar Solar Khusus Solar Industri sejak tahun 2020 hingga 2024 terlihat mengalami kenaikan seiring dengan tren kenaikan harga minyak dunia. Indeks Harga Perdagangan Besar (IPHB) didefinisikan sebagai nilai atau harga transaksi, di mana terjadi atau dilakukan antara penjual besar pertama dengan pihak pembeli besar berikutnya. Jenis transaksi yang termasuk pada perhitungan indeks harga ini adalah transaksi dengan jumlah besar di pasar pertama terhadap sebuah komoditas tertentu. Pengertian lainnya dari IHPB adalah sebuah gambaran terkait perkembangan harga di tingkat pedagang besar alias grosir yang ditransaksikan atau diperdagangkan pada sebuah negara maupun daerah.

Dilihat dari grafik di atas menunjukkan bahwa Harga Solar Industri terus menunjukkan kenaikan sejak tahun 2020 seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Namun sejak bulan November 2023 hingga bulan April 2024, pergerakan IHPB Solar Khusus Solar Industri terlihat mengalami penurunan, dengan posisi indeks terakhir pada bulan April 2024 di angka 179,92. IHPB Solar Khusus Solar Industri mencapai posisi tertingginya sejak tahun 2020 di angka 211,92 pada bulan Desember 2022.

Company Overview

Sekilas Mengenai PT Multi Artha Segoro

Multi Artha Segoro (MAS) adalah perusahaan yang didirikan oleh Bapak Dwiyanto pada tahun 2016, yang beroperasi di sektor bisnis utama: penyediaan bahan bakar minyak untuk kebutuhan industri. Sebagai penyedia bahan bakar, PT MAS berkomitmen untuk memberikan produk berkualitas tinggi dengan layanan yang terbaik. Ketepatan dalam distribusi, akurasi dalam jumlah dan spesifikasi produk, serta profesionalisme yang konsisten adalah prioritas kami dalam membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Kami berusaha untuk menjadi perusahaan yang dapat diandalkan dan bereputasi baik di industri perdagangan bahan bakar.

Website PT Multi Artha Segoro di www.multiarthasegorofuelmarine.com

Visi, menjadi perusahaan terpercaya dalam perdagangan bahan bakar minyak di Indonesia

Misi,   -     Melakukan pelayanan sebaik dan seramah mungkin

  • Melayani pengiriman tepat waktu dan tepat jumlah
  • Berintegritas dan profesional dalam aktivitas perdagangan BBM

 

 

Struktur Organisasi

 

 

 
 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

Legalitas dan Identitas PT Multi Artha Segoro

Nama

:

PT Multi Artha Segoro

Alamat

:

Jl H Latif 4 Kp. Ciketing Rawamulya No. 149, Kel Mustikajaya, Kec Mustikajaya, Kota Bekasi

NPWP

:

76.947.314.1-432.000

NIB

:

9120506862628 diterbitkan 22 Agustus 2019

Akta Pendirian

:

Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Multi Artha Segoro Nomor 13 Tanggal 08 Agustus 2016, dibuat dihadapan Bedjo Sarwono, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi.

SK Kemenkumham

:

Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0035911.AH.01.01.Tahun 2016.

Website

:

www.multiarthasegorofuelmarine.com

 

Pemegang Saham PT Multi Artha Segoro

Nama

Jumlah Setor Modal

Jabatan

Dwi Yanto

Rp. 1.500.000.000,-

Direktur Utama

Zaldy Fitriyanto

Rp. 200.000.000,-

Direktur

Anggraini Dewi Hestiningrum

Rp1.050.000.000,-

Komisaris

 

 

Management Profile

Profil Pengurus Perusahaan

 

 

Financial Review

Ringkasan Kinerja Keuangan

PT Multi Artha Segoro (“Perusahaan”) adalah pelaku usaha trading solar (BBM) industri yang telah beroperasi sejak 2016, melayani sektor maritim dan industri berat dengan basis pelanggan yang terus berkembang — termasuk PT Patria Maritim Perkasa, bagian dari Astra Group. Berikut ringkasan capaian kunci yang relevan bagi calon investor:

  • Pendapatan tumbuh 15,8% dari Rp24,2 miliar (2024) menjadi Rp28,1 miliar (2025).
  • Margin bersih (Net Profit Margin) meningkat secara konsisten: 11,2% (2024) → 11,8% (2025) → 12,9% (Jan–Mei 2026).
  • Hanya dalam 5 bulan pertama 2026, Perusahaan telah mencatatkan pendapatan Rp22,8 miliar — setara ±81% dari total pendapatan sepanjang 2025, mengindikasikan momentum pertumbuhan yang kuat.
  • Struktur permodalan historis konservatif, dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di bawah 0,3x pada seluruh periode yang disajikan.
  • Model operasional efisien dengan siklus konversi kas yang terus memendek: dari 103 hari (2024) menjadi 56 hari (Mei 2026), mencerminkan perbaikan manajemen piutang.

Analisis lengkap disajikan pada bagian berikut, diikuti Faktor Risiko yang perlu menjadi pertimbangan calon investor sesuai prinsip keterbukaan informasi.

Neraca

Berikut ringkasan posisi keuangan Perusahaan (disajikan dalam Ribuan Rupiah) untuk periode 2024, 2025, dan Januari–Mei 2026 (In-house)

Komponen (Rp Ribu)

2024

2025

Mei 2026

Kas

630.000

998.740

60.914

Piutang Usaha

7.100.000

6.414.000

8.890.000

Aset Lancar Lain

1.110.000

97.260

39.086

Jumlah Aset Lancar

8.840.000

7.510.000

8.990.000

Aset Tidak Lancar (neto)

2.390.000

2.171.365

2.070.755

JUMLAH ASET

11.230.000

9.681.365

11.060.755

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

1.080.000

1.000.000

2.400.000

Modal Saham

2.750.000

2.750.000

2.750.000

Saldo Laba

7.400.000

5.931.365

5.910.755

JUMLAH EKUITAS

10.150.000

8.681.365

8.660.755

 

Analisis Neraca

Struktur aset Perusahaan didominasi oleh aset lancar (±80% dari total aset pada seluruh periode), mencerminkan model bisnis trading yang cepat berputar dan minim kebutuhan aset tetap dalam jumlah besar. Piutang usaha kembali meningkat pada Mei 2026 (Rp8,89 miliar) sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada periode berjalan — hal yang wajar bagi bisnis yang sedang berekspansi.

Dari sisi permodalan, Perusahaan mempertahankan basis ekuitas yang solid pada kisaran Rp8,6–10,2 miliar sepanjang periode yang disajikan, jauh melampaui total liabilitas jangka pendek. Rasio kecukupan modal ini memberikan bantalan yang relevan bagi kemampuan Perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, termasuk kewajiban kepada investor sukuk.

 

 

Laba Rugi

Berikut ringkasan kinerja laba rugi Perusahaan (disajikan dalam Ribuan Rupiah) untuk periode 2024, 2025, dan Januari–Mei 2026 (In-hous)

Komponen (Rp Ribu)

2024

2025

Jan–Mei 2026

Pendapatan

24.232.600

28.062.743

22.762.193

Laba Kotor

3.760.000

4.600.000

3.392.452

Laba Usaha

2.940.000

3.550.000

3.090.000

LABA BERSIH

2.720.000

3.320.000

2.929.390

Net Profit Margin

11,2%

11,8%

12,9%

 

Analisis Laba Rugi

Pendapatan Perusahaan tumbuh 15,8% dari Rp24,2 miliar (2024) menjadi Rp28,1 miliar (2025). Momentum ini berlanjut kuat pada 2026 — hanya dalam 5 bulan pertama, Perusahaan telah mencatatkan pendapatan Rp22,8 miliar, setara ±81% dari total pendapatan sepanjang tahun 2025. Apabila tren ini berlanjut secara proporsional sepanjang tahun (bukan merupakan proyeksi atau jaminan kinerja), estimasi run-rate tahunan 2026 berpotensi mencapai kisaran Rp54,6 miliar, atau tumbuh ±95% dibandingkan 2025.

Yang secara khusus menarik bagi calon investor adalah tren margin yang membaik secara konsisten: Net Profit Margin naik dari 11,2% (2024) menjadi 11,8% (2025) dan mencapai 12,9% pada periode berjalan 2026. Peningkatan margin di tengah pertumbuhan pendapatan yang tinggi mengindikasikan efisiensi operasional yang terjaga, bukan pertumbuhan yang dicapai dengan mengorbankan profitabilitas.

Struktur biaya Perusahaan relatif ramping, dengan Laba Usaha secara konsisten berada pada kisaran 77–91% dari Laba Kotor sepanjang periode yang disajikan — mencerminkan kendali biaya operasional yang baik, dengan efisiensi yang semakin menguat pada periode berjalan 2026.

Rasio Keuangan

Rasio

2024

2025

Mei 2026

Current Ratio (CR)

8,17x

7,51x

3,75x

Debt to Equity Ratio (DER)

0,11x

0,115x

0,277x

Gross Profit Margin (GPM)

15,5%

16,4%

14,9%

Net Profit Margin (NPM)

11,2%

11,8%

12,9%

Return on Assets (ROA)*

24,2%

34,3%

26,5%

Days of Receivable (DOR)

106 hari

±83 hari

±59 hari

Cash Conversion Cycle (CCC)

103 hari

±80 hari

±56 hari

 

*ROA Mei 2026 merupakan return periode berjalan (5 bulan), belum diannualisasi.

Analisis Rasio Keuangan

Likuiditas Perusahaan berada pada level yang sehat di seluruh periode — Current Ratio konsisten di atas 3,7x, bahkan sempat mencapai 8,17x pada 2024, jauh di atas standar kecukupan likuiditas umum (>1,0x–2,0x) untuk perusahaan trading. Ini menunjukkan aset lancar Perusahaan lebih dari cukup untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendek.

Dari sisi struktur permodalan, DER Perusahaan tergolong rendah dan konservatif (0,11x–0,28x) dibandingkan rata-rata pelaku usaha trading BBM industri yang umumnya beroperasi pada kisaran 0,3x–0,6x. Profil leverage yang rendah ini mencerminkan ketergantungan Perusahaan yang minim terhadap pembiayaan eksternal secara historis, dan memberi ruang bagi partisipasi pembiayaan sukuk tanpa membebani struktur modal secara berlebihan.

Profitabilitas menunjukkan tren yang solid dan meningkat — Gross Profit Margin stabil di kisaran 15–16%, sejalan dengan rujukan margin sektor trading BBM industri, sementara Net Profit Margin terus membaik dari 11,2% menjadi 12,9%. Return on Assets juga menunjukkan kemampuan Perusahaan menghasilkan laba yang solid dari basis asetnya, dengan rentang 24–34% pada periode tahunan penuh.

Efisiensi modal kerja turut membaik signifikan — Cash Conversion Cycle memendek dari 103 hari (2024) menjadi ±56 hari (Mei 2026), mengindikasikan percepatan collection piutang dan manajemen arus kas operasional yang semakin efisien seiring pertumbuhan skala usaha.

Penutup

Dokumen ini disusun sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada calon investor sukuk PT Multi Artha Segoro yang ditawarkan melalui PT LBS Urun Dana, penyelenggara Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data keuangan yang disajikan bersumber dari laporan keuangan Perusahaan dan telah melalui proses analisis oleh tim Analisis & Risk Management PT LBS Urun Dana. Calon investor disarankan untuk membaca keseluruhan dokumen ini, termasuk bagian Faktor Risiko, secara saksama sebelum mengambil keputusan investasi. Investasi pada sukuk mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko gagal bayar (default risk) dan risiko likuiditas. Calon investor disarankan untuk melakukan penilaian risiko secara mandiri dan/atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.

Key Risk

No

JENIS RESIKO

DAMPAK

MITIGASI

1.

Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak

Kenaikan harga jual barang profit bagi hasil menurun

Melakukan kontrak pembelian bahan baku diawal

2.

Keterlambatan pengisian Bahan Bakar Minyak

Ketidaktepatan waktu pengiriman bahan bakar

Manajemen waktu pengadaan dengan safety factor waktu keterlambatan

3

Persaingan dengan bisnis sejenis

Perebutan market

Kontra penjualan dengan buyer, pendekatan ke buyer, diskon yang bersaing

Business Strategy

Penerbit yaitu PT Multi Artha Segoro merupakan perusahaan penyediaan bahan bakar minyak untuk kebutuhan industri. Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan BBM Industri tersebut yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan Tahap II. Total nominal seluruh tahapan penerbita sukuk sebesar Rp. 5.000.000.000

Rencana penerbitan sukuk untuk tahapnya sebagai berikut :

INFORMASI TAMBAHAN


Terdapat perubahan pada penerbitan sukuk ke 2 dimana sebelumnya sebesar Rp. 2.000.000.000,- menjadi Rp. 956.300.000,-. Dikarenakan penyesuaian nilai jaminan.

Berikut rencana nominal dan jumlah tahapan sukuk sebelumnya :

 

No.

Nama Sukuk

Rencana Waktu Penerbitan

Nilai (Rp.)

Tenor

1.

Sukuk TAHAP I

Mei 2025

1.300.000.000

8 Bulan

2.

Sukuk TAHAP II

Juli 2025

2.000.000.000

Sesuai PO/SPK

3.

Sukuk TAHAP III

Oktober 2025

1.000.000.000

Sesuai PO/SPK

4.

Sukuk TAHAP IV

Desember 2025

700.000.000

Sesuai PO/SPK

TOTAL

5.000.000.000

 

 

Menjadi sebagai berikut :

No.

Nama Sukuk

Rencana Waktu Penerbitan

Nilai (Rp.)

Tenor

1.

Sukuk TAHAP I

Mei 2025

 1.300.000.000

Sesuai Rencana

2.

Sukuk TAHAP II

September 2026

   956.300.000

Sesuai PO

3.

Sukuk TAHAP III

Desember 2026

1.500.000.000

Sesuai PO/SPK

4.

Sukuk TAHAP IV

Maret 2027

1.243.700.000

Sesuai PO/SPK

TOTAL

5.000.000.000