Business Highlight
Offering
Management Profile
Company Overview
Business Strategy
Financial Review
Key Risk
SWOT Analysis
Investment Highlight
Industry Overview
Business Highlight
Kode sukuk:
CRTZ01XXSCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp5.600.000.000
Total sukuk yang dilepas:
56.000 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
9 bulan
Management Profile
Company Overview
PT Cartenz Technology Indonesia merupakan perusahaan teknologi informasi yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan solusi digital untuk sektor pemerintahan. PT Cartenz Technology Indonesia merupakan pionir dalam bidang e-Government, menyediakan solusi untuk lembaga-lembaga di semua tingkatan dalam memanfaatkan sistem informasi yang dapat diandalkan dan terintegrasi.
PT Cartenz Technology Indonesia telah berhasil mengembangkan sejumlah proyek yang tersebar di lebih dari 200 kota dan di 18 provinsi. PT Cartenz Technology Indonesia telah dipercaya oleh sejumlah lembaga pemerintahan seperti pemerintah kota, pemerintah daerah serta lembaga internasional. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi Penerbit untuk bisa mempercepat pertumbuhan penjualan.
Produk & Portfolio Penerbit
Business Strategy
Penerbit Sukuk yaitu PT Cartenz Technology Indonesia merupakan perusahaan layanan teknologi informasi yang berdiri pada tahun 2014 yang berfokus pada Optimalisasi dan Digitalisasi Layanan Pemerintah Kota, Pemerintah Daerah serta Pemerintah Pusat. Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan peralatan/Hardware IT dari KOICA yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan Sukuk Musyarakah PT CARTENZ TECHNOLOGY INDONESIA I Tahun 2026, sebesar Rp. 5.600.000.000
Financial Review
Analisis Keuangan
Financial Highlight ini akan menekankan pada Analisis Rasio Laporan Keuangan PT. Cartenz Technology Indonesia. Analisis laporan keuangan sendiri adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan keuangan pada suatu periode. Adapun data keuangan yang digunakan kali ini adalah Laporan Laba Rugi dan Neraca per 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025 (in-house). Laporan keuangan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk mengambil keputusan.
Pihak investor dapat memanfaatkan rasio keuangan untuk mengukur nilai investasi sekaligus memprediksi untung atau rugi apabila berinvestasi di sebuah perusahaan. Dengan data perbandingan rasio tersebut maka investor mampu menentukan jumlah dan waktu untuk berinvestasi yang paling menguntungkan.
Beberapa tujuan analisis rasio keuangan yakni:
- Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
- Menggali informasi dibalik laporan keuangan suatu perusahaan.
- Memprediksi potensi yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.
- Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, dan sebagainya.
Laporan keuangan Desember 2023, Desember 2024 dan Desember 2025 merupakan Home Statement (In-House)
Neraca
Desember 2023, Desember 2024 dan Desember 2025
Laba Rugi
Desember 2023, Desember 2024 dan Desember 2025
Rasio Keuangan
Desember 2023, Desember 2024 dan Desember 2025
Penjelasan Laporan Keuangan
A. Analisa Neraca
- Total aset PT Cartenz Technology Indonesia meningkat dari Rp15,79 miliar pada 2023 menjadi Rp23,94 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 64,57% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan aset lancar yang naik signifikan dari Rp5,83 miliar pada 2024 menjadi Rp20,65 miliar pada 2025. Secara komposisi, aset lancar pada 2025 mencerminkan 86,24% dari total aset, sehingga struktur aset perusahaan menjadi jauh lebih likuid dibanding tahun sebelumnya.
- Peningkatan aset lancar tersebut menunjukkan bahwa aktivitas usaha PT Cartenz Technology Indonesia meningkat signifikan pada 2025, terutama dari kas, piutang usaha, dan pendapatan yang masih harus diterima. Dalam CALK, piutang usaha dan accrued revenue menjadi bagian penting dari aset lancar, yang menunjukkan adanya kontrak/proyek yang sudah menghasilkan pendapatan secara akuntansi dan sedang dalam proses penagihan.
- Aset tetap/non-lancar menurun dari Rp8,71 miliar pada 2024 menjadi Rp3,29 miliar pada 2025, atau turun sekitar 62,20%. Penurunan ini kemungkinan dipengaruhi oleh akumulasi depresiasi dan amortisasi, mengingat perusahaan memiliki aset tetap, aset tak berwujud, serta biaya penyusutan/amortisasi yang cukup material. Namun, dari perspektif investor, penurunan aset tetap ini tidak selalu negatif karena model bisnis PT Cartenz Technology Indonesia lebih bertumpu pada software, sistem, recurring service, dan intellectual capability dibanding aset fisik berat.
- Dari sisi kewajiban, total liabilitas turun dari Rp32,69 miliar pada 2023 menjadi Rp26,66 miliar pada 2024, lalu turun lagi menjadi Rp14,91 miliar pada 2025. Penurunan kewajiban sebesar 44,07% YoY pada 2025 menunjukkan adanya perbaikan struktur permodalan dan penurunan tekanan leverage.
- Ekuitas perusahaan mengalami perbaikan yang sangat signifikan. Pada 2023 dan 2024, ekuitas masih negatif masing-masing sebesar -Rp16,91 miliar dan -Rp12,11 miliar. Namun pada 2025, ekuitas berubah positif menjadi Rp9,03 miliar. Perubahan ini menunjukkan bahwa laba tahun berjalan 2025 mampu memperbaiki posisi akumulasi ekuitas perusahaan.
B. Analisa Laba Rugi
- Pendapatan PT Cartenz Technology Indonesia meningkat dari Rp31,46 miliar pada 2023 menjadi Rp39,71 miliar pada 2024, lalu naik signifikan menjadi Rp60,92 miliar pada 2025. Pertumbuhan pendapatan 2025 menunjukkan ekspansi bisnis yang kuat, baik dari kontrak existing, recurring service, maupun proyek baru.
- Laba kotor meningkat dari Rp28,35 miliar pada 2023 menjadi Rp35,48 miliar pada 2024, lalu naik menjadi Rp55,62 miliar pada 2025. Gross profit margin relatif stabil dan tinggi, yaitu 90,14% pada 2023, 89,36% pada 2024, dan 91,29% pada 2025. Margin kotor yang tinggi mencerminkan karakter bisnis software dan layanan digital, di mana biaya langsung relatif lebih rendah dibanding nilai kontrak/layanan yang diberikan.
- EBITDA meningkat signifikan dari Rp10,70 miliar pada 2024 menjadi Rp28,74 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 168,45%. EBITDA margin juga membaik dari 26,96% pada 2024 menjadi 47,17% pada 2025. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan operating leverage yang semakin kuat.
- Laba sebelum pajak meningkat dari Rp4,80 miliar pada 2024 menjadi Rp21,14 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 340,92%. Laba setelah pajak 2025 juga tercatat sebesar Rp21,14 miliar, dengan net profit margin 34,71%, jauh lebih tinggi dibanding 12,08% pada 2024 dan 8,88% pada 2023.
C. Analisa Rasio Keuangan
- Dari sisi likuiditas, peningkatan aset lancar menjadi Rp20,65 miliar pada 2025 memperlihatkan posisi likuiditas yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan memiliki basis aset lancar yang lebih besar untuk mendukung operasional, proyek berjalan, dan kebutuhan modal kerja.
- Dari sisi solvabilitas, debt to asset ratio membaik signifikan. Total kewajiban yang sebelumnya mencapai 207,11% dari total aset pada 2023 dan 183,26% pada 2024, turun menjadi 62,29% pada 2025. Ini menunjukkan struktur keuangan perusahaan menjadi lebih sehat.
- Dari sisi ekuitas, rasio modal terhadap aset berubah dari negatif pada 2023–2024 menjadi positif 37,71% pada 2025. Perubahan ini menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan untuk membiayai asetnya menggunakan modal sendiri.
- Dari sisi profitabilitas, gross profit margin, EBITDA margin, dan net profit margin menunjukkan performa sangat kuat pada 2025. Net profit margin sebesar 34,71% mencerminkan bahwa bisnis PT Cartenz Technology Indonesia memiliki potensi margin tinggi sebagai perusahaan teknologi dan digital government solution provider.
- Dari sisi aktivitas, perhatian utama tetap berada pada kualitas piutang dan pendapatan akrual. Karena sebagian pendapatan 2025 masih berada dalam bentuk piutang/accrued revenue, kemampuan perusahaan dalam menagih piutang tepat waktu menjadi faktor penting bagi keberlanjutan cashflow.
Key Risk
RISIKO & MITIGASI
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
`1. |
Adanya Perubahan Fitur dari pihak owner proyek |
Dapat mengakibatkan perubahan timeline pengerjaan proyek |
|
|
2. |
Sistem tidak mampu menangani banyak siswa saat jam belajar (traffic tinggi) & video streaming tidak stabil
|
Sistem lambat atau down saat digunakan. |
|
|
3. |
Serangan siber |
Kerusakan reputasi sekolah/instansi |
|
SWOT Analysis
Investment Highlight
Sukuk Musyarakah PT Cartenz Technology Indonesia diterbitkan dengan nominal Rp. 5.600.000.000, hasil penerbitan jangka waktu 9 bulan, dengan bagi hasil 12% atau 16% pa. Dana Sukuk akan digunakan 100% atau secara keseluruhan untuk modal kerja pembelian peralatan/hardware IT untuk menyelesaikan Proyek kerjasama pengadaan Perangkat Keras (Hardware/infrastruktur) untuk MOOC (Massive Open Online Course) Education System Development at Universitas Indonesia sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan
Struktur Sukuk Musyarakah dengan rincian sebagai berikut:
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah PT CARTENZ TECHNOLOGY INDONESIA I Tahun 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek kerjasama pengadaan Hardware dan infrastruktur untuk sistem MOOC (Massive Open Online Course) dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.. |
|
Nilai Sukuk |
Rp. 5.600.000.000,- (Lima Milyar Enam Ratus Juta Rupiah) |
|
Jangka waktu |
09 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
Membiayai pengadaan peralatan teknologi informasi MOOC (Massive Open Online Courses) Education System at Universitas Indonesia |
|
Porsi Modal & Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 0,80 % = Rp. 45.000.000,- Porsi Pemodal : 99,20 % = Rp. 5.600.000.000,-Porsi Pengalihan Hishshah, Bai’ bi Taqsith : Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Taqsith dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati. |
|
Bagi Hasil |
12,00% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal |
|
Return on Investment |
16,00% p.a. |
Industry Overview
Prospek Industri Teknologi Informasi
Industri IT saat ini adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Hampir semua bidang kehidupan sudah bergantung pada teknologi. Karena itu, peluang kerja, peluang usaha, dan inovasi di bidang IT akan terus meningkat. Beberapa faktor yang menyebabkan sektor IT mengalami pertumbuhan paling cepat, yaitu:
Digitalisasi di Semua Sektor
Setiap industri sedang menyatukan teknologi ke dalam operasionalnya:
- Keuangan (Fintech) → pembayaran digital, e-wallet
- Kesehatan (Healthtech) → rekam medis digital, konsultasi online
- Pendidikan (Edutech) → platform belajar online
- Perdagangan (E-Commerce) → toko online, logistik digital
- Pemerintah (GovTech) → layanan publik online
Pertumbuhan Cloud Computing
Semua perusahaan beralih dari server fisik ke:
- Cloud storage
- Cloud computing
- Infrastruktur data center
Kebangkitan AI (Artificial Intelligence)
AI berkembang sangat cepat:
- Chatbot cerdas
- Analisis data otomatis
- Sistem rekomendasi
- Vision AI (kamera pintar)
Peningkatan Keamanan Siber
Banyak kasus peretasan membuat perusahaan butuh:
- Keamanan jaringan
- Proteksi data
- Audit IT