chevron arrow

Business Highlight

Offering

Investment Highlight

Industry Overview

Company Overview

Management Profile

Business Strategy

Financial Review

SWOT Analysis

Key Risk

chevron arrow

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    KART02X3SCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp4.049.100.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    40.491 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    12 bulan

Offering

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT KAISAR ARTA NUSANTARA TAHAP III TAHUN 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor :

Penawaran Investasi/Obyek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan bahan baku  kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai   pengadaan bahan baku  kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,24 % = Rp.      50.900.000,-

Porsi Pemodal :  98,76 %  = Rp. 4.049.100.000,-

Return on Investment (ROI) Proyeksi 12 Bulan

15,00% p.a

Bagi Hasil

Pengalihan Hishshah, Bai’ bi At taqsith :

Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi At Taqsith dengan keuntungan yang disepakati

 

Fixed, berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah hak pemodal

Nilai Nominal Sukuk

Rp. 4.049.100.000,- (Empat Milyar Empat Puluh Sembilan Juta Seratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu

12 Bulan

Masa Penawaran Investasi

45 Hari

Penawaran

Ke 3

Pihak Terlibat

  1. Shahibul Maal (Pemodal)
  2. PT Kaisar Arta Nusantara (Penerbit)
  3. KSEI dan Bank Kustodian
  4. LBS Urun Dana

Kode Sukuk

KART02X3SCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Bulan ke 10 – Rp. 1.000.000.000,- (Pokok Modal)

Bulan ke 12 – Rp. 3.656.465.000,- (Pokok Modal & Bagi Hasil)

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Actual

Tanggal Distribusi Efek

 

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke-12

Tanggal Jatuh Tempo

 

Tanggal Penawaran Dimulai

 

Tanggal Penawaran Berakhir

 

Tanggal Fully Funded

 

Jumlah Nominal/unit

Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)

Minimum Investasi

Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)

Minimum Pendanaan

Rp. 2.800.000.000,- (Dua Milyar Delapan Ratus Juta Rupiah)

Jaminan

PT Kaisar Arta Nusantara menyerahkan Aset Tetap sebagai jaminan berupa:

 

  1. Aset tetap berupa tanah dengan SHM Nomor 01022/Cicurug yang beralamat di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dengan luas 4.640 m2. atas nama Insa Marta Rorimpandey adalah Saudara Direktur PT Kaisar Arta Nusantara,

Taksiran nilai pasar agunan di Rp. 5.080.800.000,-

 

  1. Aset tetap berupa tanah dengan SHM Nomor 04522/Pisangan atas yang beralamat di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Jawa Barat, dengan luas 174 m2. Atas nama Natasha Dianasari Devana  adalah Saudara dari Direktur PT Kaisar Arta Nusantara,

Taksiran nilai pasar agunan di Rp. 1.914.000.000,-

 

  1. Aset tetap berupa tanah dengan SHM Nomor 1001/Pondok Karya yang beralamat di Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dengan luas 350 m2. atas nama Denny Ardiansyah adalah Saudara dari Direktur PT Kaisar Arta Nusantara ,

Taksiran nilai pasar agunan di Rp. 3.223.500.000,-

Total nilai pasar atas agunan nomor 1,2,3 adalah Rp. 10.218.300.000,- yang digunakan untuk mengcover sukuk V CV Kaisar Kaya Gemilang dengan nilai pendanaan sebesar Rp. 5.335.000.000. Sisa nilai yang belum terpakai Rp. 2.839.640.000

  1. Aset tetap berupa tanah dengan SHM Nomor 10669, yang  beralamat di  Kel. Sekejati,Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan luas tanah 200 m² atas nama  Diah Driewand Ningsih adalah Tante dari Direktur PT  KAISAR ARTA NUSANTARA.

     Taksiran nilai pasar agunan Rp. 959.899.800

  1. Aset tetap berupa tanah dengan SHM Nomor 10383, yang  beralamat di  Kel. Sekejati,Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan luas tanah 200 m² atas nama  Diah Driewand Ningsih adalah Tante dari Direktur PT  KAISAR ARTA NUSANTARA.

Taksiran nilai pasar agunan Rp. 959.899.800,-

Total nilai pasar atas aguunan nomor 4 dan 5 adalah Rp.      1.919.799.000,- dengan maksimal nilai pendanaan Rp. 1.535.839.680

Total  seluruh jaminan Rp. 12.138.099.000 untuk mencover sukuk tahap V CV Kaisar Kaya Gemilang dan Sukuk tahap III PT Kaisar Arta Nusantara tahap sebesar 9.384.100.000,- sehingga coverage ratio jaminan sebesar 129%

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 100%
sukuk Tersisa Lembar 40.491
sukuk Tersisa Jumlah Rp 4.049.100.000
sukuk Terjual Persentase 0%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 0

Investment Highlight

Penerbitan Sukuk Tahap ini digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku. Adapun jenis bahan baku yang dibeli adalah Cotton Blue serta Cotton Blue Black dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu di bidang Manufaktur Pakaian Jadi.

Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan sepanjang tahun 2026.

Struktur Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT KAISAR ARTA NUSANTARA TAHAP III TAHUN 2026 dengan rincian sebagai berikut:

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT KAISAR ARTA NUSANTARA TAHAP III TAHUN 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Objek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan bahan baku  kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit

Jangka waktu

12 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Proyek kerjasama pengadaan bahan baku  kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit

Porsi Modal

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,24 % = Rp.      50.900.000,-

Porsi Pemodal : 98,76 %  = Rp. 4.049.100.000,-

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi At Taqsith :

Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi At Taqsith dengan keuntungan yang disepakati

 

Fixed, berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah hak pemodal

Bagi Hasil

15,00% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal

Industry Overview

Pandangan Industri

Prospek Industri Tekstil dan Pakaian Jadi

Dikutip dari artikel berjudul Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Sejarah, Potret, Tantangan, dan Kebijakan, yang ditayangkan pada laman web www.kompas.com di tanggal 9 Mei 2022, menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor usaha tertua di Indonesia. Industri ini awalnya dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus sebagai substitusi impor.

Dalam perkembangannya, industri TPT menjadi salah satu primadona ekspor nonmigas andalan Indonesia ke berbagai negara di dunia serta menjadi tumpuan pertumbuhan sektor industri pengolahan.

Industri yang meliputi produksi serat, benang,  kain, hingga pakaian jadi dan keperluan rumah tangga tersebut, kini telah berkembang luas untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional.

Industri ini telah menjadi salah satu penyumbang utama pada sektor industri pengolahan. Produk tekstil memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor Indonesia. Selain sebagai sumber penghasil devisa, industri tekstil juga tergolong industri padat karya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, termasuk tenaga kerja berpendidikan rendah.

Industri TPT nasional didukung dari sektor hulu, sektor antara hingga sektor hilir. Di sektor hulu, ditopang oleh 33 industri dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun. Kemudian di sektor antara (midterm) ditopang melalui 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun.

Industri TPT juga ditunjang dari sektor weaving, dyeing, printing dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM). Adapun total kapasitas produksinya mencapai 3,13 juta ton per tahun.

Adapun di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.

Adapun dari Buku dalam buku “Mendorong Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil Buku Analisis Pembangunan Industri di Tengah Pandemi 2021 Edisi III”, yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, terdapat 10 tantangan industri TPT di Indonesia dengan perincian sebagai berikut:

  1. Daya saing industri TPT dalam negeri belum cukup mampu untuk bisa kembali mendorong ekspansi ekspor;
  2. Belum adanya upaya konkrit untuk membendung derasnya impor dari negara-negara dengan efisiensi yang kian membaik, seperti Bangladesh dan Vietnam;
  3. Relatif tingginya tarif dasar listrik (TDL) bagi industri TPT;
  4. Adanya permintaan kenaikan upah setiap tahunnya serta bayang-bayang aksi unjuk rasa pekerja;
  5. Masih banyaknya perusahaan tekstil lokal yang menggunakan mesin-mesin pemintal tua sehingga proses produksi menjadi tidak efisien dan efektif;
  6. Masih rendahnya produktivitas karena faktor teknologi, mesin, serta kualitas dan kompetensi SDM;
  7. Relatif masih mahalnya suku bunga kredit secara ekonomi;
  8. Prosedur pengajuan kredit bank yang relatif masih banyak persyaratan bagi IKM;
  9. Infrastruktur publik yang masih perlu ditingkatkan; dan
  10. Masalah mentalitas masyarakat yang lebih menyukai dan mempercayai barang-barang impor, meskipun dengan kualitas yang lebih rendah

 

Pandangan Makroekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp34,56 triliun pada kuartal II tahun 2024. Nilai tersebut relatif turun sedikit 0,03% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp34,57 triliun.

Melihat tren perkembangannya, industri tekstil menunjukkan pertumbuhan yang menurun sejak kuartal III tahun 2022 hingga kuartal IV tahun 2023 dengan rata-rata PDB sebesar 34,35 triliun per kuartal nya. Kendati demikian, pertumbuhannya mulai meningkat sejak kuartal I tahun 2024 dengan rata - rata PDB tahun 2024 sebesar 35,03 triliun per kuartalnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Pada sektor Industri Pengolahan Non-Migas, pertumbuhan sub sektor tekstil dan pakaian jadi cenderung menurun dan tidak sejalan dengan pertumbuhan sektor industri non migas secara keseluruhan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini dimana pada kuartal III Tahun 2022 mulai menunjukan penurunan, adapun pertumbuhan PDB secara nasional dan industri pengolahan non migas  stabil dengan tingkat pertumbuhan 4,57-5,17%. Sub sektor tekstil dan pakaian jadi justru masih mengalami penurunan dan mulai tumbuh di kuartal 1 2024 walaupun pertumbuhannya belum dapat menyamai pertumbuhan PDB Nasional maupun sektor industri non migas.

Kondisi ini disebabkan salah satunya akibat penurunan pasar domestik dan sepinya pemesanan dari negara-negara tujuan ekspor serta masuknya produk pakaian jadi dari Cina yang harganya relatif lebih murah.

Sumber : Badan Pusat Statistik

Company Overview

PROFIL PENERBIT

Latar Belakang dan Sejarah Perusahaan:

PT Kaisar Artha Nusantara adalah perusahaan penyedia bahan tekstil yang berdiri pada tahun 2024. Kami berfokus pada suplai bahan rollan berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari clothing brand, seragam instansi, hingga komunitas dan konveksi di seluruh Indonesia. Kami hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku industri apparel yang membutuhkan pasokan bahan yang cepat, tepat, dan profesional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Legalitas Penerbit

Nama

:

PT Kaisar Arta Nusantara

Alamat

:

Pesona Mulya Residence K1-125A, Desa/Kelurahan Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat 40616

NPWP

:

1091 0312 1131 2285

NIB

:

0702250020114

Akta Pendirian

:

Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Kaisar Arta Nusantara Nomor 01 Tanggal 03 Februari 2025.

SK Kemenkumham

:

AHU-0006669.AH.01.01.TAHUN 2025.

 

 

Berikut disampaikan Pengurus dan Share holder dari PT Kaisar Arta Nusantara:

Modal Dasar               : Rp. 50.000.000,-

Modal Ditempatkan     : Rp. 12.500.000,-

Nama

Jabatan

Keterangan

Henry Arfiandi, S. E.

Direktur Utama

 

Mario Panji Prasetya

Komisaris

 

Management Profile

PROFILE MANAGEMENT

Henry Arfiandi,SE,

Direktur Utama PT kaisar Arta Nusantara

Warga negara Indonesia, usia 34 tahun lahir di Bandung 10 Maret 1990. Menjabat sebagai Direktur Utama dari mulai berdirinya PT Kaisar Arta Nusantara hingga saat ini. Menyelesaikan Pendidikan S1 manajemen di STIE EKUITAS Bandung pada tahun 2013.

Pengalaman Kerja :

  • This connect Clothing Company (Supervisor Store) 2009- 2010
  • CV Atmaja Putra (Supervisor Store) 2010 – 2013
  • PT Astra International (Sales Executive) 2013 – 2015
  • Honda Imperial Putra Perdana (Sales Executive) 2015 – 2019

 

Usaha yang dijalani :

  • Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
  • Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
  • CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
  • The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
  • PT Kaisar Arta Nusantara 2025 – Hingga saat ini

 

 

Mario Panji Prasetya

Komisaris PT Kaisar Arta Nusantara

Warga negara Indonesia, Usia 35 tahun, Lahir di Jakarta, 2 Maret 1989, menjabat di PT Kaisar Arta Nusantara sebagai Komisaris sekaligus sejak tahun 2025 hingga saat ini.

Bidang yang dikuasai :

  • Creative Director

 

Usaha lain yang sedang dijalani :

  • Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
  • Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
  • CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
  • The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
  • PT Kaisar Arta Nusantara 2025- Hingga saat ini

Business Strategy

Penerbit yaitu PT. Kaisar Arta Nusantara merupakan perusahaan penyedia bahan tekstil yang berdiri pada tahun 2024.Kegiatan usaha  Penerbit fokus pada suplai bahan kain berbentuk roll- an  berkualitas tinggi untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari clothing brand, seragam instansi, hingga komunitas dan konveksi di Indonesia. Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan bahan baku kain tersebut yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II. Total nominal seluruh tahapan penerbitan sukuk sebesar Rp. 9.975.000.000

Rencana penerbitan sukuk unttuk setiap tahapnya sebagai berikut ;

 

Terdapat perubahan pada penerbitan sukuk ke 3 dimana sebelumnya sebesar Rp. 3.200.000.000,- menjadi Rp. 4.049.100.000,-. Dikarenakan penyesuaian nilai jaminan

Berikut rencana nominal dan jumlah tahapan sukuk sebelumnya

No

Bulan

Uraian

Crowdfunding

O/S

Jangka Waktu

Keterangan

1

Desember 2025

Penerbitan Sukuk ke-1

Rp. 1.800.000.000,-

Lunas

3 bulan

Sesuai Rencana

2

April 2026

Penerbitan Sukuk ke-2

Rp. 1.825.000.000,-

Rp. 1.825.000.000,-

10 bulan

Sesuai Rencana

3

April 2026

Penerbitan Sukuk ke-3

Rp. 3.200.000.000,-

 

12 bulan

Sesuai RAB

4

Mei 2026

Penerbitan Sukuk ke-4

Rp. 2.000.000.000,-

 

12 bulan

Sesuai RAB

5

Agustus 2026

Penerbitan Sukuk ke-5

Rp. 1.150.000.000,-

 

12 bulan

Sesuai RAB

 

Total

Rp. 9.975.000.000,-

Rp. 0

 

 

Menjadi sebagai berikut :

No

Bulan

Uraian

Crowdfunding

O/S

Jangka Waktu

Keterangan

1

Desember 2025

Penerbitan Sukuk ke-1

Rp. 1.800.000.000,-

Lunas

3 bulan

Sesuai Rencana

2

April 2026

Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap I

Rp. 1.825.000.000,-

Rp. 1.825.000.000,-

10 bulan

Sesuai Rencana

3

Mei 2026

Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap II

Rp. 2.325.000.000,-

Rp. 2.325.000.000,-

12 bulan

Sesuai PO/RAB

4

September 2026

Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap III

Rp. 4.049.100.000,-

 

12 bulan

Sesuai PO/RAB

 

Total

Rp. 9.999.100.000

Rp. 4.150.000.000,-

 

 

Financial Review

PERNYATAAN

Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen PT Kaisar Arta Nusantara ("Perseroan") dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen. Laporan ini disajikan untuk memberikan gambaran atas posisi keuangan dan kinerja usaha Perseroan sehubungan dengan rencana penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II Tahap III. Calon Pemodal disarankan untuk melakukan analisa (due diligence) secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

(dalam Rupiah penuh)

KETERANGAN

31 Desember 2025

31 Juli 2026

ASET

Aset Lancar

 

   Kas dan Setara Kas

1.313.265.802

815.522.035

   Piutang Usaha

651.883.764

3.278.684.591

   Persediaan

739.992.080

4.847.184.854

   Uang Muka / Biaya Dibayar Dimuka

6.000.000

2.500.000

Jumlah Aset Lancar

2.711.141.646

8.943.891.480

Aset Tetap

 

   Tanah, Bangunan, Kendaraan, Mesin & Peralatan

-

-

Jumlah Aset Tetap

-

-

JUMLAH ASET

2.711.141.646

8.943.891.480

LIABILITAS DAN EKUITAS

Liabilitas Jangka Pendek

 

   Modal Sukuk / Utang Usaha

1.800.000.000

4.150.000.000

   Utang Bank Jangka Pendek

-

-

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

1.800.000.000

4.150.000.000

Liabilitas Jangka Panjang

-

-

JUMLAH LIABILITAS

1.800.000.000

4.150.000.000

Ekuitas

 

   Modal Disetor

12.500.000

12.500.000

   Laba Ditahan

-

898.641.646

   Laba Tahun Berjalan

1.398.641.646

3.882.749.834

   Dividen

(500.000.000)

-

JUMLAH EKUITAS

911.141.646

4.793.891.480

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

2.711.141.646

8.943.891.480

Sumber: Laporan Keuangan Internal Perseroan (Belum Diaudit)

 

LAPORAN LABA RUGI

(dalam Rupiah penuh)

KETERANGAN

Tahun 2025 (1 Jan - 31 Des 2025)

Periode Berjalan (1 Jan - 31 Jul 2026)

Pendapatan

22.053.656.867

191.479.887.866

Harga Pokok Penjualan

20.421.326.686

185.311.675.121

LABA KOTOR

1.632.330.181

6.168.212.745

Beban Operasional

129.688.535

2.285.462.911

LABA OPERASIONAL (EBITDA)

1.502.641.646

3.882.749.834*

Margin / Biaya Pinjaman

104.000.000

336.236.000

LABA SEBELUM PAJAK

1.398.641.646

3.882.749.834**

Pajak Penghasilan

-

-**

LABA BERSIH TAHUN/PERIODE BERJALAN

1.398.641.646

3.882.749.834

Sumber: Laporan Keuangan Internal Perseroan (Belum Diaudit)

*Beban operasional periode berjalan 2026 telah mencakup biaya pinjaman. **Rincian pos di bawah EBITDA untuk periode 2026 mengikuti format pencatauan internal Perseroan yang sedang disesuaikan.

IKHTISAR RASIO KEUANGAN

Rasio

31 Des 2025

31 Jul 2026

Current Ratio (Aset Lancar / Liabilitas Lancar)

1,51x

2,16x

Debt to Equity Ratio

1,98x

0,87x

Gross Profit Margin

7,40%

3,22%

Net Profit Margin

6,34%

2,03%

Return on Assets

51,59%

43,41%*

Return on Equity

153,50%

80,99%*

*Dihitung dari laba periode berjalan (belum disetahunkan) terhadap posisi aset/ekuitas per 31 Juli 2026.

ANALISA KINERJA & PROSPEK USAHA

Pertumbuhan Pendapatan yang Signifikan

Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan sejak awal tahun 2026. Pendapatan periode Januari-Juli 2026 tercatau sebesar Rp191,48 miliar, meningkat drastis dibandingkan total pendapatan sepanjang tahun 2025 (Rp22,05 miliar) yang notabene merupakan tahun pertama operasional penuh Perseroan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume perdagangan bahan baku kain kepada jaringan seller di ekosistem Evermos, salah satu platform social commerce terbesar di Indonesia.

Model Kemitraan Strategis dengan Evermos

Perseroan berperan sebagai penyedia bahan baku kain bagi para seller di platform Evermos, dengan skema pembayaran terstruktur: seller melakukan pembayaran kepada Evermos, yang selanjutnya diteruskan kepada Perseroan. Model ini memungkinkan perputaran modal kerja yang relatif cepat, dengan siklus transaksi yang dapat berulang beberapa kali dalam satu bulan tergantung permintaan dari jaringan seller Evermos. Perseroan turut didukung oleh Purchase Order dari Evermos senilai Rp9,13 miliar (27 Agustus 2026) serta kontrak kerja sama pembayaran (paying agreement) yang berlaku hingga Desember 2026, yang memberikan visibilitas permintaan dalam jangka pendek-menengah.

Validitas Arus Kas

Hasil pencocokan internal antara pendapatan yang dilaporkan dan mutasi rekening operasional Perseroan periode Juni-Juli 2026 menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi (selisih kurang dari 0,1%), yang mengindikasikan bahwa pendapatan yang dicataukan mencerminkan penerimaan kas yang riil dari aktivitas usaha.

Perbaikan Struktur Permodalan

Rasio Debt to Equity Perseroan membaik dari 1,98x (Desember 2025) menjadi 0,87x (Juli 2026), didorong oleh akumulasi laba ditahan yang terus bertambah seiring pertumbuhan usaha. Current Ratio turut menguat dari 1,51x menjadi 2,16x pada periode yang sama, mencerminkan peningkatan kapasitas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Dinamika Margin dalam Fase Ekspansi

Sejalan dengan strategi ekspansi volume yang agresif, margin kotor dan margin bersih Perseroan mengalami penyesuaian dari 7,40% dan 6,34% (2025) menjadi 3,22% dan 2,03% (YTD Juli 2026). Dinamika ini umum dijumpai pada model usaha trading bervolume tinggi yang sedang dalam fase penetrasi pasar dan penguatan hubungan kemitraan jangka panjang dengan mitra strategis. Secara nominal, laba bersih Perseroan tetap tumbuh dari Rp1,40 miliar (2025) menjadi Rp3,88 miliar (YTD Juli 2026). Manajemen Perseroan tengah melakukan evaluasi terhadap struktur biaya dan strategi harga guna mengoptimalkan profitabilitas ke depan.

CATAUAN PENTING BAGI CALON PEMODAL

1. Laporan keuangan ini disusun secara internal oleh manajemen Perseroan.

2. Kinerja keuangan historis tidak menjamin dan bukan merupakan indikasi atas kinerja keuangan Perseroan di masa yang akan datang.

3. Investasi pada Sukuk mengandung risiko, antara lain risiko keterlambatan/gagal bayar oleh Perseroan, risiko likuiditas (Sukuk tidak dapat diperdagangkan sebelum jatuh tempo), dan risiko fluktuasi margin usaha akibat kondisi pasar bahan baku tekstil. Investasi hanya disarankan bagi Calon Pemodal yang memahami dan menerima risiko tersebut.

SWOT Analysis

Key Risk

No

JENIS RESIKO

DAMPAK

MITIGASI

`1.

Adanya Perubahan Model dari bahan yang di produksi

Perubahan permintaan : Perubahan mode dapat menyebabkan perubahan permintaan kain, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan produksi dan stok kain.

  • Mengikuti tren mode terbaru: Perusahaan perlu memantau tren mode terbaru dan menyesuaikan produksi dan stok kain dengan kebutuhan pelanggan.
  • Mengembangkan desain yang fleksibel: Perusahaan perlu mengembangkan desain kain yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan mode.
  • Mengelola stok dengan baik: Perusahaan perlu memiliki sistem pengelolaan stok yang baik untuk memastikan ketersediaan kain yang cukup dan mengurangi kelebihan stok.
  • Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif: Perusahaan perlu memiliki strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan memenangkan persaingan.

2.

Risiko Harga : Fluktuasi harga kain dapat mempengaruhi keuntungan penjualan, terutama jika harga jual tidak dapat disesuaikan dengan cepat.

Kerusakan margin keuntungan: Perubahan harga kain dapat menyebabkan kerusakan margin keuntungan jika perusahaan tidak dapat mengendalikan biaya produksi.

  • Mengembangkan strategi harga yang fleksibel: Perusahaan perlu mengembangkan strategi harga yang fleksibel untuk menyesuaikan harga jual dengan perubahan harga kain.
  • Mengawasi harga pasar: Perusahaan perlu memantau harga pasar kain untuk dapat menyesuaikan harga jual dengan cepat.
  • Mengendalikan biaya produksi: Perusahaan perlu mengendalikan biaya produksi untuk mempertahankan margin keuntungan.

3.

Resiko suatu Brand Berpindah Ke Supplier Lain

Kehilangan pelanggan : Kehilangan pelanggan dapat menyebabkan kehilangan pendapatan.

  • Meningkatkan kualitas produk: Perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif: Perusahaan perlu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat pelanggan.
  • Meningkatkan pelayanan: Perusahaan perlu meningkatkan pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.