Business Highlight
Offering
Investment Highlight
Industry Overview
Company Overview
Management Profile
Business Strategy
Financial Review
SWOT Analysis
Key Risk
Business Highlight
Kode sukuk:
KART02X3SCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp4.049.100.000
Total sukuk yang dilepas:
40.491 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
12 bulan
Investment Highlight
Penerbitan Sukuk Tahap ini digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku. Adapun jenis bahan baku yang dibeli adalah Cotton Blue serta Cotton Blue Black dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu di bidang Manufaktur Pakaian Jadi.
Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan sepanjang tahun 2026.
Struktur Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT KAISAR ARTA NUSANTARA TAHAP III TAHUN 2026 dengan rincian sebagai berikut:
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II PT KAISAR ARTA NUSANTARA TAHAP III TAHUN 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek kerjasama pengadaan bahan baku kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit |
|
Jangka waktu |
12 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
Membiayai Proyek kerjasama pengadaan bahan baku kain twill, denim cotton, canvas, denim wabash, nida, crepe, ceruty, rayon, dan cottondengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit |
|
Porsi Modal |
Porsi Penerbit : 1,24 % = Rp. 50.900.000,- Porsi Pemodal : 98,76 % = Rp. 4.049.100.000,-
Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi At Taqsith dengan keuntungan yang disepakati
Fixed, berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah hak pemodal |
|
Bagi Hasil |
15,00% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal |
Industry Overview
Pandangan Industri
Prospek Industri Tekstil dan Pakaian Jadi
Dikutip dari artikel berjudul Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Sejarah, Potret, Tantangan, dan Kebijakan, yang ditayangkan pada laman web www.kompas.com di tanggal 9 Mei 2022, menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor usaha tertua di Indonesia. Industri ini awalnya dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus sebagai substitusi impor.
Dalam perkembangannya, industri TPT menjadi salah satu primadona ekspor nonmigas andalan Indonesia ke berbagai negara di dunia serta menjadi tumpuan pertumbuhan sektor industri pengolahan.
Industri yang meliputi produksi serat, benang, kain, hingga pakaian jadi dan keperluan rumah tangga tersebut, kini telah berkembang luas untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional.
Industri ini telah menjadi salah satu penyumbang utama pada sektor industri pengolahan. Produk tekstil memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor Indonesia. Selain sebagai sumber penghasil devisa, industri tekstil juga tergolong industri padat karya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, termasuk tenaga kerja berpendidikan rendah.
Industri TPT nasional didukung dari sektor hulu, sektor antara hingga sektor hilir. Di sektor hulu, ditopang oleh 33 industri dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun. Kemudian di sektor antara (midterm) ditopang melalui 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun.
Industri TPT juga ditunjang dari sektor weaving, dyeing, printing dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM). Adapun total kapasitas produksinya mencapai 3,13 juta ton per tahun.
Adapun di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.
Adapun dari Buku dalam buku “Mendorong Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil Buku Analisis Pembangunan Industri di Tengah Pandemi 2021 Edisi III”, yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, terdapat 10 tantangan industri TPT di Indonesia dengan perincian sebagai berikut:
- Daya saing industri TPT dalam negeri belum cukup mampu untuk bisa kembali mendorong ekspansi ekspor;
- Belum adanya upaya konkrit untuk membendung derasnya impor dari negara-negara dengan efisiensi yang kian membaik, seperti Bangladesh dan Vietnam;
- Relatif tingginya tarif dasar listrik (TDL) bagi industri TPT;
- Adanya permintaan kenaikan upah setiap tahunnya serta bayang-bayang aksi unjuk rasa pekerja;
- Masih banyaknya perusahaan tekstil lokal yang menggunakan mesin-mesin pemintal tua sehingga proses produksi menjadi tidak efisien dan efektif;
- Masih rendahnya produktivitas karena faktor teknologi, mesin, serta kualitas dan kompetensi SDM;
- Relatif masih mahalnya suku bunga kredit secara ekonomi;
- Prosedur pengajuan kredit bank yang relatif masih banyak persyaratan bagi IKM;
- Infrastruktur publik yang masih perlu ditingkatkan; dan
- Masalah mentalitas masyarakat yang lebih menyukai dan mempercayai barang-barang impor, meskipun dengan kualitas yang lebih rendah
Pandangan Makroekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp34,56 triliun pada kuartal II tahun 2024. Nilai tersebut relatif turun sedikit 0,03% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp34,57 triliun.
Melihat tren perkembangannya, industri tekstil menunjukkan pertumbuhan yang menurun sejak kuartal III tahun 2022 hingga kuartal IV tahun 2023 dengan rata-rata PDB sebesar 34,35 triliun per kuartal nya. Kendati demikian, pertumbuhannya mulai meningkat sejak kuartal I tahun 2024 dengan rata - rata PDB tahun 2024 sebesar 35,03 triliun per kuartalnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pada sektor Industri Pengolahan Non-Migas, pertumbuhan sub sektor tekstil dan pakaian jadi cenderung menurun dan tidak sejalan dengan pertumbuhan sektor industri non migas secara keseluruhan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini dimana pada kuartal III Tahun 2022 mulai menunjukan penurunan, adapun pertumbuhan PDB secara nasional dan industri pengolahan non migas stabil dengan tingkat pertumbuhan 4,57-5,17%. Sub sektor tekstil dan pakaian jadi justru masih mengalami penurunan dan mulai tumbuh di kuartal 1 2024 walaupun pertumbuhannya belum dapat menyamai pertumbuhan PDB Nasional maupun sektor industri non migas.
Kondisi ini disebabkan salah satunya akibat penurunan pasar domestik dan sepinya pemesanan dari negara-negara tujuan ekspor serta masuknya produk pakaian jadi dari Cina yang harganya relatif lebih murah.

Sumber : Badan Pusat Statistik
Company Overview
PROFIL PENERBIT
Latar Belakang dan Sejarah Perusahaan:
PT Kaisar Artha Nusantara adalah perusahaan penyedia bahan tekstil yang berdiri pada tahun 2024. Kami berfokus pada suplai bahan rollan berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari clothing brand, seragam instansi, hingga komunitas dan konveksi di seluruh Indonesia. Kami hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku industri apparel yang membutuhkan pasokan bahan yang cepat, tepat, dan profesional.









Legalitas Penerbit
|
Nama |
: |
PT Kaisar Arta Nusantara |
|
Alamat |
: |
Pesona Mulya Residence K1-125A, Desa/Kelurahan Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat 40616 |
|
NPWP |
: |
1091 0312 1131 2285 |
|
NIB |
: |
0702250020114 |
|
Akta Pendirian |
: |
Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Kaisar Arta Nusantara Nomor 01 Tanggal 03 Februari 2025. |
|
SK Kemenkumham |
: |
AHU-0006669.AH.01.01.TAHUN 2025. |
Berikut disampaikan Pengurus dan Share holder dari PT Kaisar Arta Nusantara:
Modal Dasar : Rp. 50.000.000,-
Modal Ditempatkan : Rp. 12.500.000,-
|
Nama |
Jabatan |
Keterangan |
|
Henry Arfiandi, S. E. |
Direktur Utama |
|
|
Mario Panji Prasetya |
Komisaris |
|
Management Profile
PROFILE MANAGEMENT
Henry Arfiandi,SE,
Direktur Utama PT kaisar Arta Nusantara
Warga negara Indonesia, usia 34 tahun lahir di Bandung 10 Maret 1990. Menjabat sebagai Direktur Utama dari mulai berdirinya PT Kaisar Arta Nusantara hingga saat ini. Menyelesaikan Pendidikan S1 manajemen di STIE EKUITAS Bandung pada tahun 2013.
Pengalaman Kerja :
- This connect Clothing Company (Supervisor Store) 2009- 2010
- CV Atmaja Putra (Supervisor Store) 2010 – 2013
- PT Astra International (Sales Executive) 2013 – 2015
- Honda Imperial Putra Perdana (Sales Executive) 2015 – 2019
Usaha yang dijalani :
- Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
- Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
- CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
- The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
- PT Kaisar Arta Nusantara 2025 – Hingga saat ini
Mario Panji Prasetya
Komisaris PT Kaisar Arta Nusantara
Warga negara Indonesia, Usia 35 tahun, Lahir di Jakarta, 2 Maret 1989, menjabat di PT Kaisar Arta Nusantara sebagai Komisaris sekaligus sejak tahun 2025 hingga saat ini.
Bidang yang dikuasai :
- Creative Director
Usaha lain yang sedang dijalani :
- Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
- Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
- CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
- The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
- PT Kaisar Arta Nusantara 2025- Hingga saat ini
Business Strategy
Penerbit yaitu PT. Kaisar Arta Nusantara merupakan perusahaan penyedia bahan tekstil yang berdiri pada tahun 2024.Kegiatan usaha Penerbit fokus pada suplai bahan kain berbentuk roll- an berkualitas tinggi untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari clothing brand, seragam instansi, hingga komunitas dan konveksi di Indonesia. Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan bahan baku kain tersebut yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II. Total nominal seluruh tahapan penerbitan sukuk sebesar Rp. 9.975.000.000
Rencana penerbitan sukuk unttuk setiap tahapnya sebagai berikut ;
Terdapat perubahan pada penerbitan sukuk ke 3 dimana sebelumnya sebesar Rp. 3.200.000.000,- menjadi Rp. 4.049.100.000,-. Dikarenakan penyesuaian nilai jaminan
Berikut rencana nominal dan jumlah tahapan sukuk sebelumnya
|
No |
Bulan |
Uraian |
Crowdfunding |
O/S |
Jangka Waktu |
Keterangan |
|
1 |
Desember 2025 |
Penerbitan Sukuk ke-1 |
Rp. 1.800.000.000,- |
Lunas |
3 bulan |
Sesuai Rencana |
|
2 |
April 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-2 |
Rp. 1.825.000.000,- |
Rp. 1.825.000.000,- |
10 bulan |
Sesuai Rencana |
|
3 |
April 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-3 |
Rp. 3.200.000.000,- |
|
12 bulan |
Sesuai RAB |
|
4 |
Mei 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-4 |
Rp. 2.000.000.000,- |
|
12 bulan |
Sesuai RAB |
|
5 |
Agustus 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-5 |
Rp. 1.150.000.000,- |
|
12 bulan |
Sesuai RAB |
|
|
Total |
Rp. 9.975.000.000,- |
Rp. 0 |
|
|
|
Menjadi sebagai berikut :
|
No |
Bulan |
Uraian |
Crowdfunding |
O/S |
Jangka Waktu |
Keterangan |
|
1 |
Desember 2025 |
Penerbitan Sukuk ke-1 |
Rp. 1.800.000.000,- |
Lunas |
3 bulan |
Sesuai Rencana |
|
2 |
April 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap I |
Rp. 1.825.000.000,- |
Rp. 1.825.000.000,- |
10 bulan |
Sesuai Rencana |
|
3 |
Mei 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap II |
Rp. 2.325.000.000,- |
Rp. 2.325.000.000,- |
12 bulan |
Sesuai PO/RAB |
|
4 |
September 2026 |
Penerbitan Sukuk ke-2 Tahap III |
Rp. 4.049.100.000,- |
|
12 bulan |
Sesuai PO/RAB |
|
|
Total |
Rp. 9.999.100.000 |
Rp. 4.150.000.000,- |
|
|
|
Financial Review
PERNYATAAN
Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen PT Kaisar Arta Nusantara ("Perseroan") dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen. Laporan ini disajikan untuk memberikan gambaran atas posisi keuangan dan kinerja usaha Perseroan sehubungan dengan rencana penerbitan Sukuk Musyarakah Berkelanjutan II Tahap III. Calon Pemodal disarankan untuk melakukan analisa (due diligence) secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)
(dalam Rupiah penuh)
|
KETERANGAN |
31 Desember 2025 |
31 Juli 2026 |
|
ASET |
||
|
Aset Lancar |
|
|
|
Kas dan Setara Kas |
1.313.265.802 |
815.522.035 |
|
Piutang Usaha |
651.883.764 |
3.278.684.591 |
|
Persediaan |
739.992.080 |
4.847.184.854 |
|
Uang Muka / Biaya Dibayar Dimuka |
6.000.000 |
2.500.000 |
|
Jumlah Aset Lancar |
2.711.141.646 |
8.943.891.480 |
|
Aset Tetap |
|
|
|
Tanah, Bangunan, Kendaraan, Mesin & Peralatan |
- |
- |
|
Jumlah Aset Tetap |
- |
- |
|
JUMLAH ASET |
2.711.141.646 |
8.943.891.480 |
|
LIABILITAS DAN EKUITAS |
||
|
Liabilitas Jangka Pendek |
|
|
|
Modal Sukuk / Utang Usaha |
1.800.000.000 |
4.150.000.000 |
|
Utang Bank Jangka Pendek |
- |
- |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
1.800.000.000 |
4.150.000.000 |
|
Liabilitas Jangka Panjang |
- |
- |
|
JUMLAH LIABILITAS |
1.800.000.000 |
4.150.000.000 |
|
Ekuitas |
|
|
|
Modal Disetor |
12.500.000 |
12.500.000 |
|
Laba Ditahan |
- |
898.641.646 |
|
Laba Tahun Berjalan |
1.398.641.646 |
3.882.749.834 |
|
Dividen |
(500.000.000) |
- |
|
JUMLAH EKUITAS |
911.141.646 |
4.793.891.480 |
|
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
2.711.141.646 |
8.943.891.480 |
Sumber: Laporan Keuangan Internal Perseroan (Belum Diaudit)
LAPORAN LABA RUGI
(dalam Rupiah penuh)
|
KETERANGAN |
Tahun 2025 (1 Jan - 31 Des 2025) |
Periode Berjalan (1 Jan - 31 Jul 2026) |
|
Pendapatan |
22.053.656.867 |
191.479.887.866 |
|
Harga Pokok Penjualan |
20.421.326.686 |
185.311.675.121 |
|
LABA KOTOR |
1.632.330.181 |
6.168.212.745 |
|
Beban Operasional |
129.688.535 |
2.285.462.911 |
|
LABA OPERASIONAL (EBITDA) |
1.502.641.646 |
3.882.749.834* |
|
Margin / Biaya Pinjaman |
104.000.000 |
336.236.000 |
|
LABA SEBELUM PAJAK |
1.398.641.646 |
3.882.749.834** |
|
Pajak Penghasilan |
- |
-** |
|
LABA BERSIH TAHUN/PERIODE BERJALAN |
1.398.641.646 |
3.882.749.834 |
Sumber: Laporan Keuangan Internal Perseroan (Belum Diaudit)
*Beban operasional periode berjalan 2026 telah mencakup biaya pinjaman. **Rincian pos di bawah EBITDA untuk periode 2026 mengikuti format pencatauan internal Perseroan yang sedang disesuaikan.
IKHTISAR RASIO KEUANGAN
|
Rasio |
31 Des 2025 |
31 Jul 2026 |
|
Current Ratio (Aset Lancar / Liabilitas Lancar) |
1,51x |
2,16x |
|
Debt to Equity Ratio |
1,98x |
0,87x |
|
Gross Profit Margin |
7,40% |
3,22% |
|
Net Profit Margin |
6,34% |
2,03% |
|
Return on Assets |
51,59% |
43,41%* |
|
Return on Equity |
153,50% |
80,99%* |
*Dihitung dari laba periode berjalan (belum disetahunkan) terhadap posisi aset/ekuitas per 31 Juli 2026.
ANALISA KINERJA & PROSPEK USAHA
Pertumbuhan Pendapatan yang Signifikan
Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan sejak awal tahun 2026. Pendapatan periode Januari-Juli 2026 tercatau sebesar Rp191,48 miliar, meningkat drastis dibandingkan total pendapatan sepanjang tahun 2025 (Rp22,05 miliar) yang notabene merupakan tahun pertama operasional penuh Perseroan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume perdagangan bahan baku kain kepada jaringan seller di ekosistem Evermos, salah satu platform social commerce terbesar di Indonesia.
Model Kemitraan Strategis dengan Evermos
Perseroan berperan sebagai penyedia bahan baku kain bagi para seller di platform Evermos, dengan skema pembayaran terstruktur: seller melakukan pembayaran kepada Evermos, yang selanjutnya diteruskan kepada Perseroan. Model ini memungkinkan perputaran modal kerja yang relatif cepat, dengan siklus transaksi yang dapat berulang beberapa kali dalam satu bulan tergantung permintaan dari jaringan seller Evermos. Perseroan turut didukung oleh Purchase Order dari Evermos senilai Rp9,13 miliar (27 Agustus 2026) serta kontrak kerja sama pembayaran (paying agreement) yang berlaku hingga Desember 2026, yang memberikan visibilitas permintaan dalam jangka pendek-menengah.
Validitas Arus Kas
Hasil pencocokan internal antara pendapatan yang dilaporkan dan mutasi rekening operasional Perseroan periode Juni-Juli 2026 menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi (selisih kurang dari 0,1%), yang mengindikasikan bahwa pendapatan yang dicataukan mencerminkan penerimaan kas yang riil dari aktivitas usaha.
Perbaikan Struktur Permodalan
Rasio Debt to Equity Perseroan membaik dari 1,98x (Desember 2025) menjadi 0,87x (Juli 2026), didorong oleh akumulasi laba ditahan yang terus bertambah seiring pertumbuhan usaha. Current Ratio turut menguat dari 1,51x menjadi 2,16x pada periode yang sama, mencerminkan peningkatan kapasitas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Dinamika Margin dalam Fase Ekspansi
Sejalan dengan strategi ekspansi volume yang agresif, margin kotor dan margin bersih Perseroan mengalami penyesuaian dari 7,40% dan 6,34% (2025) menjadi 3,22% dan 2,03% (YTD Juli 2026). Dinamika ini umum dijumpai pada model usaha trading bervolume tinggi yang sedang dalam fase penetrasi pasar dan penguatan hubungan kemitraan jangka panjang dengan mitra strategis. Secara nominal, laba bersih Perseroan tetap tumbuh dari Rp1,40 miliar (2025) menjadi Rp3,88 miliar (YTD Juli 2026). Manajemen Perseroan tengah melakukan evaluasi terhadap struktur biaya dan strategi harga guna mengoptimalkan profitabilitas ke depan.
CATAUAN PENTING BAGI CALON PEMODAL
1. Laporan keuangan ini disusun secara internal oleh manajemen Perseroan.
2. Kinerja keuangan historis tidak menjamin dan bukan merupakan indikasi atas kinerja keuangan Perseroan di masa yang akan datang.
3. Investasi pada Sukuk mengandung risiko, antara lain risiko keterlambatan/gagal bayar oleh Perseroan, risiko likuiditas (Sukuk tidak dapat diperdagangkan sebelum jatuh tempo), dan risiko fluktuasi margin usaha akibat kondisi pasar bahan baku tekstil. Investasi hanya disarankan bagi Calon Pemodal yang memahami dan menerima risiko tersebut.
SWOT Analysis
Key Risk
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
`1. |
Adanya Perubahan Model dari bahan yang di produksi |
Perubahan permintaan : Perubahan mode dapat menyebabkan perubahan permintaan kain, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan produksi dan stok kain. |
|
|
2. |
Risiko Harga : Fluktuasi harga kain dapat mempengaruhi keuntungan penjualan, terutama jika harga jual tidak dapat disesuaikan dengan cepat. |
Kerusakan margin keuntungan: Perubahan harga kain dapat menyebabkan kerusakan margin keuntungan jika perusahaan tidak dapat mengendalikan biaya produksi. |
|
|
3. |
Resiko suatu Brand Berpindah Ke Supplier Lain |
Kehilangan pelanggan : Kehilangan pelanggan dapat menyebabkan kehilangan pendapatan. |
|