chevron arrow

Business Highlight

Offering

Industry Overview

Company Overview

Key Risk

Management Profile

Financial Review

Investment Highlight

chevron arrow

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    KART01X2SCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp2.325.600.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    2.325 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp1.000.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    12

Offering

SUKUK MUSYARAKAH BERKELANJUTAN PT KAISAR ARTA NUSANTARA II

TAHAP II TAHUN 2026

 

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT KAISAR ARTA NUSANTARA II Tahap II Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor :

Penawaran Investasi/Obyek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan bahan baku kain cotton blue,  cotton blue wabash, cotton black on black  dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai  pengadaan bahan baku kain cotton blue, cotton blue Wabash, cotton black on black  salah satu kegiatan usaha Penerbit

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,02 % = Rp.      24.000.000,-

Porsi Pemodal :  98,98 % = Rp. 2.325.600.000,-

Return on Investment (ROI) Proyeksi 10 bulan

15,00%

Return on Investment (ROI) Proyeksi

15,00% p.a

Bagi Hasil

Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al muajjal :

Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Al muajjal dengan keuntungan yang disepakati

Jenis Bagi Hasil

Fixed, berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah hak pemodal

Nilai Nominal Sukuk

Rp. 2.325.600.000,- (Dua Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu

12 Bulan

Masa Penawaran Investasi

45 Hari

Penawaran

Ke 2

Pihak Terlibat

  1. Shahibul Maal (Pemodal)
  2. PT Kaisar Arta Nusantara (Penerbit)
  3. KSEI dan Bank Kustodian
  4. LBS Urun Dana

Kode Sukuk

KART02XISCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Pembayaran pokok modal  dan bagi hasil dibayarkan sekaligus pada akhir jangka waktu sukuk

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Actual

Tanggal Distribusi Efek

 

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke-12

Tanggal Jatuh Tempo

 

Tanggal Penawaran Dimulai

 

Tanggal Penawaran Berakhir

 

Tanggal Fully Funded

 

Jumlah Nominal/unit

Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)

Minimum Investasi

Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)

Jaminan

PT Kaisar Arta Nusantara menyerahkan Aset Tetap sebagai jaminan berupa:

 

  1. Aset dengan SHM Nomor 10.11.000051250.0, beralamat di Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dengan luas 3020 m2 atas nama Muhammad Said, Nazar bin Said bin Abdullah Abri, Abdullah S Abri, Aliyah, Eva Said, Salim, Evi Said yang merupakan saudara dari Direktur, dengan nilai taksiran Rp. 2.907.000.000,-

 

Sehingga coverage ratio jaminan sebesar 125,00 %

 

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 100%
sukuk Tersisa Lembar 2.325
sukuk Tersisa Jumlah Rp 2.325.600.000
sukuk Terjual Persentase 0%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 0

Industry Overview

Pandangan Industri

Prospek Industri Tekstil dan Pakaian Jadi

Dikutip dari artikel berjudul Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Sejarah, Potret, Tantangan, dan Kebijakan, yang ditayangkan pada laman web www.kompas.com di tanggal 9 Mei 2022, menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor usaha tertua di Indonesia. Industri ini awalnya dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus sebagai substitusi impor.

Dalam perkembangannya, industri TPT menjadi salah satu primadona ekspor nonmigas andalan Indonesia ke berbagai negara di dunia serta menjadi tumpuan pertumbuhan sektor industri pengolahan.

Industri yang meliputi produksi serat, benang,  kain, hingga pakaian jadi dan keperluan rumah tangga tersebut, kini telah berkembang luas untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional.

Industri ini telah menjadi salah satu penyumbang utama pada sektor industri pengolahan. Produk tekstil memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor Indonesia. Selain sebagai sumber penghasil devisa, industri tekstil juga tergolong industri padat karya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, termasuk tenaga kerja berpendidikan rendah.

Industri TPT nasional didukung dari sektor hulu, sektor antara hingga sektor hilir. Di sektor hulu, ditopang oleh 33 industri dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun. Kemudian di sektor antara (midterm) ditopang melalui 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun.

Industri TPT juga ditunjang dari sektor weaving, dyeing, printing dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM). Adapun total kapasitas produksinya mencapai 3,13 juta ton per tahun.

Adapun di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.

Adapun dari Buku dalam buku “Mendorong Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil Buku Analisis Pembangunan Industri di Tengah Pandemi 2021 Edisi III”, yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, terdapat 10 tantangan industri TPT di Indonesia dengan perincian sebagai berikut:

  1. Daya saing industri TPT dalam negeri belum cukup mampu untuk bisa kembali mendorong ekspansi ekspor;
  2. Belum adanya upaya konkrit untuk membendung derasnya impor dari negara-negara dengan efisiensi yang kian membaik, seperti Bangladesh dan Vietnam;
  3. Relatif tingginya tarif dasar listrik (TDL) bagi industri TPT;
  4. Adanya permintaan kenaikan upah setiap tahunnya serta bayang-bayang aksi unjuk rasa pekerja;
  5. Masih banyaknya perusahaan tekstil lokal yang menggunakan mesin-mesin pemintal tua sehingga proses produksi menjadi tidak efisien dan efektif;
  6. Masih rendahnya produktivitas karena faktor teknologi, mesin, serta kualitas dan kompetensi SDM;
  7. Relatif masih mahalnya suku bunga kredit secara ekonomi;
  8. Prosedur pengajuan kredit bank yang relatif masih banyak persyaratan bagi IKM;
  9. Infrastruktur publik yang masih perlu ditingkatkan; dan
  10. Masalah mentalitas masyarakat yang lebih menyukai dan mempercayai barang-barang impor, meskipun dengan kualitas yang lebih rendah

 

Pandangan Makroekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp34,56 triliun pada kuartal II tahun 2024. Nilai tersebut relatif turun sedikit 0,03% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp34,57 triliun.

Melihat tren perkembangannya, industri tekstil menunjukkan pertumbuhan yang menurun sejak kuartal III tahun 2022 hingga kuartal IV tahun 2023 dengan rata-rata PDB sebesar 34,35 triliun per kuartal nya. Kendati demikian, pertumbuhannya mulai meningkat sejak kuartal I tahun 2024 dengan rata - rata PDB tahun 2024 sebesar 35,03 triliun per kuartalnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Pada sektor Industri Pengolahan Non-Migas, pertumbuhan sub sektor tekstil dan pakaian jadi cenderung menurun dan tidak sejalan dengan pertumbuhan sektor industri non migas secara keseluruhan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini dimana pada kuartal III Tahun 2022 mulai menunjukan penurunan, adapun pertumbuhan PDB secara nasional dan industri pengolahan non migas  stabil dengan tingkat pertumbuhan 4,57-5,17%. Sub sektor tekstil dan pakaian jadi justru masih mengalami penurunan dan mulai tumbuh di kuartal 1 2024 walaupun pertumbuhannya belum dapat menyamai pertumbuhan PDB Nasional maupun sektor industri non migas.

Kondisi ini disebabkan salah satunya akibat penurunan pasar domestik dan sepinya pemesanan dari negara-negara tujuan ekspor serta masuknya produk pakaian jadi dari Cina yang harganya relatif lebih murah.

Sumber : Badan Pusat Statistik

Company Overview

PROFIL PENERBIT

Latar Belakang dan Sejarah Perusahaan:

PT Kaisar Artha Nusantara adalah perusahaan penyedia bahan tekstil yang berdiri pada tahun 2024. Kami berfokus pada suplai bahan rollan berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari clothing brand, seragam instansi, hingga komunitas dan konveksi di seluruh Indonesia. Kami hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku industri apparel yang membutuhkan pasokan bahan yang cepat, tepat, dan profesional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Legalitas Penerbit

Nama

:

PT Kaisar Arta Nusantara

Alamat

:

Pesona Mulya Residence K1-125A, Desa/Kelurahan Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat 40616

NPWP

:

1091 0312 1131 2285

NIB

:

0702250020114

Akta Pendirian

:

Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Kaisar Arta Nusantara Nomor 01 Tanggal 03 Februari 2025.

SK Kemenkumham

:

AHU-0006669.AH.01.01.TAHUN 2025.

 

 

Berikut disampaikan Pengurus dan Share holder dari PT Kaisar Arta Nusantara:

Modal Dasar               : Rp. 50.000.000,-

Modal Ditempatkan     : Rp. 12.500.000,-

Nama

Jabatan

Keterangan

Henry Arfiandi, S. E.

Direktur Utama

 

Mario Panji Prasetya

Komisaris

 

Key Risk

RISIKO & MITIGASI

No

JENIS RESIKO

DAMPAK

MITIGASI

`1.

Adanya Perubahan Model dari bahan yang di produksi

Perubahan permintaan : Perubahan mode dapat menyebabkan perubahan permintaan kain, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan produksi dan stok kain.

  • Mengikuti tren mode terbaru: Perusahaan perlu memantau tren mode terbaru dan menyesuaikan produksi dan stok kain dengan kebutuhan pelanggan.
  • Mengembangkan desain yang fleksibel: Perusahaan perlu mengembangkan desain kain yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan mode.
  • Mengelola stok dengan baik: Perusahaan perlu memiliki sistem pengelolaan stok yang baik untuk memastikan ketersediaan kain yang cukup dan mengurangi kelebihan stok.
  • Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif: Perusahaan perlu memiliki strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan memenangkan persaingan.

2.

Risiko Harga : Fluktuasi harga kain dapat mempengaruhi keuntungan penjualan, terutama jika harga jual tidak dapat disesuaikan dengan cepat.

Kerusakan margin keuntungan: Perubahan harga kain dapat menyebabkan kerusakan margin keuntungan jika perusahaan tidak dapat mengendalikan biaya produksi.

  • Mengembangkan strategi harga yang fleksibel: Perusahaan perlu mengembangkan strategi harga yang fleksibel untuk menyesuaikan harga jual dengan perubahan harga kain.
  • Mengawasi harga pasar: Perusahaan perlu memantau harga pasar kain untuk dapat menyesuaikan harga jual dengan cepat.
  • Mengendalikan biaya produksi: Perusahaan perlu mengendalikan biaya produksi untuk mempertahankan margin keuntungan.

3.

Resiko suatu Brand Berpindah Ke Supplier Lain

Kehilangan pelanggan : Kehilangan pelanggan dapat menyebabkan kehilangan pendapatan.

  • Meningkatkan kualitas produk: Perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif: Perusahaan perlu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat pelanggan.
  • Meningkatkan pelayanan: Perusahaan perlu meningkatkan pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

 

Management Profile

PROFILE MANAGEMENT

Henry Arfiandi,SE,

Direktur Utama PT kaisar Arta Nusantara

Warga negara Indonesia, usia 34 tahun lahir di Bandung 10 Maret 1990. Menjabat sebagai Direktur Utama dari mulai berdirinya PT Kaisar Arta Nusantara hingga saat ini. Menyelesaikan Pendidikan S1 manajemen di STIE EKUITAS Bandung pada tahun 2013.

Pengalaman Kerja :

  • This connect Clothing Company (Supervisor Store) 2009- 2010
  • CV Atmaja Putra (Supervisor Store) 2010 – 2013
  • PT Astra International (Sales Executive) 2013 – 2015
  • Honda Imperial Putra Perdana (Sales Executive) 2015 – 2019

 

Usaha yang dijalani :

  • Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
  • Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
  • CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
  • The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
  • PT Kaisar Arta Nusantara 2025 – Hingga saat ini

 

 

Mario Panji Prasetya

Komisaris PT Kaisar Arta Nusantara

Warga negara Indonesia, Usia 35 tahun, Lahir di Jakarta, 2 Maret 1989, menjabat di PT Kaisar Arta Nusantara sebagai Komisaris sekaligus sejak tahun 2025 hingga saat ini.

Bidang yang dikuasai :

  • Creative Director

 

Usaha lain yang sedang dijalani :

  • Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
  • Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
  • CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
  • The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
  • PT Kaisar Arta Nusantara 2025- Hingga saat ini

Financial Review

Analisis Keuangan

Financial Highlight ini akan menekankan pada Analisis Rasio Laporan Keuangan PT. Kaisar Arta Nusantara. Analisis rasio keuangan sendiri adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan keuangan pada suatu periode. Adapun data keuangan yang digunakan kali ini adalah Laporan Laba Rugi dan Neraca per 31 Desember 2025 (In house). Laporan keuangan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk mengambil keputusan.

Pihak investor dapat memanfaatkan rasio keuangan untuk mengukur nilai investasi sekaligus memprediksi untung atau rugi apabila berinvestasi di sebuah perusahaan. Dengan data perbandingan rasio tersebut maka investor mampu menentukan jumlah dan waktu untuk berinvestasi yang paling menguntungkan.

Beberapa tujuan analisis rasio keuangan yakni:

  1. Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
  2. Menggali informasi dibalik laporan keuangan suatu perusahaan.
  3. Memprediksi potensi yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.
  4. Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

Laporan keuangan Desember 2025 merupakan Home Statement (In-House)

Neraca

31 Desember 2025

 

Laba Rugi

31 Desember 2025

Rasio Keuangan

31 Desember 2025

 

Penjelasan Laporan Keuangan

Kinerja Usaha

PT Kaisar Arta Nusantara berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp22,05 miliar pada tahun 2025, mencerminkan pertumbuhan usaha yang solid dalam waktu yang relatif singkat.

Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar Rp1,39 miliar, dengan Net Profit Margin sebesar 6,34%, yang menunjukkan bahwa operasional usaha berjalan secara efisien dan menghasilkan profit yang stabil.

Profitabilitas & Efisiensi

  • Gross Profit Margin sebesar 7,40% mencerminkan model bisnis perusahaan yang berfokus pada volume penjualan tinggi dengan margin kompetitif.
  • Operating Margin sebesar 6,81% menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional.
  • Struktur biaya yang lean memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di pasar.

Struktur Aset & Likuiditas

Perusahaan memiliki total aset sebesar Rp2,71 miliar, yang seluruhnya merupakan aset lancar, terdiri dari:

  • Kas dan setara kas: Rp1,31 miliar
  • Piutang usaha: Rp651 juta
  • Persediaan: Rp739 juta

Struktur ini mencerminkan model bisnis yang:

  • fleksibel,
  • berbasis perputaran modal kerja,
  • dan tidak bergantung pada aset tetap.

Dari sisi likuiditas:

  • Current Ratio 1,51x
  • Quick Ratio 1,09x

menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Struktur Permodalan

Perusahaan memiliki struktur permodalan yang terdiri dari:

  • Ekuitas sebesar Rp911 juta
  • Kewajiban sebesar Rp1,8 miliar

Penggunaan pendanaan eksternal melalui sukuk dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi usaha.

Efisiensi Operasional

Perusahaan memiliki Cash Conversion Cycle (CCC) selama 24 hari, yang menunjukkan:

  • perputaran persediaan dan piutang yang relatif cepat,
  • siklus usaha yang efisien,
  • serta kemampuan untuk mengelola modal kerja secara optimal.

Outlook Usaha

Dengan model bisnis berbasis distribusi bahan tekstil dan jaringan pasar yang terus berkembang, perusahaan memiliki peluang untuk:

  • meningkatkan volume penjualan,
  • memperluas jangkauan pasar,
  • serta memperkuat posisi di industri tekstil dan garment.

Pendanaan tambahan melalui sukuk diharapkan dapat:

  • mempercepat perputaran usaha,
  • meningkatkan kapasitas transaksi,
  • dan mendorong pertumbuhan pendapatan ke depan.

Kesimpulan

PT Kaisar Arta Nusantara merupakan perusahaan dengan model bisnis yang efisien, perputaran usaha yang cepat, serta kemampuan menghasilkan laba yang stabil. Dengan struktur aset yang fleksibel dan likuiditas yang memadai, perusahaan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan peningkatan aktivitas operasional dan ekspansi usaha yang terencana.

Investment Highlight

Penerbitan Sukuk Tahap ini digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku. Adapun jenis bahan baku yang dibeli adalah seperti  Cotton Blue serta Cotton Blue Black dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu di bidang Manufaktur Pakaian Jadi.

Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan sepanjang tahun 2026.

Struktur Sukuk Musyarakah dengan rincian sebagai berikut:

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT KAISAR ARTA NUSANTARA II Tahap II Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Objek Dasar Sukuk

Proyek pengadaan bahan baku kain cotton blue, cotton blue wabash, cotton black on black  dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Nilai Sukuk

2.325.600.000,- (Dua Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu

12 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Proyek kerjasama pengadaan bahan baku kain dengan jenis, spesifikasi, dan jumlah tertentu sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Porsi Modal & Mekanisme Sukuk

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,02 % = Rp.      24.000.000,-

Porsi Pemodal : 98,98 % = Rp. 2.325.600.000,-

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Muajjal :

Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Al Muajjal dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati.

Bagi Hasil

15,00% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal

Return on Investment

15,00% p.a.