Business Highlight
Offering
Company Overview
Industry Overview
Management Profile
Financial Review
Key Risk
Investment Highlight
Business Highlight
Kode sukuk:
KSAR01XS6CFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp1.826.200.000
Total sukuk yang dilepas:
18.262 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
10 bulan
Company Overview
Nilai-Nilai Perusahaan :
- Kualitas: Kami berkomitmen untuk memberikan produk yang memenuhi standar kualitas sesuai permintaan konsumen.
- Inovasi: Kami terus mencari cara baru untuk meningkatkan proses dan produk kami.
- Keberlanjutan: Kami mengutamakan praktik berkelanjutan dalam proses produksi kami untuk meminimalisir kemungkinan terburuk.
- Fokus Pelanggan: Kami berusaha melebihi harapan pelanggan melalui layanan dan penawaran produk yang luar biasa.
- Integritas: Kami menjalankan bisnis kami dengan kejujuran, komunikatif dan transparansi.
Mengapa Harus Memilih Kami :
- Pengalaman: Dengan bertahun tahun pengalaman, kami telah mengasah keterampilan kami untuk menghasilkan produk terbaik.
- Tim Ahli: Tim kami terdiri dari para terampil yang bersemangat dengan apa yang mereka lakukan.
- Mesin penunjang: Kami menggunakan mesin penunjang proses produksi untuk memastikan efisiensi dan kualitas.
Kepuasan Pelanggan: Kami memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan bekerja keras untuk memastikan kepuasan pelanggan.

Produk Kami :
Elhaus :

Blue Chamber :

Vearst :


Cherish :

Industry Overview
Pandangan Industri
Prospek Industri Tekstil dan Pakaian Jadi
Dikutip dari artikel berjudul Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Sejarah, Potret, Tantangan, dan Kebijakan, yang ditayangkan pada laman web www.kompas.com di tanggal 9 Mei 2022, menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor usaha tertua di Indonesia. Industri ini awalnya dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus sebagai substitusi impor.
Dalam perkembangannya, industri TPT menjadi salah satu primadona ekspor nonmigas andalan Indonesia ke berbagai negara di dunia serta menjadi tumpuan pertumbuhan sektor industri pengolahan.
Industri yang meliputi produksi serat, benang, kain, hingga pakaian jadi dan keperluan rumah tangga tersebut, kini telah berkembang luas untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional.
Industri ini telah menjadi salah satu penyumbang utama pada sektor industri pengolahan. Produk tekstil memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor Indonesia. Selain sebagai sumber penghasil devisa, industri tekstil juga tergolong industri padat karya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, termasuk tenaga kerja berpendidikan rendah.
Industri TPT nasional didukung dari sektor hulu, sektor antara hingga sektor hilir. Di sektor hulu, ditopang oleh 33 industri dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun. Kemudian di sektor antara (midterm) ditopang melalui 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun.
Industri TPT juga ditunjang dari sektor weaving, dyeing, printing dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM). Adapun total kapasitas produksinya mencapai 3,13 juta ton per tahun.
Adapun di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.
Adapun dari Buku dalam buku “Mendorong Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil Buku Analisis Pembangunan Industri di Tengah Pandemi 2021 Edisi III”, yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, terdapat 10 tantangan industri TPT di Indonesia dengan perincian sebagai berikut:
- Daya saing industri TPT dalam negeri belum cukup mampu untuk bisa kembali mendorong ekspansi ekspor;
- Belum adanya upaya konkrit untuk membendung derasnya impor dari negara-negara dengan efisiensi yang kian membaik, seperti Bangladesh dan Vietnam;
- Relatif tingginya tarif dasar listrik (TDL) bagi industri TPT;
- Adanya permintaan kenaikan upah setiap tahunnya serta bayang-bayang aksi unjuk rasa pekerja;
- Masih banyaknya perusahaan tekstil lokal yang menggunakan mesin-mesin pemintal tua sehingga proses produksi menjadi tidak efisien dan efektif;
- Masih rendahnya produktivitas karena faktor teknologi, mesin, serta kualitas dan kompetensi SDM;
- Relatif masih mahalnya suku bunga kredit secara ekonomi;
- Prosedur pengajuan kredit bank yang relatif masih banyak persyaratan bagi IKM;
- Infrastruktur publik yang masih perlu ditingkatkan; dan
- Masalah mentalitas masyarakat yang lebih menyukai dan mempercayai barang-barang impor, meskipun dengan kualitas yang lebih rendah
Pandangan Makroekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp34,56 triliun pada kuartal II tahun 2024. Nilai tersebut relatif turun sedikit 0,03% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp34,57 triliun.
Melihat tren perkembangannya, industri tekstil menunjukkan pertumbuhan yang menurun sejak kuartal III tahun 2022 hingga kuartal IV tahun 2023 dengan rata-rata PDB sebesar 34,35 triliun per kuartal nya. Kendati demikian, pertumbuhannya mulai meningkat sejak kuartal I tahun 2024 dengan rata - rata PDB tahun 2024 sebesar 35,03 triliun per kuartalnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pada sektor Industri Pengolahan Non-Migas, pertumbuhan sub sektor tekstil dan pakaian jadi cenderung menurun dan tidak sejalan dengan pertumbuhan sektor industri non migas secara keseluruhan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini dimana pada kuartal III Tahun 2022 mulai menunjukan penurunan, adapun pertumbuhan PDB secara nasional dan industri pengolahan non migas stabil dengan tingkat pertumbuhan 4,57-5,17%. Sub sektor tekstil dan pakaian jadi justru masih mengalami penurunan dan mulai tumbuh di kuartal 1 2024 walaupun pertumbuhannya belum dapat menyamai pertumbuhan PDB Nasional maupun sektor industri non migas.
Kondisi ini disebabkan salah satunya akibat penurunan pasar domestik dan sepinya pemesanan dari negara-negara tujuan ekspor serta masuknya produk pakaian jadi dari Cina yang harganya relatif lebih murah.

Sumber : Badan Pusat Statistik
Management Profile
PROFILE MANAGEMENT
Henry Arfiandi
Direktur Utama CV Kaisar Kaya Gemilang
Warga negara Indonesia, usia 34 tahun lahir di Bandung 10 Maret 1990. Menjabat sebagai Direktur Utama dari mulai berdirinya CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 hingga saat ini. Menyelesaikan Pendidikan S1 manajemen di STIE EKUITAS Bandung pada tahun 2013.
Pengalaman Kerja :
- This connect Clothing Company (Supervisor Store) 2009- 2010
- CV Atmaja Putra (Supervisor Store) 2010 – 2013
- PT Astra International (Sales Executive) 2013 – 2015
- Honda Imperial Putra Perdana (Sales Executive) 2015 – 2019
Usaha yang dijalani :
- Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
- Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
- CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
- The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
Maychel Andriyanto
Wakil Direktur CV Kaisar Kaya Gemilang
Warga Negara Indonesia, berusia 43 tahun, Lahir di Surabaya 6 Mei 1981. Menjabat sebagai Wakil Direktur di CV Kaisar Kaya Gemilang dan sebagai Marketing sejak Bulan Januari 2024.
Mengenyam Pendidikan kuliah S1 di Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan ‘99 jurusan FISIP dilanjutkan kuliah S2 di University of Queensland, Brisbane, Australia pada tahun 2005 mengambil Jurusan Master International Travel Tourism Management dan lulus pada tahun 2007.
Usaha yang dijalani :
- Hotel Mentari Palembang 2007 – Hingga saat ini,
Mario Panji Prasetya
Komisaris CV Kaisar Kaya Gemilang
Warga negara Indonesia, Usia 35 tahun, Lahir di Jakarta, 2 Maret 1989, menjabat di CV Kaisar Kaya Gemilang sebagai Komisaris sekaligus kepala bidang Research and Developing Product (R&D) sejak tahun 2018, hingga saat ini.
Bidang yang dikuasai :
- Creative Director
Usaha lain yang sedang dijalani :
- Vearst (PT Vearst Cahaya Sejahtera) 2010 - Hingga saat ini.
- Bluechamber (PT Ruang Biru Kreatif) 2018 - Hingga saat ini.
- CV Kaisar Kaya Gemilang 2018 – Hingga saat ini,
- The Houseplants Coffee (PT Tumbuh Bersama Houseplants) 2022 - Hingga saat ini.
Financial Review
LAPORAN KEUANGAN KOMPARATIF
CV KAISAR KAYA GEMILANG
Untuk Keperluan Prospektus Penawaran Sukuk melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi — PT LBS Urun Dana
Catatan Pendahuluan
Laporan keuangan komparatif berikut disusun berdasarkan data yang disediakan oleh manajemen CV Kaisar Kaya Gemilang untuk periode 1 Januari – 31 Desember 2024, 1 Januari – 31 Desember 2025, dan 1 Januari – 30 Juni 2026. Laporan bersifat unaudited (belum diaudit oleh akuntan publik independen) dan disusun dengan dasar akrual. Angka disajikan dalam Rupiah penuh.
Calon investor disarankan untuk membaca laporan ini bersama dengan seluruh informasi dalam prospektus, termasuk faktor risiko yang relevan, sebelum mengambil keputusan investasi.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Komparatif
|
Komponen |
31 Des 2024 |
31 Des 2025 |
30 Jun 2026 |
|
ASET LANCAR |
|||
|
Kas dan Setara Kas |
207.836.746 |
11.306.772 |
61.561.447 |
|
Piutang Usaha |
2.196.527.106 |
7.270.699.724 |
13.394.835.062 |
|
Persediaan |
925.803.832 |
2.735.422.220 |
1.731.436.521 |
|
Biaya Dibayar Dimuka |
25.000.000 |
– |
55.000.000 |
|
Jumlah Aset Lancar |
3.355.167.684 |
10.042.428.716 |
15.242.833.030 |
|
ASET TIDAK LANCAR |
|||
|
Aset Tetap (Neto) |
108.840.104 |
215.596.354 |
168.974.479 |
|
Jumlah Aset Tidak Lancar |
108.840.104 |
215.596.354 |
168.974.479 |
|
JUMLAH ASET |
3.464.007.788 |
10.258.025.070 |
15.411.807.509 |
|
LIABILITAS JANGKA PENDEK |
|||
|
Utang Usaha |
287.886.738 |
1.133.200.000 |
– |
|
Utang Bank / Pembiayaan Musyarakah |
– |
3.971.200.000 |
8.173.000.000 |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
287.886.738 |
5.104.400.000 |
8.173.000.000 |
|
Liabilitas Jangka Panjang |
– |
– |
– |
|
JUMLAH LIABILITAS |
287.886.738 |
5.104.400.000 |
8.173.000.000 |
|
EKUITAS |
|||
|
Modal Disetor |
500.000.000 |
n/a* |
500.000.000 |
|
Laba Ditahan |
1.488.398.298 |
n/a* |
4.653.625.070 |
|
Laba Tahun Berjalan |
1.287.722.752 |
n/a* |
2.085.182.439 |
|
Prive |
(100.000.000) |
n/a* |
– |
|
JUMLAH EKUITAS |
3.176.121.050 |
5.153.625.070 |
7.238.807.509 |
|
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
3.464.007.788 |
10.258.025.070 |
15.411.807.509 |
*Rincian komponen ekuitas per 31 Desember 2025 tidak tersedia secara terpisah pada dokumen sumber; hanya total ekuitas yang dapat disajikan untuk periode tersebut.
Laporan Laba Rugi Komparatif
|
Komponen |
FY 2024 |
FY 2025 |
Jan–Jun 2026 |
|
Pendapatan |
8.605.947.500 |
28.346.818.202 |
12.880.323.068 |
|
Harga Pokok Penjualan |
6.303.948.175 |
23.243.873.568 |
9.595.198.193 |
|
Laba Kotor |
2.301.999.325 |
5.102.944.634 |
3.285.124.875 |
|
Beban Operasional |
1.014.276.573 |
3.065.440.614 |
1.199.942.436 |
|
LABA BERSIH |
1.287.722.752 |
2.037.504.021 |
2.085.182.439 |
|
Margin Laba Kotor |
26,75% |
18,00% |
25,51% |
|
Margin Laba Bersih |
14,96% |
7,19% |
16,19% |
Ikhtisar Rasio Keuangan Utama
|
Komponen |
2024 |
2025 |
Jun 2026 |
|
Current Ratio |
11,65x |
1,97x |
1,87x |
|
Debt to Equity Ratio |
0,09x |
0,99x |
1,13x |
|
Margin Laba Kotor |
26,75% |
18,00% |
25,51% |
|
Margin Laba Bersih |
14,96% |
7,19% |
16,19% |
Current Ratio = Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek. Debt to Equity Ratio = Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas. Margin dihitung terhadap Pendapatan pada periode terkait; periode Jan–Jun 2026 bersifat interim (belum disetahunkan).
Analisis Kinerja & Prospek Pertumbuhan
Data historis menunjukkan lintasan pertumbuhan yang konsisten pada skala usaha, disertai pemulihan profitabilitas pada periode terkini. Beberapa sorotan kinerja utama:
|
+229% Pertumbuhan Pendapatan |
~4,5x Pertumbuhan Aset |
+128% Pertumbuhan Ekuitas |
16,2% Margin Bersih |
- Pertumbuhan pendapatan yang kuat: pendapatan tumbuh dari Rp8,61 miliar (2024) menjadi Rp28,35 miliar (2025) — peningkatan lebih dari tiga kali lipat dalam satu tahun. Pada semester pertama 2026 saja, pendapatan telah mencapai Rp12,88 miliar, atau sekitar 45% dari total pendapatan sepanjang tahun 2025.
- Laba bersih semester berjalan telah melampaui laba tahunan sebelumnya: laba bersih Januari–Juni 2026 (Rp2,09 miliar) sudah melebihi total laba bersih sepanjang FY2025 (Rp2,04 miliar), dicapai hanya dalam enam bulan.
- Pemulihan margin ke level historis: margin kotor dan margin bersih pada Januari–Juni 2026 (25,51% dan 16,19%) kembali ke kisaran yang sebanding dengan capaian FY2024 (26,75% dan 14,96%), setelah sempat tertekan pada FY2025.
- Basis permodalan yang konsisten: modal disetor sebesar Rp500 juta tercatat stabil sejak 2024, dengan pertumbuhan ekuitas yang sepenuhnya didorong oleh akumulasi laba ditahan — mengindikasikan reinvestasi berkelanjutan ke dalam usaha.
- Riwayat kerja sama jangka panjang: perusahaan telah beroperasi sejak 2018 dengan basis klien event organizer yang berulang (repeat business), termasuk kerja sama multi-tahun dengan penyelenggara event lari berskala nasional.
- Riwayat pembiayaan tanpa tunggakan: fasilitas pembiayaan Musyarakah melalui Layanan Urun Dana pada tahap-tahap sebelumnya tercatat tanpa keterlambatan pembayaran (0 hari tunggakan) berdasarkan data credit bureau yang tersedia.
Data di atas bersumber dari laporan keuangan internal manajemen (unaudited) sebagaimana disajikan pada bagian sebelumnya. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang; calon investor tetap disarankan mempertimbangkan seluruh informasi dan faktor risiko dalam prospektus sebelum mengambil keputusan investasi.
Key Risk
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
`1. |
Operasional:
|
|
|
|
2. |
Kegagalan Kontrol Kualitas |
Produk yang cacat (tidak lolos kontrol kualitas) sampai ke tangan pelanggan. |
Tetapkan prosedur kualitas yang jelas di setiap tahap produksi, Pemeriksaan Kualitas Secara Berkala, Mengontrol karyawan untuk memahami standar kualitas dan cara deteksi cacat, Menggunakan alat untuk memeriksa ketepatan ukuran dan kualitas produk sesuai standar, Audit kualitas secara berkala untuk memastikan standar permintaan. |
|
3. |
Tim Internal |
Tim internal yang masih belum solid dan belum disiplin kerja sesuai target |
|
|
4. |
Pemasaran |
Tim Marketing masih perlu dimotivasi untuk improve kinerja marketingnya |
|
|
5. |
Keamanan |
Pencurian bahan baku, peralatan, atau produk jadi. |
Keamanan Data (Pola, teknik jahit dan detailing), pelatihan untuk karyawan mengenai prosedur keselamatan dan penggunaan alat dengan benar, Asuransi, Melakukan pemeliharaan rutin pada mesin untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, dan rencana darurat dan evakuasi jika terjadi-insiden. |
Investment Highlight
Dana hasil penerbitan sukuk tahap VI ini digunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku modal kerja pengadaan bahan baku yg selanjutnya akan diproduksi menjadi busana sesuai order untuk proyek dengan PT Kolaborasi Aksi Indonesia. Adapun jenis bahan baku yang dibeli adalah kain jersey milano uv protection74 finish, dot micro 70 finish dan Benzema 72 finish.
Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bahan baku untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan sepanjang tahun 2026 dan 2027.
Struktur Sukuk Tahap VI dengan rincian sebagai berikut:
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah Berkelanjutan CV Kaisar Kaya Gemilang Tahap VI Tahun 2025 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek kerjasama pengadaan Membiayai pengadaan bahan baku kain yang selanjutnya akan diproduksi sesuai order berdasarkan perjanjian payung kerja sama dengan PT Kolaborasi Aksi Indonesia , sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit. |
|
Nilai Sukuk |
Rp. 1.826.200.000,- (Satu Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Enam Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) |
|
Jangka waktu |
10 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
Membiayai pengadaan bahan baku kain yang selanjutnya akan diproduksi sesuai order berdasarkan perjanjian payung kerja sama dengan PT Kolaborasi Aksi Indonesia , sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit. |
|
Porsi Modal & Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 1,29 % = Rp. 23.800.000,- Porsi Pemodal : 98,71 % = Rp. 1.826.200.000,-
Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit sebesar 98,71%, melalui akad Bai’ bi Al Taqsith dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati. |
|
Bagi Hasil |
11,67% Fixed, dari penjualan aset syirkah hak pemodal |
|
Return on Investment |
14,00% p.a. |