chevron arrow

Company Overview

Business Highlight

chevron arrow

Company Overview

PT. Lima Inti Sinergi memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :

Visi

Menjadi standar nasional di bidang usaha telekomunikasi jasa perusahaan penyedia, sebaik emas (sikap yang baik dan patuh) dan responsif terhadap perubahan, untuk kesejahteraan atau bangsa dan Negara Indonesia.

Misi

  • Menjadikan perusahaan sebagai wadah untuk mencapai keridhaan Tuhan, Allah Subhanahu wa ta’ala, dengan selalu melakukan perbaikan dan kebaikan perbuatan menurut syariat Islam yang mendatangkan kesejahteraan bagi karyawan dan orang lain. Memberikan kepercayaan dengan berdasarkan kualitas, ketepatan, serta harga yang kompetitif.
  • Menumbuhkan nilai transparansi dan kepercayaan yang berkelanjutan antara perusahaan dan karyawan, mitra, dan pemangku kepentingan.
  • Untuk keberlanjutan meningkatkan sumber daya manusia dan perusahaan infrastruktur, guna menunjang pelayanan terbaik kami kepada seluruh pelanggan.
  • Membawa standar baru “Pengalaman Pelanggan” bersama solusi bermanfaat melalui layanan kami yang luar biasa dan konsisten.

 

Core Values Company Culture :

  • Integrity :

Jujur dalam berbicara dan setiap aktivitas. Berbicara tentang ide dan menyediakan solusi berdasarkan data dan fakta. Komitmen terhadap apa telah dijanjikan.

  • Improvement :

Memiliki cinta untuk belajar dan berbagi pengetahuan. Buat terus menerus peningkatan. Antusias tentang menerima umpan balik dari rekan kerja dan pelanggan untuk peningkatan.

  • Responsives :

Mengantisipasi kebutuhan pelanggan sebelum ditanya. Menanggapi pesan dari pelanggan dan rekan pekerja dengan cepat. Sampaikan masalah sejak dini.

 

Legalitas

Nama Perusahaan

PT Lima Inti Sinergi

Akta Perusahaan

  • Nomor 22 Tanggal 17 Oktober 2015 oleh Notaris Eka Astri Maerisa, SH., MH., M.Kn. Notaris di Kabupaten Cianjur
  • Nomor 43 Tanggal 25 Februari 2016 oleh Notaris Amastasia Dau, SH. Notaris di Kota Jakarta Timur
  • Nomor 51 Tanggal 27 Oktober 2020 oleh Notaris Yenny Widjaja, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta Pusat
  • Nomor 28 Tanggal 23 Agustus 2023 oleh Notaris Muslim, SH., M.Kn Notaris di Jakarta.

NPWP

03.329.182.4-407.000

SK. Kemenkumham

  • SK Kemenkumham Nomor AHU-0109241.AH.01.09. Tahun 2013 | dicetak pada tanggal 19 November 2013.
  • AHU 0005478.AH.01.02.Tahun 2016 Tanggal 22 Maret 2016
  • SK Kemenkumham Nomor AHU-0183506.AH.01.11.Tahun 2020 Tanggal 3 November 2020
  • SK Kemenkumham Nomor AHU-0167670.AH.01.11.Tahun 2023 | dicetak pada tanggal 28 Agustus 2023.

NIB

0220105422904 tanggal 20 April 2020

Struktur Kepemilikan Saham

Susunan pemegang sebagai berikut:

  • Bambang Jaka Leksana : Rp. 4.625.000.000,- (4625 saham)
  • Hermes Fystha Widiatmoko : Rp. 3.875.000.000,- (3875 saham)

Pengurus

Komisaris Utama

Bambang Jaka Leksana

Komisaris

Hermes Fystha Widiatmoko

Komisaris

Lilly Satyastuti Wasitova

Direktur

Okta Noor Patria

Alamat

Kantor Pusat:

Epicentrum South Walk 529A , Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940

Operation:

Jl. Rose Garden 2 No.67 RT.002/RW.017,  Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan,  Kota Bekasi JawaBarat 17148

 

Penghargaan dan Sertifikasi :

Business Highlight

PT Lima Inti Sinergi (LINI) didirikan pada tahun 2013 dan dimulai sebagai penyedia jasa di bidang infrastruktur telekomunikasi. LINI memulai bisnisnya dengan layanan pertama yaitu pemasangan BTS. Dengan mendapatkan izin berdasarkan akta Notaris No. 12 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tahun 2013.

Pada tahun 2016, LINI memberanikan diri mengembangkan usahanya setelah dipercaya mengerjakan Project Delivery pertama dari PT Dayamitra Telekomunikasi. Tidak hanya itu, di tahun yang sama LINI menambah pekerjaan lain yaitu : CME, IMB, dan Power PLN.

Sejak saat itu, atas izin dan ridho Allah Subhanahu wa ta'ala, perkembangan LINI semakin pesat dan terus berkembang hingga saat ini LINI memiliki 12 ruang lingkup kerja di bidang industri infrastruktur telekomunikasi.

Dalam industri infrastruktur telekomunikasi yang sangat kompetitif saat ini, LINI berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan inovasi berkelanjutan.

Pengalaman PT Lima Inti Sinergi bertahun-tahun dalam bidangnya sudah terbukti dengan banyaknya proyek yang telah dikerjakan. Berikut bouwheer yang sudah bekerja sama dengan LINI diantaranya:

 

Jenis Layanan PT Lima Inti Sinergi

Layanan saat ini yang banyak dikerjakan adalah layanan Construction Mechanical Electrical atau yang disebut dengan CME seperti pekerjaan sebagai berikut :

Dalam konteks pembangunan tower BTS (Base Transceiver Station), pekerjaan CME (Construction, Mechanical, and Electrical) mencakup serangkaian kegiatan terkait dengan konstruksi, mekanikal, dan elektrikal yang diperlukan untuk membangun, memasang, dan mengoperasikan tower BTS dengan baik. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan CME yang terkait dengan pembangunan tower BTS:

  1. Konstruksi Tower: Pekerjaan konstruksi melibatkan pembangunan atau pemasangan struktur tower BTS itu sendiri. Ini termasuk pemilihan lokasi, pengeboran fondasi, perakitan struktur tower, dan pemasangan perangkat pengaman atau penyangga yang diperlukan.
  2. Pemasangan Antena dan Perangkat Pendukung: Setelah tower dibangun, pekerjaan mekanikal meliputi pemasangan antena, kabel koaksial, sistem pendingin (jika diperlukan), dan perangkat pendukung lainnya seperti alat penyangga dan perangkat tambahan.
  3. Instalasi Sistem Kelistrikan: Pekerjaan listrik mencakup instalasi sistem kelistrikan yang diperlukan untuk memberi daya pada peralatan di dalam tower BTS. Ini termasuk pemasangan panel listrik, sistem grounding, dan pemasangan kabel listrik untuk menyediakan daya ke perangkat di dalam tower.
  4. Pengujian dan Komisioning: Setelah semua peralatan terpasang, pekerjaan CME juga mencakup pengujian dan komisioning sistem untuk memastikan bahwa semua peralatan berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku.
  5. Pemeliharaan dan Perbaikan: Selain itu, pekerjaan CME juga mencakup pemeliharaan rutin dan perbaikan yang diperlukan untuk menjaga tower BTS dalam kondisi operasional yang baik selama masa pakainya.

 

Pekerjaan CME dalam pembangunan tower BTS memerlukan koordinasi antara berbagai disiplin ilmu seperti teknik sipil, mekanik, dan elektrikal. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tower BTS dapat beroperasi dengan baik, menyediakan cakupan yang memadai, dan menjaga keandalan jaringan seluler.

Pekerjaan CME dapat dibagi ke dalam beberapa pekerjaan seperti :

1. Collo :

Collo atau Co-Location adalah memasang peralatan atau perangkat tambahan untuk menyediakan layanan telekomunikasi tambahan di menara atau tower BTS yang sudah ada.

Pekerjaan co-location pada tower BTS biasanya melibatkan sejumlah kegiatan yang terkait dengan Civil Works (pekerjaan sipil), Mechanical Works (pekerjaan mekanikal), dan Electrical Works (pekerjaan listrik).

Pekerjaan sipil meliputi persiapan situs, seperti pengeboran untuk fondasi tower atau menara, konstruksi pondasi, dan pembangunan ruang atau bangunan yang diperlukan untuk menempatkan peralatan tambahan.

Pekerjaan mekanikal biasanya mencakup instalasi perangkat keras mekanis seperti pendingin udara atau sistem pendingin untuk menjaga peralatan dalam suhu yang optimal.

Pekerjaan listrik melibatkan instalasi sistem kelistrikan yang diperlukan untuk menyediakan daya ke peralatan tambahan, seperti pemasangan kabel listrik, panel listrik, sistem grounding, dan perlengkapan listrik lainnya.

Selain itu, co-location pada tower BTS juga dapat melibatkan pekerjaan CME (Construction, Mechanical, and Electrical) yang meliputi koordinasi dan integrasi dari ketiga aspek tersebut untuk memastikan bahwa semua sistem berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

2. Strengthen atau Perkuatan Tower :

Pekerjaan perkuatan tower pada BTS umumnya mencakup serangkaian tindakan untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas, atau kapasitas tower tersebut. Ini mungkin diperlukan karena beberapa alasan, seperti:

  • Peningkatan Kapasitas: Jika operator jaringan ingin menambahkan lebih banyak peralatan atau antena pada tower BTS untuk meningkatkan kapasitas jaringan atau menangani lalu lintas data yang lebih besar, mereka mungkin perlu memperkuat tower untuk menopang tambahan beban tersebut.
  • Pemeliharaan dan Perbaikan: Pekerjaan perkuatan juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin atau perbaikan untuk memastikan tower tetap dalam kondisi yang baik dan mampu menahan tekanan cuaca atau kekuatan angin yang berlebihan.
  • Kebutuhan Teknis: Kadang-kadang, perubahan dalam standar teknis atau regulasi dapat mengharuskan pemilik tower untuk melakukan perkuatan atau peningkatan struktural tertentu untuk memastikan kepatuhan.

 

Pekerjaan perkuatan tower BTS dapat mencakup berbagai tindakan, seperti:

  • Penguatan struktur atau fondasi untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas tower.
  • Pemasangan struktur tambahan seperti penahan angin atau penahan gempa.
  • Inspeksi dan perawatan rutin untuk mengidentifikasi dan mengatasi kerusakan atau keausan pada tower.
  • Pembaruan atau penggantian bagian tertentu dari tower yang mungkin telah mengalami kerusakan atau keausan.
  • Pekerjaan perkuatan tower pada BTS sering kali melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti teknik sipil, struktural, dan mekanikal untuk memastikan bahwa tower tetap aman, andal, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

3. PLN (Power System)

Pekerjaan instalasi PLN (Perusahaan Listrik Negara) pada tower BTS melibatkan pemasangan infrastruktur listrik yang diperlukan untuk menyediakan pasokan daya listrik ke tower BTS. Ini penting karena tower BTS memerlukan pasokan daya listrik yang stabil untuk mengoperasikan peralatan telekomunikasi dan elektronik yang ada di dalamnya.

Berikut adalah beberapa langkah yang biasanya terlibat dalam pekerjaan instalasi PLN pada tower BTS:

  1. Pemasangan Sistem Kabel dan Koneksi: Langkah awal dalam pekerjaan instalasi PLN adalah pemasangan sistem kabel dari sumber daya listrik, biasanya dari jaringan listrik PLN terdekat, ke tower BTS. Ini melibatkan penggalian, penanaman tiang listrik, atau pemasangan saluran kabel bawah tanah tergantung pada kondisi dan kebijakan setempat.
  2. Instalasi Panel Listrik: Setelah kabel terpasang, panel listrik yang diperlukan akan diinstal di dalam atau di sekitar tower BTS. Panel listrik ini bertanggung jawab untuk mendistribusikan daya listrik ke peralatan telekomunikasi di dalam tower.
  3. Pemasangan Perlengkapan Listrik: Setelah panel listrik terpasang, perlengkapan listrik seperti stop kontak, saklar, dan perangkat perlindungan listrik lainnya akan dipasang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari peralatan telekomunikasi yang akan dioperasikan di tower BTS.
  4. Penguatan Grounding: Instalasi grounding yang baik juga merupakan bagian penting dari pekerjaan instalasi PLN. Ini dilakukan untuk memastikan sistem listrik aman dari risiko lonjakan listrik atau kejutan dan untuk melindungi peralatan elektronik dari kerusakan.
  5. Pengujian dan Verifikasi: Setelah semua instalasi selesai, sistem listrik akan diuji untuk memastikan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar keselamatan dan regulasi yang berlaku. Hal ini termasuk pengujian tegangan, arus, dan pengujian kebocoran untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem.

 

Pekerjaan instalasi PLN pada tower BTS membutuhkan koordinasi antara operator jaringan seluler, kontraktor listrik, dan PLN untuk memastikan bahwa instalasi berjalan lancar dan sesuai dengan persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku.

 

4. Drive Test

Pekerjaan drive test adalah proses pengujian kinerja jaringan seluler yang dilakukan dengan cara mengemudi kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat khusus untuk mengukur parameter jaringan seperti kekuatan sinyal, kualitas sinyal, dan throughput data saat bergerak di sepanjang rute tertentu. Tujuan utama dari drive test adalah untuk mengevaluasi cakupan, kapasitas, dan kualitas layanan jaringan seluler di berbagai lokasi.

Berikut adalah beberapa langkah yang biasanya terlibat dalam pekerjaan drive test:

  1. Perencanaan Rute: Langkah awal adalah merencanakan rute drive test yang meliputi area yang ingin dievaluasi. Rute ini biasanya mencakup berbagai jenis lingkungan seperti perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan.
  2. Pengaturan Perangkat dan Perangkat Lunak: Kendaraan yang akan digunakan untuk drive test dilengkapi dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang diperlukan untuk melakukan pengukuran jaringan. Perangkat ini biasanya terdiri dari perangkat penerima GPS untuk memetakan rute, perangkat penerima sinyal seluler untuk mengukur parameter jaringan, dan komputer untuk menganalisis data.
  3. Pelaksanaan Drive Test: Selama drive test, kendaraan akan mengikuti rute yang telah direncanakan sambil melakukan pengukuran jaringan secara real-time. Perangkat akan terus merekam data seperti kekuatan sinyal, kualitas sinyal, tingkat dropout, dan throughput data saat kendaraan bergerak.
  4. Pengumpulan Data: Data yang terkumpul selama drive test akan direkam dan disimpan untuk analisis lebih lanjut. Ini termasuk data geospasial tentang lokasi pengukuran, parameter jaringan yang diukur, dan kondisi jaringan saat itu.
  5. Analisis Data: Setelah drive test selesai, data yang terkumpul akan dianalisis untuk mengevaluasi kinerja jaringan. Ini termasuk identifikasi area dengan cakupan yang buruk, masalah kapasitas, atau gangguan jaringan lainnya yang mungkin mempengaruhi pengalaman pengguna.

 

Pekerjaan drive test biasanya dilakukan oleh teknisi atau insinyur jaringan seluler untuk membantu operator jaringan dalam memahami dan meningkatkan kinerja jaringan mereka. Hasil drive test sering digunakan untuk merencanakan peningkatan jaringan, menentukan lokasi untuk penambahan tower BTS, atau mengoptimalkan parameter jaringan yang ada.

  • Kode sukuk:

    SSMLIS01

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp3.198.200.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    31.982 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp500.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    4 bulan