chevron arrow

Business Highlight

Offering

Investment Highlight

Industry Overview

Company Overview

Key Risk

Management Profile

Financial Review

Business Strategy

chevron arrow

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    NSIN01X4SCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp4.700.000.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    31.482 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    11

Offering

SUKUK MUSYARAKAH BERKELANJUTAN  PT NUSA SENTOSA INDONESIA

TAHAP IV TAHUN 2026

 

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Nusa Sentosa Indonesia Tahap IV Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor : NOMOR: 020/OPINI-DPS/SUKUK SMM/NSI 4/LBS-UD/VI/2026 

Penawaran Investasi/Obyek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan Hewan Qurban Sapi untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit.

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai pengadaan Hewan Sapi Qurban untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit.

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,05 % = Rp.      50.000.000,-

Porsi Pemodal :  98,95 % = Rp. 4.700.000.000,-

Return on Investment (ROI) Proyeksi 12 Bulan

14,00% p.a

Bagi Hasil

Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al muajjal :

Seluruh Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit melalui akad Bai’ bi Al muajjal dengan keuntungan yang disepakati

 

Fixed, berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah hak pemodal

Nilai Nominal Sukuk

Rp. 4.700.000.000,- (Empat Miliar Tujuh Ratus Juta Rupiah)

Jangka waktu

11 Bulan

Masa Penawaran Investasi

45 Hari

Penawaran

Ke 4

Minimal Pendanaan Rp. 3.500.000.000,- (Tiga Milyar Limma Ratus Juta Rupiah)

Pihak Terlibat

  1. Shahibul Maal (Pemodal)
  2. PT Nusa Sentosa Indonesia (Penerbit)
  3. KSEI dan Bank Kustodian
  4. LBS Urun Dana

Kode Sukuk

NSIN01X4SCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Pembayaran pokok modal  dan bagi hasil dibayarkan sekaligus pada akhir jangka waktu sukuk

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Actual

Tanggal Distribusi Efek

 

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke-11

Tanggal Jatuh Tempo

 

Tanggal Penawaran Dimulai

 

Tanggal Penawaran Berakhir

 

Tanggal Fully Funded

 

Jumlah Nominal/unit

Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)

Minimum Investasi

Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)

Jaminan

PT Nusa Sentosa Indonesia menyerahkan Aset sebagai jaminan berupa:

 

  1. Aset dengan SHM Nomor 10.10.000107633.0, beralamat di Kelurahan Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan luas 2534 m2 atas nama Saproni , dengan nilai taksiran Rp. 5.300.000.000,-

 

  1. Aset dengan BPKB Nomor AA-01747994 Merek Mitsubishi, Tipe FE74S 4x2 MT, Tahun 2015, atas nama Muhammad Irfansyah yang mana telah ada surat pelepasan hak kepada Nanang Sugiarto selaku Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia dengan nilai taksiran Rp. 167.250.000,-Aset

 

  1. Aset dengan BPKB Nomor S-06207585, Merek Isuzu, Tipe PHR54U-CAAIN1 4 2 MT, Tahun 2022,  atas nama PT Daeah E & C Indonesia yang mana telah ada surat pelepasan hak kepada Nanang Sugiarto selaku Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia dengan nilai taksiran Rp.95.250.000,-

 

  1. Aset dengan BPKB Nomor S-06285320 Merek Toyota, Tipe Kijang Innova 2.4 V A/T, Tahun 2017,  atas nama Reza Aguspian yang mana telah ada surat pelepasan hak kepada Nanang Sugiarto selaku Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia dengan nilai taksiran Rp. 220.500.000,-

 

  1. Aset dengan BPKB Nomor U-05932152, Merek Daihatsu, Tipe Luxio 1.5 X M/T (S402RG-ZMXFJJ JS), Tahun 2016 atas nama Suryati BBR yang mana telah ada surat pelepasan hak kepada Nanang Sugiarto selaku Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia dengan nilai taksiran Rp. 92.250.000,-


Dengan total nilai taksiran jaminan Rp. 5.875.250.000,-sehingga coverage ratio jaminan sebesar 125,01 %

 

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 67%
sukuk Tersisa Lembar 31.482
sukuk Tersisa Jumlah Rp 3.148.200.000
sukuk Terjual Persentase 33%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 1.551.800.000

Investment Highlight

Penerbitan Sukuk Tahap IV direncanakan untuk pengadaan bibit sapi berkategori Ekonomi, Medium dan Premium untuk memenuhi kebutuhan tambahan modal untuk pembelian bibit sapi berkategori Ekonomi, Medium dan Premium seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen di tahun 2026 dan 2027, sehingga modal yang diperoleh dari penerbitan Sukuk Tahap I sd III untuk proyek yang sama tidak mencukupi.

 

Struktur Sukuk Tahap IV dengan rincian sebagai berikut:

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Nusa Sentosa Indonesia Tahap IV Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Nilai Sukuk

Rp. 4.700.000.000,-

(Empat Miliar Tujuh Ratus Juta rupiah)

Jangka waktu

11 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI

Objek Dasar Sukuk

Proyek kerjasama pengadaan Hewan Qurban Sapi untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit.

Tujuan Penggunaan Dana

Membiayai Proyek kerjasama pengadaan Hewan Qurban Sapi untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit.

Porsi Modal & Mekanisme Sukuk

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    1,05 % = Rp.      50.000.000,-

Porsi Pemodal : 98,95 % = Rp. 4.700.000.000,-

 

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Mu’ajjal :

Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit sebesar 98,95%, melalui akad Bai’ bi Al Mu’ajjal dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati.

Bagi Hasil

12,83% Fixed, dari penjualan aset syirkah aset pemodal

Return on Investment

14,00% p.a.

 

Industry Overview

Pandangan industri yang komprehensif sebagai bagian dari prospektus penerbitan sukuk melalui platform LBS.ID. Analisis mencakup tiga dimensi utama: (1) kondisi dan prospek industri peternakan dan penggemukan sapi di Indonesia, (2) dinamika pasar hewan qurban yang menjadi segmen bisnis inti, serta (3) kondisi makroekonomi nasional yang mendukung iklim investasi syariah.

 

13,48 Jt

Populasi Sapi Potong Nasional (2025)

Ekor | Naik 2,12% YoY

515.597 T

Produksi Daging Sapi Nasional (2025)

Ton | Naik dari 488.217 ton

5,11%

Pertumbuhan PDB Indonesia (2025)

YoY | BPS Feb 2026

 

Rp27,1 T

Nilai Ekonomi Qurban Idul Adha 2025

Triliun | +15% CAGR

1,86 Jt

Total Hewan Qurban 2025

Ekor | sapi, kambing, domba

4,75%

BI-Rate (Des 2025)

Terendah sejak 2022

 

Peluang Investasi Syariah: Konvergensi pertumbuhan ekonomi yang solid (5,11% 2025), pemulihan populasi sapi nasional, meningkatnya daya beli masyarakat muslim, dan tingginya permintaan hewan qurban yang bersifat inelastis secara religius menciptakan fondasi bisnis yang kuat bagi platform LBS.ID dalam penerbitan sukuk berbasis aset peternakan.

 

 

 

INDUSTRI PETERNAKAN & PENGGEMUKAN SAPI DI INDONESIA

 

Gambaran Umum Populasi Sapi Potong

Industri peternakan sapi potong Indonesia mengalami dinamika yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi potong mencatat rekor tertinggi sebesar 16,93 juta ekor pada tahun 2019, kemudian mengalami pertumbuhan berkelanjutan hingga 2021. Namun pada tahun 2023 terjadi penurunan drastis sebesar 38,48% hampir di seluruh wilayah Indonesia, diakibatkan oleh tingginya pemotongan ternak, gangguan produksi akibat wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), serta lemahnya pengendalian populasi.

Memasuki tahun 2024, tren pemulihan mulai terlihat dengan pertumbuhan populasi 22,53% menjadi 13,27 juta ekor. Pemulihan berlanjut di tahun 2025 dengan populasi sapi potong mencapai 13,48 juta ekor, tumbuh 2,17% secara tahunan. Pemulihan ini ditopang oleh program bantuan pemerintah, perbaikan manajemen peternakan, dan Program Sikomandan melalui optimalisasi reproduksi.

 

Tahun

Populasi (Juta Ekor)

Pertumbuhan (%)

Keterangan

2019

16,93

+3,2%

Pra-pandemi, program swasembada berjalan

2021

17,52*

Peak

Puncak populasi historis

2023

10,83

-38,48%

Wabah PMK & pemotongan masif

2024

13,27

+22,53%

Pemulihan program pemerintah

2025

13,48

+2,12%

Konsolidasi & pertumbuhan stabil

Sumber: BPS, Kompas Data, 2025 | *estimasi

Produksi dan Konsumsi Daging Sapi Nasional

Produksi daging sapi dan kerbau nasional pada tahun 2025 mencapai 515.597 ton, meningkat dari 488.217 ton pada 2024. Pulau Jawa tetap mendominasi dengan kontribusi sekitar 60% (304.231 ton), diikuti Sumatera (122.607 ton), Bali dan Nusa Tenggara (26.930 ton), serta Sulawesi (35.860 ton).

Terdapat gap signifikan antara produksi dan konsumsi. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, Indonesia masih mengalami defisit daging sapi sekitar 263.400 ton pada 2024 (meat yield basis), mengindikasikan besarnya peluang pengembangan usaha penggemukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.

 

Wilayah

Produksi 2024 (Ton)

Produksi 2025 (Ton)

Kontribusi (%)

Pulau Jawa

291.645

304.231

~59%

Sumatera

114.794

122.607

~24%

Sulawesi

34.938

35.860

~7%

Bali & Nusa Tenggara

22.705

26.930

~5%

Wilayah Lain

24.135

25.969

~5%

TOTAL NASIONAL

488.217

515.597

100%

Sumber: BPS, Peternakan Dalam Angka 2025

Sentra Produksi dan Karakteristik Industri

Dua provinsi dengan populasi sapi potong tertinggi di Indonesia adalah Jawa Timur (kontribusi 26,47%) dan Jawa Tengah (10,70%). Diikuti oleh Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara sebagai sentra produksi utama.

  • Model Penggemukan (Feedlot): Usaha penggemukan sapi potong menjadi backbone industri, dengan rata-rata periode penggemukan 3–4 bulan untuk meningkatkan bobot badan dari 200–250 kg menjadi 400–500 kg. ROI industri ini kompetitif di kisaran 15–25% per siklus penggemukan.
  • Fragmentasi Peternak: Sekitar 95% populasi sapi nasional dipelihara oleh peternak rakyat berskala kecil (1–10 ekor per peternak). Konsolidasi melalui platform digital seperti LBS.ID membuka peluang efisiensi dan skalabilitas besar.
  • Dukungan Kebijakan: Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) melalui optimalisasi reproduksi, distribusi semen beku, dan iSIKHNAS (sistem pelaporan digital) mendukung pertumbuhan populasi jangka panjang.

 

 

 

 

INDUSTRI HEWAN QURBAN DI INDONESIA

 

Skala dan Nilai Ekonomi Pasar Qurban

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki pasar hewan qurban yang sangat besar dan tumbuh secara konsisten setiap tahunnya. Momentum Idul Adha merupakan salah satu perputaran ekonomi musiman terbesar di Indonesia, melibatkan rantai nilai yang kompleks mulai dari peternak, pedagang, transportasi, rumah potong hewan (RPH), hingga pengolah limbah peternakan.

 

Tahun

Total Hewan (Ekor)

Sapi & Kerbau (Ekor)

Nilai Ekonomi

2021

1.766.951

568.995

~Rp20,0 T*

2022

~1.810.000

~580.000

~Rp22,0 T*

2023

2.737.996

831.761 + 22.791

Rp24,5 T

2024

~2.060.000

~600.000

Rp28,2 T

2025

1.856.962

627.130

Rp27,1 T

2026 (proj.)

~1.590.000

~493.000

~Rp26,0 T*

Sumber: Kementan, InfoJambi, indonesiabaik.id | *estimasi

Pada Idul Adha 2024, ketersediaan hewan qurban mencapai 2,06 juta ekor melampaui proyeksi kebutuhan 1,97 juta ekor (surplus 88.000 ekor), sementara nilai ekonomi melonjak 15,1% menjadi Rp28,2 triliun. Untuk 2025, total hewan qurban tercatat 1.856.962 ekor dengan nilai ekonomi Rp27,1 triliun. Pemerintah memproyeksikan harga sapi qurban mengalami kenaikan rata-rata 3,93% per tahun dengan lonjakan musiman mencapai 35% akibat permintaan yang sangat tinggi dan bersifat inelastis karena berkaitan dengan ibadah keagamaan.

Karakteristik Permintaan Hewan Qurban

  • Permintaan Inelastis secara Religius: Kewajiban ibadah qurban bagi Muslim yang mampu menciptakan permintaan yang relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek.
  • Momentum Musiman Terkonsentrasi: 90%+ transaksi terjadi dalam rentang 1–2 bulan menjelang Idul Adha, menciptakan tekanan harga yang konsisten dan dapat diprediksi setiap tahunnya.
  • Digitalisasi Pasar: Platform digital seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Baznas Online, dan Dompet Dhuafa semakin menggeser transaksi ke kanal daring, membuka efisiensi rantai pasok dan jangkauan yang lebih luas.
  • Ekosistem UMKM yang Besar: Momentum qurban melibatkan sekitar 13,5 juta pelaku UMKM dan usaha peternakan, menjadikannya motor penggerak ekonomi pedesaan yang signifikan.
  • Diversifikasi Hewan: Sapi (1/7 ekor), kambing, dan domba menjadi pilihan utama, dengan kambing/domba mendominasi jumlah (sekitar 66% dari total hewan).

Rentang Harga Hewan Qurban 2026

Berdasarkan katalog Baznas dan platform perdagangan hewan qurban per Mei–Juni 2026, rentang harga hewan qurban terkini adalah sebagai berikut:

 

Jenis Hewan

Kategori

Bobot

Harga (Rp)

Domba/Kambing

Standar

21–26 kg

2.450.000

Domba/Kambing

Medium

27–29 kg

2.900.000

Domba/Kambing

Premium

30–33 kg

3.100.000

Sapi (1/7 ekor)

Standar–Medium

200–350 kg

Rp2,5–5 jt/orang

Sapi (1 ekor)

Komersial

350–500+ kg

Rp17–35 juta

Kerbau (1/7 ekor)

Lokal

Setara sapi

Mirip sapi

Sumber: Baznas.go.id, Sapibagus Academy, Databoks — Mei/Juni 2026

 

 

 

 

PANDANGAN MAKROEKONOMI INDONESIA

 

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Makro

Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian global. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11% (YoY), lebih tinggi dari 5,03% pada 2024. Pertumbuhan triwulan IV-2025 bahkan mencapai 5,39% YoY, didorong utamanya oleh industri pengolahan, transportasi, dan pergudangan.

PDB berdasarkan paritas daya beli (PPP) mencapai USD4,10 triliun, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia. PDB per kapita terus meningkat mencapai Rp78,62 juta (setara USD4.960), mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat yang mendukung pertumbuhan konsumsi, termasuk konsumsi produk halal dan pelaksanaan ibadah qurban.

 

Indikator

2024

2025 (Realisasi)

2026 (Proyeksi)

Pertumbuhan PDB (YoY)

5,03%

5,11%

4,7–4,9%*

Inflasi IHK (YoY)

~2,6%

2,92%

2,5±1%

BI-Rate

5,75%

4,75%

Berpotensi turun

Nilai Tukar (Rp/USD)

~15.800

~16.785

Relatif stabil

Cadangan Devisa

~USD145 M

USD150,1 M

Tetap kuat

IHSG (penutupan)

~7.300

8.644

Bullish outlook

Sumber: BPS, Bank Indonesia, Kemenko Perekonomian — Des 2025 / Mar 2026 | *INDEF

Kebijakan Moneter dan Iklim Investasi

Bank Indonesia telah melakukan penurunan BI-Rate kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024, menjadikan BI-Rate pada level 4,75% per Desember 2025 — terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan akomodatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi kredit dan likuiditas moneter.

Implikasi bagi instrumen sukuk: lingkungan suku bunga rendah meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil (yield) seperti sukuk dibandingkan deposito perbankan konvensional. Yield SBN 10 tahun di kisaran 6,77% menjadi benchmark yang kompetitif bagi penerbitan sukuk korporasi berbasis aset riil.

  • PMI Manufaktur Ekspansif: PMI Manufaktur Indonesia mencapai 53,3 pada November 2025, menandakan ekspansi aktivitas produksi yang konsisten dan mendukung kepercayaan investor.
  • Kemiskinan Turun: Jumlah penduduk miskin turun 1,37 juta orang (Mar 2024 vs Mar 2025), rasio gini turun menjadi 0,375, dan IPM naik ke 75,9 — mencerminkan pemerataan pertumbuhan yang mendukung daya beli kelas menengah.
  • Probabilitas Resesi Rendah: Probabilitas resesi Indonesia turun ke 2% (dari 3,5% sebelumnya), mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat.

Risiko dan Tantangan Makro

Meski prospek ekonomi positif, beberapa risiko patut dicermati oleh investor:

  • Proteksionisme Global: Eskalasi tarif resiprokal Amerika Serikat dan fragmentasi rantai pasok global berpotensi menekan ekspor dan pertumbuhan 2026. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sedikit melambat ke 3,2% di 2026.
  • Volatilitas Nilai Tukar: Rupiah di kisaran Rp16.785/USD pada Desember 2025 perlu dipantau, terutama untuk biaya impor sapi bakalan yang sebagian masih bergantung pada pasokan dari Australia dan India.
  • Harga Pakan: Biaya pakan (hijauan, konsentrat, dan bungkil) yang dipengaruhi harga komoditas global perlu dikelola melalui kontrak jangka panjang dan pengembangan sumber pakan lokal.
  • Risiko Penyakit Hewan: Ancaman wabah PMK, LSD (Lumpy Skin Disease), dan Anthrax memerlukan protokol biosekuriti yang ketat dan dukungan program vaksinasi nasional sebagai mitigasi risiko.

Prospek Ekonomi Syariah dan Pasar Halal

Pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia menunjukkan momentum yang sangat positif. Indonesia secara konsisten masuk dalam 5 besar Global Islamic Economy Indicator. Industri keuangan syariah, termasuk sukuk, reksa dana syariah, dan pembiayaan berbasis akad syariah, terus mencatat pertumbuhan double-digit, didorong oleh meningkatnya literasi keuangan syariah dan regulasi yang mendukung.

Platform LBS.ID beroperasi dalam ekosistem yang kondusif: regulasi OJK yang mendukung fintech syariah, pertumbuhan konsumen Muslim kelas menengah yang mengutamakan investasi halal, dan meningkatnya kesadaran zakat-infaq-sedekah-wakaf (ZISWAF) yang berkorelasi positif dengan niat berqurban.

 

Daftar Sumber Utama

  • Badan Pusat Statistik (BPS) — Peternakan Dalam Angka 2025
  • Kementerian Pertanian RI — Outlook Komoditas Daging Sapi 2024
  • Kementerian Pertanian RI (Ditjenpkh) — Ketersediaan Hewan Kurban 2024
  • Bank Indonesia — Siaran Pers RDG Desember 2025 (BI-Rate 4,75%)
  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian — Perekonomian Indonesia 2025
  • INDEF — Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026
  • Databoks/Katadata — Populasi Sapi Potong & Harga Qurban 2025–2026
  • InfoJambi — Idul Adha Jadi Mesin Ekonomi Nasional 2025
  • Kompas Data — Populasi Sapi Potong Indonesia 2019–2024
  • Baznas.go.id — Katalog Hewan Qurban Idul Adha 2026

 

 

 

Company Overview

PROFIL PENERBIT

PT Nusa Sentosa Indonesia (nusaQu) merupakan perusahaan startup agritech di bidang peternakan sapi, kambing dan domba. nusaQu berfokus pada penggemukan dengan memanfaatkan platform digital yang komprehensif, mengintegrasikan peternakan dari hulu ke hilir secara terpadu (Integrated Farming System).

Fokus utama nusaQu adalah pada penciptaan sistem dan manajemen peternakan yang terintegrasi secara efisien dan berkelanjutan dari hulu ke hilir. nusaQu berlokasi di Tajurhalang Bogor dengan fokus pelayanan di Jabodetabek dan beberapa wilayah lain seperti Sukabumi dan Bandung.

nusaQu bermula dari tahun 2016, melalui usaha bersama di sebuah kandang kecil yang berlokasi di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Saat itu kapasitas kandang nusaQu hanya 50 ekor. Kemudian 3 tahun berselang, tepatnya tahun 2019 nusaQu melakukan ekspansi kandang ke Sawangan Depok dengan kapasitas 150 ekor. Padatahun 2021 nusaQu melakukan ekspansi dengan mendirikan kandang di Tajurhalang Bogor dengan kapasitas 600 ekor serta di Tapos Depok dengan kapasitas 400 ekor. Saat ini fokus nusaQu untuk penggemukan sapi di Tajurhalang Bogor dan Tapos Depok dengan target 1000 ekor sapi qurban.

Melalui pemanfaatan teknologi, nusaQu ingin menghadirkan transparansi ke semua mitra nusaQu mulai dari supplier, reseller, mitra hingga konsumen sehingga beternak menjadi semakin mudah dan efisien. Saat ini nusaQu telah memiliki 350 user yang terintegrasi dalam semua platform.

nusaQu juga fokus membangun kemandirian melalui berbagai anak usaha seperti nusa farm yang fokus pada proses penggemukan ternak melalui inovasi dan teknologi untuk efisiensi peternakan, nusa feed yang fokus untuk membuat pakan ternak sendiri untuk menjamin kualitas pakan, nusa waste berfokus untuk mengolah limbah peternakan agar bernilai dan tidak mencemari lingkungan serta nusa rich berfokus untuk mencetak generasi penerus peternakan yang berakhlak mulia.

Keberhasilan usaha penggemukan ternak, tidak lepas dari segala perencanaan. nusaQu dengan target qurban tahun 2024 sebanyak 1000 ekor sapi fokus mempersiapan segala baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur digital yang meliputi kesiapan kandang, vaksinasi, pakan, SDM, perizinan, marketing, permodalan, supplier, reseller dll. nusaQu akan terus memberikan sapi rawatan dengan kualitas terbaik mulai dari kualitas sapi bakalan, pemberian pakan berkualitas, kebersihan kandang, kesehatan sampai penjualan yang dihadirkan secara transparan demi mewujudkan qurban yang amanah, profesional dan transparan.

Kini nusaQu mulai dikenal banyak masyarakat dan terus berkembang pesat, dengan selalu berupaya berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. nusaQu juga diberikan kepercayaan untuk pengiriman sapi qurban ke Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

 

VISI

Berkolaborasi membangun peternakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.

 

MISI

  • Semangat dalam kolaborasi bersama untuk menciptakan sistem peternakan digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.
  • Menyediakan hewan qurban rawatan terbaik untuk pelayanan ibadah qurban.
  • Menyediakan berbagai kebutuhan peternakan yang berkualitas mulai dari pakan hingga teknologi.
  • Senantiasa berinovasi untuk menciptakan peternakan yang efisien.
  • Mencetak generasi penerus peternakan yang unggul dan berkahlak mulia.

 

Produk

  • Nusa Farm

Nusa Farm berfokus menyediakan sapi, kambing dan domba yang berkualitas dengan target penjualan utama saat Qurban. Nusa Farm memiliki beberapa program seperti Tabungan Qurban, Kemitraan Sapi dan Kemitraan Bisnis.

 

  • Nusa Feed

Nusa Feed menyediakan pakan yang berkualitas yang terdiri dari pakan pelet, konsentrat dan onggok. Juga menyediakan penyuluhan terkait menajemen pakan yang efisien dan pelatihan untuk peternak yang membeli nusa

feed.

 

  • Nusa Meat

Nusa Meat menyediakan produk daging sapi, kambing dan domba lokal kualitas premium beserta daging olahan seperti bakso dan olahan aqiqah. Kami sudah memiliki sertifikat halal dengan nomor : ID32110003211870423

 

  • Nusa Waste

Nusa Waste mengolah limbah peternakan dengan memanfaatkan fermentasi dari cacing menjadi berbagai produk seperti cacing kering, cacing basah, pupuk kascing dan terus berinovasi untuk membuat produk lain dari limbah peternakan.

 

 

 

 

  • Nusa Rich

Nusa Rich adalah Pondok Pesantren yang berfokus untuk mengembangan Pengusaha yang berjiwa Qurani yang unggul dan berakhlak mulia. Nusa Rich menyediakan pendidikan gratis untuk anak SMP - SMA sampai perguruan tinggi.

Key Risk

RISIKO & MITIGASI

No

JENIS RISIKO

MITIGASI

`1.

Persaingan di bidang penjualan hewan qurban yang ketat

  • Membuka program Tabungan Qurban dengan  penjualan sudah 400 ekor Tabungan Qurban.
  • Memiliki keunggulan antara lain kandang bersih, kualitas hewan sapi rawatan, harga lebih murah, sistem penjualan dengan katalog online.
  • Memiliki 1000 reseller yang membantu penjualan qurban.
  • Memiliki sosial media aktif dan setiap hari iklan sampai Idul Adha.
  • Sudah menggunakan teknologi untuk transparansi mulai dari pembayaran, pemantauan perkembangan sampai pengiriman.
  • Memiliki kandang yang tersebar di seluruh pulau jawa.

2.

Risiko sakit atau mati

  • Menerapkan biosecurity di lingkungan kandang dan senantiasa menyemprotkan disinfektan.
  • Memiliki kandang karantina khusus untuk sapi yang baru
  • Memberikan vaksin, vitamin dan herbal secara rutin untuk meningkatkan imunitas hewan.
  • Pengecekan rutin oleh dokter hewan dan dinas untuk pengecekan kondisi hewan ternak.
  • Menerapkan asuransi gotong royong secara sukareal (hibah) yang dikelola secara mandiri oleh nusaQu yang dananya akan digunakan untuk mengganti setiap terjadi insiden pada hewan ternak.

3.

Ketersediaan sapi Bali

  • Dengan adanya kebijakan pembatasan sapi Bali dari Pemprov Bali maka sebagai antisipasi nusaQu telah memiliki perizinan untuk mendatangkan sapi Bali secara resmi dengan nomer surat rekomendasi No. 1752/ PT.01.04.03 - Keswan Kesmavet.
  • Menyiapkan stok sapi bali dari jauh-jauh hari untuk menjamin ketersediaan stok.

4.

Gangguan IT

  • Kerjasama dengan penyedia jaringan server yang handal dan terkemuka.
  • Menyiapkan data cadangan yang selalu dibackup dan jika terjadi gangguan maka sistem akan otomatis dialihkan.
  • Melakukan backup sistem secara otomatis untuk mengantisipasi gangguan IT.

 

 

Management Profile

PROFILE MANAGEMENT

Nanang Sugiarto

Founder & CEO nusaQu

Bapak Nanang Sugiarto lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur tahun 1986 dengan pendidikan terakhirnya yaitu sebagai lulusan mahasiswa di UPN Veteran Surabaya, Jurusan Teknologi Pangan Tahun 2010. Beliau sudah berpengalaman dalam membangun beberapa usaha seperti advertising, event organizer, export import, pengolahan pangan dan peternakan. Berkat pengalamannya di bidang advertising, menjadikan usaha peternakan yang didirikannya sangat fokus untuk menaikan penjualan setiap tahun dengan tetap memperhatikan kualitas hewan yang dijual. Selain itu beliau juga mahir dibidang nutrisi sehingga menjamin kualitas pakan yang diberikan.

Saat ini nusaQu memiliki jumlah karyawan sebanyak 35 karyawan aktif yang terbagi menjadi 2 Divisi, Farm dan Head Office. Karyawan di Divisi Farm ini terdiri  dari 25 karyawan yang disebut sebagai ABK dengan tugas merawat hewan ternak Sapi. Masing-masing ABK ini memiliki tugas tersendiri dan tidak merangkap, seperti bagian kebersihan kandang, bagian yang memberikan pakan ternak, bagian yang mempersiapkan pakan ternak serta bagian yang merawat hewan sakit. Khusus para ABK yang merawat sapi ini disediakan rumah tinggal yang berlokasi di kandang sehingga hewan ternak sapi dapat termonitor dengan baik. Adapun karyawan di Divisi Head Office berjumlah 10 karyawan yang bertugas di bidang IT, pemasaran, administrasi dan keuangan.

Financial Review

FINANCIAL HIGHLIGHTS

Dokumen ini disusun sebagai prospektus laporan keuangan PT Nusa Sentosa Indonesia (“Perusahaan”) untuk keperluan informasi calon investor dalam rangka penerbitan Sukuk Musyarakah melalui platform Securities Crowdfunding (SCF) Syariah yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Laporan keuangan yang disajikan dalam dokumen ini bersumber dari laporan internal manajemen Perusahaan dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terdaftar.
  • Calon investor disarankan untuk membaca dan memahami seluruh informasi dalam dokumen ini secara saksama, termasuk faktor risiko, sebelum mengambil keputusan investasi.
  • Investasi melalui Sukuk Musyarakah mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko gagal bayar (default), risiko operasional usaha ternak, dan risiko likuiditas.
  • Kinerja keuangan di masa lalu tidak menjamin atau mencerminkan kinerja di masa mendatang.
  • Dokumen ini bukan merupakan rekomendasi atau jaminan keuntungan dari penyelenggara SCF, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon investor.

 

PT Nusa Sentosa Indonesia, yang beroperasi dengan nama dagang nusaQu Indonesia, adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan perdagangan hewan ternak yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Perusahaan menjalankan model bisnis penggemukan dan penjualan sapi dalam tiga segmen produk (Ekonomis, Medium, dan Premium) serta kambing domba, dengan basis pelanggan meliputi reseller, jagal, institusi keagamaan, dan pembeli individu, khususnya pada musim Idul Adha.

1.1 Informasi Umum

Keterangan

Detail

Nama Perusahaan

PT Nusa Sentosa Indonesia

Nama Dagang

nusaQu Indonesia

Direktur / Founder

Nanang Sugiarto

Alamat

Jalan Kandang Sapi, RT.02/RW.08, Sasak Panjang, Kec. Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320

Website

nusaqu.id

E-mail

[email protected]

Bidang Usaha

Peternakan & Perdagangan Sapi, Kambing, dan Domba

Segmen Produk

Sapi Ekonomis, Sapi Medium, Sapi Premium, Kambing Domba

Model Pendanaan

Musyarakah (bagi hasil) dengan investor ritel melalui platform nusaQu

Bagian ini menyajikan ikhtisar kinerja keuangan Perusahaan untuk tiga periode pelaporan: Tahun Buku 2024 (1 Januari – 31 Desember 2024), Tahun Buku 2025 (1 Januari – 31 Desember 2025), dan periode interim Januari–Mei 2026 (5 bulan), beserta proyeksi disetahunkan (annualized) periode 2026 berdasarkan ekstrapolasi linear dari data 5 bulan tersebut.

Indikator

FY2024

FY2025

Jan–Mei 2026

2026 Disetahunkan*

Pendapatan

Rp 39.100.000.000

Rp 25.468.500.000

Rp 19.336.500.000

Rp 46.407.600.000

Laba Kotor

Rp 13.310.000.000

Rp 12.368.875.000

Rp 9.294.875.000

Rp 22.307.700.000

Margin Laba Kotor

34.0%

48.6%

48.1%

Beban Usaha

(8.993.681.000)

(9.770.320.580)

(6.997.152.546)

Laba Bersih

Rp 3.439.769.000

Rp 1.498.554.420

Rp 1.571.368.454

Rp 3.771.284.290

Margin Laba Bersih

8.8%

5.9%

8.1%

Total Aset (akhir periode)

Rp 12.211.169.000

Rp 17.103.938.920

Rp 13.218.682.795

*Disetahunkan = data Jan–Mei 2026 × 12/5. Bersifat indikatif dan tidak memperhitungkan musiman Idul Adha.

2.1 Analisis Pertumbuhan

  • Pendapatan Perusahaan pada periode Januari–Mei 2026 mencapai Rp 19.336.500.000, atau setara 75.9% dari total pendapatan FY2025 dalam waktu 5 bulan (41,7% dari satu tahun penuh), mengindikasikan akselerasi penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Margin laba kotor tetap konsisten pada kisaran tinggi: 34,0% (FY2024), 48,6% (FY2025), dan 48,1% (Jan–Mei 2026), menunjukkan stabilitas struktur biaya pokok penjualan Perusahaan dari waktu ke waktu.
  • Margin laba bersih periode Jan–Mei 2026 sebesar 8.1% — lebih tinggi dibandingkan FY2025 (5.9%) — didorong oleh efisiensi biaya pembangunan kandang yang lebih rendah secara proporsional pada periode interim ini.

Tabel berikut menyajikan rincian laporan laba rugi Perusahaan untuk tiga periode pelaporan, mencakup pendapatan per segmen produk, struktur biaya pokok penjualan, dan beban usaha.

3.1 Pendapatan per Segmen Produk

Segmen Produk

FY2024

FY2025

Jan–Mei 2026

% Rev (2026)

Sapi Ekonomis

Rp 13.800.000.000

Rp 7.168.500.000

Rp 5.575.500.000

28.8%

Sapi Medium

Rp 12.250.000.000

Rp 11.437.500.000

Rp 9.150.000.000

47.3%

Sapi Premium

Rp 12.000.000.000

Rp 5.812.500.000

Rp 3.487.500.000

18.0%

Kambing Domba

Rp 1.050.000.000

Rp 1.050.000.000

Rp 1.123.500.000

5.8%

TOTAL PENDAPATAN

Rp 39.100.000.000

Rp 25.468.500.000

Rp 19.336.500.000

100,0%

3.2 Laporan Laba Rugi Lengkap

Komponen

FY2024

FY2025

Jan–Mei 2026

% Rev 2026

Pendapatan

Rp 39.100.000.000

Rp 25.468.500.000

Rp 19.336.500.000

100,0%

Biaya Pendapatan (HPP)

(25.790.000.000)

(13.099.625.000)

(10.041.625.000)

51.9%

LABA KOTOR

Rp 13.310.000.000

Rp 12.368.875.000

Rp 9.294.875.000

48.1%

Biaya Reseller

(500.000.000)

(465.000.000)

(370.650.000)

1.9%

Bagi Hasil Investor

(3.843.000.000)

(3.710.662.500)

(2.788.462.500)

14.4%

Sewa Kandang

(85.500.000)

(335.625.000)

(291.000.000)

1.5%

Biaya Pakan Ternak

(2.900.000.000)

(2.405.902.125)

(1.503.591.875)

7.8%

Biaya Obat Ternak

(70.785.000)

(120.482.714)

(154.764.870)

0.8%

Biaya Pegawai

(756.000.000)

(1.036.750.000)

(1.251.250.000)

6.5%

Biaya Marketing

(60.210.000)

(361.231.376)

(164.196.080)

0.8%

Biaya Penyusutan

(497.425.000)

(894.864.750)

(190.099.896)

1.0%

Total Beban Usaha

(8.993.681.000)

(9.770.320.580)

(6.997.152.546)

36.2%

LABA BERSIH (sebelum Biaya Kandang)

Rp 4.316.319.000

Rp 2.598.554.420

Rp 2.297.722.454

11.9%

Biaya Pembangunan Kandang

(876.550.000)

(1.100.000.000)

(726.354.000)

3.8%

LABA BERSIH SETELAH KANDANG

Rp 3.439.769.000

Rp 1.498.554.420

Rp 1.571.368.454

8.1%

Laporan posisi keuangan berikut menyajikan perbandingan aset, liabilitas, dan modal Perusahaan pada tiga titik waktu pelaporan: 31 Desember 2024, 31 Desember 2025, dan 31 Mei 2026.

4.1 Aktiva

Komponen

31 Des 2024

31 Des 2025

31 Mei 2026

Kas dan Bank

Rp 3.439.769.000

Rp 1.403.514.307

Rp 1.049.089.307

Sapi nusaQu (Persediaan)

Rp 2.540.125.000

Rp 4.024.927.613

Rp 3.537.569.134

Sapi Investor

Rp 4.500.000.000

Rp 9.169.737.500

Rp 5.421.500.000

Total Aktiva Lancar

Rp 10.479.894.000

Rp 14.598.179.420

Rp 10.008.158.441

Peralatan Kantor & Bangunan (Bruto)

Rp 2.228.700.000

Rp 3.400.624.250

Rp 4.295.489.000

Akumulasi Penyusutan

(497.425.000)

(894.864.750)

(1.084.964.646)

Total Aktiva Tetap (Neto)

Rp 1.731.275.000

Rp 2.505.759.500

Rp 3.210.524.354

TOTAL AKTIVA

Rp 12.211.169.000

Rp 17.103.938.920

Rp 13.218.682.795

4.2 Liabilitas dan Modal

Komponen

31 Des 2024

31 Des 2025

31 Mei 2026

Modal Investor (Pengembalian)

Rp 7.095.000.000

Rp 9.169.737.500

Rp 5.421.500.000

Hutang Supplier

Rp 492.178.000

Rp 354.400.000

Total Liabilitas

Rp 7.095.000.000

Rp 9.661.915.500

Rp 5.775.900.000

Modal Pemilik

Rp 272.700.000

Rp 1.100.000.000

Rp 1.100.000.000

Laba Ditahan (Tahun-Tahun Sebelumnya)

Rp 1.403.700.000

Rp 4.843.469.000

Rp 4.843.469.000

Laba Tahun Berjalan

Rp 3.439.769.000

Rp 1.498.554.420

Rp 1.498.554.420 (FY25) + Rp 1.571.368.454 (YTD)

Total Modal

Rp 5.116.169.000

Rp 7.442.023.420

Rp 9.013.391.874

TOTAL LIABILITAS & MODAL

Rp 12.211.169.000

Rp 17.103.938.920

Rp 13.218.682.795

4.3 Catatan atas Posisi Keuangan

  • Total aset Perusahaan tercatat Rp 13.218.682.795 per 31 Mei 2026, dibandingkan Rp 17.103.938.920 pada akhir FY2025 dan Rp 12.211.169.000 pada akhir FY2024.
  • Aktiva tetap neto tumbuh konsisten dari Rp 1.731.275.000 (Des 2024) menjadi Rp 2.505.759.500 (Des 2025) dan Rp 3.210.524.354 (Mei 2026), mencerminkan investasi berkelanjutan pada infrastruktur kandang, kendaraan operasional, dan sistem digital.
  • Saldo “Sapi Investor” dan “Modal Investor” menurun dari Rp 9.169.737.500 (Des 2025) menjadi Rp 5.421.500.000 (Mei 2026), mencerminkan siklus pengembalian dan/atau realisasi sebagian dana investor musyarakah periode sebelumnya.
  • Modal Pemilik tercatat tetap pada Rp 1.100.000.000 sejak akhir FY2025, sementara akumulasi laba ditahan terus bertambah seiring kinerja operasional yang positif pada setiap periode pelaporan.

Rasio keuangan berikut disajikan untuk membantu calon investor memahami profil likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas Perusahaan dari waktu ke waktu.

Rasio

FY2024

FY2025

Jan–Mei 2026

Margin Laba Kotor

34.0%

48.6%

48.1%

Margin Laba Bersih

8.8%

5.9%

8.1%

Current Ratio (Aktiva Lancar / Hutang Supplier)

—*

29.7x

28.2x

Debt-to-Equity Ratio (termasuk Modal Investor)

1,39x

1.30x

0.64x

Modal Pemilik / Total Aset

2.2%

6.4%

8.3%

Bagi Hasil Investor / Pendapatan

9.8%

14.6%

14.4%

Aktiva Tetap Neto / Total Aset

14.2%

14.7%

24.3%

*Tidak terdapat saldo Hutang Supplier pada FY2024.

5.1 Interpretasi Rasio

  • Margin laba kotor yang konsisten di atas 34% pada seluruh periode mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola struktur biaya pokok penjualan secara efektif, terlepas dari fluktuasi volume penjualan musiman.
  • Current ratio yang tinggi (di atas 25x pada FY2025 dan Mei 2026) menunjukkan posisi likuiditas jangka pendek yang kuat relatif terhadap kewajiban kepada pemasok.
  • Rasio bagi hasil investor terhadap pendapatan berada pada kisaran 9,8%–14,6%, mencerminkan porsi distribusi hasil usaha yang kompetitif bagi investor musyarakah yang telah berpartisipasi.

 

 

Business Strategy

Penerbitan Sukuk Tahap IV ini digunakan untuk modal kerja pembelian Sapi seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen di tahun 2026 dan 2027, sehingga modal yang diperoleh dari penerbitan Sukuk Tahap I sd III untuk proyek yang sama tidak mencukupi. Adapun jenis bibit sapi yang dibeli adalah kategori Ekonomi, Medium serta Premium.

Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bibit sapi untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan saat Hari Raya Idul Adha 2027 (1448 H).