Business Highlight
Offering
Investment Highlight
Industry Overview
Company Overview
Key Risk
Management Profile
Financial Review
Business Strategy
Business Highlight
Kode sukuk:
NSIN01X4SCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp4.700.000.000
Total sukuk yang dilepas:
31.482 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
11
Investment Highlight
Penerbitan Sukuk Tahap IV direncanakan untuk pengadaan bibit sapi berkategori Ekonomi, Medium dan Premium untuk memenuhi kebutuhan tambahan modal untuk pembelian bibit sapi berkategori Ekonomi, Medium dan Premium seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen di tahun 2026 dan 2027, sehingga modal yang diperoleh dari penerbitan Sukuk Tahap I sd III untuk proyek yang sama tidak mencukupi.
Struktur Sukuk Tahap IV dengan rincian sebagai berikut:
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah Berkelanjutan PT Nusa Sentosa Indonesia Tahap IV Tahun 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Nilai Sukuk |
Rp. 4.700.000.000,- (Empat Miliar Tujuh Ratus Juta rupiah) |
|
Jangka waktu |
11 Bulan atau sampai proyek selesai dengan tetap mengacu dan mengikuti syariat yang benar sebagaimana yang diatur dalam Sharia Standard dari AAOIFI |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek kerjasama pengadaan Hewan Qurban Sapi untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit. |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
Membiayai Proyek kerjasama pengadaan Hewan Qurban Sapi untuk hari raya Idul Adha 1448H, sebagai salah satu kegiatan usaha penerbit. |
|
Porsi Modal & Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 1,05 % = Rp. 50.000.000,- Porsi Pemodal : 98,95 % = Rp. 4.700.000.000,-
Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit sebesar 98,95%, melalui akad Bai’ bi Al Mu’ajjal dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati. |
|
Bagi Hasil |
12,83% Fixed, dari penjualan aset syirkah aset pemodal |
|
Return on Investment |
14,00% p.a. |
Industry Overview
Pandangan industri yang komprehensif sebagai bagian dari prospektus penerbitan sukuk melalui platform LBS.ID. Analisis mencakup tiga dimensi utama: (1) kondisi dan prospek industri peternakan dan penggemukan sapi di Indonesia, (2) dinamika pasar hewan qurban yang menjadi segmen bisnis inti, serta (3) kondisi makroekonomi nasional yang mendukung iklim investasi syariah.
|
13,48 Jt Populasi Sapi Potong Nasional (2025) Ekor | Naik 2,12% YoY |
515.597 T Produksi Daging Sapi Nasional (2025) Ton | Naik dari 488.217 ton |
5,11% Pertumbuhan PDB Indonesia (2025) YoY | BPS Feb 2026 |
|
Rp27,1 T Nilai Ekonomi Qurban Idul Adha 2025 Triliun | +15% CAGR |
1,86 Jt Total Hewan Qurban 2025 Ekor | sapi, kambing, domba |
4,75% BI-Rate (Des 2025) Terendah sejak 2022 |
|
Peluang Investasi Syariah: Konvergensi pertumbuhan ekonomi yang solid (5,11% 2025), pemulihan populasi sapi nasional, meningkatnya daya beli masyarakat muslim, dan tingginya permintaan hewan qurban yang bersifat inelastis secara religius menciptakan fondasi bisnis yang kuat bagi platform LBS.ID dalam penerbitan sukuk berbasis aset peternakan. |
|
|
INDUSTRI PETERNAKAN & PENGGEMUKAN SAPI DI INDONESIA |
Gambaran Umum Populasi Sapi Potong
Industri peternakan sapi potong Indonesia mengalami dinamika yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi potong mencatat rekor tertinggi sebesar 16,93 juta ekor pada tahun 2019, kemudian mengalami pertumbuhan berkelanjutan hingga 2021. Namun pada tahun 2023 terjadi penurunan drastis sebesar 38,48% hampir di seluruh wilayah Indonesia, diakibatkan oleh tingginya pemotongan ternak, gangguan produksi akibat wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), serta lemahnya pengendalian populasi.
Memasuki tahun 2024, tren pemulihan mulai terlihat dengan pertumbuhan populasi 22,53% menjadi 13,27 juta ekor. Pemulihan berlanjut di tahun 2025 dengan populasi sapi potong mencapai 13,48 juta ekor, tumbuh 2,17% secara tahunan. Pemulihan ini ditopang oleh program bantuan pemerintah, perbaikan manajemen peternakan, dan Program Sikomandan melalui optimalisasi reproduksi.
|
Tahun |
Populasi (Juta Ekor) |
Pertumbuhan (%) |
Keterangan |
|
2019 |
16,93 |
+3,2% |
Pra-pandemi, program swasembada berjalan |
|
2021 |
17,52* |
Peak |
Puncak populasi historis |
|
2023 |
10,83 |
-38,48% |
Wabah PMK & pemotongan masif |
|
2024 |
13,27 |
+22,53% |
Pemulihan program pemerintah |
|
2025 |
13,48 |
+2,12% |
Konsolidasi & pertumbuhan stabil |
Sumber: BPS, Kompas Data, 2025 | *estimasi
Produksi dan Konsumsi Daging Sapi Nasional
Produksi daging sapi dan kerbau nasional pada tahun 2025 mencapai 515.597 ton, meningkat dari 488.217 ton pada 2024. Pulau Jawa tetap mendominasi dengan kontribusi sekitar 60% (304.231 ton), diikuti Sumatera (122.607 ton), Bali dan Nusa Tenggara (26.930 ton), serta Sulawesi (35.860 ton).
Terdapat gap signifikan antara produksi dan konsumsi. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, Indonesia masih mengalami defisit daging sapi sekitar 263.400 ton pada 2024 (meat yield basis), mengindikasikan besarnya peluang pengembangan usaha penggemukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.
|
Wilayah |
Produksi 2024 (Ton) |
Produksi 2025 (Ton) |
Kontribusi (%) |
|
Pulau Jawa |
291.645 |
304.231 |
~59% |
|
Sumatera |
114.794 |
122.607 |
~24% |
|
Sulawesi |
34.938 |
35.860 |
~7% |
|
Bali & Nusa Tenggara |
22.705 |
26.930 |
~5% |
|
Wilayah Lain |
24.135 |
25.969 |
~5% |
|
TOTAL NASIONAL |
488.217 |
515.597 |
100% |
Sumber: BPS, Peternakan Dalam Angka 2025
Sentra Produksi dan Karakteristik Industri
Dua provinsi dengan populasi sapi potong tertinggi di Indonesia adalah Jawa Timur (kontribusi 26,47%) dan Jawa Tengah (10,70%). Diikuti oleh Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara sebagai sentra produksi utama.
- Model Penggemukan (Feedlot): Usaha penggemukan sapi potong menjadi backbone industri, dengan rata-rata periode penggemukan 3–4 bulan untuk meningkatkan bobot badan dari 200–250 kg menjadi 400–500 kg. ROI industri ini kompetitif di kisaran 15–25% per siklus penggemukan.
- Fragmentasi Peternak: Sekitar 95% populasi sapi nasional dipelihara oleh peternak rakyat berskala kecil (1–10 ekor per peternak). Konsolidasi melalui platform digital seperti LBS.ID membuka peluang efisiensi dan skalabilitas besar.
- Dukungan Kebijakan: Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) melalui optimalisasi reproduksi, distribusi semen beku, dan iSIKHNAS (sistem pelaporan digital) mendukung pertumbuhan populasi jangka panjang.
|
|
INDUSTRI HEWAN QURBAN DI INDONESIA |
Skala dan Nilai Ekonomi Pasar Qurban
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki pasar hewan qurban yang sangat besar dan tumbuh secara konsisten setiap tahunnya. Momentum Idul Adha merupakan salah satu perputaran ekonomi musiman terbesar di Indonesia, melibatkan rantai nilai yang kompleks mulai dari peternak, pedagang, transportasi, rumah potong hewan (RPH), hingga pengolah limbah peternakan.
|
Tahun |
Total Hewan (Ekor) |
Sapi & Kerbau (Ekor) |
Nilai Ekonomi |
|
2021 |
1.766.951 |
568.995 |
~Rp20,0 T* |
|
2022 |
~1.810.000 |
~580.000 |
~Rp22,0 T* |
|
2023 |
2.737.996 |
831.761 + 22.791 |
Rp24,5 T |
|
2024 |
~2.060.000 |
~600.000 |
Rp28,2 T |
|
2025 |
1.856.962 |
627.130 |
Rp27,1 T |
|
2026 (proj.) |
~1.590.000 |
~493.000 |
~Rp26,0 T* |
Sumber: Kementan, InfoJambi, indonesiabaik.id | *estimasi
Pada Idul Adha 2024, ketersediaan hewan qurban mencapai 2,06 juta ekor melampaui proyeksi kebutuhan 1,97 juta ekor (surplus 88.000 ekor), sementara nilai ekonomi melonjak 15,1% menjadi Rp28,2 triliun. Untuk 2025, total hewan qurban tercatat 1.856.962 ekor dengan nilai ekonomi Rp27,1 triliun. Pemerintah memproyeksikan harga sapi qurban mengalami kenaikan rata-rata 3,93% per tahun dengan lonjakan musiman mencapai 35% akibat permintaan yang sangat tinggi dan bersifat inelastis karena berkaitan dengan ibadah keagamaan.
Karakteristik Permintaan Hewan Qurban
- Permintaan Inelastis secara Religius: Kewajiban ibadah qurban bagi Muslim yang mampu menciptakan permintaan yang relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek.
- Momentum Musiman Terkonsentrasi: 90%+ transaksi terjadi dalam rentang 1–2 bulan menjelang Idul Adha, menciptakan tekanan harga yang konsisten dan dapat diprediksi setiap tahunnya.
- Digitalisasi Pasar: Platform digital seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Baznas Online, dan Dompet Dhuafa semakin menggeser transaksi ke kanal daring, membuka efisiensi rantai pasok dan jangkauan yang lebih luas.
- Ekosistem UMKM yang Besar: Momentum qurban melibatkan sekitar 13,5 juta pelaku UMKM dan usaha peternakan, menjadikannya motor penggerak ekonomi pedesaan yang signifikan.
- Diversifikasi Hewan: Sapi (1/7 ekor), kambing, dan domba menjadi pilihan utama, dengan kambing/domba mendominasi jumlah (sekitar 66% dari total hewan).
Rentang Harga Hewan Qurban 2026
Berdasarkan katalog Baznas dan platform perdagangan hewan qurban per Mei–Juni 2026, rentang harga hewan qurban terkini adalah sebagai berikut:
|
Jenis Hewan |
Kategori |
Bobot |
Harga (Rp) |
|
Domba/Kambing |
Standar |
21–26 kg |
2.450.000 |
|
Domba/Kambing |
Medium |
27–29 kg |
2.900.000 |
|
Domba/Kambing |
Premium |
30–33 kg |
3.100.000 |
|
Sapi (1/7 ekor) |
Standar–Medium |
200–350 kg |
Rp2,5–5 jt/orang |
|
Sapi (1 ekor) |
Komersial |
350–500+ kg |
Rp17–35 juta |
|
Kerbau (1/7 ekor) |
Lokal |
Setara sapi |
Mirip sapi |
Sumber: Baznas.go.id, Sapibagus Academy, Databoks — Mei/Juni 2026
|
|
PANDANGAN MAKROEKONOMI INDONESIA |
Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Makro
Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian global. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11% (YoY), lebih tinggi dari 5,03% pada 2024. Pertumbuhan triwulan IV-2025 bahkan mencapai 5,39% YoY, didorong utamanya oleh industri pengolahan, transportasi, dan pergudangan.
PDB berdasarkan paritas daya beli (PPP) mencapai USD4,10 triliun, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia. PDB per kapita terus meningkat mencapai Rp78,62 juta (setara USD4.960), mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat yang mendukung pertumbuhan konsumsi, termasuk konsumsi produk halal dan pelaksanaan ibadah qurban.
|
Indikator |
2024 |
2025 (Realisasi) |
2026 (Proyeksi) |
|
Pertumbuhan PDB (YoY) |
5,03% |
5,11% |
4,7–4,9%* |
|
Inflasi IHK (YoY) |
~2,6% |
2,92% |
2,5±1% |
|
BI-Rate |
5,75% |
4,75% |
Berpotensi turun |
|
Nilai Tukar (Rp/USD) |
~15.800 |
~16.785 |
Relatif stabil |
|
Cadangan Devisa |
~USD145 M |
USD150,1 M |
Tetap kuat |
|
IHSG (penutupan) |
~7.300 |
8.644 |
Bullish outlook |
Sumber: BPS, Bank Indonesia, Kemenko Perekonomian — Des 2025 / Mar 2026 | *INDEF
Kebijakan Moneter dan Iklim Investasi
Bank Indonesia telah melakukan penurunan BI-Rate kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024, menjadikan BI-Rate pada level 4,75% per Desember 2025 — terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan akomodatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi kredit dan likuiditas moneter.
Implikasi bagi instrumen sukuk: lingkungan suku bunga rendah meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil (yield) seperti sukuk dibandingkan deposito perbankan konvensional. Yield SBN 10 tahun di kisaran 6,77% menjadi benchmark yang kompetitif bagi penerbitan sukuk korporasi berbasis aset riil.
- PMI Manufaktur Ekspansif: PMI Manufaktur Indonesia mencapai 53,3 pada November 2025, menandakan ekspansi aktivitas produksi yang konsisten dan mendukung kepercayaan investor.
- Kemiskinan Turun: Jumlah penduduk miskin turun 1,37 juta orang (Mar 2024 vs Mar 2025), rasio gini turun menjadi 0,375, dan IPM naik ke 75,9 — mencerminkan pemerataan pertumbuhan yang mendukung daya beli kelas menengah.
- Probabilitas Resesi Rendah: Probabilitas resesi Indonesia turun ke 2% (dari 3,5% sebelumnya), mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat.
Risiko dan Tantangan Makro
Meski prospek ekonomi positif, beberapa risiko patut dicermati oleh investor:
- Proteksionisme Global: Eskalasi tarif resiprokal Amerika Serikat dan fragmentasi rantai pasok global berpotensi menekan ekspor dan pertumbuhan 2026. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sedikit melambat ke 3,2% di 2026.
- Volatilitas Nilai Tukar: Rupiah di kisaran Rp16.785/USD pada Desember 2025 perlu dipantau, terutama untuk biaya impor sapi bakalan yang sebagian masih bergantung pada pasokan dari Australia dan India.
- Harga Pakan: Biaya pakan (hijauan, konsentrat, dan bungkil) yang dipengaruhi harga komoditas global perlu dikelola melalui kontrak jangka panjang dan pengembangan sumber pakan lokal.
- Risiko Penyakit Hewan: Ancaman wabah PMK, LSD (Lumpy Skin Disease), dan Anthrax memerlukan protokol biosekuriti yang ketat dan dukungan program vaksinasi nasional sebagai mitigasi risiko.
Prospek Ekonomi Syariah dan Pasar Halal
Pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia menunjukkan momentum yang sangat positif. Indonesia secara konsisten masuk dalam 5 besar Global Islamic Economy Indicator. Industri keuangan syariah, termasuk sukuk, reksa dana syariah, dan pembiayaan berbasis akad syariah, terus mencatat pertumbuhan double-digit, didorong oleh meningkatnya literasi keuangan syariah dan regulasi yang mendukung.
Platform LBS.ID beroperasi dalam ekosistem yang kondusif: regulasi OJK yang mendukung fintech syariah, pertumbuhan konsumen Muslim kelas menengah yang mengutamakan investasi halal, dan meningkatnya kesadaran zakat-infaq-sedekah-wakaf (ZISWAF) yang berkorelasi positif dengan niat berqurban.
Daftar Sumber Utama
- Badan Pusat Statistik (BPS) — Peternakan Dalam Angka 2025
- Kementerian Pertanian RI — Outlook Komoditas Daging Sapi 2024
- Kementerian Pertanian RI (Ditjenpkh) — Ketersediaan Hewan Kurban 2024
- Bank Indonesia — Siaran Pers RDG Desember 2025 (BI-Rate 4,75%)
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian — Perekonomian Indonesia 2025
- INDEF — Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026
- Databoks/Katadata — Populasi Sapi Potong & Harga Qurban 2025–2026
- InfoJambi — Idul Adha Jadi Mesin Ekonomi Nasional 2025
- Kompas Data — Populasi Sapi Potong Indonesia 2019–2024
- Baznas.go.id — Katalog Hewan Qurban Idul Adha 2026
Company Overview
PROFIL PENERBIT
PT Nusa Sentosa Indonesia (nusaQu) merupakan perusahaan startup agritech di bidang peternakan sapi, kambing dan domba. nusaQu berfokus pada penggemukan dengan memanfaatkan platform digital yang komprehensif, mengintegrasikan peternakan dari hulu ke hilir secara terpadu (Integrated Farming System).
Fokus utama nusaQu adalah pada penciptaan sistem dan manajemen peternakan yang terintegrasi secara efisien dan berkelanjutan dari hulu ke hilir. nusaQu berlokasi di Tajurhalang Bogor dengan fokus pelayanan di Jabodetabek dan beberapa wilayah lain seperti Sukabumi dan Bandung.
nusaQu bermula dari tahun 2016, melalui usaha bersama di sebuah kandang kecil yang berlokasi di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Saat itu kapasitas kandang nusaQu hanya 50 ekor. Kemudian 3 tahun berselang, tepatnya tahun 2019 nusaQu melakukan ekspansi kandang ke Sawangan Depok dengan kapasitas 150 ekor. Padatahun 2021 nusaQu melakukan ekspansi dengan mendirikan kandang di Tajurhalang Bogor dengan kapasitas 600 ekor serta di Tapos Depok dengan kapasitas 400 ekor. Saat ini fokus nusaQu untuk penggemukan sapi di Tajurhalang Bogor dan Tapos Depok dengan target 1000 ekor sapi qurban.
Melalui pemanfaatan teknologi, nusaQu ingin menghadirkan transparansi ke semua mitra nusaQu mulai dari supplier, reseller, mitra hingga konsumen sehingga beternak menjadi semakin mudah dan efisien. Saat ini nusaQu telah memiliki 350 user yang terintegrasi dalam semua platform.
nusaQu juga fokus membangun kemandirian melalui berbagai anak usaha seperti nusa farm yang fokus pada proses penggemukan ternak melalui inovasi dan teknologi untuk efisiensi peternakan, nusa feed yang fokus untuk membuat pakan ternak sendiri untuk menjamin kualitas pakan, nusa waste berfokus untuk mengolah limbah peternakan agar bernilai dan tidak mencemari lingkungan serta nusa rich berfokus untuk mencetak generasi penerus peternakan yang berakhlak mulia.
Keberhasilan usaha penggemukan ternak, tidak lepas dari segala perencanaan. nusaQu dengan target qurban tahun 2024 sebanyak 1000 ekor sapi fokus mempersiapan segala baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur digital yang meliputi kesiapan kandang, vaksinasi, pakan, SDM, perizinan, marketing, permodalan, supplier, reseller dll. nusaQu akan terus memberikan sapi rawatan dengan kualitas terbaik mulai dari kualitas sapi bakalan, pemberian pakan berkualitas, kebersihan kandang, kesehatan sampai penjualan yang dihadirkan secara transparan demi mewujudkan qurban yang amanah, profesional dan transparan.
Kini nusaQu mulai dikenal banyak masyarakat dan terus berkembang pesat, dengan selalu berupaya berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. nusaQu juga diberikan kepercayaan untuk pengiriman sapi qurban ke Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
VISI
Berkolaborasi membangun peternakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.
MISI
- Semangat dalam kolaborasi bersama untuk menciptakan sistem peternakan digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.
- Menyediakan hewan qurban rawatan terbaik untuk pelayanan ibadah qurban.
- Menyediakan berbagai kebutuhan peternakan yang berkualitas mulai dari pakan hingga teknologi.
- Senantiasa berinovasi untuk menciptakan peternakan yang efisien.
- Mencetak generasi penerus peternakan yang unggul dan berkahlak mulia.
Produk
- Nusa Farm
Nusa Farm berfokus menyediakan sapi, kambing dan domba yang berkualitas dengan target penjualan utama saat Qurban. Nusa Farm memiliki beberapa program seperti Tabungan Qurban, Kemitraan Sapi dan Kemitraan Bisnis.
- Nusa Feed
Nusa Feed menyediakan pakan yang berkualitas yang terdiri dari pakan pelet, konsentrat dan onggok. Juga menyediakan penyuluhan terkait menajemen pakan yang efisien dan pelatihan untuk peternak yang membeli nusa
feed.
- Nusa Meat
Nusa Meat menyediakan produk daging sapi, kambing dan domba lokal kualitas premium beserta daging olahan seperti bakso dan olahan aqiqah. Kami sudah memiliki sertifikat halal dengan nomor : ID32110003211870423
- Nusa Waste
Nusa Waste mengolah limbah peternakan dengan memanfaatkan fermentasi dari cacing menjadi berbagai produk seperti cacing kering, cacing basah, pupuk kascing dan terus berinovasi untuk membuat produk lain dari limbah peternakan.
- Nusa Rich
Nusa Rich adalah Pondok Pesantren yang berfokus untuk mengembangan Pengusaha yang berjiwa Qurani yang unggul dan berakhlak mulia. Nusa Rich menyediakan pendidikan gratis untuk anak SMP - SMA sampai perguruan tinggi.
Key Risk
RISIKO & MITIGASI
|
No |
JENIS RISIKO |
MITIGASI |
|
`1. |
Persaingan di bidang penjualan hewan qurban yang ketat |
|
|
2. |
Risiko sakit atau mati |
|
|
3. |
Ketersediaan sapi Bali |
|
|
4. |
Gangguan IT |
|
Management Profile
PROFILE MANAGEMENT
Nanang Sugiarto
Founder & CEO nusaQu
Bapak Nanang Sugiarto lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur tahun 1986 dengan pendidikan terakhirnya yaitu sebagai lulusan mahasiswa di UPN Veteran Surabaya, Jurusan Teknologi Pangan Tahun 2010. Beliau sudah berpengalaman dalam membangun beberapa usaha seperti advertising, event organizer, export import, pengolahan pangan dan peternakan. Berkat pengalamannya di bidang advertising, menjadikan usaha peternakan yang didirikannya sangat fokus untuk menaikan penjualan setiap tahun dengan tetap memperhatikan kualitas hewan yang dijual. Selain itu beliau juga mahir dibidang nutrisi sehingga menjamin kualitas pakan yang diberikan.
Saat ini nusaQu memiliki jumlah karyawan sebanyak 35 karyawan aktif yang terbagi menjadi 2 Divisi, Farm dan Head Office. Karyawan di Divisi Farm ini terdiri dari 25 karyawan yang disebut sebagai ABK dengan tugas merawat hewan ternak Sapi. Masing-masing ABK ini memiliki tugas tersendiri dan tidak merangkap, seperti bagian kebersihan kandang, bagian yang memberikan pakan ternak, bagian yang mempersiapkan pakan ternak serta bagian yang merawat hewan sakit. Khusus para ABK yang merawat sapi ini disediakan rumah tinggal yang berlokasi di kandang sehingga hewan ternak sapi dapat termonitor dengan baik. Adapun karyawan di Divisi Head Office berjumlah 10 karyawan yang bertugas di bidang IT, pemasaran, administrasi dan keuangan.
Financial Review
FINANCIAL HIGHLIGHTS
Dokumen ini disusun sebagai prospektus laporan keuangan PT Nusa Sentosa Indonesia (“Perusahaan”) untuk keperluan informasi calon investor dalam rangka penerbitan Sukuk Musyarakah melalui platform Securities Crowdfunding (SCF) Syariah yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Laporan keuangan yang disajikan dalam dokumen ini bersumber dari laporan internal manajemen Perusahaan dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terdaftar.
- Calon investor disarankan untuk membaca dan memahami seluruh informasi dalam dokumen ini secara saksama, termasuk faktor risiko, sebelum mengambil keputusan investasi.
- Investasi melalui Sukuk Musyarakah mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko gagal bayar (default), risiko operasional usaha ternak, dan risiko likuiditas.
- Kinerja keuangan di masa lalu tidak menjamin atau mencerminkan kinerja di masa mendatang.
- Dokumen ini bukan merupakan rekomendasi atau jaminan keuntungan dari penyelenggara SCF, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon investor.
PT Nusa Sentosa Indonesia, yang beroperasi dengan nama dagang nusaQu Indonesia, adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan perdagangan hewan ternak yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Perusahaan menjalankan model bisnis penggemukan dan penjualan sapi dalam tiga segmen produk (Ekonomis, Medium, dan Premium) serta kambing domba, dengan basis pelanggan meliputi reseller, jagal, institusi keagamaan, dan pembeli individu, khususnya pada musim Idul Adha.
1.1 Informasi Umum
|
Keterangan |
Detail |
|
Nama Perusahaan |
PT Nusa Sentosa Indonesia |
|
Nama Dagang |
nusaQu Indonesia |
|
Direktur / Founder |
Nanang Sugiarto |
|
Alamat |
Jalan Kandang Sapi, RT.02/RW.08, Sasak Panjang, Kec. Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320 |
|
Website |
nusaqu.id |
|
|
|
|
Bidang Usaha |
Peternakan & Perdagangan Sapi, Kambing, dan Domba |
|
Segmen Produk |
Sapi Ekonomis, Sapi Medium, Sapi Premium, Kambing Domba |
|
Model Pendanaan |
Musyarakah (bagi hasil) dengan investor ritel melalui platform nusaQu |
Bagian ini menyajikan ikhtisar kinerja keuangan Perusahaan untuk tiga periode pelaporan: Tahun Buku 2024 (1 Januari – 31 Desember 2024), Tahun Buku 2025 (1 Januari – 31 Desember 2025), dan periode interim Januari–Mei 2026 (5 bulan), beserta proyeksi disetahunkan (annualized) periode 2026 berdasarkan ekstrapolasi linear dari data 5 bulan tersebut.
|
Indikator |
FY2024 |
FY2025 |
Jan–Mei 2026 |
2026 Disetahunkan* |
|
Pendapatan |
Rp 39.100.000.000 |
Rp 25.468.500.000 |
Rp 19.336.500.000 |
Rp 46.407.600.000 |
|
Laba Kotor |
Rp 13.310.000.000 |
Rp 12.368.875.000 |
Rp 9.294.875.000 |
Rp 22.307.700.000 |
|
Margin Laba Kotor |
34.0% |
48.6% |
48.1% |
— |
|
Beban Usaha |
(8.993.681.000) |
(9.770.320.580) |
(6.997.152.546) |
— |
|
Laba Bersih |
Rp 3.439.769.000 |
Rp 1.498.554.420 |
Rp 1.571.368.454 |
Rp 3.771.284.290 |
|
Margin Laba Bersih |
8.8% |
5.9% |
8.1% |
— |
|
Total Aset (akhir periode) |
Rp 12.211.169.000 |
Rp 17.103.938.920 |
Rp 13.218.682.795 |
— |
*Disetahunkan = data Jan–Mei 2026 × 12/5. Bersifat indikatif dan tidak memperhitungkan musiman Idul Adha.
2.1 Analisis Pertumbuhan
- Pendapatan Perusahaan pada periode Januari–Mei 2026 mencapai Rp 19.336.500.000, atau setara 75.9% dari total pendapatan FY2025 dalam waktu 5 bulan (41,7% dari satu tahun penuh), mengindikasikan akselerasi penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Margin laba kotor tetap konsisten pada kisaran tinggi: 34,0% (FY2024), 48,6% (FY2025), dan 48,1% (Jan–Mei 2026), menunjukkan stabilitas struktur biaya pokok penjualan Perusahaan dari waktu ke waktu.
- Margin laba bersih periode Jan–Mei 2026 sebesar 8.1% — lebih tinggi dibandingkan FY2025 (5.9%) — didorong oleh efisiensi biaya pembangunan kandang yang lebih rendah secara proporsional pada periode interim ini.
Tabel berikut menyajikan rincian laporan laba rugi Perusahaan untuk tiga periode pelaporan, mencakup pendapatan per segmen produk, struktur biaya pokok penjualan, dan beban usaha.
3.1 Pendapatan per Segmen Produk
|
Segmen Produk |
FY2024 |
FY2025 |
Jan–Mei 2026 |
% Rev (2026) |
|
Sapi Ekonomis |
Rp 13.800.000.000 |
Rp 7.168.500.000 |
Rp 5.575.500.000 |
28.8% |
|
Sapi Medium |
Rp 12.250.000.000 |
Rp 11.437.500.000 |
Rp 9.150.000.000 |
47.3% |
|
Sapi Premium |
Rp 12.000.000.000 |
Rp 5.812.500.000 |
Rp 3.487.500.000 |
18.0% |
|
Kambing Domba |
Rp 1.050.000.000 |
Rp 1.050.000.000 |
Rp 1.123.500.000 |
5.8% |
|
TOTAL PENDAPATAN |
Rp 39.100.000.000 |
Rp 25.468.500.000 |
Rp 19.336.500.000 |
100,0% |
3.2 Laporan Laba Rugi Lengkap
|
Komponen |
FY2024 |
FY2025 |
Jan–Mei 2026 |
% Rev 2026 |
|
Pendapatan |
Rp 39.100.000.000 |
Rp 25.468.500.000 |
Rp 19.336.500.000 |
100,0% |
|
Biaya Pendapatan (HPP) |
(25.790.000.000) |
(13.099.625.000) |
(10.041.625.000) |
51.9% |
|
LABA KOTOR |
Rp 13.310.000.000 |
Rp 12.368.875.000 |
Rp 9.294.875.000 |
48.1% |
|
Biaya Reseller |
(500.000.000) |
(465.000.000) |
(370.650.000) |
1.9% |
|
Bagi Hasil Investor |
(3.843.000.000) |
(3.710.662.500) |
(2.788.462.500) |
14.4% |
|
Sewa Kandang |
(85.500.000) |
(335.625.000) |
(291.000.000) |
1.5% |
|
Biaya Pakan Ternak |
(2.900.000.000) |
(2.405.902.125) |
(1.503.591.875) |
7.8% |
|
Biaya Obat Ternak |
(70.785.000) |
(120.482.714) |
(154.764.870) |
0.8% |
|
Biaya Pegawai |
(756.000.000) |
(1.036.750.000) |
(1.251.250.000) |
6.5% |
|
Biaya Marketing |
(60.210.000) |
(361.231.376) |
(164.196.080) |
0.8% |
|
Biaya Penyusutan |
(497.425.000) |
(894.864.750) |
(190.099.896) |
1.0% |
|
Total Beban Usaha |
(8.993.681.000) |
(9.770.320.580) |
(6.997.152.546) |
36.2% |
|
LABA BERSIH (sebelum Biaya Kandang) |
Rp 4.316.319.000 |
Rp 2.598.554.420 |
Rp 2.297.722.454 |
11.9% |
|
Biaya Pembangunan Kandang |
(876.550.000) |
(1.100.000.000) |
(726.354.000) |
3.8% |
|
LABA BERSIH SETELAH KANDANG |
Rp 3.439.769.000 |
Rp 1.498.554.420 |
Rp 1.571.368.454 |
8.1% |
Laporan posisi keuangan berikut menyajikan perbandingan aset, liabilitas, dan modal Perusahaan pada tiga titik waktu pelaporan: 31 Desember 2024, 31 Desember 2025, dan 31 Mei 2026.
4.1 Aktiva
|
Komponen |
31 Des 2024 |
31 Des 2025 |
31 Mei 2026 |
|
Kas dan Bank |
Rp 3.439.769.000 |
Rp 1.403.514.307 |
Rp 1.049.089.307 |
|
Sapi nusaQu (Persediaan) |
Rp 2.540.125.000 |
Rp 4.024.927.613 |
Rp 3.537.569.134 |
|
Sapi Investor |
Rp 4.500.000.000 |
Rp 9.169.737.500 |
Rp 5.421.500.000 |
|
Total Aktiva Lancar |
Rp 10.479.894.000 |
Rp 14.598.179.420 |
Rp 10.008.158.441 |
|
Peralatan Kantor & Bangunan (Bruto) |
Rp 2.228.700.000 |
Rp 3.400.624.250 |
Rp 4.295.489.000 |
|
Akumulasi Penyusutan |
(497.425.000) |
(894.864.750) |
(1.084.964.646) |
|
Total Aktiva Tetap (Neto) |
Rp 1.731.275.000 |
Rp 2.505.759.500 |
Rp 3.210.524.354 |
|
TOTAL AKTIVA |
Rp 12.211.169.000 |
Rp 17.103.938.920 |
Rp 13.218.682.795 |
4.2 Liabilitas dan Modal
|
Komponen |
31 Des 2024 |
31 Des 2025 |
31 Mei 2026 |
|
Modal Investor (Pengembalian) |
Rp 7.095.000.000 |
Rp 9.169.737.500 |
Rp 5.421.500.000 |
|
Hutang Supplier |
— |
Rp 492.178.000 |
Rp 354.400.000 |
|
Total Liabilitas |
Rp 7.095.000.000 |
Rp 9.661.915.500 |
Rp 5.775.900.000 |
|
Modal Pemilik |
Rp 272.700.000 |
Rp 1.100.000.000 |
Rp 1.100.000.000 |
|
Laba Ditahan (Tahun-Tahun Sebelumnya) |
Rp 1.403.700.000 |
Rp 4.843.469.000 |
Rp 4.843.469.000 |
|
Laba Tahun Berjalan |
Rp 3.439.769.000 |
Rp 1.498.554.420 |
Rp 1.498.554.420 (FY25) + Rp 1.571.368.454 (YTD) |
|
Total Modal |
Rp 5.116.169.000 |
Rp 7.442.023.420 |
Rp 9.013.391.874 |
|
TOTAL LIABILITAS & MODAL |
Rp 12.211.169.000 |
Rp 17.103.938.920 |
Rp 13.218.682.795 |
4.3 Catatan atas Posisi Keuangan
- Total aset Perusahaan tercatat Rp 13.218.682.795 per 31 Mei 2026, dibandingkan Rp 17.103.938.920 pada akhir FY2025 dan Rp 12.211.169.000 pada akhir FY2024.
- Aktiva tetap neto tumbuh konsisten dari Rp 1.731.275.000 (Des 2024) menjadi Rp 2.505.759.500 (Des 2025) dan Rp 3.210.524.354 (Mei 2026), mencerminkan investasi berkelanjutan pada infrastruktur kandang, kendaraan operasional, dan sistem digital.
- Saldo “Sapi Investor” dan “Modal Investor” menurun dari Rp 9.169.737.500 (Des 2025) menjadi Rp 5.421.500.000 (Mei 2026), mencerminkan siklus pengembalian dan/atau realisasi sebagian dana investor musyarakah periode sebelumnya.
- Modal Pemilik tercatat tetap pada Rp 1.100.000.000 sejak akhir FY2025, sementara akumulasi laba ditahan terus bertambah seiring kinerja operasional yang positif pada setiap periode pelaporan.
Rasio keuangan berikut disajikan untuk membantu calon investor memahami profil likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas Perusahaan dari waktu ke waktu.
|
Rasio |
FY2024 |
FY2025 |
Jan–Mei 2026 |
|
Margin Laba Kotor |
34.0% |
48.6% |
48.1% |
|
Margin Laba Bersih |
8.8% |
5.9% |
8.1% |
|
Current Ratio (Aktiva Lancar / Hutang Supplier) |
—* |
29.7x |
28.2x |
|
Debt-to-Equity Ratio (termasuk Modal Investor) |
1,39x |
1.30x |
0.64x |
|
Modal Pemilik / Total Aset |
2.2% |
6.4% |
8.3% |
|
Bagi Hasil Investor / Pendapatan |
9.8% |
14.6% |
14.4% |
|
Aktiva Tetap Neto / Total Aset |
14.2% |
14.7% |
24.3% |
*Tidak terdapat saldo Hutang Supplier pada FY2024.
5.1 Interpretasi Rasio
- Margin laba kotor yang konsisten di atas 34% pada seluruh periode mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola struktur biaya pokok penjualan secara efektif, terlepas dari fluktuasi volume penjualan musiman.
- Current ratio yang tinggi (di atas 25x pada FY2025 dan Mei 2026) menunjukkan posisi likuiditas jangka pendek yang kuat relatif terhadap kewajiban kepada pemasok.
- Rasio bagi hasil investor terhadap pendapatan berada pada kisaran 9,8%–14,6%, mencerminkan porsi distribusi hasil usaha yang kompetitif bagi investor musyarakah yang telah berpartisipasi.
Business Strategy
Penerbitan Sukuk Tahap IV ini digunakan untuk modal kerja pembelian Sapi seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen di tahun 2026 dan 2027, sehingga modal yang diperoleh dari penerbitan Sukuk Tahap I sd III untuk proyek yang sama tidak mencukupi. Adapun jenis bibit sapi yang dibeli adalah kategori Ekonomi, Medium serta Premium.
Dana Sukuk akan digunakan 100% secara keseluruhan sesuai dengan proyeksi (RAB) yang diajukan dan akan dipergunakan untuk modal kerja pembelian bibit sapi untuk menunjang dan memenuhi permintaan penjualan saat Hari Raya Idul Adha 2027 (1448 H).