Business Strategy
Industry Overview
Business Highlight
Company Overview
Financial Review
Investment Highlight
Management Profile
SWOT Analysis
Key Risk
Offering
Business Strategy
PT Mang Ujang Indonesia mengoperasikan brand Sambal Bakar Mang Ujang, sebuah restoran yang menghadirkan cita rasa kuliner khas Indonesia dengan teknik penyajian sambal bakar yang unik sehingga menciptakan pengalaman makan yang berbeda bagi konsumen.
Sambal Bakar Mang Ujang berdiri pada 25 Desember 2021 di Bandung dan berkembang dengan respon pasar yang sangat baik.
Saat ini perusahaan telah memiliki beberapa outlet utama dengan performa operasional yang baik, antara lain:
- Outlet Dipatiukur – Bandung
- Outlet Soekarno Hatta – Bandung
Ekspansi ini menunjukkan daya tarik brand dan penerimaan pasar terhadap konsep kuliner yang ditawarkan.
Menu utama mengusung konsep sambal khas nusantara yang dibakar langsung, memberikan aroma dan cita rasa yang khas.
Performa Break-Even Point (BEP) Per Outlet
Salah satu indikator kesehatan unit ekonomi bisnis restoran adalah kemampuan setiap outlet untuk mencapai titik impas (break-even point) secara mandiri. PT Mang Ujang Indonesia mencatat pencapaian BEP yang solid pada outlet-outlet eksistingnya, sebagai berikut:
1. Outlet Dipatiukur (Sambal Bakar Mang Ujang)
Outlet Dipatiukur telah mencapai BEP dalam ±2,5 tahun sejak beroperasi. Pencapaian ini mencerminkan penerimaan pasar yang kuat terhadap konsep sambal bakar di kawasan Coblong — salah satu koridor kuliner tersibuk di Kota Bandung. Dengan pendapatan 2025 sebesar Rp 7,18 miliar, outlet ini menjadi kontributor utama pendapatan konsolidasi perseroan.
2. Outlet Sasak Gantung (Telur Dadar Juara)
Outlet Telur Dadar Juara di Sasak Gantung mencatatkan pencapaian BEP yang sangat impresif, yakni ±1 tahun sejak pembukaan. Kecepatan BEP ini mengindikasikan model bisnis dengan struktur biaya yang efisien dan permintaan pasar yang tinggi sejak hari pertama beroperasi, sebuah proof of concept atas kekuatan brand dan eksekusi operasional manajemen.
3. Outlet Soekarno Hatta (Sambal Bakar Mang Ujang)
Outlet Soekarno Hatta mulai beroperasi pada Juli 2025 dan per penutupan tahun mencatat pendapatan Rp 2,29 miliar hanya dalam kurun ~6 bulan pertama. Berdasarkan simulasi yang mengacu pada run-rate pendapatan tahunan sebesar ±Rp 4,58 miliar dan margin operasional perseroan, outlet ini diproyeksikan mencapai BEP dalam 2-3 tahun sejak beroperasi. Perlu dicatat bahwa proyeksi ini bersifat konservatif, outlet yang baru berdiri lazimnya masih berada dalam fase ramping up, sehingga realisasi BEP berpotensi lebih cepat seiring dengan meningkatnya brand awareness di lokasi tersebut.
Secara keseluruhan, rekam jejak BEP ketiga outlet ini memperkuat keyakinan manajemen bahwa model bisnis Sambal Bakar Mang Ujang memiliki unit economics yang terukur dan dapat direplikasi. Sebuah fondasi penting bagi rencana ekspansi dua outlet baru yang didanai melalui penawaran ECF ini.
Brand Sambal Bakar Mang Ujang telah memperoleh eksposur luas melalui berbagai media dan kegiatan sponsorship.
Beberapa di antaranya:
Media Visit:
- Trans TV
- Trans 7
- CNN Indonesia
- Indosiar
Sponsorship:
- Komunitas Netizen Photo PR FM
- Hits Radio Bandung
- Stand Up Comedy Event
- Event komunitas
Hal ini meningkatkan brand awareness dan organic marketing selain itu perusahaan juga didukung oleh tim manajemen profesional dan memiliki fungsi bisnis yang jelas.
Industry Overview
Pandangan Industri
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia dan secara konsisten menjadi kontributor terbesar dalam industri pengolahan non-migas. Pertumbuhan industri ini didukung oleh populasi yang besar, peningkatan kelas menengah, serta perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengandalkan konsumsi makanan siap saji.
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa memiliki pasar domestik yang sangat besar, menjadikan industri F&B sebagai sektor yang relatif stabil dan resilient terhadap siklus ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor makanan dan minuman menunjukkan pertumbuhan yang konsisten seiring dengan meningkatnya konsumsi domestik.
Beberapa faktor pendorong pertumbuhan industri antara lain:
- Pertumbuhan kelas menengah dan urbanisasi
- Perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih praktis
- Meningkatnya aktivitas sosial di restoran dan kafe
- Ekspansi layanan pesan antar makanan berbasis digital
- Perkembangan bisnis franchise kuliner
(Sumber : badan Pusat Statistik)
Tren ini menjadikan sektor F&B sebagai salah satu industri dengan tingkat pertumbuhan yang relatif stabil di Indonesia.
Perilaku konsumen di Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen saat ini tidak hanya mencari makanan yang lezat, tetapi juga memperhatikan aspek pengalaman, kenyamanan, serta nilai yang ditawarkan oleh suatu brand.
Beberapa tren konsumen yang berkembang antara lain:
- Experience dining – konsumen mencari pengalaman makan yang unik
- Brand storytelling – konsumen tertarik pada konsep dan cerita brand
- Social media friendly restaurant
- Menu khas nusantara dengan konsep modern
- Harga yang terjangkau dengan kualitas yang baik
Konsep restoran yang memiliki diferensiasi kuat seperti sambal bakar atau kuliner khas nusantara memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar ini.
Perkembangan teknologi digital turut mendorong transformasi industri F&B di Indonesia.
Beberapa perubahan utama dalam industri antara lain:
- meningkatnya penggunaan platform delivery seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood
- penggunaan media sosial sebagai sarana promosi utama
- sistem pemesanan dan pembayaran digital
- pemasaran melalui food influencer dan komunitas kuliner
Digitalisasi ini membantu pelaku usaha F&B memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka banyak cabang fisik.
Industri restoran di Indonesia memiliki potensi ekspansi yang besar melalui model franchise atau kemitraan outlet.
Model ini memungkinkan brand kuliner untuk berkembang lebih cepat dengan memanfaatkan jaringan mitra usaha. Banyak brand kuliner lokal berhasil berkembang secara nasional melalui pendekatan ini.
Dengan konsep produk yang kuat, standar operasional yang jelas, dan brand awareness yang baik, restoran dapat memperluas jaringan outlet secara signifikan di berbagai kota di Indonesia.
Industri F&B memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi karena hambatan masuk yang relatif rendah. Namun demikian, brand yang memiliki diferensiasi kuat dan manajemen operasional yang baik memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Beberapa faktor keberhasilan dalam industri restoran antara lain:
- konsep produk yang unik
- kualitas rasa yang konsisten
- lokasi strategis
- pelayanan yang baik
- strategi pemasaran digital yang efektif
Restoran dengan identitas brand yang kuat memiliki potensi untuk membangun loyalitas pelanggan yang tinggi.
Ke depan, industri F&B di Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya konsumsi domestik dan pertumbuhan sektor pariwisata.
Beberapa tren yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri antara lain:
- pertumbuhan bisnis kuliner berbasis konsep lokal
- ekspansi restoran melalui model franchise
- meningkatnya permintaan makanan siap saji
- integrasi layanan online dan offline (omnichannel)
- meningkatnya peran digital marketing dalam industri kuliner
Dengan berbagai faktor tersebut, industri F&B di Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan yang baik
Business Highlight
Kode saham:
SMBLECF1
Target dana yang dibutuhkan:
Rp5.464.146.482
Total saham yang dilepas:
21.591.331 Lembar
Harga per lembar saham:
Rp179
Minimal investasi:
Rp1.000.073
Periode pembagian dividen:
12 bulan
Company Overview
Sambal Bakar Mang Ujang adalah restoran yang mengusung cita rasa khas Indonesia dengan keunikan proses pembuatannya, yang terinspirasi dari tradisi kuliner Kota Bontang.
Restoran ini berdiri pada 25 Desember 2021 di Bandung dan terinspirasi dari tradisi kuliner Kota Bontang yang dikenal dengan cita rasa sambal yang kuat dan autentik.
Sejak membuka outlet pertama di Jalan Sasak Gantung No. 19, antusiasme pelanggan mendorong Sambal Bakar Mang Ujang untuk terus berinovasi hingga saat ini memiliki dua outlet utama di Dipatiukur dan Soekarno Hatta, yang menunjukkan performa terbaik dalam hal operasional dan kepuasan pelanggan
Berbekal pengalaman 4 tahun Sambal Bakar Mang Ujang memahami keinginan konsumen secara mendalam dan menjawab keinginan pasar F&B di Indonesia.
Sejarah Singkat Perusahaan
Keberhasilan ekspansi ini menunjukkan adanya permintaan pasar yang kuat terhadap konsep sambal bakar
Sambal Bakar Mang Ujang telah memperoleh exposure melalui berbagai media dan kegiatan sponsorship, antara lain:
- Media visit CNN
- Media visit Trans TV
- Media visit Trans7
- Media visit Indosiar
Selain itu restoran juga terlibat dalam berbagai kegiatan sponsorship komunitas dan event hiburan.
Visi Perusahaan
Menjadi destinasi kuliner Sambal Bakar pilihan utama yang menghadirkan cita rasa autentik dan pengalaman makan yang berkesan.
Misi Perusahaan
- Membangun budaya kerja yang positif dan berintegritas untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
- Memberikan nilai dan manfaat bagi konsumen, karyawan, pemegang saham, serta lingkungan sekitar.
- Terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman kuliner khas Indonesia yang berkualitas.
Produk & Menu Utama
Menu Sambal Bakar Mang Ujang berfokus pada hidangan seafood, ayam, dan berbagai jenis sambal khas Nusantara.
Menu Favorit
- Cumi Sambal Gami
- Nila Sambal Matah
- Udang Tepung Original
- Ayam Goreng Sambal Jeletot
- Sambal Bawang
- Sambal Goang
Menu tersebut menjadi signature menu yang memperkuat positioning restoran sebagai spesialis sambal bakar.
Model Layanan Bisnis
Sambal Bakar Mang Ujang menjalankan beberapa model layanan untuk memperluas sumber pendapatan:
- Dine In
Layanan makan di tempat dengan area:
- indoor
- outdoor
- lesehan
- Take Away
Pemesanan makanan untuk dibawa pulang.
- Delivery
Pesanan melalui platform digital:
- GoFood
- GrabFood
- ShopeeFood
- Catering & Big Order
Layanan pemesanan dalam jumlah besar seperti:
- nasi box
- buffet
- event makanan
- Venue Rental
Penyewaan tempat untuk:
- meeting
- private event
- engagement
- wedding party
- Fasilitas Restoran
Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, restoran menyediakan fasilitas:
- Area indoor
- Area outdoor
- Area lesehan
- Musholla
- Toilet
- Area parkir luas
Fasilitas ini membuat restoran cocok untuk keluarga, komunitas, maupun acara perusahaan.
Legalitas
|
Nama Perusahaan |
PT Mang Ujang Indonesia |
|
Akta Pendirian |
Akta Nomor 06 Tanggal 10 Mei 2023, oleh Notaris Febiyanto, SH., M.Kn. Notaris di Kota Cimahi |
|
SK Kemenkumham |
SK Kemenkumham Nomor AHU-0033986.AH.01.01.TAHUN 2023 |
|
NPWP PERUSAHAAN |
40.862.780.0-428.000 |
|
NIB |
1105230095984 |
|
Alamat |
Jalan Sarimadu Barat Nomor 135, Desa/Kelurahan Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos: 40164 |
Financial Review
Investment Highlight
PT Mang Ujang Indonesia berencana untuk melakukan penambahan modal perusahaan dari masyarakat (investor) melalui penerbitan saham. Dana yang diperoleh dari Penawaran setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan untuk membuka cabang Sambal Bakar Mang Ujang yang direncanakan di Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Cipete Jakarta Selatan.
Management Profile
PROFILE MANAJEMEN
Perusahaan dikelola oleh tim profesional yang berdedikasi untuk pertumbuhan bisnis jangka Panjang
Hendra Permana Aditya
Founder – Direktur Sambal Bakar Mang Ujang
Nama : Hendra Permana
Usia : 32 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan & Pelatihan : Universitas Sriwijaya 2011 - 2016
Founder & CEO Sambal Bakar mang ujang 2021 - sekarang
Biografi & Perjalanan Bisnis
Hendra Permana adalah seorang pengusaha muda visioner di industri kuliner yang berfokus pada restoran cita rasa khas Nusantara melalui brand Sambal Bakar Mang Ujang. Dengan pengalaman yang matang di industri food & beverage, beliau berhasil mengintegrasikan kekuatan resep tradisional dengan sistem manajemen operasional modern, menitikberatkan pada konsistensi kualitas produk, kualitas pelayanan, kebersihan serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan pasar.
Sebelum mengembangkan Sambal Bakar Mang Ujang, Hendra Permana sudah berpengalaman mengelola beberapa bisnis kuliner, diantaranya Corndog Legend, dan Hamkke Korean Street food. Pengalaman di bisnis sebelumnya memperkuat fondasi manajemen operasional dan pemasaran di bisnis yang dijalani saat ini. Melihat besarnya market terhadap produk sambal yang autentik namun terjangkau, tahun 2021 ia mendirikan bisnis dengan kategori baru yaitu sambal bakar dan enjadikan Sambal Bakar Mang Ujang pioneer atau pertama di kategori tersebut.