chevron arrow

Financial Review

Business Highlight

Investment Highlight

Offering

Industry Overview

Company Overview

Management Profile

Business Strategy

Key Risk

chevron arrow

Financial Review

CV MULAI DARI YANG BISA | SIOMAY BOGOR ABAH UKI

LAPORAN KEUANGAN

Untuk Keperluan Prospektus Penawaran Sukuk Musyarakah

Per 31 Desember 2024, 31 Desember 2025 dan 31 Juli 2026 (In-house)

PERNYATAAN

Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (“Perusahaan”) dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen. Laporan ini disajikan untuk memberikan gambaran atas posisi keuangan dan kinerja usaha Perusahaan sehubungan dengan rencana penerbitan Sukuk Musyarakah. Calon Pemodal disarankan untuk melakukan analisa (due diligence) secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

(dalam Rupiah penuh)

KETERANGAN

31 Desember 2024

31 Desember 2025

31 Juli 2026

ASET

 

 

 

Aset Lancar

 

 

 

Kas, Bank & Setara Kas

68.743.391

61.060.314

77.988.360

Piutang Usaha

26.980.000

86.040.000

99.253.000

Persediaan

32.236.700

57.682.200

106.001.084

Jumlah Aset Lancar

127.960.091

204.782.514

283.242.444

Aset Tetap

 

 

 

Tanah & Bangunan

-

-

1.500.000.000

Peralatan, Renovasi & Aset Tetap Lainnya (neto)

229.013.910

663.199.308

702.990.324

Jumlah Aset Tetap

229.013.910

663.199.308

2.202.990.324

JUMLAH ASET

356.974.001

867.981.822

2.486.232.768

LIABILITAS DAN EKUITAS

 

 

 

Liabilitas Jangka Pendek

 

 

 

Hutang Usaha (Bahan Baku)

47.500.000

114.190.820

132.035.702

Hutang Gaji

13.130.000

13.950.000

49.890.000

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

60.630.000

128.140.820

181.925.702

Liabilitas Jangka Panjang

 

 

 

Hutang Bank/Lembaga Keuangan

57.500.000

23.420.000

31.883.333

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

57.500.000

23.420.000

31.883.333

JUMLAH LIABILITAS

118.130.000

151.560.820

213.809.035

Ekuitas

 

 

 

Modal Pemilik

55.893.071

317.399.275

1.777.307.774

Laba Ditahan

157.725.056

373.097.889

489.841.241

Laba Tahun/Periode Berjalan

25.225.874

25.923.838

5.274.718

JUMLAH EKUITAS

238.844.001

716.421.002

2.272.423.733

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

356.974.001

867.981.822

2.486.232.768

Sumber: Laporan Keuangan Internal CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (Belum Diaudit)

 

LAPORAN LABA RUGI

(dalam Rupiah penuh)

KETERANGAN

Tahun 2024

(1 Jan - 31 Des 2024)

Tahun 2025

(1 Jan - 31 Des 2025)

Periode Berjalan

(1 Jan - 31 Jul 2026)

Pendapatan

1.331.255.160

2.997.294.979

3.726.553.755

Harga Pokok Pendapatan

594.177.227

1.442.205.281

1.907.749.815

LABA KOTOR

737.077.933

1.555.089.698

1.818.803.940

Beban Operasional

579.102.877

1.181.741.809

1.357.743.689

LABA USAHA (EBIT)

157.975.056

373.347.889

461.060.251

Pendapatan & Beban Lain-lain Neto*

(250.000)

(250.000)

-

LABA BERSIH TAHUN/PERIODE BERJALAN

157.725.056

373.097.889

461.060.251

Sumber: Laporan Keuangan Internal CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (Belum Diaudit)

*Pendapatan & beban lain-lain neto merupakan komponen di luar usaha (a.l. biaya administrasi bank) sesuai pencatatan internal Perusahaan.

IKHTISAR RASIO KEUANGAN

Rasio

31 Des 2024

31 Des 2025

31 Jul 2026

Current Ratio (Aset Lancar / Liabilitas Lancar)

2,11x

1,60x

1,56x

Debt to Equity Ratio

0,49x

0,21x

0,09x

Gross Profit Margin

55,37%

51,88%

48,81%

Net Profit Margin

11,85%

12,45%

12,37%

Return on Assets

44,18%

42,98%

18,54%*

Return on Equity

66,04%

52,08%

20,29%*

*ROA dan ROE 2024 dan 2025 dihitung menggunakan laba tahun berjalan terhadap posisi aset/ekuitas akhir tahun. ROA dan ROE per 31 Juli 2026 menggunakan laba periode Januari-Juli 2026 (belum disetahunkan), sehingga tidak sepenuhnya sebanding dengan rasio tahun penuh.

ANALISA KINERJA & PROSPEK USAHA

Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Pendapatan Perusahaan meningkat dari Rp1,33 miliar pada 2024 menjadi Rp3,00 miliar pada 2025, atau tumbuh 125,1%. Laba bersih turut meningkat dari Rp157,7 juta menjadi Rp373,1 juta, atau tumbuh 136,5%. Sampai dengan Juli 2026, Perusahaan telah membukukan pendapatan Rp3,73 miliar dan laba bersih Rp461,1 juta, melampaui capaian satu tahun penuh 2025 dalam periode tujuh bulan. Angka Juli 2026 masih mencerminkan periode tujuh bulan, sehingga tidak dibandingkan langsung sebagai pertumbuhan tahun penuh.

Perkembangan Profitabilitas

Margin laba kotor tercatat 55,37% pada 2024, bergerak turun menjadi 51,88% pada 2025 dan 48,81% pada Januari-Juli 2026. Margin laba bersih relatif stabil, bergerak dari 11,85% pada 2024 menjadi 12,45% pada 2025 dan 12,37% pada Januari-Juli 2026. Rata-rata laba bersih bulanan pada Januari-Juli 2026 tercatat sekitar Rp65,9 juta, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan 2025 sekitar Rp31,1 juta, sejalan dengan rata-rata pendapatan bulanan yang turut meningkat.

Likuiditas dan Modal Kerja

Current Ratio tercatat 2,11x pada 2024, bergerak menjadi 1,60x pada 2025 dan 1,56x per Juli 2026, konsisten berada di atas 1,0x sepanjang periode laporan. Modal kerja bersih (Aset Lancar dikurangi Liabilitas Jangka Pendek) tercatat positif pada seluruh periode, yaitu sekitar Rp67,3 juta pada 2024, Rp76,6 juta pada 2025, dan Rp101,3 juta per Juli 2026.

 

 

Struktur Permodalan

Debt to Equity Ratio membaik konsisten dari 0,49x pada 2024 menjadi 0,21x pada 2025 dan 0,09x per Juli 2026. Ekuitas meningkat dari Rp238,8 juta pada 2024 menjadi Rp716,4 juta pada 2025 (tumbuh 200,0%) dan Rp2,27 miliar per Juli 2026 (tumbuh 217,2% dari posisi 2025), didorong oleh akumulasi laba ditahan dan penambahan modal pemilik.

Komposisi Aset

Total aset meningkat dari Rp357,0 juta pada 2024 menjadi Rp868,0 juta pada 2025 (tumbuh 143,1%) dan Rp2,49 miliar per Juli 2026 (tumbuh 186,4% dari posisi 2025). Peningkatan aset tetap per Juli 2026 didorong oleh penambahan Tanah & Bangunan senilai Rp1,5 miliar serta penambahan peralatan produksi, sehingga aset tetap mencapai sekitar 88,6% dari total aset pada periode tersebut. Karena laporan Juli 2026 baru mencakup tujuh bulan, rasio yang berbasis laba periode berjalan (ROA, ROE) perlu dibaca dengan mempertimbangkan basis periode yang lebih pendek.

CATATAN PENTING BAGI CALON PEMODAL

1. Laporan keuangan ini disusun secara internal oleh manajemen CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen.

2. Kinerja keuangan historis tidak menjamin dan bukan merupakan indikasi atas kinerja keuangan Perusahaan di masa yang akan datang.

3. Investasi pada Sukuk mengandung risiko, antara lain risiko keterlambatan/gagal bayar oleh Perusahaan, risiko likuiditas Sukuk, penurunan pendapatan atau margin usaha, serta risiko lain yang terkait dengan kewajiban usaha Perusahaan. Investasi hanya disarankan bagi Calon Pemodal yang memahami dan menerima risiko tersebut.

Business Highlight

  • Kode sukuk:

    ABAH01XXSCFS

  • Target dana yang dibutuhkan:

    Rp1.426.300.000

  • Total sukuk yang dilepas:

    14.263 Lembar

  • Harga per lembar sukuk:

    Rp100.000

  • Minimal investasi:

    Rp1.000.000

  • Periode pembagian imbal hasil:

    12 bulan

Investment Highlight

CV MULAI DARI YANG BISA akan menerbitkan Sukuk Musyarakah yaitu Sukuk Musyarakah CV Mulai Dari yang Bisa I Tahun 2026 dengan nominal Rp. 1.426.300.000,- dalam jangka waktu 12 bulan dengan imbal bagi hasil sebesar 15,00% p.a bersifat fixed dari margin penjualan seluruh hishshah milik pemodal atas asset syirkah

Dana hasil penerbitan sukuk ini digunakan untuk Membiayai Proyek kerjasama pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.

Struktur Sukuk dan Tujuan penggunaan dana sukuk tersebut dengan rincian sebagai berikut :  

 

 

Struktur Sukuk

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah  CV MULAI DARI YANG BISA I Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Objek Dasar Sukuk

Proyek Kerjasama pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Nilai Sukuk

Rp 1.426.300.000,-  (Satu Miliar Empat Ratus Dua Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)                           

Jangka waktu

12 Bulan

Tujuan Penggunaan Dana

Pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Porsi Modal & Mekanisme Sukuk

  1. Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :     0,26% = Rp    3.700.000,-

Porsi Pemodal 99,74% = Rp1.426.300.000,-

  1. Pengalihan Hishshah, Bai’ bi al Taqsith :

Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit keseluruhan, melalui akad Bai’ bi al Taqsith dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati.

Imbal Hasil

15,00% bersifat fixed berasal dari margin penjualan Hishshah pemodal atas aset syirkah pemodal

Return on Investment

15,00% p.a

Offering

Nama Sukuk

Sukuk Musyarakah  CV MULAI DARI YANG BISA I Tahun 2026

Akad Sukuk

Sukuk Musyarakah

Opini Syariah

Penerbitan Sukuk telah mendapatkan opini kesesuain syariah dari Dewan Pengawas Syariah yang terdiri atas Ibu Wahju Rohmanti (Ketua) dan Bapak Eddy Kusnawijaya (Anggota) dengan Nomor opini Nomor :

Penawaran Investasi

Proyek Kerjasama pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.

Tujuan Penggunaan Dana

Pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit

Porsi Modal

Akad Musyarakah :

Porsi Penerbit :    0,26% = Rp 3.700.000,-   

Porsi Pemodal : 99,74% = Rp 1.426.300.000,-

Imbal Hasil

15,00% Bersifat fixed berasal dari marjin penjualan seluruh hishsah aset syirkah milik.dengan menggunakan akad Ba’i Bi Taqsith sesuai dengan margin yang disepakati

Return on Investment (ROI) Proyeksi 12 bulan

15,00%

Nilai Sukuk

Rp1.426.300.000,- (Satu Miliar Empat Ratus Dua Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)

Jangka waktu (Tenor)

12 (dua belas) bulan

Masa Penawaran Investasi

45 Hari

Penawaran

Penawaran Ke I

Rencana Nominal Sukuk

Rp1.426.300.000,-

Pihak Terlibat

  1. Shahibul Maal (Pemodal)
  2. CV MULAI DARI YANG BISA (Penerbit)
  3. KSEI dan Bank Kustodian
  4. LBS Urun Dana (Penyelenggara)

Kode Sukuk

ABAH01XXSCFS

Pembayaran Pokok Modal dan Bagi Hasil

Pembayaran pokok modal dan bagi hasil dilakukan pada :
Bulan ke – 3     : Rp. 142.630.000,-

Bulan ke – 6     : Rp. 213.945.000,-
Bulan ke – 9     : Rp. 213.945.000,-

Bulan ke – 12 : Rp. 855.780.000,- + Rp. 213.945.000,-  (Pokok Modal + Bagi Hasil)

Periode Perhitungan Bagi Hasil

Actual/Aktual

Tanggal Distribusi Efek

-

Tanggal Pembayaran Bagi Hasil

Bulan ke 12

Tanggal Jatuh Tempo

-

Tanggal Penawaran Dimulai

-

Tanggal Penawaran Berakhir

-

Tanggal Fully Funded

-

Jumlah Nominal/Unit

Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah)

Minimum Investasi

Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)

Minimum Pendanaan

Rp. 1.250.000.000,- (Satu Miliar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Jaminan

CV MULAI DARI YANG BISA menyerahkan Aset Tetap sebagai jaminan berupa:

 

    1. Aset berupa Tanah dan Bangunan dengan SHM Elektronik dengan Nomor NIB 10.09.000004769.0. yang beralamat di Kel. Semplak, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat., dengan luas tanah 312 m2 dan luas bangunan 100 m2 atas nama Sutiani selaku Istri Direktur dari CV MULAI DARI YANG BISA dengan nilai taksiran Rp. 2.068.378.796
       

Sehingga coverage ratio jaminan sebesar   145%    

Penawaran sukuk Satuan Jumlah Penawaran
sukuk Tersisa Persentase 100%
sukuk Tersisa Lembar 14.263
sukuk Tersisa Jumlah Rp 1.426.300.000
sukuk Terjual Persentase 0%
sukuk Terjual Lembar 0
sukuk Terjual Jumlah Rp 0

Industry Overview

Industri Makanan Olahan, Frozen Food & Ready-to-Serve

Industri makanan olahan Indonesia berada dalam posisi yang menarik karena ditopang oleh basis konsumsi domestik yang besar, keberlanjutan aktivitas manufaktur, serta perubahan perilaku konsumen menuju produk yang praktis, mudah disimpan, dan dapat disajikan dengan cepat. Dalam konteks tersebut, kategori frozen food dan ready-to-serve memiliki relevansi kuat terhadap kebutuhan rumah tangga modern, ritel, reseller, HORECA, institusi, dan kanal event.

Abah Uki memiliki basis yang selaras dengan tema tersebut. Berdasarkan company profile 2026, usaha telah berjalan sejak 2008, memiliki portofolio frozen food, pengalaman multi-channel, dan kapasitas yang pernah dikembangkan hingga 20.000 pcs per hari. Strategi pertumbuhan berikutnya difokuskan pada penguatan retail, perluasan distribusi, optimalisasi produk, serta disiplin komersial.

 

Snapshot Makro & Industri

PDB Indonesia Q2-2026

Inflasi Aug-2026

BI-Rate Aug-2026

Porsi F&B dalam Industri Pengolahan 2025*

5,29% yoy

3,19% yoy

5,75%

~25,2%

*Estimasi sederhana: PDB ADHB industri makanan & minuman Rp562,0 triliun dibanding total industri pengolahan Rp2.227,6 triliun pada tabel BPS 2025.

 

 

2. Industry Highlight: Makanan Olahan & Frozen Food

 

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nasional. Data BPS untuk 2025 menunjukkan nilai tambah industri makanan dan minuman atas dasar harga berlaku sekitar Rp562,0 triliun, sedangkan total industri pengolahan sekitar Rp2.227,6 triliun. Dengan demikian, secara indikatif subsektor makanan dan minuman merepresentasikan sekitar 25,2% dari nilai tambah industri pengolahan.

 

Sumber: BPS, Tabel PDB ADHB Menurut Lapangan Usaha, 2025; perhitungan internal.

 

Faktor Pendorong Industri

Permintaan domestik: makanan merupakan kebutuhan dasar dengan basis konsumsi yang luas dan berulang.

Kepraktisan: perubahan ritme hidup mendorong kebutuhan produk yang lebih cepat disiapkan, mudah disimpan, dan konsisten kualitasnya.

Multi-channel distribution: pertumbuhan dapat berasal dari kombinasi retail, distributor, reseller, HORECA, institusi, dan kanal digital/event.

Formalization & trust: standar proses, keamanan pangan, konsistensi rasa, serta penguatan merek menjadi pembeda penting di tengah banyaknya pilihan produk.

Program institusional: aktivitas belanja pemerintah dan program pangan dapat meningkatkan aktivitas sektor makan-minum dan rantai pasok terkait, meskipun peluang ini perlu dikelola dengan disiplin margin dan kontrak.

 

 

Keterkaitan dengan Posisi Abah Uki

Tema Industri

Bukti/Posisi Abah Uki

Implikasi Strategis

Convenience food

Portofolio frozen & ready-to-serve

Memperluas penetrasi konsumen rumah tangga dan B2B.

Multi-channel

Retail, distributor, HORECA, reseller, event, institusi

Diversifikasi sumber pendapatan dan akses pasar.

Retail-led growth

Momentum retail disebut menguat pada data internal

Fokus pada availability, repeat purchase, dan brand pull.

Scale-up capacity

Kapasitas yang pernah dikembangkan hingga 20.000 pcs/hari

Memberi basis untuk meningkatkan utilisasi jika demand bertumbuh.

Brand heritage

Usaha sejak 2008 dan identitas lokal

Mendukung diferensiasi berbasis rasa familiar dan kepercayaan.

Sumber: Company Profile Abah Uki 2026 (data internal).

 

 

3. Pandangan Makroekonomi Indonesia 2026

Kondisi makro Indonesia pada 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah ketidakpastian global. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 sebesar 5,29% yoy, setelah 5,61% yoy pada triwulan I-2026. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada kisaran 4,9%-5,7%.

Sumber: BPS, BRS Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026; Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026.

 

Stabilitas Harga dan Suku Bunga

Pada Agustus 2026, inflasi IHK tercatat 3,19% yoy dan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Pada periode yang sama, BI-Rate dipertahankan sebesar 5,75%. Bagi industri makanan, kombinasi inflasi pangan, biaya input, dan biaya pembiayaan tetap perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi margin, harga jual, serta daya beli konsumen.

Sumber: BPS, Inflasi Agustus 2026; Bank Indonesia, RDG 18-19 Agustus 2026 dan Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026.

 

 

4. Sinyal Sektoral yang Mendukung

Pada triwulan I-2026, BPS mencatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% yoy, tertinggi dari sisi produksi pada periode tersebut. Pada saat yang sama, industri pengolahan tumbuh 5,04% yoy dan BPS menyebut kinerja tersebut terutama didorong antara lain oleh industri makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi, pengolahan, dan layanan makan-minum tetap menjadi bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi domestik.

Indikator

Periode

Realisasi

Relevansi terhadap Abah Uki

PDB Indonesia

Q2 2026

5,29% yoy

Mendukung prospek permintaan domestik secara umum.

Akomodasi & makan minum

Q1 2026

13,14% yoy

Sinyal aktivitas sektor terkait konsumsi makanan meningkat.

Industri pengolahan

Q1 2026

5,04% yoy

Makanan & minuman disebut sebagai salah satu pendorong utama.

Inflasi IHK

Aug 2026

3,19% yoy

Perlu strategi pricing dan procurement yang disiplin.

IHP industri pengolahan

Q2 2026

+4,94% yoy

Mengindikasikan tekanan harga di tingkat produsen yang perlu dimonitor.

Sumber: BPS dan Bank Indonesia, rilis 2026 sebagaimana dicantumkan pada bagian sumber.

 

Pandangan 12-18 Bulan

Secara base case, lingkungan usaha masih konstruktif untuk pemain makanan olahan yang mampu menjaga kualitas, distribusi, dan modal kerja. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5% memberi landasan permintaan, sementara inflasi yang masih terkendali membantu menjaga visibilitas konsumsi. Namun, tekanan biaya bahan baku dan harga produsen, volatilitas rupiah, serta suku bunga yang relatif tinggi dapat menekan margin apabila tidak diimbangi produktivitas dan pricing power.

Company Overview

A. Identitas Perusahaan

Nama Perusahaan

: CV Mulai Dari Yang Bisa

Merek Dagang

: Siomay Bogor Abah Uki

Bentuk Badan Usaha

: Commanditaire Vennootschap (CV)

Bidang Usaha

: Produksi dan Perdagangan Produk Makanan Beku (Frozen Food)

Tahun Berdiri

: 2008

Kategori Produk

: Frozen food dan ready-to-serve food berbasis makanan tradisional lokal

Alamat

: Btw Mall, Jl. Veteran No.27, RT.01/RW.03, Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16115

B. Sejarah Singkat Perusahaan

CV Mulai Dari Yang Bisa adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan produk makanan beku (frozen food) dengan merek dagang Siomay Bogor Abah Uki. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2008 dan telah menjalani perjalanan panjang dalam industri makanan lokal Indonesia, mulai dari usaha makanan skala rumahan hingga berkembang menjadi brand frozen food yang memiliki portofolio produk beragam dan jaringan distribusi multi-channel.

Dalam perjalanannya, Perusahaan telah melewati berbagai fase transformasi, dari membangun pertumbuhan penjualan pada periode 2012–2015, menghadapi dinamika perubahan pasar, hingga mengembangkan format frozen food sebagai strategi adaptasi terhadap pergeseran kebutuhan konsumen. Kapasitas produksi Perusahaan pernah mencapai 20.000 pcs per hari, mencerminkan kemampuan operasional yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade.

Kini, CV Mulai Dari Yang Bisa berada pada fase akselerasi pertumbuhan berikutnya, dengan fokus pada penguatan brand di level retail, perluasan jaringan distribusi, dan peningkatan kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.

C. Tonggak Pencapaian (Milestones)

2008           Memulai usaha makanan sebagai cikal bakal CV Mulai Dari Yang Bisa dengan merek Siomay Bogor Abah Uki.

2012–2015  Membangun pertumbuhan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.

Pasca 2015 Melewati masa tantangan dan transformasi: belajar menghadapi perubahan pasar serta mengembangkan format produk beku (frozen food).

2026+         Memasuki fase pertumbuhan berikutnya: akselerasi retail, perluasan distribusi, optimalisasi produk, dan penguatan sistem komersial.

D. Bidang Usaha dan Produk

CV Mulai Dari Yang Bisa memproduksi dan memasarkan produk makanan beku (frozen food) dan makanan siap saji (ready-to-serve food) yang berakar pada cita rasa tradisional lokal. Produk unggulan Perusahaan adalah Siomay Bogor Abah Uki, yang dipasarkan melalui berbagai format sesuai kebutuhan konsumen dan mitra bisnis.

Karakteristik produk Perusahaan meliputi:

  • Produk berbasis makanan tradisional lokal (heritage) yang memiliki identitas rasa yang familiar di masyarakat.
  • Format frozen food yang mendukung kebutuhan penyimpanan praktis bagi konsumen modern.
  • Proses produksi yang terus dikembangkan untuk menjaga standar kualitas dan kepercayaan konsumen.
  • Portabilitas produk yang memungkinkan distribusi melalui berbagai channel pasar.

E. Model Bisnis

Perusahaan mengoperasikan satu kemampuan produksi yang dimonetisasi melalui berbagai jalur penjualan. Model bisnis ini memungkinkan fleksibilitas dalam menjangkau segmen konsumen yang beragam, sekaligus memberikan ketahanan terhadap fluktuasi satu channel tertentu.

Produk

: Frozen food & ready-to-serve food

Channel Penjualan

: Retail, Distributor, HoReCa, Reseller, Event/Bazar, Institusi/MBG

Penciptaan Nilai

: Produk + brand + kemudahan + kemitraan

Sumber Pendapatan

: Penjualan produk, volume repeat order, kerja sama B2B

F. Jaringan Distribusi dan Channel Penjualan

Perusahaan telah membangun pengalaman pasar melalui lebih dari 5 (lima) channel penjualan yang aktif. Berdasarkan data kinerja internal, kondisi masing-masing channel pada Juli 2026 adalah sebagai berikut:

Channel

Status

Keterangan

Retail

Momentum menguat

Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan

Reseller

Momentum menguat

Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan

Event / Bazar

Momentum menguat

Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan

HoReCa

Relatif stabil

Aktual Juli setara rata-rata 3 bulan

Distributor

Perlu perhatian

Aktual Juli di bawah rata-rata 3 bulan

MBG / Institusi

Perlu stabilisasi

Aktual Juli di bawah rata-rata 3 bulan

Tren data menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan baru sedang muncul dari channel yang lebih dekat dengan konsumen akhir, yaitu retail, reseller, dan event/bazar.

G. Keunggulan Kompetitif

Keunggulan CV Mulai Dari Yang Bisa tidak berasal dari satu faktor tunggal, melainkan dari kombinasi beberapa aset strategis, yaitu:

Pengalaman: Perusahaan telah melewati berbagai fase bisnis, dari pertumbuhan, tekanan pasar, hingga transformasi — membentuk kemampuan adaptasi yang tinggi.

Pengetahuan Produk: Pemahaman mendalam terhadap produk dan proses produksi makanan lokal menjadi fondasi kualitas yang konsisten.

Multi-Channel: Pengalaman menjual melalui berbagai model pasar memberikan diversifikasi risiko pendapatan.

Arah Brand: Strategi brand yang semakin terstruktur memberikan arah yang lebih jelas untuk proses scale-up ke depan.

Akar Lokal (Local Root): Identitas lokal yang kuat memberikan diferensiasi dan peluang adaptasi yang lebih luas ke berbagai segmen pasar.

H. Strategi Pertumbuhan

Dalam rangka memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Perusahaan menetapkan empat pilar strategi utama:

Akselerasi Retail: Memperkuat consumer brand, ketersediaan produk (availability), dan repeat purchase di level konsumen akhir.

Perluasan Distribusi: Menambah titik distribusi dan mitra secara selektif guna meningkatkan penetrasi pasar.

Optimalisasi Produk: Memprioritaskan pengembangan produk dengan potensi volume tinggi dan tingkat pembelian ulang yang kuat.

Disiplin Komersial: Meningkatkan kualitas data, peramalan (forecast), penetapan target, dan produktivitas channel.

I. Visi dan Misi Perusahaan

Visi:

Menjadi brand makanan lokal Indonesia yang tetap berakar pada rasa dan tradisi, sekaligus terus bergerak mengikuti peluang pertumbuhan zaman.

Misi:

  • Memproduksi dan memasarkan produk makanan beku berkualitas yang menggabungkan cita rasa tradisional lokal dengan kemudahan kehidupan modern.
  • Membangun brand yang dipercaya oleh konsumen melalui standar produk dan pelayanan yang konsisten.
  • Mengembangkan jaringan distribusi multi-channel yang scalable untuk menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia.
  • Memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsumen, mitra distribusi, dan investor.

 

 

 

Management Profile

Business Strategy

CV MULAI DARI YANG BISA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan produk makanan beku (frozen food) dengan merek dagang Siomay Bogor Abah Uki  dan telah menjalani perjalanan panjang dalam industri makanan lokal Indonesia, mulai dari usaha makanan skala rumahan hingga berkembang menjadi brand frozen food yang memiliki portofolio produk beragam dan jaringan distribusi multi-channel.

Dalam usahanya tersebut di atas Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha sebagai usaha dari Penerbit yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan Sukuk yang akan diterbitkan dengan akad Musyarakah dan tenor 12 bulan dengan target dana yang dihimpun Rp. 1.426.300.000,- dan imbal hasil 15,00% p.a

Key Risk

No

JENIS RESIKO

DAMPAK

MITIGASI

1

Risiko Ketersediaan Bahan Baku

Kenaikan harga ikan, ayam, tepung, sayuran, bumbu dan bahan pendukung dapat menekan margin keuntungan.

Memiliki beberapa pemasok, membuat kontrak/price agreement, melakukan pembelian terencana, serta menetapkan safety stock bahan baku utama.

2

Risiko Kualitas Bahan Baku

Bahan baku yang tidak segar atau tidak sesuai standar dapat menurunkan kualitas produk dan menimbulkan komplain pelanggan.

Menetapkan standar penerimaan bahan baku, melakukan quality control, menggunakan supplier yang telah diverifikasi, serta melakukan pemeriksaan sebelum produksi.

3

Risiko Produksi

Gangguan mesin, keterbatasan kapasitas atau kesalahan proses produksi dapat menyebabkan keterlambatan pemenuhan pesanan.

Melakukan preventive maintenance, menyediakan spare part penting, membuat SOP produksi dan memiliki backup equipment untuk proses kritis.

4

Risiko Listrik

Pemadaman listrik dapat menyebabkan freezer tidak berfungsi dan produk berisiko mengalami kerusakan.

Menyiapkan genset/backup power, alarm suhu, serta prosedur pemindahan produk ke freezer alternatif saat terjadi gangguan.

5

Risiko Permintaan Pasar

Penjualan dapat berfluktuasi akibat perubahan selera konsumen, musim, daya beli atau munculnya produk substitusi

Melakukan diversifikasi varian, riset pasar secara berkala, promosi digital, serta mengembangkan kanal penjualan retail, reseller, marketplace dan B2B.

6

Risiko Penjualan melalui Reseller

Reseller dapat memiliki penjualan yang tidak stabil atau pembayaran terlambat sehingga memengaruhi cash flow.

Menetapkan limit kredit, termin pembayaran, monitoring aging piutang, sistem deposit/prepayment untuk reseller baru dan evaluasi berkala.