Financial Review
Business Highlight
Investment Highlight
Offering
Industry Overview
Company Overview
Management Profile
Business Strategy
Key Risk
Financial Review
CV MULAI DARI YANG BISA | SIOMAY BOGOR ABAH UKI
LAPORAN KEUANGAN
Untuk Keperluan Prospektus Penawaran Sukuk Musyarakah
Per 31 Desember 2024, 31 Desember 2025 dan 31 Juli 2026 (In-house)
PERNYATAAN
Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (“Perusahaan”) dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen. Laporan ini disajikan untuk memberikan gambaran atas posisi keuangan dan kinerja usaha Perusahaan sehubungan dengan rencana penerbitan Sukuk Musyarakah. Calon Pemodal disarankan untuk melakukan analisa (due diligence) secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)
(dalam Rupiah penuh)
|
KETERANGAN |
31 Desember 2024 |
31 Desember 2025 |
31 Juli 2026 |
|
ASET |
|
|
|
|
Aset Lancar |
|
|
|
|
Kas, Bank & Setara Kas |
68.743.391 |
61.060.314 |
77.988.360 |
|
Piutang Usaha |
26.980.000 |
86.040.000 |
99.253.000 |
|
Persediaan |
32.236.700 |
57.682.200 |
106.001.084 |
|
Jumlah Aset Lancar |
127.960.091 |
204.782.514 |
283.242.444 |
|
Aset Tetap |
|
|
|
|
Tanah & Bangunan |
- |
- |
1.500.000.000 |
|
Peralatan, Renovasi & Aset Tetap Lainnya (neto) |
229.013.910 |
663.199.308 |
702.990.324 |
|
Jumlah Aset Tetap |
229.013.910 |
663.199.308 |
2.202.990.324 |
|
JUMLAH ASET |
356.974.001 |
867.981.822 |
2.486.232.768 |
|
LIABILITAS DAN EKUITAS |
|
|
|
|
Liabilitas Jangka Pendek |
|
|
|
|
Hutang Usaha (Bahan Baku) |
47.500.000 |
114.190.820 |
132.035.702 |
|
Hutang Gaji |
13.130.000 |
13.950.000 |
49.890.000 |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
60.630.000 |
128.140.820 |
181.925.702 |
|
Liabilitas Jangka Panjang |
|
|
|
|
Hutang Bank/Lembaga Keuangan |
57.500.000 |
23.420.000 |
31.883.333 |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang |
57.500.000 |
23.420.000 |
31.883.333 |
|
JUMLAH LIABILITAS |
118.130.000 |
151.560.820 |
213.809.035 |
|
Ekuitas |
|
|
|
|
Modal Pemilik |
55.893.071 |
317.399.275 |
1.777.307.774 |
|
Laba Ditahan |
157.725.056 |
373.097.889 |
489.841.241 |
|
Laba Tahun/Periode Berjalan |
25.225.874 |
25.923.838 |
5.274.718 |
|
JUMLAH EKUITAS |
238.844.001 |
716.421.002 |
2.272.423.733 |
|
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
356.974.001 |
867.981.822 |
2.486.232.768 |
Sumber: Laporan Keuangan Internal CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (Belum Diaudit)
LAPORAN LABA RUGI
(dalam Rupiah penuh)
|
KETERANGAN |
Tahun 2024 (1 Jan - 31 Des 2024) |
Tahun 2025 (1 Jan - 31 Des 2025) |
Periode Berjalan (1 Jan - 31 Jul 2026) |
|
Pendapatan |
1.331.255.160 |
2.997.294.979 |
3.726.553.755 |
|
Harga Pokok Pendapatan |
594.177.227 |
1.442.205.281 |
1.907.749.815 |
|
LABA KOTOR |
737.077.933 |
1.555.089.698 |
1.818.803.940 |
|
Beban Operasional |
579.102.877 |
1.181.741.809 |
1.357.743.689 |
|
LABA USAHA (EBIT) |
157.975.056 |
373.347.889 |
461.060.251 |
|
Pendapatan & Beban Lain-lain Neto* |
(250.000) |
(250.000) |
- |
|
LABA BERSIH TAHUN/PERIODE BERJALAN |
157.725.056 |
373.097.889 |
461.060.251 |
Sumber: Laporan Keuangan Internal CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki (Belum Diaudit)
*Pendapatan & beban lain-lain neto merupakan komponen di luar usaha (a.l. biaya administrasi bank) sesuai pencatatan internal Perusahaan.
IKHTISAR RASIO KEUANGAN
|
Rasio |
31 Des 2024 |
31 Des 2025 |
31 Jul 2026 |
|
Current Ratio (Aset Lancar / Liabilitas Lancar) |
2,11x |
1,60x |
1,56x |
|
Debt to Equity Ratio |
0,49x |
0,21x |
0,09x |
|
Gross Profit Margin |
55,37% |
51,88% |
48,81% |
|
Net Profit Margin |
11,85% |
12,45% |
12,37% |
|
Return on Assets |
44,18% |
42,98% |
18,54%* |
|
Return on Equity |
66,04% |
52,08% |
20,29%* |
*ROA dan ROE 2024 dan 2025 dihitung menggunakan laba tahun berjalan terhadap posisi aset/ekuitas akhir tahun. ROA dan ROE per 31 Juli 2026 menggunakan laba periode Januari-Juli 2026 (belum disetahunkan), sehingga tidak sepenuhnya sebanding dengan rasio tahun penuh.
ANALISA KINERJA & PROSPEK USAHA
Pertumbuhan Pendapatan dan Laba
Pendapatan Perusahaan meningkat dari Rp1,33 miliar pada 2024 menjadi Rp3,00 miliar pada 2025, atau tumbuh 125,1%. Laba bersih turut meningkat dari Rp157,7 juta menjadi Rp373,1 juta, atau tumbuh 136,5%. Sampai dengan Juli 2026, Perusahaan telah membukukan pendapatan Rp3,73 miliar dan laba bersih Rp461,1 juta, melampaui capaian satu tahun penuh 2025 dalam periode tujuh bulan. Angka Juli 2026 masih mencerminkan periode tujuh bulan, sehingga tidak dibandingkan langsung sebagai pertumbuhan tahun penuh.
Perkembangan Profitabilitas
Margin laba kotor tercatat 55,37% pada 2024, bergerak turun menjadi 51,88% pada 2025 dan 48,81% pada Januari-Juli 2026. Margin laba bersih relatif stabil, bergerak dari 11,85% pada 2024 menjadi 12,45% pada 2025 dan 12,37% pada Januari-Juli 2026. Rata-rata laba bersih bulanan pada Januari-Juli 2026 tercatat sekitar Rp65,9 juta, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan 2025 sekitar Rp31,1 juta, sejalan dengan rata-rata pendapatan bulanan yang turut meningkat.
Likuiditas dan Modal Kerja
Current Ratio tercatat 2,11x pada 2024, bergerak menjadi 1,60x pada 2025 dan 1,56x per Juli 2026, konsisten berada di atas 1,0x sepanjang periode laporan. Modal kerja bersih (Aset Lancar dikurangi Liabilitas Jangka Pendek) tercatat positif pada seluruh periode, yaitu sekitar Rp67,3 juta pada 2024, Rp76,6 juta pada 2025, dan Rp101,3 juta per Juli 2026.
Struktur Permodalan
Debt to Equity Ratio membaik konsisten dari 0,49x pada 2024 menjadi 0,21x pada 2025 dan 0,09x per Juli 2026. Ekuitas meningkat dari Rp238,8 juta pada 2024 menjadi Rp716,4 juta pada 2025 (tumbuh 200,0%) dan Rp2,27 miliar per Juli 2026 (tumbuh 217,2% dari posisi 2025), didorong oleh akumulasi laba ditahan dan penambahan modal pemilik.
Komposisi Aset
Total aset meningkat dari Rp357,0 juta pada 2024 menjadi Rp868,0 juta pada 2025 (tumbuh 143,1%) dan Rp2,49 miliar per Juli 2026 (tumbuh 186,4% dari posisi 2025). Peningkatan aset tetap per Juli 2026 didorong oleh penambahan Tanah & Bangunan senilai Rp1,5 miliar serta penambahan peralatan produksi, sehingga aset tetap mencapai sekitar 88,6% dari total aset pada periode tersebut. Karena laporan Juli 2026 baru mencakup tujuh bulan, rasio yang berbasis laba periode berjalan (ROA, ROE) perlu dibaca dengan mempertimbangkan basis periode yang lebih pendek.
CATATAN PENTING BAGI CALON PEMODAL
1. Laporan keuangan ini disusun secara internal oleh manajemen CV Mulai Dari Yang Bisa | Siomay Bogor Abah Uki dan belum diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen.
2. Kinerja keuangan historis tidak menjamin dan bukan merupakan indikasi atas kinerja keuangan Perusahaan di masa yang akan datang.
3. Investasi pada Sukuk mengandung risiko, antara lain risiko keterlambatan/gagal bayar oleh Perusahaan, risiko likuiditas Sukuk, penurunan pendapatan atau margin usaha, serta risiko lain yang terkait dengan kewajiban usaha Perusahaan. Investasi hanya disarankan bagi Calon Pemodal yang memahami dan menerima risiko tersebut.
Business Highlight
Kode sukuk:
ABAH01XXSCFS
Target dana yang dibutuhkan:
Rp1.426.300.000
Total sukuk yang dilepas:
14.263 Lembar
Harga per lembar sukuk:
Rp100.000
Minimal investasi:
Rp1.000.000
Periode pembagian imbal hasil:
12 bulan
Investment Highlight
CV MULAI DARI YANG BISA akan menerbitkan Sukuk Musyarakah yaitu Sukuk Musyarakah CV Mulai Dari yang Bisa I Tahun 2026 dengan nominal Rp. 1.426.300.000,- dalam jangka waktu 12 bulan dengan imbal bagi hasil sebesar 15,00% p.a bersifat fixed dari margin penjualan seluruh hishshah milik pemodal atas asset syirkah
Dana hasil penerbitan sukuk ini digunakan untuk Membiayai Proyek kerjasama pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit.
Struktur Sukuk dan Tujuan penggunaan dana sukuk tersebut dengan rincian sebagai berikut :
Struktur Sukuk
|
Nama Sukuk |
Sukuk Musyarakah CV MULAI DARI YANG BISA I Tahun 2026 |
|
Akad Sukuk |
Sukuk Musyarakah |
|
Objek Dasar Sukuk |
Proyek Kerjasama pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit |
|
Nilai Sukuk |
Rp 1.426.300.000,- (Satu Miliar Empat Ratus Dua Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) |
|
Jangka waktu |
12 Bulan |
|
Tujuan Penggunaan Dana |
Pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha, meliputi bahan baku, pembuatan booth, pengadaan mobil box, sewa toko/kantor/gudang, renovasi toko, serta pembelian freezer dan showcase, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, sebagaimana diterangkan dalam dokumen-dokumen perjanjian penerbitan Sukuk, sebagai salah satu kegiatan usaha Penerbit |
|
Porsi Modal & Mekanisme Sukuk |
Porsi Penerbit : 0,26% = Rp 3.700.000,- Porsi Pemodal 99,74% = Rp1.426.300.000,-
Aset syirkah hak milik Pemodal dialihkan/dijual kepada Penerbit keseluruhan, melalui akad Bai’ bi al Taqsith dengan bagi hasil keuntungan yang disepakati. |
|
Imbal Hasil |
15,00% bersifat fixed berasal dari margin penjualan Hishshah pemodal atas aset syirkah pemodal |
|
Return on Investment |
15,00% p.a |
Industry Overview
Industri Makanan Olahan, Frozen Food & Ready-to-Serve
Industri makanan olahan Indonesia berada dalam posisi yang menarik karena ditopang oleh basis konsumsi domestik yang besar, keberlanjutan aktivitas manufaktur, serta perubahan perilaku konsumen menuju produk yang praktis, mudah disimpan, dan dapat disajikan dengan cepat. Dalam konteks tersebut, kategori frozen food dan ready-to-serve memiliki relevansi kuat terhadap kebutuhan rumah tangga modern, ritel, reseller, HORECA, institusi, dan kanal event.
Abah Uki memiliki basis yang selaras dengan tema tersebut. Berdasarkan company profile 2026, usaha telah berjalan sejak 2008, memiliki portofolio frozen food, pengalaman multi-channel, dan kapasitas yang pernah dikembangkan hingga 20.000 pcs per hari. Strategi pertumbuhan berikutnya difokuskan pada penguatan retail, perluasan distribusi, optimalisasi produk, serta disiplin komersial.
Snapshot Makro & Industri
|
PDB Indonesia Q2-2026 |
Inflasi Aug-2026 |
BI-Rate Aug-2026 |
Porsi F&B dalam Industri Pengolahan 2025* |
|
5,29% yoy |
3,19% yoy |
5,75% |
~25,2% |
*Estimasi sederhana: PDB ADHB industri makanan & minuman Rp562,0 triliun dibanding total industri pengolahan Rp2.227,6 triliun pada tabel BPS 2025.
2. Industry Highlight: Makanan Olahan & Frozen Food
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nasional. Data BPS untuk 2025 menunjukkan nilai tambah industri makanan dan minuman atas dasar harga berlaku sekitar Rp562,0 triliun, sedangkan total industri pengolahan sekitar Rp2.227,6 triliun. Dengan demikian, secara indikatif subsektor makanan dan minuman merepresentasikan sekitar 25,2% dari nilai tambah industri pengolahan.
Sumber: BPS, Tabel PDB ADHB Menurut Lapangan Usaha, 2025; perhitungan internal.
Faktor Pendorong Industri
Permintaan domestik: makanan merupakan kebutuhan dasar dengan basis konsumsi yang luas dan berulang.
Kepraktisan: perubahan ritme hidup mendorong kebutuhan produk yang lebih cepat disiapkan, mudah disimpan, dan konsisten kualitasnya.
Multi-channel distribution: pertumbuhan dapat berasal dari kombinasi retail, distributor, reseller, HORECA, institusi, dan kanal digital/event.
Formalization & trust: standar proses, keamanan pangan, konsistensi rasa, serta penguatan merek menjadi pembeda penting di tengah banyaknya pilihan produk.
Program institusional: aktivitas belanja pemerintah dan program pangan dapat meningkatkan aktivitas sektor makan-minum dan rantai pasok terkait, meskipun peluang ini perlu dikelola dengan disiplin margin dan kontrak.
Keterkaitan dengan Posisi Abah Uki
|
Tema Industri |
Bukti/Posisi Abah Uki |
Implikasi Strategis |
|
Convenience food |
Portofolio frozen & ready-to-serve |
Memperluas penetrasi konsumen rumah tangga dan B2B. |
|
Multi-channel |
Retail, distributor, HORECA, reseller, event, institusi |
Diversifikasi sumber pendapatan dan akses pasar. |
|
Retail-led growth |
Momentum retail disebut menguat pada data internal |
Fokus pada availability, repeat purchase, dan brand pull. |
|
Scale-up capacity |
Kapasitas yang pernah dikembangkan hingga 20.000 pcs/hari |
Memberi basis untuk meningkatkan utilisasi jika demand bertumbuh. |
|
Brand heritage |
Usaha sejak 2008 dan identitas lokal |
Mendukung diferensiasi berbasis rasa familiar dan kepercayaan. |
Sumber: Company Profile Abah Uki 2026 (data internal).
3. Pandangan Makroekonomi Indonesia 2026
Kondisi makro Indonesia pada 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah ketidakpastian global. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 sebesar 5,29% yoy, setelah 5,61% yoy pada triwulan I-2026. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada kisaran 4,9%-5,7%.
Sumber: BPS, BRS Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026; Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026.
Stabilitas Harga dan Suku Bunga
Pada Agustus 2026, inflasi IHK tercatat 3,19% yoy dan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Pada periode yang sama, BI-Rate dipertahankan sebesar 5,75%. Bagi industri makanan, kombinasi inflasi pangan, biaya input, dan biaya pembiayaan tetap perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi margin, harga jual, serta daya beli konsumen.
Sumber: BPS, Inflasi Agustus 2026; Bank Indonesia, RDG 18-19 Agustus 2026 dan Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026.
4. Sinyal Sektoral yang Mendukung
Pada triwulan I-2026, BPS mencatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% yoy, tertinggi dari sisi produksi pada periode tersebut. Pada saat yang sama, industri pengolahan tumbuh 5,04% yoy dan BPS menyebut kinerja tersebut terutama didorong antara lain oleh industri makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi, pengolahan, dan layanan makan-minum tetap menjadi bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi domestik.
|
Indikator |
Periode |
Realisasi |
Relevansi terhadap Abah Uki |
|
PDB Indonesia |
Q2 2026 |
5,29% yoy |
Mendukung prospek permintaan domestik secara umum. |
|
Akomodasi & makan minum |
Q1 2026 |
13,14% yoy |
Sinyal aktivitas sektor terkait konsumsi makanan meningkat. |
|
Industri pengolahan |
Q1 2026 |
5,04% yoy |
Makanan & minuman disebut sebagai salah satu pendorong utama. |
|
Inflasi IHK |
Aug 2026 |
3,19% yoy |
Perlu strategi pricing dan procurement yang disiplin. |
|
IHP industri pengolahan |
Q2 2026 |
+4,94% yoy |
Mengindikasikan tekanan harga di tingkat produsen yang perlu dimonitor. |
Sumber: BPS dan Bank Indonesia, rilis 2026 sebagaimana dicantumkan pada bagian sumber.
Pandangan 12-18 Bulan
Secara base case, lingkungan usaha masih konstruktif untuk pemain makanan olahan yang mampu menjaga kualitas, distribusi, dan modal kerja. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5% memberi landasan permintaan, sementara inflasi yang masih terkendali membantu menjaga visibilitas konsumsi. Namun, tekanan biaya bahan baku dan harga produsen, volatilitas rupiah, serta suku bunga yang relatif tinggi dapat menekan margin apabila tidak diimbangi produktivitas dan pricing power.
Company Overview
A. Identitas Perusahaan
|
Nama Perusahaan |
: CV Mulai Dari Yang Bisa |
|
Merek Dagang |
: Siomay Bogor Abah Uki |
|
Bentuk Badan Usaha |
: Commanditaire Vennootschap (CV) |
|
Bidang Usaha |
: Produksi dan Perdagangan Produk Makanan Beku (Frozen Food) |
|
Tahun Berdiri |
: 2008 |
|
Kategori Produk |
: Frozen food dan ready-to-serve food berbasis makanan tradisional lokal |
|
Alamat |
: Btw Mall, Jl. Veteran No.27, RT.01/RW.03, Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16115 |
B. Sejarah Singkat Perusahaan
CV Mulai Dari Yang Bisa adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan produk makanan beku (frozen food) dengan merek dagang Siomay Bogor Abah Uki. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2008 dan telah menjalani perjalanan panjang dalam industri makanan lokal Indonesia, mulai dari usaha makanan skala rumahan hingga berkembang menjadi brand frozen food yang memiliki portofolio produk beragam dan jaringan distribusi multi-channel.
Dalam perjalanannya, Perusahaan telah melewati berbagai fase transformasi, dari membangun pertumbuhan penjualan pada periode 2012–2015, menghadapi dinamika perubahan pasar, hingga mengembangkan format frozen food sebagai strategi adaptasi terhadap pergeseran kebutuhan konsumen. Kapasitas produksi Perusahaan pernah mencapai 20.000 pcs per hari, mencerminkan kemampuan operasional yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade.
Kini, CV Mulai Dari Yang Bisa berada pada fase akselerasi pertumbuhan berikutnya, dengan fokus pada penguatan brand di level retail, perluasan jaringan distribusi, dan peningkatan kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
C. Tonggak Pencapaian (Milestones)
2008 Memulai usaha makanan sebagai cikal bakal CV Mulai Dari Yang Bisa dengan merek Siomay Bogor Abah Uki.
2012–2015 Membangun pertumbuhan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
Pasca 2015 Melewati masa tantangan dan transformasi: belajar menghadapi perubahan pasar serta mengembangkan format produk beku (frozen food).
2026+ Memasuki fase pertumbuhan berikutnya: akselerasi retail, perluasan distribusi, optimalisasi produk, dan penguatan sistem komersial.
D. Bidang Usaha dan Produk
CV Mulai Dari Yang Bisa memproduksi dan memasarkan produk makanan beku (frozen food) dan makanan siap saji (ready-to-serve food) yang berakar pada cita rasa tradisional lokal. Produk unggulan Perusahaan adalah Siomay Bogor Abah Uki, yang dipasarkan melalui berbagai format sesuai kebutuhan konsumen dan mitra bisnis.
Karakteristik produk Perusahaan meliputi:
- Produk berbasis makanan tradisional lokal (heritage) yang memiliki identitas rasa yang familiar di masyarakat.
- Format frozen food yang mendukung kebutuhan penyimpanan praktis bagi konsumen modern.
- Proses produksi yang terus dikembangkan untuk menjaga standar kualitas dan kepercayaan konsumen.
- Portabilitas produk yang memungkinkan distribusi melalui berbagai channel pasar.
E. Model Bisnis
Perusahaan mengoperasikan satu kemampuan produksi yang dimonetisasi melalui berbagai jalur penjualan. Model bisnis ini memungkinkan fleksibilitas dalam menjangkau segmen konsumen yang beragam, sekaligus memberikan ketahanan terhadap fluktuasi satu channel tertentu.
|
Produk |
: Frozen food & ready-to-serve food |
|
Channel Penjualan |
: Retail, Distributor, HoReCa, Reseller, Event/Bazar, Institusi/MBG |
|
Penciptaan Nilai |
: Produk + brand + kemudahan + kemitraan |
|
Sumber Pendapatan |
: Penjualan produk, volume repeat order, kerja sama B2B |
F. Jaringan Distribusi dan Channel Penjualan
Perusahaan telah membangun pengalaman pasar melalui lebih dari 5 (lima) channel penjualan yang aktif. Berdasarkan data kinerja internal, kondisi masing-masing channel pada Juli 2026 adalah sebagai berikut:
|
Channel |
Status |
Keterangan |
|
Retail |
Momentum menguat |
Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan |
|
Reseller |
Momentum menguat |
Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan |
|
Event / Bazar |
Momentum menguat |
Aktual Juli melebihi rata-rata 3 bulan |
|
HoReCa |
Relatif stabil |
Aktual Juli setara rata-rata 3 bulan |
|
Distributor |
Perlu perhatian |
Aktual Juli di bawah rata-rata 3 bulan |
|
MBG / Institusi |
Perlu stabilisasi |
Aktual Juli di bawah rata-rata 3 bulan |
Tren data menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan baru sedang muncul dari channel yang lebih dekat dengan konsumen akhir, yaitu retail, reseller, dan event/bazar.
G. Keunggulan Kompetitif
Keunggulan CV Mulai Dari Yang Bisa tidak berasal dari satu faktor tunggal, melainkan dari kombinasi beberapa aset strategis, yaitu:
Pengalaman: Perusahaan telah melewati berbagai fase bisnis, dari pertumbuhan, tekanan pasar, hingga transformasi — membentuk kemampuan adaptasi yang tinggi.
Pengetahuan Produk: Pemahaman mendalam terhadap produk dan proses produksi makanan lokal menjadi fondasi kualitas yang konsisten.
Multi-Channel: Pengalaman menjual melalui berbagai model pasar memberikan diversifikasi risiko pendapatan.
Arah Brand: Strategi brand yang semakin terstruktur memberikan arah yang lebih jelas untuk proses scale-up ke depan.
Akar Lokal (Local Root): Identitas lokal yang kuat memberikan diferensiasi dan peluang adaptasi yang lebih luas ke berbagai segmen pasar.
H. Strategi Pertumbuhan
Dalam rangka memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Perusahaan menetapkan empat pilar strategi utama:
Akselerasi Retail: Memperkuat consumer brand, ketersediaan produk (availability), dan repeat purchase di level konsumen akhir.
Perluasan Distribusi: Menambah titik distribusi dan mitra secara selektif guna meningkatkan penetrasi pasar.
Optimalisasi Produk: Memprioritaskan pengembangan produk dengan potensi volume tinggi dan tingkat pembelian ulang yang kuat.
Disiplin Komersial: Meningkatkan kualitas data, peramalan (forecast), penetapan target, dan produktivitas channel.
I. Visi dan Misi Perusahaan
Visi:
Menjadi brand makanan lokal Indonesia yang tetap berakar pada rasa dan tradisi, sekaligus terus bergerak mengikuti peluang pertumbuhan zaman.
Misi:
- Memproduksi dan memasarkan produk makanan beku berkualitas yang menggabungkan cita rasa tradisional lokal dengan kemudahan kehidupan modern.
- Membangun brand yang dipercaya oleh konsumen melalui standar produk dan pelayanan yang konsisten.
- Mengembangkan jaringan distribusi multi-channel yang scalable untuk menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia.
- Memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsumen, mitra distribusi, dan investor.
Management Profile
Business Strategy
CV MULAI DARI YANG BISA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan produk makanan beku (frozen food) dengan merek dagang Siomay Bogor Abah Uki dan telah menjalani perjalanan panjang dalam industri makanan lokal Indonesia, mulai dari usaha makanan skala rumahan hingga berkembang menjadi brand frozen food yang memiliki portofolio produk beragam dan jaringan distribusi multi-channel.
Dalam usahanya tersebut di atas Penerbit membutuhkan modal untuk membiayai pengadaan dan pengembangan sarana operasional usaha sebagai usaha dari Penerbit yang direncanakan akan dibiayai dari penerbitan Sukuk yang akan diterbitkan dengan akad Musyarakah dan tenor 12 bulan dengan target dana yang dihimpun Rp. 1.426.300.000,- dan imbal hasil 15,00% p.a
Key Risk
|
No |
JENIS RESIKO |
DAMPAK |
MITIGASI |
|
1 |
Risiko Ketersediaan Bahan Baku |
Kenaikan harga ikan, ayam, tepung, sayuran, bumbu dan bahan pendukung dapat menekan margin keuntungan. |
Memiliki beberapa pemasok, membuat kontrak/price agreement, melakukan pembelian terencana, serta menetapkan safety stock bahan baku utama. |
|
2 |
Risiko Kualitas Bahan Baku |
Bahan baku yang tidak segar atau tidak sesuai standar dapat menurunkan kualitas produk dan menimbulkan komplain pelanggan. |
Menetapkan standar penerimaan bahan baku, melakukan quality control, menggunakan supplier yang telah diverifikasi, serta melakukan pemeriksaan sebelum produksi. |
|
3 |
Risiko Produksi |
Gangguan mesin, keterbatasan kapasitas atau kesalahan proses produksi dapat menyebabkan keterlambatan pemenuhan pesanan. |
Melakukan preventive maintenance, menyediakan spare part penting, membuat SOP produksi dan memiliki backup equipment untuk proses kritis. |
|
4 |
Risiko Listrik |
Pemadaman listrik dapat menyebabkan freezer tidak berfungsi dan produk berisiko mengalami kerusakan. |
Menyiapkan genset/backup power, alarm suhu, serta prosedur pemindahan produk ke freezer alternatif saat terjadi gangguan. |
|
5 |
Risiko Permintaan Pasar |
Penjualan dapat berfluktuasi akibat perubahan selera konsumen, musim, daya beli atau munculnya produk substitusi |
Melakukan diversifikasi varian, riset pasar secara berkala, promosi digital, serta mengembangkan kanal penjualan retail, reseller, marketplace dan B2B. |
|
6 |
Risiko Penjualan melalui Reseller |
Reseller dapat memiliki penjualan yang tidak stabil atau pembayaran terlambat sehingga memengaruhi cash flow. |
Menetapkan limit kredit, termin pembayaran, monitoring aging piutang, sistem deposit/prepayment untuk reseller baru dan evaluasi berkala. |