inspirasi nabawiyah
28 Februari 2026
Naufal Mamduh
Takbir! Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib, Pahlawan Uhud yang Dijuluki Singa Allah ﷻ
Hamzah bin Abdul Muthalib adalah salah satu sahabat paling agung dalam sejarah Islam. Ia merupakan paman sekaligus saudara sesusuan Rasulullah ﷺ. Sosoknya dikenal karena keberanian luar biasa, keteguhan iman, serta pengorbanannya hingga gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Dalam perjalanan hidupnya, terdapat sejumlah peristiwa penting yang tercatat jelas dalam sejarah, lengkap dengan waktu terjadinya.
Kelahiran dan Nasab
Hamzah lahir sekitar dua tahun sebelum Tahun Gajah yang diperkirakan terjadi pada 570 M. Dengan demikian, kelahirannya berada di kisaran tahun 568 atau 569 M di Makkah. Ia adalah putra Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah ﷺ, dan Halah binti Wuhaib dari Bani Zuhrah.
Hamzah dan Nabi Muhammad ﷺ sama-sama disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Karena itu, keduanya memiliki hubungan sebagai saudara sepersusuan. Kedekatan ini membuat hubungan mereka bukan sekadar keluarga, tetapi juga emosional sejak masa kecil.
Masuk Islam Hamzah bin Abu Muthalib
Hamzah memeluk Islam pada tahun keenam kenabian, sekitar 616 M sebagaimana dikutip dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah dakwah Islam di Makkah. Saat itu, Abu Jahal menghina dan melukai Rasulullah ﷺ di Bukit Shafa hingga kepala beliau berdarah. Nabi ﷺ memilih bersabar dan tidak membalas.
Baca juga: Heroik! Kisah Ikrimah bin Abu Jahal, Sahabat Nabi ﷺ yang Dicap “Putra Firaun”
Seorang budak perempuan menyampaikan kejadian tersebut kepada Hamzah yang baru pulang berburu. Mendengar kabar itu, ia langsung mendatangi Abu Jahal di Masjidil Haram dan memukulnya dengan busur hingga terluka. Di hadapan kaum Quraisy, Hamzah menyatakan dirinya berada di atas agama keponakannya. Sejak saat itu, ia resmi menjadi Muslim. Keislamannya memberi kekuatan moral dan perlindungan bagi kaum Muslimin yang saat itu masih tertindas.
Ekspedisi dan Perjuangan Hamzah bin Abu Muthalib
Setelah hijrah ke Madinah pada 622 M, Allah ﷻ mengizinkan kaum Muslimin berperang. Pada tahun 1 Hijriah atau 623 M, Rasulullah ﷺ menyerahkan panji pertama kepada Hamzah. Ia memimpin 30 orang Muhajirin untuk menghadang kafilah dagang Quraisy di Saiful Bahr.
Meskipun tidak terjadi pertempuran karena dimediasi pihak ketiga, ekspedisi ini menjadi tonggak awal kiprahnya sebagai komandan militer Islam.
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah, bertepatan dengan 13 Maret 624 M. Dalam pertempuran ini, Hamzah tampil sebagai pejuang terdepan dalam duel awal. Ia maju menghadapi Utbah bin Rabi’ah dan berhasil menumbangkannya.
Bersama Ali bin Abi Thalib dan Ubaidah bin Harits, Hamzah mengukir kemenangan penting bagi kaum Muslimin. Badar menjadi kemenangan besar pertama dalam sejarah Islam dan memperkuat posisi kaum Muslimin di Madinah.
Sebagian sahabat seperti Ali dan Abu Dzar menyebut bahwa Surah Al-Hajj ayat 19 berkaitan dengan duel dalam Perang Badar.
2. Perang Uhud dan Gugurnya Hamzah
Perang Uhud terjadi pada 7 Syawal 3 Hijriah, bertepatan dengan 23 Maret 625 M. Dalam pertempuran ini, Hamzah kembali menunjukkan keberanian luar biasa. Namun ia menjadi target balas dendam Quraisy atas perannya dalam Perang Badar.
Wahsyi bin Harb, seorang budak yang dijanjikan kebebasan, mengincarnya dari jarak jauh. Lemparan tombaknya mengenai Hamzah hingga ia gugur sebagai syahid. Usianya saat itu diperkirakan antara 56 hingga 59 tahun menurut berbagai riwayat.
Rasulullah ﷺ sangat berduka. Beliau berdiri di hadapan jasad pamannya dengan kesedihan mendalam. Allah ﷻ kemudian menurunkan ayat dalam Surah Ali Imran ayat 169 yang menjelaskan bahwa para syuhada hidup di sisi-Nya dan mendapat rezeki.
Gelar Singa Allah ﷻ dan Pemimpin Para Syuhada
Hamzah dikenal dengan gelar “Singa Allah ﷻ dan Rasul-Nya”. Sa’d bin Abi Waqqash meriwayatkan bahwa Hamzah pernah berkata di medan perang, “Aku adalah singa Allah ﷻ.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa Hamzah adalah saudara sepersusuannya sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa penghulu para syuhada pada hari kiamat adalah Hamzah bin Abdul Muthalib.
Gelar tersebut mencerminkan keberanian, keteguhan iman, dan pengorbanan total yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya.
Peristiwa Setelah Wafatnya Singa Allah ﷻ
Pada tahun 630 M, saat Fathu Makkah, Wahsyi yang membunuh Hamzah datang dan masuk Islam. Rasulullah ﷺ menerima keislamannya, tetapi meminta agar ia tidak sering menampakkan diri di hadapan beliau karena mengingatkan pada kesedihan mendalam atas wafatnya Hamzah.
Baca juga: Istiqomah! Kisah Bilal bin Rabah, Sahabat Rasulullah ﷺ dan Muadzin Pertama Islam
Pada tahun 632 M dalam Perang Yamamah, Wahsyi kemudian membunuh Musailamah al-Kazzab sebagai bentuk penebusan atas masa lalunya.
Hamzah bin Abdul Muthalib hidup sekitar 568 hingga 625 M. Dalam rentang waktu tersebut, ia menjadi pelindung dakwah di Makkah, pejuang utama di Badar, dan syahid agung di Uhud. Kisah hidupnya bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pelajaran tentang keberanian, loyalitas, dan pengorbanan demi kebenaran yang tak lekang oleh waktu.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






