literasi keuangan
30 Mei 2026
Naufal Mamduh
Cair! 7 Cara Mengelola Gaji Ke-13 ASN & Pensiunan Agar Tidak Habis Sia-sia
Menjelang Juni 2026, ada satu momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh ASN, pensiunan, sampai penerima tunjangan pemerintah: cairnya gaji ke-13. Bukan sekadar soal angka di rekening, tapi juga soal kesempatan yang datang setahun sekali untuk mulai berpikir lebih serius soal cara mengelola uang dan melangkah ke dunia investasi untuk pemula yang selama ini mungkin terus ditunda.
Soal kepastian pencairannya, pemerintah sudah tidak main-main. Dasar hukumnya tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pemberian THR dan gaji ketiga belas bagi aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, serta penerima tunjangan. Untuk pensiunan khususnya, PT Taspen (Persero) mengonfirmasi pencairan dimulai paling cepat pada 2 Juni 2026, disalurkan bertahap lewat mitra bayar Taspen di seluruh Indonesia.
Siapa Saja yang Dapat?
Cakupannya luas. Mulai dari PNS, PPPK, anggota TNI dan Polri, pejabat negara, pensiunan, hingga pegawai non-ASN di instansi tertentu. Komponen yang diterima pun bukan hanya gaji pokok, ada tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, sampai tambahan penghasilan berbasis kinerja. Satu hal yang perlu dicatat, gaji ke-13 tahun ini bebas dari potongan iuran maupun kredit pensiun, dan pajak penghasilannya ditanggung pemerintah.
Berapa yang Diterima Pensiunan?
Khusus untuk pensiunan ASN, besarannya mengacu pada PP Nomor 8 Tahun 2024 dan berbeda-beda tergantung golongan. Golongan I menerima sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2,2 juta, Golongan II sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta, Golongan III sekitar Rp4 juta, dan Golongan IV bisa mencapai sekitar Rp4,9 juta. Mungkin tidak terdengar fantastis, tapi dengan strategi cara mengelola uang yang tepat, angka ini bisa berarti lebih dari sekadar belanja bulanan tambahan.
Baca juga: 5 Jurus Alokasi Gaji untuk Investasi, Pintar Atur Duit Demi Cuan No Limit!
Gaji Ke-13 Cair, Terus Mau Diapakan?
Setiap tahun momen yang sama terulang, gaji ke-13 cair lalu dalam hitungan minggu sudah tidak terasa. Habis untuk kebutuhan rumah tangga yang menumpuk, renovasi kecil-kecilan, atau "reward diri sendiri" yang berujung impulsif. Padahal dengan sedikit perencanaan, dana ini bisa bekerja jauh lebih keras.
Berikut tujuh tips cara mengelola uang agar gaji ke-13 tahun ini tidak sekadar numpang lewat:
1. Pisahkan dulu sebelum dipakai
Begitu dana masuk, langsung sisihkan ke pos terpisah. Otak kita cenderung menganggap uang yang masih bercampur sebagai uang yang boleh dipakai bebas.
2. Lunasi utang yang paling memberatkan
Cicilan bunga tinggi atau tagihan yang lama menggantung lebih baik dibereskan sekarang. Bebas utang adalah keuntungan finansial yang sering diremehkan.
3. Perkuat dana darurat
Idealnya setara 3 sampai 6 bulan pengeluaran. Ini fondasi paling dasar sebelum bicara investasi untuk pemula sekalipun.
4. Mulai investasi di sukuk
Sukuk adalah investasi syariah dengan risiko kompetitif dan imbal hasil lebih menarik dari deposito biasa. Sangat cocok sebagai pilihan investasi untuk pemula yang ingin mulai dengan prinsip kehati-hatian. Sukuk ritel pemerintah rutin ditawarkan setiap tahun dan bisa dimulai dengan modal yang terjangkau.
5. Coba masuk ke saham
Bagi yang siap dengan risiko lebih tinggi, saham menarik untuk jangka panjang. Mulai dari saham perusahaan besar yang terbukti kinerjanya, atau lewat reksa dana saham kalau belum percaya diri memilih sendiri. Kombinasi sukuk dan saham dalam satu portofolio cukup ideal, satu untuk stabilitas, satu untuk pertumbuhan.
6. Kenali securities crowdfunding
Selain di bursa efek, Anda bisa investasi sukuk dan saham di securities crowdfunding. Platform ini memungkinkan siapa saja mendanai bisnis riil dengan modal terjangkau. Tidak perlu pengalaman panjang di pasar modal, tidak perlu modal besar. Cocok untuk yang ingin memulai investasi untuk pemula secara nyata dan terukur.
7. Tetapkan batas uang "senang-senang"
Sisihkan sekitar 10 sampai 15 persen untuk dinikmati tanpa rasa bersalah. Selebihnya biarkan bekerja untuk masa depan.
Tujuh langkah di atas tidak harus dijalankan sekaligus. Mulai dari yang paling mudah, yang penting dimulai. Karena kebiasaan finansial yang baik tidak terbentuk dari satu keputusan besar, tapi dari pilihan kecil yang konsisten.
Gaji ke-13 bukan sekadar rejeki nomplok tahunan. Dengan cara mengelola uang yang tepat dan sebagian dana diarahkan ke sukuk, saham, atau securities crowdfunding, uang ini tidak berhenti bekerja setelah Juni berlalu.
Soal Investasi, Jangan Asal Pilih Platform
Bukan sekadar soal cuan. Untuk ASN dan pensiunan yang selama ini terbiasa dengan sistem yang terstruktur dan dapat dipercaya, keberkahan adalah bagian dari perhitungan, bukan catatan kaki.
Baca juga: Ini 8 Tips Jitu Investasi Sukuk dan Saham di LBS Urun Dana, Cocok untuk Pemula!
Mulai investasi sukuk dan saham sekarang tidak harus pakai modal besar. Lewat LBS Urun Dana, Anda sudah bisa mulai investasi dari Rp1 juta saja. Platform securities crowdfunding berizin OJK ini juga telah dipercaya lebih dari 16.600 investor aktif dan menyalurkan pendanaan lebih dari Rp321,7 miliar ke berbagai bisnis pengusaha Indonesia. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, sehingga insya Allah bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Ada pertanyaan sebelum mulai? Tim LBS siap berdiskusi:
a. Wisnu: Chat via WhatsApp
b. Faris: Chat via WhatsApp
c. Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai perjalanan investasi hari ini.
Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan investasi. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






