investasi

calendar_today

26 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Ashiap! Ini yang Bikin Sukuk Cartenz Banyak Dilirik, Industrinya Cuan Banget!

Menjelang listing, Sukuk PT Cartenz Technology Indonesia menarik perhatian banyak investor LBS Urun Dana. Momentumnya tidak lepas dari pertumbuhan industri digital atau ICT Indonesia yang terus menguat. Hampir semua sektor kini bergantung pada teknologi, mulai dari layanan pemerintah, pendidikan, bisnis, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat. Kondisi ini membuat industri ICT diproyeksikan terus tumbuh dan membuka peluang besar bagi perusahaan teknologi di masa depan.

Potensi Pasar Digital Indonesia Terus Melejit

Potensi ekonomi digital Indonesia memang sedang berada di titik tertingginya. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memproyeksikan nilai ekonomi digital nasional bisa menembus US$150 miliar atau lebih dari Rp2.400 triliun pada 2030. Angka tersebut diperkirakan berkontribusi hampir 10% terhadap PDB Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyebut ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai lebih dari USD130 miliar pada 2026. Dengan tingkat penetrasi internet sekitar 79,5% dari total populasi, Indonesia saat ini juga menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN.

Dampak Nyata bagi Kebutuhan Teknologi

Pertumbuhan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pemerintah memperluas sistem digital lintas instansi, perusahaan berlomba membangun platform online, dan masyarakat makin terbiasa menggunakan layanan berbasis aplikasi. Semua itu mendorong permintaan nyata terhadap penyedia solusi teknologi, dan peluang itu terus membesar setiap tahunnya.

Baca juga: Bongkar Prospek Edtech Indonesia Jelang Listing Sukuk Cartenz, Untung atau Buntung?

Industri ICT Jadi Salah Satu Sektor Paling Menarik

Kondisi ekonomi digital yang ekspansif membuat industri ICT menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan. Permintaan terhadap pengembangan aplikasi, cloud system, cybersecurity, hingga infrastruktur digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Transformasi ini juga mengubah dunia pendidikan secara signifikan. Tren edtech atau pendidikan berbasis teknologi tumbuh sangat cepat, baik di Indonesia maupun secara global.

Data Pertumbuhan Edtech

Menurut IMARC Group, pasar edtech Indonesia diproyeksikan naik dari USD3,2 miliar pada 2024 menjadi hampir USD8,8 miliar pada 2033. Secara global, Fortune Business Insights mencatat pasar edtech dunia diperkirakan tumbuh dari USD214,58 miliar pada 2026 menjadi USD588,72 miliar pada 2034 dengan CAGR sekitar 13,45%.

Angka-angka itu mencerminkan satu hal: kebutuhan terhadap perusahaan teknologi yang punya pengalaman nyata di lapangan akan terus meningkat, termasuk bagi PT Cartenz Technology Indonesia.

Rekam Jejak Cartenz Sudah Teruji

Cartenz bukan pemain baru di industri teknologi nasional. Sejak 2014, perusahaan ini sudah aktif membangun sistem digital untuk berbagai instansi publik di Indonesia.

Portofolio Utama Cartenz

  • Melayani lebih dari 200 pemerintah daerah
  • Bermitra dengan lebih dari 10 kementerian dan lembaga internasional
  • Fokus pada pengembangan sistem e-Government dan layanan publik digital. 

Beberapa aplikasi yang dikembangkan Cartenz sudah digunakan langsung oleh masyarakat, di antaranya "Kesatu" untuk Diskominfo Kabupaten Kediri, "Asinan Bogor" milik Pemerintah Kota Bogor, dan "Bedas Digital Services" untuk Pemerintah Kabupaten Bandung.

Proyek Pendidikan Digital bersama KOICA dan Universitas Indonesia

Dalam penerbitan sukuk di LBS Urun Dana, Cartenz terlibat dalam proyek digitalisasi pendidikan yang merupakan kerja sama antara KOICA (Korea International Cooperation Agency) dan Universitas Indonesia. Peran Cartenz adalah membangun infrastruktur teknologi untuk MOOC Education System, yaitu platform pembelajaran digital yang mampu melayani ribuan pengguna secara bersamaan secara daring.

Pengalaman di proyek-proyek strategis seperti inilah yang membuat Cartenz mulai dilirik investor yang mencari perusahaan teknologi dengan rekam jejak terverifikasi.

Baca juga: Resmi! Sukuk Cartenz Hadir di LBS Urun Dana, Siap Garap Proyek IT Kerja Sama RI-Korsel

Peluang Investasi di Sektor Teknologi: Detail Penawaran Sukuk Cartenz

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, peluang investasi di sektor teknologi kini makin terbuka luas lewat skema securities crowdfunding. Salah satunya melalui penawaran Sukuk PT Cartenz Technology Indonesia di platform LBS Urun Dana.

Berikut detail penawarannya:

  • Nilai pendanaan: Rp5,6 miliar
  • Proyeksi ROI: 16% per tahun
  • Tenor: 9 bulan
  • Minimum investasi: Rp1 juta
  • Jadwal listing: Segera, pantau halaman resmi LBS


Dengan modal mulai Rp1 juta, siapa pun sudah bisa ikut mendanai proyek bisnis teknologi riil. Skema ini juga cocok sebagai investasi untuk pemula yang ingin masuk ke sektor teknologi berbasis syariah tanpa harus menyiapkan modal besar di awal.

Kenapa Peluang Ini Bisa Cepat Tertutup?

Kuota pendanaan hanya Rp5,6 miliar dan akan otomatis ditutup begitu terpenuhi. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang agresif, penawaran dari perusahaan ICT dengan rekam jejak kuat seperti Cartenz cenderung terserap cepat saat dibuka ke publik.

Pelajari profil bisnis lengkap dan dokumen penawaran resmi di halaman Sukuk PT Cartenz pada lbs.id. Jika ada pertanyaan, tim LBS siap membantu:

Apa Itu Sukuk dan Mengapa Berbeda dari Obligasi Biasa?

Sukuk adalah efek syariah yang imbal hasilnya berasal dari proyek atau aset riil, bukan dari instrumen bunga. Berbeda dari obligasi konvensional yang menggunakan mekanisme utang berbunga, sukuk didasarkan pada akad syariah yang mengikatkan imbal hasil pada kinerja usaha nyata.

Karena itulah sukuk banyak dipilih investor yang ingin tetap sejalan dengan prinsip syariah tanpa melepas potensi imbal hasil yang kompetitif.

Kepatuhan Syariah Sukuk di LBS Urun Dana

Tidak semua platform securities crowdfunding serius menjalankan pengawasan syariah. Di LBS Urun Dana, setiap proyek sukuk wajib lolos tiga lapis seleksi sekaligus: kelayakan bisnis, kelengkapan administrasi, dan kesesuaian prinsip syariah. Pengawasannya langsung ditangani Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer dan Founder LBS Urun Dana. Bagi investor yang khawatir soal kehalalan produk, kehadiran pengawas sekelas Ustadz Erwandi adalah jaminan yang sulit diabaikan. 

Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko gagal bayar dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan baca prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan investasi. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID