pendanaan

calendar_today

1 Maret 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Gaspol! 7 Strategi Bisnis Fashion di Bulan Ramadhan Biar Dagangan Ludes Terjual

Bulan Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga periode emas dalam dunia usaha. Setiap tahun, konsumsi masyarakat meningkat signifikan, terutama untuk kebutuhan pakaian dan aksesoris bernuansa Islami menjelang Idul Fitri. Kenaikan permintaan ini membuka peluang bisnis Ramadan yang sangat menarik, khususnya di sektor fashion muslim.

Jika Anda sedang mencari ide usaha yang relevan dengan tren pasar, berikut beberapa inspirasi yang bisa dipertimbangkan.

1. Thobe dan Busana Pria Muslim

Pasar busana pria muslim masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Permintaan thobe minimalis, koko bordir elegan, hingga setelan semi-formal terus meningkat menjelang Lebaran.

Anda bisa menghadirkan desain yang fleksibel, sehingga dapat digunakan untuk tarawih, acara keluarga, hingga silaturahmi resmi. Fokus pada potongan rapi, warna netral, dan material nyaman agar produk memiliki nilai pakai lebih panjang.

2. Baju Keluarga Konsep Matching

Setelan keluarga seragam selalu menjadi favorit menjelang Idul Fitri. Konsep ini tidak hanya meningkatkan penjualan per transaksi, tetapi juga memudahkan konsumen dalam memilih outfit serasi.

Anda bisa menawarkan paket ayah, ibu, dan anak dengan harga khusus. Motif batik modern, warna earthy tone, atau desain polos elegan menjadi pilihan aman yang disukai berbagai segmen pasar.

Strategi ini efektif untuk meningkatkan average order value sekaligus memperkuat positioning merek Anda.

3. Gamis dan Kaftan untuk Acara Formal

Gamis dengan detail embroidery atau kaftan flowy tetap menjadi primadona. Warna seperti sage green, dusty pink, dan terakota cenderung diminati karena sesuai dengan nuansa Lebaran yang hangat.

Menyediakan ukuran plus size juga dapat memperluas pangsa pasar. Perhatikan kualitas bahan agar nyaman digunakan dalam waktu lama, terutama saat menghadiri acara formal keluarga.

4. Hijab Syar’i dengan Material Premium

Hijab berbahan voal premium atau tekstur lembut lainnya banyak dicari selama Ramadan. Selain fungsi utama sebagai penunjang ibadah, hijab kini juga menjadi bagian dari statement fashion.

Anda dapat meningkatkan daya tarik produk melalui konten styling di media sosial. Tutorial singkat, lookbook Ramadan, atau kolaborasi dengan content creator dapat membantu menjangkau audiens lebih luas.

5. Koleksi Baju Lebaran Modern

Desain mix and match seperti tunik, rok plisket, atau setelan kasual elegan selalu memiliki pasar. Gunakan bahan nyaman seperti katun atau linen agar cocok digunakan dalam berbagai aktivitas Lebaran.

Baca juga: Cekidot! Cara BI Checking untuk Pengusaha, OTW Menuju Pendanaan Sukses

Untuk meningkatkan daya tarik, Anda bisa menawarkan promo paket keluarga atau potongan harga untuk pembelian beberapa item sekaligus.

6. Aksesoris Islami yang Unik

Tasbih elegan dan islami bisa menjadi pelengkap outfit Ramadan. Produk dengan harga terjangkau cenderung cepat berputar dan cocok untuk strategi bundling.

Misalnya, pembelian gamis disertai bonus pouch eksklusif. Strategi ini efektif mendorong keputusan pembelian tanpa perlu menurunkan harga utama secara drastis.

7. Layanan Custom Design Eksklusif

Segmen konsumen tertentu menginginkan desain personal dan eksklusif. Layanan custom design dengan sistem pre-order bisa menjadi pilihan menarik.

Anda dapat menawarkan konsultasi desain agar pelanggan merasa dilibatkan dalam proses kreatif. Strategi ini meningkatkan loyalitas sekaligus membangun citra premium.

5 Strategi Jitu Memaksimalkan Penjualan Ramadan

Produk bagus saja tidak cukup. Berikut strategi yang bisa membantu Anda benar-benar mengoptimalkan peluang bisnis Ramadan.

1. Optimasi Media Sosial Secara Visual

Instagram dan TikTok menjadi kanal utama promosi fashion. Gunakan konten visual menarik seperti Reels, lookbook, atau video mix and match. Sertakan hashtag relevan agar produk lebih mudah ditemukan. Konsistensi posting jauh lebih penting dibanding sekadar sesekali unggah produk.

2. Pahami Pola Belanja Konsumen Ramadan

Setiap Ramadan memiliki fase belanja yang hampir sama. Berikut gambaran pola konsumen yang bisa Anda lihat:

a. Minggu pertama: window shopping dan pre-order
b. Minggu kedua dan ketiga: puncak pembelian
c. Minggu terakhir: flash sale dan promo darurat

Dengan memahami pola ini, Anda dapat mengatur diskon, bundling, dan promosi secara lebih terarah.

3. Tonjolkan Unique Selling Point

Di tengah persaingan ketat, Anda harus menjelaskan apa yang membuat produk berbeda. Misalnya apakah bahan lebih breathable? Apakah cutting lebih nyaman? Apakah desain limited edition? Detail seperti ini meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

4. Kolaborasi dengan Influencer

Pilih influencer yang sesuai dengan target pasar. Strategi seperti review, unboxing, atau giveaway efektif meningkatkan kepercayaan dan jangkauan promosi. Kolaborasi yang tepat bisa mempercepat pertumbuhan brand Anda secara signifikan.

5. Permudah Proses Belanja

Pastikan proses pembelian tidak rumit. Misalnya buat Website dan marketplace ramah pengguna. Lalu fitur shopping di Instagram aktif dan promo free ongkir atau cashback. Semakin mudah proses checkout, semakin tinggi konversi penjualan.

Siapkan Modal Kerja untuk Skala Lebih Besar

Lonjakan permintaan tentu membutuhkan kesiapan produksi. Stok bahan baku, tambahan tenaga kerja, hingga biaya promosi digital memerlukan modal kerja yang cukup.

Jika Anda ingin memperbesar kapasitas tanpa mengganggu arus kas, alternatif pendanaan seperti securities crowdfunding bisa menjadi opsi. Skema ini memungkinkan pelaku usaha mendapatkan pembiayaan dari investor publik secara transparan dan terstruktur.

Dengan perencanaan matang dan strategi yang tepat, peluang bisnis Ramadan tidak hanya memberikan lonjakan omzet sementara, tetapi juga mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Solusi Pendanaan Cair Cepat Rp500 Juta - Rp10 Miliar 

Raih peluang bisnis Ramadan dena pendanaan yang amanah.  LBS Urun Dana menghadirkan program FAST 17, solusi pendanaan proyek mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan proses pencairan hingga 17 hari kerja, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Gurih! 7 Jurus Atur Modal Usaha di Bulan Ramadhan, Bisnis Lancar Cuan Maksimal

Program ini diawasi oleh OJK dan dibimbing oleh Founder LBS Urun Dana Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Dengan model pendanaan berbasis sukuk dan saham, pengusaha dapat memperoleh modal tanpa menggadaikan aset pribadi. Pendanaan ini membantu menjaga cash flow tetap stabil sekaligus mendukung penyelesaian proyek dan ekspansi usaha.

Program FAST 17 dirancang untuk pengusaha skala menengah hingga besar yang membutuhkan modal cepat, terstruktur, dan transparan.

Sektor Usaha yang Dapat Mengajukan Pendanaan

Pendanaan tersedia untuk berbagai sektor usaha produktif, antara lain:

a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan.

Syarat Utama Pengajuan Pendanaan

Untuk mengajukan pendanaan, bisnis perlu memenuhi kriteria berikut:

a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana.

Alur Pengajuan Pendanaan

Proses pengajuan dilakukan secara terstruktur melalui tahapan berikut:

a. Ajukan melalui situs resmi lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan oleh Komite Investasi
d. Listing dibuka untuk didanai investor. 

Dengan pendanaan yang tepat, bisnis dapat menjaga cash flow tetap sehat, mempercepat penyelesaian proyek, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar. Ajukan pendanaan sekarang di LBS Urun Dana dan percepat perkembangan bisnis Anda.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID