pendanaan
23 Februari 2026
Naufal Mamduh
Gurih! 7 Jurus Atur Modal Usaha di Bulan Ramadhan, Bisnis Lancar Cuan Maksimal
Modal usaha menjadi kunci bagi pengusaha, terutama saat Ramadhan ketika permintaan pasar meningkat tajam. Tambahan perputaran dana dibutuhkan agar bisnis tetap lancar tanpa mengganggu arus kas, bahkan sebagian usaha menyiapkan ekspansi dengan target modal usaha 5 miliar untuk memperbesar produksi dan distribusi.
Tanpa perencanaan yang tepat, peluang bisa berubah menjadi beban. Karena itu, pengelolaan modal usaha yang terukur menentukan apakah bisnis hanya bertahan atau benar-benar naik kelas. Mari kita simak bagaimana strategi yang tepat mengelola modal di bulan suci Ramadhan ini.
1. Rencanakan Kebutuhan Modal Usaha Secara Detail
Bagi pengusaha dengan omzet sekitar 2,5 miliar per tahun, Ramadhan bukan sekadar musim ramai, tetapi fase percepatan perputaran uang. Di momen ini, kebutuhan modal usaha biasanya meningkat karena harus menambah stok bahan baku dalam jumlah besar, menjalankan promosi khusus, hingga merekrut tenaga kerja tambahan untuk menjaga kualitas layanan.
Selain itu, ritme operasional menjadi lebih padat. Produksi meningkat, distribusi dipercepat, dan layanan pelanggan harus tetap optimal. Jika tidak dihitung dengan rinci, lonjakan kebutuhan dana ini bisa menekan arus kas dan mengganggu stabilitas bisnis.
Karena itu, pengusaha perlu memetakan kebutuhan modal secara terukur sejak awal, bukan hanya berdasarkan optimisme penjualan, tetapi juga proyeksi biaya dan skenario terburuk.
2. Fokus pada Produk dengan Permintaan dan Margin Tinggi
Ramadhan adalah momentum untuk mengoptimalkan lini produk yang paling cepat berputar dan memberikan margin terbaik. Permintaan biasanya meningkat pada makanan dan minuman berbuka puasa, pakaian muslim, hampers Lebaran, serta jasa katering. Namun keputusan produksi harus didasarkan pada kapasitas, margin, dan perputaran stok.
Baca juga: Satset! Panduan Lengkap Cash Flow Perusahaan dari Pengertian hingga Strateginya
Dengan fokus pada produk yang paling kuat secara permintaan dan profitabilitas, penggunaan modal usaha menjadi lebih efisien dan arus kas tetap terjaga selama periode penjualan meningkat.
3. Jaga Arus Kas Agar Tidak Hanya “Ramai Sesaat”
Lonjakan penjualan di Ramadhan sering kali menciptakan ilusi pertumbuhan. Padahal yang menentukan keberlanjutan bisnis bukan hanya omzet, tetapi arus kas yang sehat. Banyak usaha dengan penjualan tinggi justru mengalami tekanan setelah Lebaran karena seluruh modal habis terserap ke stok dan promosi.
Karena itu, ekspansi produksi dan pembelian bahan baku harus tetap menyisakan ruang likuiditas untuk operasional. Sisakan cadangan kas untuk 1–2 bulan setelah Ramadhan, terutama jika pola permintaan cenderung melambat. Jika menggunakan tambahan modal usaha, pastikan dana tersebut benar-benar dialokasikan untuk aktivitas yang meningkatkan kapasitas atau margin, bukan sekadar menutup kebutuhan jangka pendek.
4. Mitigasi Risiko Saat Penjualan Mulai Melambat
Tidak semua bisnis mempertahankan performa yang sama setelah Lebaran. Penurunan permintaan adalah siklus yang wajar, sehingga perlu diantisipasi sejak awal. Perencanaan stok yang realistis, pengaturan ulang jadwal produksi, hingga pengendalian biaya tetap menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas.
Selain itu, evaluasi struktur biaya dapat membantu menyesuaikan skala operasional dengan kondisi pasar. Dengan mitigasi yang tepat, perlambatan penjualan tidak langsung berdampak pada tekanan keuangan.
5. Jaga Disiplin Transaksi dan Pencatatan Keuangan
Volume transaksi yang meningkat sering kali membuat pencatatan menjadi kurang terkontrol. Padahal periode ramai justru menjadi waktu paling krusial untuk memastikan laporan keuangan rapi dan akurat.
Baca juga: Lapor! 10 Tantangan Bisnis 2026 dan Solusi Pendanaan Cepat untuk Usaha Ngegas
Pastikan setiap transaksi tercatat dengan baik, piutang termonitor, dan pembayaran ke pemasok terjadwal sesuai arus kas. Disiplin administrasi ini membantu menjaga transparansi keuangan sekaligus memudahkan evaluasi performa bisnis secara menyeluruh.
6. Siapkan Strategi Setelah Momentum Berakhir
Pengusaha yang naik kelas tidak hanya fokus pada musim ramai, tetapi juga pada fase setelahnya. Data penjualan selama Ramadhan seharusnya menjadi dasar perencanaan tahun berikutnya: produk mana yang paling cepat berputar, margin mana yang paling kuat, dan segmen pelanggan mana yang paling loyal.
Selain itu, pikirkan kesinambungan lini usaha. Produk musiman bisa dikembangkan menjadi varian reguler, atau kapasitas produksi dialihkan ke segmen lain yang tetap stabil. Jika bisnis memerlukan diversifikasi atau peningkatan skala, tambahan modal perlu dihitung sebagai bagian dari strategi jangka menengah, bukan keputusan reaktif.
Pengusaha yang mampu mengelola modal usaha 5 miliar fase pasca-Ramadhan dengan disiplin biasanya lebih siap menghadapi siklus bisnis berikutnya.
7. Pilih Platform Pendanaan Modal Usaha yang Tepat
Ketika kebutuhan ekspansi meningkat, sumber pendanaan menjadi faktor penentu. Setiap skema memiliki karakter dan konsekuensi berbeda, sehingga perlu dipilih sesuai struktur bisnis dan proyeksi arus kas.
Platform pendanaan berbasis securities crowdfunding dapat menjadi alternatif untuk memperkuat kapasitas tanpa mengganggu likuiditas operasional. Yang terpenting, keputusan pendanaan diambil berdasarkan perhitungan matang, bukan sekadar mengikuti momentum musiman.
Solusi Pendanaan Cepat Cair Rp500 Juta hingga Rp10 Miliar
Di bulan Ramadhan ini pendanaan cepat dan amanah menjadi solusi strategis untuk menjaga stabilitas dan memastikan bisnis tetap bergerak. LBS Urun Dana menghadirkan program FAST 17, solusi pendanaan proyek mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan proses pencairan hingga 17 hari kerja, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Ajib! 7 Tips Pembiayaan Multiguna Usaha Plus Peluang Raih Modal 500 Juta-10 Miliar
Program ini diawasi oleh OJK dan dibimbing oleh Founder LBS Urun Dana Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Dengan model pendanaan berbasis sukuk dan saham, pengusaha dapat memperoleh modal tanpa menggadaikan aset pribadi. Pendanaan ini membantu menjaga cash flow tetap stabil sekaligus mendukung penyelesaian proyek dan ekspansi usaha.
Program FAST 17 dirancang untuk pengusaha skala menengah hingga besar yang membutuhkan modal cepat, terstruktur, dan transparan.
Sektor Usaha yang Dapat Mengajukan Pendanaan
Pendanaan tersedia untuk berbagai sektor usaha produktif, antara lain:
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan.
Syarat Utama Pengajuan Pendanaan
Untuk mengajukan pendanaan, bisnis perlu memenuhi kriteria berikut:
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana.
Alur Pengajuan Pendanaan
Proses pengajuan dilakukan secara terstruktur melalui tahapan berikut:
a. Ajukan melalui situs resmi lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan oleh Komite Investasi
d. Listing dibuka untuk didanai investor.
Dengan pendanaan yang tepat, bisnis dapat menjaga cash flow tetap sehat, mempercepat penyelesaian proyek, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar. Ajukan pendanaan sekarang di LBS Urun Dana dan percepat perkembangan bisnis Anda.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






