berita
15 April 2026
Naufal Mamduh
Waduh! Harga Plastik Makin Meroket, Pengusaha Wanti-wanti Ancaman PHK Mengintai!
Kenaikan harga bahan baku plastik mulai memberikan tekanan serius bagi industri di Indonesia. Lonjakan harga yang terjadi sejak awal April 2026 ini tidak hanya berdampak pada biaya produksi, tetapi juga berpotensi memicu efek domino yang meluas ke berbagai sektor. Dampaknya terasa hampir di seluruh lini industri, mengingat plastik menjadi bahan baku penting untuk berbagai produk, dari kemasan hingga barang-barang konsumsi.
Sebagaimana dikutip dari CNBC pada Rabu (15/4/2026), berikut ini adalah 5 fakta penting yang menggambarkan situasi terkini di lapangan. Fakta-fakta ini menunjukkan bagaimana lonjakan harga plastik semakin mempengaruhi ekonomi dan menghadirkan tantangan besar bagi pengusaha di Indonesia.
1. Hampir Semua Industri Terdampak
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Bob Azam, menyebut kenaikan harga plastik berpotensi berdampak luas. Pasalnya, sebagian besar produk di Indonesia menggunakan kemasan plastik.
“Memang kenaikan harga plastik ini potensi dampaknya bisa meluas, karena kebanyakan memakai kemasan plastik,” ujar Bob Azam.
Mulai dari industri makanan, minuman, hingga produk rumah tangga semuanya terdampak karena ketergantungan tinggi terhadap plastik.
2. Ancaman PHK Mulai Mengintai
Kenaikan biaya produksi akibat mahalnya bahan baku plastik berpotensi menekan kondisi keuangan perusahaan. Dalam situasi seperti ini, PHK kerap menjadi langkah instan yang diambil. Namun, Bob Azam mengingatkan agar perusahaan tidak terburu-buru mengambil keputusan tersebut.
“Kalau bisa buat perusahaan, jangan ada PHK, jangan cepat-cepat untuk melakukan PHK,” tegas Bob Azam.
Baca juga: Hayoloh! Rupiah Anjlok di Angka Rp17.122, Ini Penjelasan BI dan Kemenkeu!
Imbauan ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah tekanan industri.
3. Industri AMDK Paling Terpukul
Dampak paling nyata dirasakan oleh industri air minum dalam kemasan. Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara, Karyanto Wibowo, mengungkapkan bahwa sektor ini sangat bergantung pada plastik. Mulai dari botol, galon, hingga tutup semuanya berbahan dasar plastik seperti PET, HDPE, dan PP.
“Kenaikan harga bahan baku plastik saat ini sangat berdampak signifikan terhadap industri AMDK,” tuturnya.
4. Harga Plastik Naik Hingga 100%
Lonjakan harga bahan baku plastik disebut tidak wajar. Karyanto menyebut kenaikan terjadi dalam rentang 25% hingga 70%, bahkan ada yang mencapai 100%. Akibatnya, biaya produksi ikut melonjak drastis.
“Harga PET resin dan bahan plastik pendukung lainnya telah melonjak antara 25% hingga 70%, bahkan mencapai 100%,” jelasnya.
Secara keseluruhan, biaya produksi industri AMDK naik hingga 35%–45%, angka yang sulit ditanggung dalam jangka panjang.
5. Peluang Inovasi Bahan Pengganti
Di balik tekanan ini, pengusaha melihat peluang untuk berinovasi. Bob Azam menilai kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mengembangkan bahan substitusi plastik.
“Setiap ada tekanan, di situ ada peluang untuk menumbuhkan inovasi baru,” katanya.
Pengembangan bahan alternatif dinilai penting, tidak hanya untuk menekan biaya, tetapi juga sebagai langkah menuju industri yang lebih berkelanjutan.
Kenaikan harga plastik bukan sekadar isu bahan baku, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas industri. Mulai dari tekanan biaya, potensi PHK, hingga kemungkinan kenaikan harga produk di pasar.
Baca juga: Ruwet! Harga Plastik Naik, Ini Penyebab dan Dampaknya ke UMKM hingga Konsumen!
Di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang bagi inovasi dan transformasi industri. Tantangannya kini adalah bagaimana pengusaha dan pemerintah bisa bergerak cepat mencari solusi agar dampaknya tidak semakin meluas.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana merupakan platform securities crowdfunding yang telah berizin dan diawasi oleh OJK. Melalui platform ini, Anda dapat berinvestasi pada instrumen sukuk maupun saham, sekaligus menjadi bagian dari bisnis riil yang telah terkurasi.
Tidak hanya untuk investor, LBS Urun Dana juga memberikan akses pendanaan bagi pengusaha. Mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, pengusaha dapat mengembangkan bisnisnya melalui skema yang terstruktur dan profesional.
Seluruh proses di LBS Urun Dana dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah. Hal ini memastikan setiap aktivitas berjalan secara transparan, profesional, dan selaras dengan prinsip yang telah ditetapkan.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar ekonomi, bisnis, dan peluang investasi, Anda dapat mengunjungi situs resmi di lbs.id serta mengikuti Instagram LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






