investasi
14 Maret 2026
Naufal Mamduh
Epik! Kisah Sambal Bakar Mang Ujang, Resto Viral yang Labanya Terus Melesat!
PT Mang Ujang Indonesia (Sambal Bakar Mang Ujang) kini membuka peluang investasi saham melalui LBS Urun Dana dengan skema securities crowdfunding. Yuk, kenalan lebih dekat dengan perjalanan Saham Sambal Bakar Mang Ujang, mulai dari awal berdirinya hingga kinerja yang terus berkembang pesat, membuka peluang besar bagi para investor!
Awal Berdiri Sambal Bakar Mang Ujang
Founder dan Direktur Sambal Bakar Mang Ujang, Hendra Permana Aditya, memulai perjalanan bisnisnya dengan semangat yang tinggi. Sejak kuliah, ia sudah tertarik dengan dunia bisnis dan merasa bahwa menjadi pengusaha adalah jalan hidup yang tepat.
Setelah lulus kuliah, Hendra memutuskan untuk merantau ke Bandung dan mencoba peruntungan dengan membuka usaha makanan Korea. Modal awalnya dikumpulkan dari pekerjaan sebagai driver online, yang kemudian ia gunakan untuk memulai bisnis pertamanya.
“Saya suka jualan, dan setelah lulus kuliah, saya sadar saya harus jadi entrepreneur,” ungkap Hendra.
Baca juga: Asoy! Saham Sambal Bakar Mang Ujang Siap Listing, Ini Prospek Bisnisnya!
Namun, pandemi COVID-19 datang pada tahun 2020 dan menghancurkan bisnis makanan Korea yang ia jalani. Dengan penuh rasa kecewa, Hendra harus menutup usahanya.
“Saat itu saya merasa harus mencari jalan baru,” kenangnya. Itu adalah titik balik yang mengarahkan Hendra untuk menemukan peluang baru di dunia kuliner yang lebih stabil.
Mendalami Riset dan Menemukan Peluang di Sambal Bakar
Setelah tiga bulan melakukan riset dan berkeliling ke beberapa kota besar seperti Jogja, Solo, dan Malang, Hendra menemukan potensi besar dalam bisnis sambal bakar. Ia merasa yakin bahwa sambal bakar bisa menjadi fenomena besar di Bandung, yang waktu itu belum ada yang sejenis.
"Saat saya sebuah tempat di Malang, saya mendapat inspirasi dan yakin ini bisa sukses di Bandung, karena memang waktu itu belum ada sambal bakar di Indonesia maupun dunia," ujar Hendra penuh keyakinan.
Pada akhir 2021, Sambal Bakar Mang Ujang pun lahir yang ia klaim sambal bakar pertama di Indonesia bahkan dunia.
Perjuangan Mencari Lokasi yang Tepat
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak berjalan mulus. Hendra menghadapi tantangan besar dalam mencari lokasi yang sesuai dengan modal yang terbatas.
“Tempat pertama yang saya incar sudah disewa. Saya terus mencari, dan akhirnya menemukan tempat tapi selisih harganya jauh lebih tinggi,” kata Hendra.
Walau lebih mahal dari yang ia perkirakan, lokasi ini memiliki potensi yang sangat besar. Namun, kendala besar datang lagi yakni modal yang terbatas.
"Karena uang saya belum cukup, saya meminjam lagi dari saudara untuk menutupi kekurangan modal," tambah Hendra. Dengan bantuan keluarga, Hendra akhirnya bisa membuka Sambal Bakar Mang Ujang di Jalan Sasak Gantung Bandung pada akhir 2021. Meskipun segala sesuatunya belum sempurna, Hendra yakin dengan langkah yang ia ambil.
Berhasil Jadi Restoran Viral
Mendirikan usaha dari nol dengan modal terbatas, Hendra menghadapi tantangan besar di hari pertama operasional. Namun, semua usahanya terbayar karena di hari pertama dan kedua, pelanggan membludak dan Sambal Bakar Mang Ujang jadi restoran viral yang banyak dibicarakan orang.
“Saya pikir hanya sedikit yang datang, tapi ternyata antriannya panjang banget sampai keluar pagar!” Hendra terkejut.
Setiap hari pelanggan membludak, dan liputan baik televisi, radio maupun sosial media datang silih berganti. Menurutnya konsep sambal bakar segar yang baru dan berkualitas tinggi langsung menarik perhatian banyak orang. "Orang-orang tertarik dengan yang baru, dan mereka langsung datang." kenangnya dengan rasa syukur.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kualitas yang terjaga dan inovasi yang diterapkan. Sambal Bakar Mang Ujang dikenal dengan sambal yang disajikan segar, dimasak langsung setelah ada pesanan.
"Kami menjaga kualitas dengan hanya memasak sambal ketika ada pesanan, dan itu menjadi pembeda utama kami," kata Hendra. Selain itu dalam setahun restoran selalu menyajikan 2-3 menu baru demi menarik pelanggan baru dan meningkatkan loyalitas.
Dengan kualitas yang konsisten dan inovasi yang diterapkan, sambal bakar ini semakin diminati dan terus berkembang pesat.
Pertumbuhan Pesat Sambal Bakar Mang Ujang
Sambal Bakar Mang Ujang terus menunjukkan perkembangan yang mengesankan. Merujuk pada data prospektus di Cabang Dipatiukur Bandung yang mampu menampung 160-170 orang, rata-rata pengunjung harian mencapai 800-1000 orang, dengan 199 transaksi per hari dan rata-rata 4 pelanggan per transaksi.
Sementara itu, di Cabang Soekarno Hatta yang lebih besar, dengan kapasitas 200 orang, jumlah pengunjung harian berkisar antara 600-800 orang, dengan 150 transaksi dan rata-rata 6 pelanggan per transaksi.
Keberhasilan ini mencerminkan betapa populernya Sambal Bakar Mang Ujang di kalangan masyarakat. Selain konsep yang inovatif, tempat yang nyaman dan pelayanan yang baik menjadi daya tarik utama bagi pelanggan untuk kembali.
Kinerja Keuangan yang Menggembirakan
Saham Sambal Bakar Mang Ujang juga mencatatkan kinerja keuangan yang luar biasa. Pada tahun 2023, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp9,6 miliar, dengan laba bersih mencapai Rp967,5 juta. Angka ini mencerminkan keberhasilan yang signifikan dalam waktu singkat.
Data tahun 2024 semakin menggembirakan, dengan pendapatan mencapai Rp11,4 miliar dan laba bersih Rp1,17 miliar. Lalu untuk 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,1 miliar dengan laba Rp1,89 miliar.
Tidak heran kalau di tahun 2026, pendapatan Saham Mang Ujang diproyeksikan menyentuh Rp17,5 miliar dengan laba bersih Rp2,13 miliar.
Pencapaian dan proyeksi ini menunjukkan bahwa Sambal Bakar Mang Ujang memiliki potensi besar untuk terus berkembang, dengan proyeksi pendapatan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Sambal Bakar Mang Ujang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menunjukkan prospek yang sangat cerah di masa depan.
Baca juga: Wow! Bisnis Restoran Sambal Ternyata Banjir Cuan, Awas Nyesel Kalo Gak Invest!
"Dalam 5 tahun ke depan, kami menargetkan untuk membuka 30 cabang di seluruh Indonesia," ungkap Hendra penuh keyakinan. Peluang ini menjadikan Sambal Bakar Mang Ujang sebagai investasi yang sangat menarik di industri kuliner.
Peluang Investasi Saham Sambal Bakar Mang Ujang
Jadilah bagian dari Sambal Bakar Mang Ujang! Kesempatan untuk memiliki saham masih terbuka. Melalui LBS Urun Dana, investasi ini mendanai ekspansi outlet baru di Cempaka Putih dan Cipete, Jakarta.
Kinerja Keuangan yang Solid:
a. Omzet 2023: Rp9,6 miliar
b. Laba Bersih 2023: Rp967,5 juta
c. Omzet 2024: Rp11,4 miliar
d. Laba Bersih 2024: Rp1,1 miliar
e. Omzet 2025: Rp12,1 miliar
f. Laba Bersih 2025: Rp1,8 miliar
g. Proyeksi Omzet 2026: Rp17,5 miliar
h. Proyeksi Laba Bersih 2026: Rp2,13 miliar
Detail Investasi:
a. Total Penerbitan Saham: Rp5.403.212.850
b. Harga per Lembar Saham: Rp17.850
c. Pembelian Saham Minimal: Rp517.650
Investasi Saham Sambal Bakar Mang Ujang hanya dapat dilakukan melalui LBS Urun Dana. Daftar atau login sekarang untuk mulai berinvestasi sebelum kehabisan!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






