investasi

calendar_today

13 Maret 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Lamak Nian! Makacha Bakery Bagi-Bagi Dividen dan Bocorin Strategi Bisnis 2026

PT Makacha Boga Utama, yang mengelola Makacha Bakery, mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang membahas laporan keuangan, pembagian dividen, serta rencana ekspansi perusahaan ke depan.

RUPS ini juga berlangsung bersamaan dengan periode Pasar Sekunder LBS Urun Dana, yang berlangsung dari 2 hingga 13 Maret 2026. Momentum ini memberikan kesempatan bagi para investor untuk menyimak pemaparan kinerja emiten, serta melakukan transaksi jual beli saham melalui platform securities crowdfunding LBS Urun Dana.

Kinerja Keuangan Makacha Bakery 

Kinerja Makacha Bakery sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan stabil. Perusahaan mencatat total pendapatan sekitar Rp5,2 miliar, meningkat 22,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Salah satu kontributor terbesar terhadap pendapatan tersebut berasal dari produk Kemojo, yang menyumbang penjualan sekitar Rp2,5 miliar. Dari kinerja tersebut, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp647 juta dengan margin laba bersih mencapai 12,65 persen dari total pendapatan.

“Dengan laba bersih sekitar Rp647 juta, kami berhasil mempertahankan margin laba bersih 12,65 persen dan menjaga pertumbuhan yang stabil meskipun menghadapi berbagai tantangan,” kata Founder Makacha Bakery, Taufik Ari Akbar pada RUPS beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Ciamik! RSIA Annisa Bagikan Dividen Rp1,74 Miliar, Siap Ngegas di Tahun 2026

Di sisi operasional, Makacha juga mencatat peningkatan efisiensi produksi dan pengelolaan sumber daya. Sepanjang tahun 2025, total penggunaan tepung dalam proses produksi mencapai 14,275 ton, dengan tingkat waste atau produk yang tidak lolos quality control hanya 2 persen, setara dengan sekitar 275 kilogram tepung. 

Sementara itu, kapasitas produksi perusahaan telah dimanfaatkan hingga 78 persen dari total kapasitas maksimal, dengan sistem operasional yang berjalan dalam dua shift kerja, masing-masing delapan jam.

Rencana Strategi Makacha di Tahun 2026

Emiten asal Riau ini juga memaparkan rencana strategis perusahaan untuk tahun 2026 dengan target pendapatan sekitar Rp7,8 miliar. Target tersebut ditopang oleh kontribusi penjualan dari outlet Makacha sebesar 55 persen dan penjualan pabrik atau segmen B2B sebesar 45 persen.

Untuk mencapainya, perusahaan akan memperkuat beberapa kanal penjualan, antara lain melalui jaringan Roti Express, outlet Makacha, penjualan korporat dan komunitas, serta pengembangan produk hampers dan snack box.

Dalam jangka menengah, Makacha juga menyusun roadmap pengembangan bisnis hingga tahun 2028 yang mencakup peningkatan kapasitas produksi, ekspansi outlet, pembangunan pabrik baru, serta penguatan jaringan distribusi. 

“Kami juga akan memperkenalkan Makacha Express, yang akan menjadi lini bisnis baru untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan konsep outlet yang lebih mobile dan jam operasional yang lebih panjang, kami yakin ini akan membantu meningkatkan volume penjualan,” ungkap Ari Akbar. 

Melalui strategi tersebut, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dari sekitar Rp3,4 miliar pada 2023 menjadi Rp25,3 miliar pada 2028, dengan proyeksi valuasi meningkat dari sekitar Rp14,3 miliar pada 2024 menjadi lebih dari Rp79,2 miliar pada 2028.

Tebar Dividen Saham 2025

Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan mencatat laba bersih sekitar Rp647 juta. Setelah dilakukan penyesuaian upah mudharib 20%, laba yang digunakan sebagai dasar pembagian dividen tercatat sekitar Rp517,6 juta. 

Dari jumlah tersebut, perusahaan menetapkan dividend payout ratio sebesar 50 persen, sehingga total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp258,8 juta.

Baca juga: Ajib! Pahami LEDX, Fitur Jagoan Investor Tangkap Peluang Saham di Pasar Sekunder

Dengan kebijakan tersebut, setiap pemegang saham akan menerima dividen sekitar Rp464 per lembar saham. Saat ini jumlah saham beredar tercatat 557.099 lembar, dengan harga saham sekitar Rp48.000 per lembar, sementara earning per share (EPS) perusahaan berada di kisaran Rp929 per saham.

“Pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan nilai tambah kepada para investor, seiring dengan pencapaian positif dan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” tutup Ari Akbar. 

Miliki Saham Makacha Segera!

Kesempatan untuk membeli saham Makacha Bakery masih tersedia di Pasar Sekunder LBS Urun Dana hingga 13 Maret 2026. Daftar atau login ke LBS Urun Dana sekarang untuk membeli saham Makacha Bakery dan emiten lainnya.

Investasi di LBS Urun Dana menggunakan securities crowdfunding, memungkinkan Anda berpartisipasi dalam bisnis riil melalui platform yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID