pendanaan
4 Oktober 2026
Naufal Mamduh
Paling Krusial! Cara Menentukan Kebutuhan Dana Sebelum Mengajukan Pendanaan
Salah satu kesalahan paling mahal dalam ekspansi bukan terletak pada keputusan untuk tumbuh, melainkan pada salah menghitung berapa dana yang sebenarnya dibutuhkan.
Terlalu kecil, rencana ekspansinya berhenti di tengah jalan. Terlalu besar, dananya mengendap tanpa produktivitas sementara kewajibannya tetap berjalan. Berikut 6 langkah menghitungnya, dengan 1 contoh yang kita bawa dari awal sampai akhir.
1. Tentukan Bentuk Ekspansinya
Langkah pertama bukan menghitung, melainkan memastikan apa yang akan dilakukan. Setiap bentuk ekspansi punya kebutuhan dana yang berbeda:
- Menambah kapasitas produksi
- Membeli mesin atau peralatan baru
- Membuka fasilitas produksi
- Menambah cabang
- Memenuhi pesanan atau proyek berskala besar
- Memperluas distribusi ke wilayah baru
Tulis serinci mungkin. "Ingin mengembangkan bisnis" bukan rencana, melainkan keinginan. Sebagai contoh yang akan kita pakai seterusnya, anggap sebuah perusahaan ingin menaikkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Untuk itu ia perlu membeli mesin baru sekaligus menambah persediaan bahan baku.
2. Hitung Kebutuhan Investasi Awal
Investasi awal adalah pengeluaran untuk aset yang manfaatnya dirasakan bertahun-tahun, mulai dari mesin, kendaraan operasional, renovasi fasilitas, sampai peralatan produksi. Pada contoh tadi:
- Mesin produksi: Rp3 miliar
- Renovasi fasilitas: Rp1 miliar
- Peralatan pendukung: Rp500 juta
Totalnya Rp4,5 miliar. Gunakan estimasi yang realistis, dan sebisa mungkin berdasarkan penawaran atau quotation dari pemasok. Angka yang punya dasar dokumen jauh lebih mudah dinilai dibanding angka perkiraan.
Baca juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Capex dan Opex serta Dampaknya bagi Bisnis
3. Hitung Tambahan Modal Kerja
Di sinilah banyak perhitungan meleset. Ekspansi tidak berhenti pada pembelian aset, karena kapasitas yang bertambah menuntut biaya operasional yang ikut bertambah. Melanjutkan contoh tadi:
- Bahan baku tambahan: Rp1,5 miliar
- Tenaga kerja tambahan: Rp500 juta
- Distribusi dan operasional: Rp500 juta
- Totalnya Rp2,5 miliar.
Besarnya modal kerja sebaiknya disesuaikan dengan siklus kas perusahaan. Kalau dibutuhkan 45 hari untuk memproduksi dan 60 hari lagi sampai pelanggan membayar, modal kerja harus cukup menanggung seluruh periode itu, bukan hanya satu bulan produksi.
4. Jumlahkan Seluruh Kebutuhannya
Investasi awal Rp4,5 miliar ditambah modal kerja Rp2,5 miliar menghasilkan total kebutuhan Rp7 miliar. Angka ini belum tentu sama dengan nominal yang perlu diajukan. Masih ada 1 komponen yang harus dihitung lebih dulu.
5. Kurangi dengan Dana Internal yang Tersedia
Periksa berapa kas perusahaan yang benar-benar bisa dialokasikan untuk ekspansi tanpa mengganggu operasional harian.
Anggap dana internal yang tersedia Rp2 miliar. Maka kebutuhan pendanaan eksternalnya Rp7 miliar dikurangi Rp2 miliar, yaitu Rp5 miliar.
Satu peringatan penting di langkah ini. Jangan menguras seluruh kas demi memperkecil nominal pengajuan. Operasional tetap berjalan selama ekspansi dikerjakan, dan kas yang habis di tengah jalan justru menciptakan masalah baru.
6. Uji Ulang Angkanya
Sebelum diajukan, periksa kembali perhitungannya lewat 6 pertanyaan berikut:
- Apakah seluruh biaya ekspansi sudah masuk, termasuk pemasangan, perizinan, dan pelatihan?
- Apakah estimasi harga aset dan bahan baku masih relevan dengan kondisi sekarang?
- Berapa lama dana ini akan terpakai?
- Apakah tambahan modal kerja sudah disesuaikan dengan siklus pembayaran pelanggan?
- Apakah dana internal yang dipakai tidak mengganggu operasional?
- Apakah setiap pos punya tujuan penggunaan yang bisa dijelaskan?
Satu hal yang sering terlewat, sediakan ruang untuk selisih harga. Estimasi yang disusun hari ini belum tentu sama dengan harga saat pembelian dilakukan beberapa bulan kemudian.
Ringkasan Perhitungannya
Investasi awal
- Mesin produksi: Rp3 miliar
- Renovasi fasilitas: Rp1 miliar
- Peralatan pendukung: Rp500 juta
Tambahan modal kerja
- Bahan baku tambahan: Rp1,5 miliar
- Tenaga kerja tambahan: Rp500 juta
- Distribusi dan operasional: Rp500 juta
Hasil akhirnya
- Total kebutuhan: Rp7 miliar
- Dana internal tersedia: Rp2 miliar
- Kebutuhan pendanaan eksternal: Rp5 miliar
Angka Rp5 miliar pada contoh ini punya dasar yang bisa ditelusuri sampai ke pos terkecilnya. Inilah bedanya dengan pengajuan yang langsung menyebut nominal tanpa rincian.
Setelah Angkanya Jelas, Pelajari Pilihan Pendanaannya
Mengetahui nominal kebutuhan adalah tahap awal. Berikutnya, pelajari skema pendanaan yang sesuai dengan kondisi bisnis Anda.
Salah satu yang dapat dipertimbangkan adalah securities crowdfunding melalui LBS Urun Dana, platform berizin OJK yang menyediakan pendanaan lewat instrumen saham dan sukuk, tanpa bunga maupun denda berjalan.
Baca juga: Harus Peka! 7 Tanda Bisnis Siap Ekspansi dan Tambah Kapasitas Produksi
Setiap pengajuan melewati verifikasi bisnis dan legal serta penilaian Komite Investasi. Karena itu, selain nominal, siapkan juga informasi bisnis, dokumen keuangan, dan rencana penggunaan dana secara rinci.
Perhitungan yang rapi seperti contoh di atas justru mempercepat proses, karena penilai tidak perlu menebak dari mana angkanya berasal. Ajukan pendanaan disini! Atau Anda Ingin membahas kebutuhan permodalan lebih dulu? Hubungi tim kami:
- Esa: Chat WhatsApp
- Rasyid: Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






