pendanaan
25 September 2026
Naufal Mamduh
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Capex dan Opex serta Dampaknya bagi Bisnis
Tidak semua pengeluaran bisnis punya fungsi yang sama. Ada pengeluaran yang dipakai untuk membangun kapasitas usaha, ada pula yang dipakai untuk menjalankan operasional sehari-hari. Inilah yang membedakan capex dan opex.
Bagi pemilik usaha, membedakan keduanya bukan sekadar urusan pembukuan. Keduanya punya dampak yang berbeda terhadap kas, laporan keuangan, dan cara Anda merencanakan pertumbuhan.
Apa Itu Capex?
Capex atau capital expenditure adalah belanja modal, yaitu pengeluaran untuk memperoleh, mengganti, meningkatkan, atau memperpanjang masa manfaat aset yang digunakan dalam bisnis dan memberikan manfaat ekonomis jangka panjang. Sederhananya, capex adalah pengeluaran untuk membangun atau mempertahankan kapasitas bisnis dalam jangka panjang. Contoh capex dalam bisnis:
- Pembelian mesin produksi
- Pengadaan kendaraan operasional
- Peralatan produksi berumur panjang
- Renovasi atau perluasan fasilitas
- Pembangunan gudang atau pabrik
Ciri utamanya, aset yang dibeli tetap ada setelah uangnya keluar, dan manfaatnya terus mengalir selama bertahun-tahun.
Baca juga: Paling Ditunggu! Equity Day Batch 6 Segera Hadir, Cek Jadwal, Pembicara, dan Cara Daftarnya!
Apa Itu Opex?
Opex atau operational expenditure adalah biaya operasional, yaitu pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan dan mempertahankan kegiatan bisnis sehari-hari. Berbeda dengan capex yang berfokus pada aset dan manfaat jangka panjang, opex digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional yang manfaatnya umumnya digunakan dalam periode berjalan.
- Gaji dan tunjangan karyawan
- Tagihan listrik, air, dan internet
- Sewa tempat usaha
- Biaya pemasaran
- Biaya administrasi dan perizinan
- Pemeliharaan rutin peralatan
Manfaatnya habis dalam periode berjalan. Listrik bulan ini tidak bisa dipakai untuk bulan depan.
Capex vs Opex, Apa Perbedaannya?
Perbedaan keduanya paling jelas terlihat bila dibandingkan berdampingan:
Ada 1 hal yang sering luput dari perhatian. Karena capex dicatat sebagai aset dan dibebankan bertahap lewat penyusutan, laba perusahaan bisa terlihat baik-baik saja meski kasnya baru saja terkuras untuk membeli mesin. Inilah sebabnya laba dan kas tidak selalu bergerak searah.
Contoh Capex dan Opex dalam Bisnis
Supaya lebih konkret, bayangkan sebuah produsen makanan beku yang sedang berkembang.
Yang termasuk capex:
- Membeli 2 unit mesin pembeku senilai Rp800 juta
- Mengadakan 1 unit kendaraan berpendingin seharga Rp450 juta
- Merenovasi ruang produksi agar memenuhi standar sertifikasi
Yang termasuk opex:
- Gaji 25 karyawan produksi setiap bulan
- Tagihan listrik pendingin yang menyala 24 jam
- Pembelian bahan baku untuk produksi bulan berjalan
- Biaya distribusi dan iklan digital
Perhatikan polanya. Mesin pembeku dibeli sekali dan dipakai bertahun-tahun. Tagihan listriknya datang setiap bulan selama mesin itu beroperasi.
Artinya keputusan capex hari ini akan menciptakan opex di masa depan. Menambah mesin berarti menambah konsumsi listrik, kebutuhan perawatan, dan mungkin tambahan operator.
Mengapa Pengusaha Perlu Membedakan Capex dan Opex?
Memahami perbedaan Capex dan Opex penting bagi pengusaha karena keduanya mempengaruhi arus kas, laba, perencanaan bisnis, dan kebutuhan permodalan.
Pertama, kebutuhan permodalannya berbeda. Opex umumnya ditopang oleh arus kas operasional, sedangkan Capex sering membutuhkan perencanaan sumber permodalan tersendiri karena nilai investasinya relatif besar dan pengeluarannya dapat terjadi di awal.
Kedua, dampaknya terhadap arus kas berbeda. Opex biasanya muncul secara rutin atau sesuai kebutuhan operasional. Sementara itu, Capex dapat menciptakan pengeluaran kas dalam jumlah besar pada satu waktu sehingga perlu direncanakan sebelum investasi dilakukan.
Ketiga, pencatatannya dalam laporan keuangan berbeda. Capex umumnya dicatat sebagai aset dan dibebankan secara bertahap melalui penyusutan. Sementara itu, Opex umumnya dicatat sebagai biaya pada periode berjalan. Kesalahan klasifikasi dapat membuat informasi laba perusahaan menjadi kurang tepat.
Keempat, klasifikasi yang jelas membantu saat mengajukan pendanaan. Pemisahan Capex dan Opex membantu pihak yang menilai pengajuan memahami kebutuhan bisnis, termasuk berapa dana yang dibutuhkan untuk investasi aset dan berapa yang diperlukan untuk operasional.
Baca juga: Omzet Naik, Modal Makin Berat? Kenali Funding Gap Penghambat Pertumbuhan Bisnis
Bagaimana Capex Berkaitan dengan Pertumbuhan Bisnis?
Ekspansi bisnis sering membutuhkan Capex, seperti membeli mesin untuk menambah kapasitas produksi, merenovasi fasilitas, atau menambah armada distribusi.
Tantangannya, Capex biasanya membutuhkan dana besar di awal, sementara manfaatnya baru dirasakan dalam jangka panjang. Karena itu, sebelum menambah aset, pengusaha perlu menghitung:
- Nilai investasi yang dibutuhkan.
- Tambahan Opex setelah aset digunakan.
- Kemampuan kas internal untuk membiayai investasi tanpa mengganggu operasional.
Dengan perhitungan tersebut, pengusaha dapat menentukan kebutuhan permodalan yang sesuai dengan kemampuan dan rencana pertumbuhan bisnis.
Butuh Modal Rp5–10 Miliar untuk Ekspansi?
Jika kas internal belum cukup membiayai kebutuhan Capex, LBS Urun Dana menyediakan permodalan Rp5–10 miliar bagi bisnis yang memenuhi kriteria:
- Berbentuk PT dan beroperasi minimal 3 tahun.
- Memiliki laporan keuangan tertata selama 2 tahun terakhir.
- Omzet stabil mulai Rp500 juta per bulan.
- Membutuhkan permodalan Rp5–10 miliar.
Bisnis yang memenuhi kriteria dapat mengajukan permodalan disini untuk mengikuti proses seleksi dan penilaian di LBS Urun Dana. Ingin membahas kebutuhan permodalan lebih dulu? Hubungi tim kami:
- Esa: Chat WhatsApp
- Rasyid: Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






