artikel
4 Maret 2024
Naufal Mamduh
Cara Kerja Securities Crowdfunding dan Proses Investasinya
Cara kerja securities crowdfunding dimulai dari penerbit yang mengajukan penawaran efek melalui penyelenggara, dilanjutkan penelaahan, penayangan penawaran, pemesanan dan pembayaran oleh pemodal, hingga efek tercatat atas nama pemodal. Setelah itu, pemodal memantau perkembangan penerbit sesuai jenis efek yang dimilikinya.
Alur ringkasnya seperti ini:
Penerbit mengajukan penawaran → penyelenggara menelaah → penawaran tayang → pemodal mempelajari informasi → pemodal memesan dan membayar → penawaran ditutup → efek tercatat atas nama pemodal.
Setiap tahap punya fungsi berbeda. Penerbit membutuhkan dana, penyelenggara menyediakan sistem sekaligus menjalankan fungsi pengawasan yang diwajibkan, sedangkan pemodal yang memutuskan sendiri apakah akan membeli berdasarkan informasi yang tersedia.
Baca juga: Apa Itu Securities Crowdfunding: Pengertian, Cara Kerja dan Kenapa Relevan di 2026
Dasar Hukumnya
Mekanisme ini diatur dalam POJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.
Aturan tersebut berlaku sejak 25 Juli 2025 dan menggantikan POJK 57/2020 beserta POJK 16/2021. Cakupannya meliputi mekanisme penawaran efek, persyaratan penerbit dan pemodal, kewajiban penyelenggara, mitigasi risiko, serta perlindungan pemodal.
1. Penerbit Mengajukan, Penyelenggara Menelaah
Prosesnya dimulai dari penerbit, yaitu badan usaha yang membutuhkan pendanaan dan menawarkan efeknya melalui penyelenggara.
Penerbit menyampaikan informasi dan dokumen yang dibutuhkan, lalu penyelenggara melakukan penelaahan sebelum penawaran boleh ditayangkan.
Di sinilah letak perbedaan mendasarnya dengan sekadar memasang kebutuhan dana di sebuah situs. Ada persyaratan penerbit, kewajiban pengungkapan informasi, dan proses penilaian yang harus dilalui lebih dulu.
Satu hal yang perlu ditegaskan sejak awal. Keberadaan penyelenggara berizin tidak membuat sebuah penawaran bebas risiko. Penelaahan memastikan prosesnya memenuhi ketentuan, bukan menjamin hasil investasinya.
2. Penawaran Ditayangkan kepada Pemodal
Setelah persyaratannya terpenuhi, informasi penawaran ditampilkan melalui sistem penyelenggara. Inilah bahan yang perlu dibaca calon pemodal sebelum memutuskan:
- Profil dan kegiatan usaha penerbit
- Tujuan penggunaan dana
- Jenis efek yang ditawarkan
- Nilai dan struktur penawaran
- Jangka waktu investasi
- Informasi keuangan yang tersedia
- Proyeksi imbal hasil sesuai karakteristik efeknya
- Faktor risiko yang tercantum dalam dokumen penawaran
Daftar ini sengaja menempatkan proyeksi imbal hasil di urutan kedua dari bawah. Angka itu baru punya arti setelah 6 poin sebelumnya terjawab.
3. Pemodal Menyiapkan Akun
Sebelum bisa membeli, calon pemodal perlu punya akun di penyelenggara dan menyelesaikan verifikasi identitas atau KYC.
Karena securities crowdfunding berada dalam kerangka pasar modal, pemodal juga terhubung dengan infrastrukturnya. Termasuk Single Investor Identification sebagai identitas investor, serta Sub Rekening Efek untuk penyimpanan dan penyelesaian transaksi.
Tahapan teknisnya bisa berbeda antar-penyelenggara, tetapi prinsipnya sama. Identitas diverifikasi lebih dulu sebelum transaksi dapat dilakukan.
Baca juga: Nyaman Banget! Ini Cara Kerja Securities Crowdfunding untuk Investor Pemula
4. Pemesanan dan Pembayaran
Setelah memahami penawarannya, pemodal melakukan pemesanan sesuai mekanisme yang disediakan.
Jumlah pemesanan mengikuti ketentuan penawaran dan batas pembelian pemodal yang diatur dalam POJK 17/2025. Karena ketentuan ini punya pengecualian tertentu bergantung kondisi pemodal, periksa informasi yang disampaikan penyelenggara sebelum bertransaksi.
Pembayarannya dilakukan melalui virtual account yang diterbitkan sistem. Bukan ke rekening pribadi atas nama perorangan, dan ini salah satu penanda paling mudah untuk membedakan penawaran resmi dari penipuan yang mencatut nama platform.
Sebagai gambaran, di LBS Urun Dana pemesanan dapat dimulai dari Rp1.000.000.
5. Efek Tercatat atas Nama Pemodal
Setelah periode penawaran selesai dan transaksi diselesaikan, efek yang dibeli dicatat atas nama pemodal, umumnya secara scripless melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Sampai di titik ini prosesnya belum berhenti. Pemodal kini berstatus pemilik efek, dengan hak dan kewajiban yang mengikuti jenis efeknya.
Apa yang Terjadi Setelah Berinvestasi?
Jawabannya bergantung pada efek yang Anda beli, dan perbedaannya cukup besar.
Jika membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian perusahaan sesuai jumlah lembar yang dimiliki. Hak atas dividen mengikuti kinerja perusahaan dan keputusan RUPS. Tidak ada pengembalian pokok, karena statusnya penyertaan modal.
POJK 17/2025 juga mengatur perdagangan efek bersifat ekuitas melalui penyelenggara di pasar sekunder. Di LBS Urun Dana, Pasar Sekunder dibuka 4 kali setahun pada Maret, Juni, September, dan Desember, masing-masing selama 10 hari kerja.
Jika membeli sukuk, hak Anda mengikuti akad dan struktur yang disepakati. Ada tenor, ada jadwal pengembalian pokok, dan ada bagi hasil sesuai nisbah. Sukuk berjalan sampai jatuh tempo dan tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu.
Apakah Securities Crowdfunding Bebas Risiko?
Tidak. Ini tetap investasi, dan setiap investasi mengandung risiko.
Risikonya bisa berasal dari kondisi bisnis penerbit, kinerja usahanya, likuiditas efek, maupun karakteristik instrumen yang dibeli.
Status penyelenggara yang berizin OJK tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa investasi pasti menghasilkan keuntungan. Perlindungan pemodal dan mitigasi risiko memang menjadi bagian dari pengaturannya, tetapi tanggung jawab memahami informasi penawaran tetap berada di tangan pemodal.
FAQ
Apakah securities crowdfunding sama dengan pinjaman online?
Tidak. Securities crowdfunding adalah penawaran efek melalui layanan urun dana, dan pemodal membeli efek yang diterbitkan penerbit. Fintech lending punya mekanisme dan karakteristik yang berbeda.
Siapa yang dapat berinvestasi melalui securities crowdfunding?
Pemodal yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan dan batas pembelian perlu diperiksa lebih dulu sebelum bertransaksi.
Apakah investasi securities crowdfunding pasti menguntungkan?
Tidak. Setiap investasi memiliki risiko dan tidak ada jaminan keuntungan.
Apa dasar hukum securities crowdfunding saat ini?
POJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi, yang menggantikan POJK 57/2020 dan POJK 16/2021.
Berapa lama dana saya terikat?
Bergantung jenis efeknya. Sukuk mengikuti tenor yang tercantum dalam prospektus, sementara saham tidak memiliki jatuh tempo dan likuiditasnya bergantung pada periode pasar sekunder.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






