artikel
29 Januari 2026
Naufal Mamduh
Was-was! 10 Keuntungan dan Risiko Kredit Tanpa Agunan yang Perlu Anda Cermati!
Di tengah kebutuhan dana yang semakin beragam, Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi salah satu solusi pembiayaan yang banyak dilirik masyarakat dan pelaku usaha. Tanpa perlu menggadaikan aset pribadi, kredit ini menawarkan kemudahan akses dana yang cepat dan praktis.
Namun, di balik kemudahannya, kredit tanpa agunan juga memiliki karakteristik, keuntungan, serta risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh agar penggunaannya tidak justru membebani kondisi keuangan di kemudian hari.
Apa Itu Kredit Tanpa Agunan?
Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank dalam bentuk uang tunai tanpa memerlukan jaminan atau agunan dari nasabah. Artinya, peminjam tidak perlu menyerahkan aset seperti rumah, kendaraan, atau tanah sebagai syarat pengajuan kredit.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kredit Tanpa Jaminan umumnya disediakan bank untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pendidikan, renovasi rumah, modal kerja, hingga kebutuhan konsumtif maupun produktif lainnya. Karena tidak mensyaratkan agunan, proses pengajuan KTA relatif lebih cepat dan praktis dibandingkan kredit dengan jaminan.
Baca juga: Cek Bos! 10 Langkah Jitu Cari Truk untuk Bisnis Logistik dan Pendanaan Rp500 Juta!
Namun, kemudahan tersebut biasanya diiringi dengan bunga dan biaya yang lebih tinggi, karena seluruh risiko kredit ditanggung oleh pihak bank. Oleh sebab itu, KTA perlu digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak membebani arus kas di kemudian hari.
Karakteristik Kredit Tanpa Agunan
Kredit Tanpa Agunan adalah fasilitas pinjaman yang tidak memerlukan jaminan aset seperti rumah atau kendaraan. Inilah salah satu alasan mengapa produk ini banyak diminati oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Beberapa karakteristik utama kredit tanpa agunan antara lain:
a. Tidak memerlukan agunan, sehingga aset pribadi tetap aman dan tidak terikat
b. Proses pengajuan relatif cepat dan praktis, karena tanpa penilaian jaminan
c. Biaya provisi dan administrasi umumnya langsung didebet dari rekening peminjam
d. Dana dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumtif hingga modal kerja
e. Pencairan dana dilakukan secara tunai ke rekening peminjam
f. Perhitungan bunga mengikuti kebijakan masing-masing bank, sesuai ketentuan yang berlaku
g. Dapat diajukan oleh karyawan, wiraswasta, maupun profesional, selama memenuhi syarat kelayakan.
Meski menawarkan kemudahan, penting dipahami bahwa risiko kredit tanpa agunan cenderung lebih tinggi dibandingkan kredit beragunan. Oleh karena itu, pengajuan pinjaman perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak membebani arus kas di kemudian hari.
Keuntungan Kredit Tanpa Agunan
Beberapa hal berikut membuat kredit tanpa agunan kerap dipilih oleh banyak orang, terutama saat membutuhkan dana cepat:
1. Jumlah pinjaman bisa disesuaikan kebutuhan
Nominal pinjaman tidak harus besar. Peminjam dapat menyesuaikan jumlah kredit dengan kebutuhan serta kemampuan bayar agar cicilan tetap aman.
2. Skema cicilan relatif fleksibel
Besaran angsuran dan tenor dapat diatur sesuai kondisi keuangan bulanan, sehingga tidak langsung menekan arus kas.
3. Dana dapat digunakan untuk berbagai keperluan
Kredit tanpa agunan bersifat fleksibel, mulai dari kebutuhan mendesak, biaya pendidikan, hingga tambahan modal usaha.
4. Pilihan tenor cukup beragam
Jangka waktu pinjaman yang bervariasi memberi ruang bagi peminjam untuk memilih periode pembayaran yang paling nyaman.
5. Pembayaran angsuran lebih praktis
Angsuran dapat dibayarkan melalui transfer bank atau metode pembayaran lain yang tersedia, tanpa proses rumit.
Risiko Kredit Tanpa Agunan
Di balik kemudahannya, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
1. Tingkat bunga cenderung lebih tinggi
Karena tidak disertai jaminan, bank menetapkan bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan kredit beragunan.
2. Cicilan bisa menjadi beban
Jika penghasilan tidak stabil atau terjadi gangguan arus kas, cicilan yang awalnya terasa ringan bisa menjadi berat.
3. Riwayat kredit berisiko terganggu
Keterlambatan pembayaran akan langsung mempengaruhi catatan kredit dan dapat menyulitkan pengajuan pembiayaan di masa depan.
4. Risiko penggunaan dana kurang terkontrol
Fleksibilitas penggunaan dana sering membuat pinjaman terasa aman di awal, padahal tanpa perencanaan bisa menjadi beban jangka panjang.
5. Plafon dan tenor relatif terbatas
Karena tidak menggunakan jaminan, kredit tanpa agunan umumnya memiliki batas plafon dan jangka waktu yang lebih pendek. Hal ini dapat menyulitkan peminjam yang membutuhkan dana besar atau waktu pengembalian lebih panjang, sehingga berisiko menekan arus kas jika tidak diperhitungkan sejak awal.
5 Platform Kredit Tanpa Agunan
Berikut beberapa jenis platform dan lembaga yang umum menyediakan kredit tanpa agunan di Indonesia, dengan karakteristik dan skema yang berbeda-beda.
1. P2P Lending
Platform fintech yang mempertemukan pemberi dana dan peminjam secara digital. Kredit tanpa agunan dari P2P umumnya cepat cair, tetapi memiliki bunga relatif tinggi dan tenor pendek.
2. Bank Konvensional
Bank umum menyediakan Kredit Tanpa Agunan (KTA) bagi karyawan dan profesional dengan penghasilan tetap. Proses lebih ketat, namun regulasi jelas dan relatif aman.
3. Koperasi
Koperasi simpan pinjam menawarkan kredit tanpa agunan khusus bagi anggota. Pendekatannya lebih personal dengan persyaratan yang cenderung fleksibel.
4. BPR (Bank Perkreditan Rakyat)
BPR menyediakan pinjaman tanpa agunan dalam skala terbatas, terutama untuk masyarakat dan pelaku usaha lokal, dengan proses yang lebih sederhana.
5. Pendanaan Saham di Securities Crowdfunding
Pendanaan berbasis saham melalui securities crowdfunding menawarkan format pendanaan tanpa agunan untuk kebutuhan modal usaha skala menengah, mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Skema ini berbasis investasi, bukan pinjaman berbunga, sehingga pengusaha tidak perlu menggadaikan aset pribadi dan arus kas usaha lebih terjaga.
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Kredit Tanpa Agunan menawarkan kemudahan akses dana tanpa perlu mengikat aset pribadi, sehingga menjadi solusi praktis bagi banyak orang dan pelaku usaha. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang matang terhadap karakteristik, keuntungan, dan risikonya.
Tanpa perencanaan yang tepat, KTA berpotensi menekan arus kas dan mengganggu stabilitas keuangan. Karena itu, pemilihan jenis pembiayaan perlu disesuaikan dengan tujuan, kemampuan bayar, serta skala kebutuhan, agar pendanaan benar-benar menjadi solusi, bukan beban di kemudian hari.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






