artikel
29 Januari 2026
Naufal Mamduh
Serem! Ini Dampak Pembiayaan Usaha Pakai Modal Sendiri yang Jarang Disadari!
Banyak pengusaha masih mengandalkan modal usaha sendiri untuk ekspansi atau mengerjakan proyek. Cara ini tidak keliru, tetapi tanpa strategi pembiayaan usaha yang tepat, bisnis justru rentan tertekan dari sisi arus kas dan daya tahan jangka panjang. Ketika skala usaha membesar, kebutuhan modal meningkat, dan risiko ikut naik, pendekatan organik semata sering kali menjadi penghambat pertumbuhan.
Pengusaha dan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan pentingnya membuka akses pendanaan. Terlalu lama menutup diri dari opsi pembiayaan multiguna, pembiayaan syariah, maupun Kredit Usaha Rakyat dapat membuat bisnis kehilangan momentum dan tertinggal dari kompetitor yang lebih siap secara struktur modal.
Salah Kaprah Bangun Bisnis Pakai Modal Usaha Sendiri
Menggunakan modal usaha sendiri kerap dianggap sebagai pilihan paling aman dalam membangun bisnis. Tidak ada kewajiban ke pihak lain, keputusan sepenuhnya di tangan pemilik, dan risiko terasa lebih terkendali. Namun, pola pikir ini justru sering membatasi laju bisnis, terutama saat usaha mulai memasuki fase pertumbuhan.
Masalah muncul ketika skala bisnis membesar dan kebutuhan modal meningkat. Jika seluruh kebutuhan tetap ditopang dari kas internal, tekanan terhadap arus kas menjadi sulit dihindari. Dalam kondisi ini, pembiayaan usaha seharusnya diposisikan sebagai alat pertumbuhan, bukan sekadar opsi darurat.
Beberapa risiko yang kerap muncul ketika bisnis terlalu lama mengandalkan modal sendiri antara lain:
1. Arus kas menjadi rapuh, karena dana operasional bercampur dengan dana ekspansi
2. Kesempatan proyek besar terlewat, akibat keterbatasan modal kerja
3. Ekspansi berjalan lambat, sementara kompetitor bergerak lebih cepat
4. Risiko usaha terpusat pada pemilik, tanpa penyangga pendanaan yang memadai.
Baca juga: Cek Bos! 10 Langkah Jitu Cari Truk untuk Bisnis Logistik dan Pendanaan Rp500 Juta!
Di fase inilah pengusaha perlu mulai mempertimbangkan struktur pendanaan yang lebih sehat agar bisnis dapat tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas operasional.
5 Nasihat Sandiaga Uno Tentang Pembiayaan Usaha
Sandiaga Uno sebagaimana dikutip dari Asian Tiger School kerap mengingatkan pengusaha agar tidak terjebak idealisme tanpa menyiapkan struktur bisnis yang kuat. Banyak usaha runtuh bukan karena produk yang lemah, tetapi karena tidak memiliki ruang napas saat pasar menuntut ekspansi.
Dari pengalamannya membangun dan mendampingi berbagai pelaku usaha, Sandiaga menekankan pentingnya pengelolaan pertumbuhan dan pembiayaan usaha yang sehat.
1. Jangan Terlalu Lama Mengandalkan Modal Sendiri
Modal sendiri memang terasa aman pada tahap awal. Namun, ketika bisnis mulai tumbuh, kebutuhan dana seringkali meningkat lebih cepat dibandingkan kemampuan laba menutup ekspansi. Di fase ini, pembiayaan usaha menjadi alat strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas operasional.
2. Kecepatan Menentukan Daya Saing
Dalam persaingan bisnis, kecepatan seringkali lebih menentukan daripada kualitas semata. Tanpa dukungan modal yang memadai, peluang bisa hilang sebelum dieksekusi. Skema seperti pembiayaan multiguna membantu pengusaha bergerak cepat saat peluang datang.
Baca juga: Masya Allah! 10 Keuntungan dan Platform Pembiayaan Modal Usaha Syariah untuk Bisnis
3. Berbagi Kendali Tetap Bisa Terarah
Banyak pengusaha ragu membuka akses pendanaan karena takut kehilangan kendali. Padahal, dengan struktur dan tata kelola yang jelas, baik melalui kemitraan maupun pembiayaan syariah, arah dan visi bisnis tetap dapat dijaga.
4. Bangun Bisnis dengan Perspektif Skala
Pertumbuhan organik memiliki batas waktu dan tenaga. Akses terhadap skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat bagi segmen tertentu, dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat peningkatan skala usaha secara terukur.
5. Struktur Modal Menentukan Ketahanan
Bisnis dengan struktur modal yang lemah akan mudah terguncang saat kondisi pasar berubah. Karena itu, pembiayaan tidak hanya soal menambah dana, tetapi tentang membangun fondasi bisnis yang lebih tahan terhadap risiko.
Nasihat Sandiaga Uno menegaskan bahwa pembiayaan bukan tanda ketergantungan, melainkan alat untuk menjaga momentum, memperkuat struktur modal, dan membangun bisnis yang lebih tahan menghadapi perubahan pasar.
Cari Pembiayaan Usaha Cepat Cair? LBS Urun Dana Jawabannya!
Pilihan pembiayaan usaha memang banyak, tetapi tidak semuanya tepat untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. Salah satu yang perlu dipahami, LBS Urun Dana bukan pembiayaan multiguna konvensional.
Pendanaan di LBS Urun Dana berbasis investasi, lebih transparan, terstruktur, dan diawasi langsung oleh OJK, serta dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Tidak ada bunga tersembunyi dan tidak ada skema yang memberatkan. Pengusaha juga tidak perlu menggadaikan aset pribadi secara berlebihan, sehingga arus kas usaha tetap lebih sehat.
Solusi Pendanaan Cepat Cair di FAST 17
Butuh pendanaan cepat? Program FAST 17 dari LBS Urun Dana menyediakan pendanaan proyek Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan target pencairan hingga 17 hari kerja.
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Skema ini cocok bagi pengusaha yang mencari modal usaha skala menengah hingga besar. Pendanaan berbasis sukuk dan saham, sehingga strukturnya jelas, terukur, dan tidak membebani arus kas.
Sektor Usaha yang Bisa Mengajukan Pendanaan
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan.
Syarat Utama Pendanaan
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana.
Alur Pengajuan
a. Ajukan melalui lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Proyek listing dan didanai investor.
Jangan biarkan bisnis tertunda karena modal. Ajukan pendanaan sekarang di LBS Urun Dana dan percepat penyelesaian proyek atau ekspansi bisnis Anda hari ini. Masih ragu? Silakan hubungi kami disini untuk konsultasi bisnis terkini.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






