berita
7 Mei 2026
Naufal Mamduh
Cekidot! Bongkar Fakta Ketahanan Energi Indonesia, Benarkah Kita Terbaik di Dunia?
Siapa sangka, di tengah dinamika geopolitik yang memanas, Indonesia justru meraih peringkat kedua sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik dunia? Hal ini bukan sekadar klaim, lembaga keuangan asal Amerika Serikat, JPMorgan Chase & Co. mencatatkannya langsung dalam laporan terbarunya.
Dalam laporan berjudul "Pandora's Bog: the global energy shock of 2026", Indonesia mencatat tingkat ketahanan energi atau insulation factor sekitar 77%. Angka ini menempatkan Indonesia jauh di atas banyak negara maju yang selama ini dianggap lebih mapan secara ekonomi.
5 Langkah Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap pemerintah tengah mempercepat berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Upaya ini dilakukan mulai dari optimalisasi sumur minyak tua hingga pengurangan impor BBM dan LPG.
1. Sumur Minyak Tua Mulai Diaktifkan Lagi
Bahlil mengakui banyak sumur minyak di Indonesia sudah tua dan tidak produktif, meski cadangannya masih tersedia. Selain itu, ratusan wilayah migas yang potensinya sudah ditemukan juga lama tidak dikembangkan.
Pemerintah kini mengambil langkah lebih tegas, termasuk untuk proyek yang mangkrak bertahun-tahun. “Kalau gak jalanin 6 bulan, saya cabut,” tegas Bahlil terkait pengelolaan Blok Abadi Masela.
Kini proyek senilai USD 21 miliar di Maluku itu sudah masuk tahap lelang konstruksi EPC. Sementara Blok Ganal di Kalimantan Timur diproyeksikan mulai berproduksi signifikan pada 2029.
2. Indonesia Berhasil Hentikan Impor Solar
Salah satu capaian terbesar tahun 2026 adalah penghentian impor solar. Keberhasilan ini ditopang kebijakan mandatori biodiesel yang dilakukan bertahap selama hampir satu dekade.
Baca juga: Epik! JP Morgan Bongkar Kekuatan Indonesia Hadapi Krisis, Ini 7 Faktanya
Saat ini pencampuran biodiesel sudah mencapai 40% dan ditargetkan naik menjadi 50% pada Juli mendatang. Dengan skema tersebut, sebagian kebutuhan solar digantikan produk berbasis sawit dalam negeri.
3. Pemerintah Siapkan Campuran Etanol untuk Bensin
Setelah biodiesel dinilai berhasil, pemerintah mulai menyiapkan pencampuran etanol pada bensin sebesar 20% mulai 2028.
Bahlil mengatakan Indonesia memiliki bahan baku melimpah seperti singkong, jagung, dan tebu. “Kalau kita mandatori 20%, berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter,” ujarnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM pada Kamis (7/5/2026).
4. CNG Disiapkan Jadi Alternatif LPG
Ketergantungan impor LPG masih tinggi karena produksi domestik baru memenuhi sekitar seperlima kebutuhan nasional. Di sisi lain, subsidi LPG mencapai Rp80-87 triliun per tahun.
Sebagai solusi, pemerintah mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) yang diklaim 30-40% lebih murah dibanding LPG. Teknologi ini mulai diuji coba di restoran dan dapur program makan bergizi gratis.
5. Pasokan Minyak Kini Lebih Diversifikasi
Pemerintah juga mulai mengurangi ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. Pasokan kini diperluas dari Afrika, Amerika, hingga Rusia.
Bahlil memastikan pemerintah tetap menjaga stabilitas energi masyarakat. “Sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP 100 dolar AS, harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” tegasnya.
Ketahanan Energi Indonesia Dinilai Masih Punya Tantangan
Pengamat Energi Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa menilai klaim Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia perlu dilihat secara lebih rinci.
Indonesia unggul karena memiliki cadangan batu bara, LNG, geotermal, dan mineral kritis yang melimpah, sekaligus menjadi eksportir utama komoditas tersebut.
Namun, bauran energi terbarukan hingga 2025 baru mencapai 16%, masih di bawah target 23%. Indonesia juga masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM sekitar 1 juta barel per hari.
“Ketahanan energi tidak sama dengan swasembada energi,” ujar Iwa kepada Kontan.
Karena itu, meski kuat dari sisi sumber daya, Indonesia masih perlu memperkuat kemandirian energi agar tidak mudah terdampak gejolak global.
Ketika pemerintah sudah bergerak besar di sektor energi, peluang ini terbuka bukan hanya untuk korporasi besar. Investor individu pun bisa ikut mengambil bagian lewat instrumen yang lebih terjangkau.
Dorong Ketahanan Energi lewat Investasi Amanah
LBS Urun Dana hadir sebagai platform securities crowdfunding yang menghubungkan investor dengan pengusaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis maupun menjalankan proyek. Pendanaan ini terbuka untuk berbagai sektor, termasuk energi yang saat ini dinilai memiliki peluang besar di Indonesia.
Nominal pendanaannya mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Di sisi lain, investor bisa ikut investasi mulai dari Rp1 juta melalui instrumen sukuk dan saham dari bisnis riil yang telah melewati tahap seleksi.
Baca juga: Taaruf! Sejarah LBS Urun Dana, SCF Penghubung Antara Investor & Entrepreneur Visioner
Seluruh proses transaksi dilakukan secara transparan dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Pakar Fikih Muamalah & Founder LBS Urun Dana.
Informasi mengenai peluang investasi, perkembangan ekonomi bisnis, hingga Fikih Muamalah dapat diakses melalui lbs.id dan Instagram @lbsurundana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.





