inspirasi nabawiyah
7 Mei 2026
Naufal Mamduh
Takjub! Kisah Abdullah bin Mas’ud, Dari Penggembala Jadi Sahabat Nabi ﷺ
Siapa sangka, seorang anak penggembala yang tubuhnya kurus dan pendek bisa menjadi salah satu ulama terbesar sepanjang sejarah Islam? Inilah kisah Abdullah bin Mas'ud, sahabat Rasulullah ﷺ yang perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kemuliaan sejati tidak diukur dari penampilan fisik, melainkan dari kedalaman iman dan kejernihan hati.
Anak Yatim yang Merantau ke Makkah
Abdullah bin Mas'ud tumbuh sebagai anak yatim dari suku Hudzail. Setelah ayahnya wafat dalam perjalanan mencari nafkah, ia merantau ke Makkah bersama ibunya yang bernama Ummu Abdin. Untuk menyambung hidup, ia bekerja menggembalakan kambing milik seorang tokoh Quraisy bernama Uqbah bin Abi Mu'ith.
Setiap hari ia menyusuri perbukitan Makkah sendirian, jauh dari keramaian kota. Tidak ada yang menyangka bahwa dari perbukitan sunyi itulah pertemuannya dengan Islam akan dimulai.
Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Ibnu Sa'ad menukil kisah pertemuan Ibnu Mas'ud dengan Rasulullah ﷺ di kitab Thabaqat (Thabaqat Al-Kubra) sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id, berikut ini kisahnya.
Suatu hari, dua orang lelaki mendatanginya dalam kondisi kelelahan dan kehausan. Mereka adalah Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar yang sedang menghindar dari kejaran kaum musyrikin. Salah satu dari mereka meminta susu, namun Abdullah menjawab dengan tegas dan jujur, "Aku hanyalah orang yang dipercaya menjaga kambing ini. Aku tidak bisa memberikan apa yang bukan milikku."
Baca juga: Perjalanan Umair bin Wahab dari Musuh Menjadi Sahabat Setia Nabi ﷺ
Jawaban jujur dari seorang anak muda itu justru membuat Rasulullah ﷺ terkesan. Beliau lalu meminta seekor anak kambing betina yang belum pernah diperah. Rasulullah ﷺ mengusap ambingnya (kelenjar susu) sambil berdoa, dan secara ajaib susu pun mengalir deras. Setelah selesai, Rasulullah ﷺ berkata kepada ambingnya, "Menyusutlah," dan seketika itu juga ambing tersebut kempis kembali.
Dalam kisahnya Abdullah terpukau menyaksikan kejadian itu. Ia mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata, "Ajari aku perkataan yang engkau ucapkan." Rasulullah ﷺ tersenyum dan menjawab, "Engkau adalah anak muda yang cerdas." Sejak hari itulah Abdullah bin Mas'ud memeluk Islam dan tercatat sebagai orang keenam yang masuk Islam dalam sejarah.
Pelayan Setia yang Hidup di Sisi Nabi ﷺ
Tidak banyak sahabat yang sedekat Abdullah bin Mas'ud dengan Rasulullah ﷺ dalam urusan keseharian. Ia menjadi pelayan dan teman setia Nabi, menyiapkan sandal, air wudhu, siwak, hingga alas duduk beliau. Ia menemani Nabi dalam setiap perjalanan dan menjadi pemegang rahasia-rahasia beliau.
Abu Musa Al-Asy'ari pernah berkisah bahwa ketika ia tiba di Madinah dari Yaman, ia sempat mengira Abdullah dan ibunya adalah bagian dari keluarga Nabi, begitu seringnya mereka keluar-masuk rumah beliau. Rasulullah ﷺ bahkan memberikan izin khusus kepadanya, "Tanda izinmu untuk masuk adalah tirai yang terangkat, dan engkau boleh mendengar perkara rahasiaku."
Keberanian yang Melampaui Fisiknya
Tubuh Abdullah bin Mas'ud memang kecil dan kurus. Suatu ketika para sahabat bahkan tertawa melihat betisnya yang kecil saat ia memanjat pohon. Rasulullah ﷺ langsung menghentikan tawa itu dengan bersabda.
"Apa yang kalian tertawakan? Sungguh kaki Abdullah lebih berat dibandingkan gunung Uhud di timbangan hari kiamat kelak." (Hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan lainnya. Disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami')
Keberanian Abdullah dibuktikan nyata ketika ia menjadi orang pertama yang membaca Al-Qur'an secara terang-terangan di hadapan kaum Quraisy. Para sahabat saat itu merasa Al-Qur'an belum pernah diperdengarkan secara lantang kepada publik Makkah. Ketika ditanya siapa yang berani melakukannya, Abdullah mengangkat tangan tanpa ragu.
Ia berjalan menuju Maqam Ibrahim, berdiri di hadapan orang-orang Quraisy yang sedang berkumpul, lalu membacakan surah Ar-Rahman dengan suara lantang. Kaum Quraisy murka dan memukulinya hingga wajahnya berdarah. Namun Abdullah tidak berhenti membaca sampai selesai.
Ketika kembali kepada para sahabat dengan wajah penuh darah, ia justru berkata, "Musuh-musuh Allah ﷻ itu tidaklah lebih berat bagiku dari sebelumnya. Jika kalian mau, besok aku akan mengulanginya lagi,” ungkap Abdullah sebagaimana dikutip dari ceramah Ustadz Khalid Basalamah di kanal YouTube-nya.
Wafat dengan Lisan yang Basah Berzikir
Di penghujung hidupnya, Abdullah bin Mas'ud jatuh sakit keras di Madinah. Ketika Khalifah Utsman datang menjenguk dan menawarkan tabib serta harta, Abdullah menolak semuanya dengan tenang. "Yang aku keluhkan adalah dosa-dosaku. Yang aku inginkan hanyalah rahmat Tuhanku," jawabnya.
Ia wafat pada tahun 32 Hijriah dan dimakamkan di pemakaman Baqi. Malam terakhirnya, lisannya masih basah dengan zikir dan ayat-ayat Al-Qur'an. Kisah Abdullah bin Mas'ud mengajarkan kita bahwa kejujuran, keberanian, dan kecintaan pada ilmu adalah bekal yang jauh lebih berharga dari segalanya.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding resmi yang diawasi OJK. Melalui platform ini, Anda bisa berinvestasi di sukuk dan saham, sekaligus memiliki bagian dari bisnis nyata.
Baca juga: Kisah Ikrimah bin Abu Jahal, Sahabat Nabi ﷺ yang Dicap “Putra Firaun”
Bagi pelaku usaha, LBS Urun Dana juga membuka akses pendanaan mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis. LBS Urun Dana didirikan dan dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah, sehingga setiap proses berjalan transparan dan profesional.
Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar muamalah, kisah-kisah inspiratif sahabat Nabi ﷺ dan peluang investasi, Anda dapat mengikuti Instagram LBS Urun Dana dan mengunjungi situs resmi di lbs.id.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.





