berita
1 Juni 2026
Naufal Mamduh
Miris! Indonesia Tidak Masuk Daftar 15 Negara Paling Dipercaya Investor 2026
Setiap tahun, ada satu laporan yang cukup ditunggu pelaku investasi global: Foreign Direct Investment Confidence Index dari Kearney. Bukan sekadar peringkat, laporan ini adalah cermin kepercayaan nyata 507 eksekutif senior dunia tentang ke mana modal mereka akan mengalir tiga tahun ke depan.
Edisi 2026 sudah keluar. Dan daftar negara paling dipercaya investor 2026 kali ini menyimpan beberapa kejutan, terutama kalau Anda peduli dengan posisi Indonesia di peta investasi global.
AS Tetap di Puncak, Peta Mulai Bergeser
Amerika Serikat masih berdiri di posisi pertama sebagai negara paling dipercaya investor 2026. Wajar. Tapi yang lebih menarik justru pergerakan di bawahnya.
Kanada melompat ke posisi kedua, ditopang sumber daya alam melimpah, stabilitas politik, dan gelombang investasi infrastruktur AI yang deras. Pada semester pertama 2025, Kanada mencatat rekor 297 pengumuman investasi asing langsung. Sementara itu, Jepang di posisi ketiga setelah lonjakan peringkat konsisten satu dekade terakhir. China di posisi keempat, meski tekanan geopolitik masih membayangi.
Namun kejutan terbesar datang dari Timur Tengah. Arab Saudi dan UEA sama-sama masuk 10 besar. Arab Saudi bahkan mencatat lompatan luar biasa: baru masuk 25 besar pada 2023, kini langsung di posisi kesembilan.
Pemerintahnya menargetkan investasi asing langsung 100 miliar dolar AS per tahun pada 2030. Amazon Web Services berencana menanamkan 5,3 miliar dolar AS untuk infrastruktur pusat data di sana, sementara Google Cloud bermitra membangun pusat AI. UEA mengikuti jalur serupa dengan menarik investasi besar dari Microsoft, Oracle, dan AWS.
Baca juga: Hayoloh! Rupiah Anjlok di Angka Rp17.122, Ini Penjelasan BI dan Kemenkeu!
Dari Asia Tenggara, hanya Singapura yang masuk di posisi kedelapan. Total investasi asing langsung global pada 2024 sendiri mencapai sekitar 1,5 triliun dolar AS, meski turun 11 persen dari tahun sebelumnya.
15 Negara Paling Dipercaya Investor 2026
Sebagaimana dikutip dari Kontan pada Jumat (29/5/2026), berdasarkan FDI Confidence Index 2026 versi Kearney, berikut urutan lengkapnya:
- Amerika Serikat
- Kanada
- Jepang
- China
- Jerman
- Inggris Raya
- Perancis
- Singapura
- Uni Emirat Arab
- Arab Saudi
- Korea Selatan
- Australia
- Italia
- Swiss
- Spanyol
Indonesia Belum Masuk: Kenapa?
Indonesia tidak ada dalam daftar negara paling dipercaya investor 2026 ini. Infrastruktur, kepastian hukum, dan konsistensi kebijakan adalah tiga variabel yang selalu masuk kalkulasi investor global. Ketiganya masih menjadi pekerjaan rumah kita.
Tapi ada sudut pandang lain yang lebih penting: tidak masuk daftar bukan berarti tidak ada peluang. Bisnis riil di dalam negeri terus berjalan. Pengusaha lokal terus membutuhkan modal untuk tumbuh. Peluang untuk ikut bagian dari pertumbuhan itu tetap terbuka, bahkan untuk investor dengan modal yang tidak besar.
Pasar yang tidak menentu biasanya melahirkan dua tipe investor: yang panik keluar, dan yang justru masuk dengan kepala dingin. Bagi yang berbasis data dan prinsip, kondisi seperti ini justru momen untuk masuk ke aset produktif yang fundamentalnya kuat.
Baca juga: Arus Modal Asing ke RI Awal 2026 Naik, Ini 5 Negara Investor Terbesar!
Investor Global ke Sana, Kita Mulai dari Sini
Investor kakap dunia berebut antre masuk ke Amerika, Kanada, Arab Saudi. Kita tidak perlu ikut antre di sana untuk bisa berinvestasi dengan serius.
Di Indonesia ada securities crowdfunding: mekanisme di mana siapa saja bisa ikut mendanai bisnis riil dalam bentuk saham atau sukuk. Bukan menitipkan uang ke instrumen yang tidak jelas ujungnya, tapi benar-benar ikut memiliki bagian dari bisnis yang beroperasi nyata, bebas riba, gharar, dan kezaliman.
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK. Angkanya bicara sendiri: lebih dari Rp321,4 miliar sudah disalurkan ke pengusaha Indonesia, dengan lebih dari 16.600 investor aktif yang sudah bergabung. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus Founder LBS Urun Dana.
Minimumnya Rp 1.000.000. Bukan karena murah itu tujuannya, tapi karena tidak ada alasan menunda hanya karena modal belum besar.
Kalau masih ada yang ingin didiskusikan, tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu — Chat via WhatsApp
- Faris — Chat via WhatsApp
- Dwian — Chat via WhatsApp
Kalau sudah yakin, tidak perlu ditunda. Daftar di lbs.id, pilih bisnis yang Anda percaya, dan mulai dengan cara yang tenang di hati.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten informatif dari LBS Urun Dana dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






