berita
22 Januari 2026
Panas! Langkah OJK Selidiki Kasus Timothy Ronald, Fix Penipu Kripto?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mereka tengah menangani kasus penipuan yang melibatkan influencer trading kripto, Timothy Ronald. Dalam laporan yang diterima, seorang korban yang berinisial Y mengklaim telah disarankan untuk membeli koin Manta dengan janji keuntungan hingga 300-500% pada awal 2024. Namun, meskipun sempat menunjukkan kenaikan harga, koin tersebut akhirnya mengalami penurunan yang cukup tajam.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, memberikan penjelasan tentang perkembangan kasus ini.
"Kami sudah menerima laporan mengenai kasus ini dan saat ini sedang kami dalami lebih lanjut. Namun, untuk sementara, kami belum bisa memberikan rincian lebih lanjut," ujar Friderica sebagaimana dikutip dari DetikFinance pada Kamis (22/1/2026).
Meski begitu, Friderica menjanjikan bahwa OJK akan mengumumkan hasil investigasi setelah proses pemeriksaan selesai. "Kami akan menyampaikan hasilnya ke publik secepatnya setelah kami mendapatkan informasi yang jelas," tambahnya.
Siapa Timothy Ronald? Mengenal Sosok di Balik Kasus Penipuan Kripto
Timothy Ronald, yang dikenal sebagai influencer dalam dunia trading dan kripto, kini tengah menjadi sorotan publik setelah kasus penipuan ini terungkap. Dia juga dikenal sebagai pendiri Akademi Crypto, sebuah platform yang mengajarkan orang-orang untuk berinvestasi di pasar kripto. Namun, sayangnya, namanya kini terlibat dalam kontroversi besar.
Baca juga: Sikat! Korban Scam Kini Bisa Lapor ke OJK dan Polisi Sekaligus, Ini Caranya!
Menurut laporan yang beredar, korban yang berinisial Y mengklaim bahwa ia diberikan sinyal untuk membeli koin Manta, dengan janji keuntungan yang sangat tinggi. "Saya diajak untuk membeli koin ini karena katanya akan naik sangat pesat, tapi kenyataannya malah anjlok," ungkap korban dalam unggahannya di media sosial.
Polisi Masih Selidiki Kasus Timothy Ronald
Kepolisian terus mengusut kasus ini. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan yang melibatkan Timothy Ronald. "Kami sudah menerima laporan dari korban berinisial Y, dan penyelidik kami akan segera memanggil korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Budi dalam wawancara dengan wartawan pada Minggu (11/1/2026).
Budi menjelaskan bahwa proses penyelidikan ini akan terus berjalan dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada dan melakukan klarifikasi terhadap pelapor. "Kami juga akan memeriksa bukti-bukti yang ada untuk memastikan apakah benar telah terjadi penipuan," tambahnya.
Kasus ini semakin memunculkan keprihatinan karena melibatkan jumlah dana sebesar Rp 3 miliar dan menggugah kekhawatiran tentang penipuan di dunia investasi kripto, yang masih belum sepenuhnya diawasi oleh regulasi yang ketat. "Kami berharap proses ini bisa memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak," ujar Budi.
Timothy Ronald Kembali Dilaporkan
Tidak hanya satu, Timothy Ronald kini kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto. Kali ini, korban bernama Agnes (25) mengaku telah mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar setelah bergabung dengan komunitas di Akademi Crypto sejak 2023. Agnes, yang sudah berpengalaman di dunia kripto selama lima tahun, awalnya tertarik untuk bergabung dengan komunitas tersebut guna mendapatkan pengetahuan lebih dalam.
Namun, setelah bergabung, Agnes merasa kecewa dengan apa yang dijanjikan. "Tidak sesuai dengan visi misi yang mereka janjikan dari awal. Kami yang komplain malah di-kick dari grup, atau room chat-nya dimatikan," ungkap Agnes belum lama ini.
Lebih lanjut, kuasa hukum korban, Jajang, mengungkapkan bahwa ada banyak korban lainnya yang mengalami kerugian besar. Namun, mereka enggan melapor karena takut. "Kalau yang hari ini pelapornya rugi Rp 1 miliar lebih, itu satu orang. Sebetulnya banyak yang ingin melapor, tapi karena ada ketakutan, mereka urung melapor," kata Jajang.
Baca juga: Jengjeng! Bedah Hukum Kripto dalam Islam, Investasi Viral Tapi Endingnya Fatal!
Kasus-kasus penipuan yang melibatkan influencer seperti Timothy Ronald memberikan pelajaran berharga bagi para investor, terutama di pasar kripto yang masih sangat dinamis dan kurang diatur. Meskipun banyak yang melihat potensi keuntungan besar, risiko yang ada juga sangat tinggi. Tanpa regulasi yang jelas, penipuan semacam ini bisa menjerat banyak orang, terutama mereka yang baru mulai masuk ke dunia investasi.
Investasi kripto memang menawarkan keuntungan yang menarik, tetapi sangat penting untuk selalu berhati-hati dan memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya. Jangan mudah tergoda oleh janji keuntungan yang tidak realistis dan pastikan untuk memahami segala risiko yang terlibat sebelum melakukan investasi.






