berita
21 Mei 2026
Naufal Mamduh
Waduh! Kronologi IHSG Ambruk Saat Pidato Prabowo di DPR, Ini Penyebabnya
Rabu, 20 Mei 2026, menjadi hari yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pelaku pasar saham Indonesia. IHSG yang sempat membuka sesi dengan optimisme tiba-tiba berbalik arah secara dramatis hanya dalam hitungan jam. Bukan karena sentimen global, bukan karena data ekonomi yang mengejutkan, melainkan karena sebuah pidato.
Kronologi: Dari +1% ke -2,40% dalam Satu Sesi
Pagi itu, pasar dibuka dengan suasana positif. Investor optimis menyambut pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI yang agendanya terkesan teknis dan aman: menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. Tidak banyak yang menduga sesi perdagangan hari itu akan berakhir dengan kepanikan.
09.00 — Pembukaan: Pasar Optimis
IHSG dibuka di zona hijau, menyentuh level 6.459 atau naik sekitar 1% dari penutupan sebelumnya.
10.00 — Pidato Dimulai: Kejutan di Tengah Agenda Fiskal
Presiden Prabowo mulai menyampaikan pidatonya di hadapan DPR RI. Di sela penyampaian proyeksi ekonomi makro, muncul pengumuman yang tidak diantisipasi pasar: Peraturan Pemerintah mengenai Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam.
Isinya singkat tapi berdampak besar, seluruh ekspor komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan ferroalloy wajib dilakukan melalui satu pintu yakni BUMN, berlaku mulai 1 Juni 2026. Pemerintah sekaligus mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai eksportir tunggal, yang baru dibentuk pada hari yang sama.
11.20 — Saat Pidato Berlangsung: IHSG Terjun Bebas
Pasar bereaksi keras. IHSG ambruk ke level 6.217, turun 2,40% hanya dalam satu sesi pagi. Sebanyak 548 saham tercatat merah. Sektor basic industry menjadi yang paling dalam dengan koreksi 5,75%. TPIA langsung menyentuh Auto Reject Bawah.
14.00 — Setelah Pidato: Sedikit Pulih, Tapi Luka Sudah Terlanjur
Tekanan mulai mereda setelah pidato selesai. IHSG sedikit naik dan ditutup di level 6.343 atau minus 0,43%. Pemulihan terjadi, tapi kerusakan di saham-saham komoditas sudah terlanjur dalam.
Situasi seperti ini mengingatkan banyak investor bahwa pasar saham tidak selalu bisa diprediksi, apalagi ketika kebijakan bisa berubah dalam satu pidato. Wajar kalau Anda mulai mempertimbangkan instrumen lain yang tidak langsung terpapar gejolak regulasi komoditas.
Baca juga: Kelas! Presiden Prabowo Yakin Ekonomi Indonesia Melesat 6,5% di Tahun 2027, Ini Alasannya!
4 Hal yang Membuat Investor Panik
Yang membuat pelaku pasar bereaksi keras bukan semata isi kebijakannya, melainkan cara dan kecepatan penerapannya.
1. Ekspor satu pintu mulai 1 Juni 2026
Semua ekspor SDA wajib lewat BUMN. Artinya margin perusahaan swasta di sektor CPO, batu bara, dan ferroalloy berpotensi tergerus signifikan dalam waktu dekat.
2. Regulasi mendadak tanpa masa transisi memadai
Tenggat implementasi kurang dari dua minggu sejak pengumuman. Investor tidak punya cukup waktu untuk menghitung ulang risiko dan menyesuaikan portofolio secara terukur.
3. Entitas baru tanpa rekam jejak
PT Danantara Sumberdaya Indonesia ditunjuk langsung sebagai eksportir tunggal untuk komoditas bernilai miliaran dolar, padahal baru dibentuk di hari pengumuman itu sendiri. Wajar jika pasar mempertanyakan kesiapan operasionalnya.
4. Biaya transisi yang belum jelas siapa menanggungnya
Pemerintah menyebut potensi kebocoran devisa yang ingin diselamatkan mencapai sekitar 150 juta dolar per tahun. Angka yang besar, tapi pertanyaan yang belum terjawab: siapa yang menanggung biaya peralihannya, dan bagaimana mekanisme kompensasinya bagi pelaku swasta?
Baca juga: Geger! Fakta di Balik Polemik Saham HSC yang Perlu Diketahui Investor
Alternatif Investasi yang Patut Dicoba
Selain di Bursa Efek Indonesia, Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk saham maupun sukuk berbasis securities crowdfunding melalui LBS Urun Dana. Sudah lebih dari Rp312,8 miliar tersalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia, dengan 16.400+ investor bergabung, dan imbal hasil sukuk yang sudah benar-benar cair ke rekening investor.
Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus pendiri platform ini. Insya Allah halal, bebas dari riba, gharar dan kezaliman. Ada pertanyaan sebelum mulai? Tim LBS siap berdiskusi:
a. Wisnu — Chat via WhatsApp
b. Faris — Chat via WhatsAp
c. Dwian — Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id.
Pasar boleh bergejolak. Tapi keputusan investasi Anda jangan ikut goyah.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






