investasi

calendar_today

20 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Resmi! Sukuk Cartenz Hadir di LBS Urun Dana, Siap Garap Proyek IT Kerja Sama RI-Korsel

Bayangkan dana Rp1 juta Anda ikut membangun infrastruktur digital kerja sama dua negara langsung di kampus terbaik Indonesia. Itulah yang ditawarkan Sukuk PT Cartenz Technology Indonesia yang kini listing di LBS Urun Dana. 

Kalau Anda mencari investasi pemula berbasis proyek nyata dan terukur, pembahasan ini layak disimak sampai akhir.

Bukan Vendor IT Biasa

PT Cartenz Technology Indonesia bukan nama baru di industri ini. Sejak 2014, mereka menjadi pionir e-Government dan telah melayani lebih dari 200 pemerintah daerah serta 10 kementerian dan lembaga internasional, termasuk Prospera (Australia Aid) dan Kementerian Keuangan RI.

Sejumlah proyek yang pernah mereka tangani antara lain Aplikasi "Kesatu" Diskominfo Kabupaten Kediri, Aplikasi "Asinan Bogor" Pemerintah Kota Bogor, dan Aplikasi "Bedas Digital Services" Pemerintah Kabupaten Bandung.

Rekam jejak sebelas tahun inilah yang membuat KOICA mempercayakan proyek besar mereka ke tangan Cartenz.

Siapa KOICA?

KOICA (Korea International Cooperation Agency) adalah badan resmi pemerintah Korea Selatan yang mengelola program bantuan pembangunan untuk negara-negara berkembang. Di Indonesia, KOICA sudah aktif lebih dari tiga dekade dan telah menyalurkan lebih dari USD 217 juta untuk berbagai proyek strategis.

Salah satu proyek terbarunya adalah pengembangan MOOC Education System di Universitas Indonesia. MOOC atau Massive Open Online Course adalah platform pembelajaran digital berskala besar yang memungkinkan ribuan orang belajar secara daring dari instruktur terbaik, kapan saja dan dari mana saja. PT Cartenz adalah perusahaan yang dipercaya mengerjakan seluruh infrastruktur IT proyek ini.

Baca juga: Merapat! Ini 8 Tips Jitu Investasi Sukuk dan Saham di LBS Urun Dana, Cocok untuk Pemula!

Edtech Tumbuh, Peluang Ikut Terbuka

Proyek yang PT Cartenz garap bukan proyek sembarangan. Mereka masuk di sektor yang tengah dalam fase pertumbuhan nyata. Pasar edtech Indonesia menurut IMARC Group diproyeksikan tumbuh dari USD 3,2 miliar pada 2024 mendekati USD 8,8 miliar pada 2033.

Secara global, angkanya bahkan lebih besar: dari USD 214,58 miliar pada 2026 menuju USD 588,72 miliar pada 2034, dengan CAGR 13,45% menurut Fortune Business Insights. Dengan klien sekaliber KOICA dan Universitas Indonesia, PT Cartenz membuktikan bahwa mereka bermain di sektor yang tepat, di waktu yang tepat.

Dana Anda untuk Proyek Nyata

Inilah yang membedakan investasi sukuk di securities crowdfunding dari instrumen lainnya: Anda tahu persis dana Anda digunakan untuk apa.

Dana yang Anda investasikan melalui LBS Urun Dana akan langsung digunakan PT Cartenz untuk mendukung pengadaan hardware IT pada proyek KOICA MOOC Education System di Universitas Indonesia. Artinya arah kerja dan mitra yang jelas serta kebutuhan dana yang terukur. Ini bukan spekulasi. Ini investasi sukuk berbasis proyek nyata.

Detail Sukuk PT Cartenz

Supaya lebih yakin, berikut detail Sukuk PT Cartenz

a. Nilai pendanaan: Rp5.600.000.000
b. proyeksi ROI: 16% per tahun
c. Tenor: 9 bulan
d. Minimum investasi: Rp1.000.000
e. Jadwal penawaran sukuk: TBC. 

Dengan modal mulai Rp1 juta, investor sudah bisa ikut mendanai proyek bisnis riil melalui LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin dan diawasi OJK. Sebelum ditawarkan ke publik, setiap proyek dan penerbit melewati proses seleksi ketat sehingga investor mendapat gambaran yang lebih jelas terhadap proyek yang didanai.

Yang membedakan LBS Urun Dana dari platform lain, setiap transaksinya dibimbing dan diawasi langsung oleh Pakar Fikih Muamalah Kontemporer, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Artinya, investor tidak hanya terlindungi dari sisi regulasi OJK, tapi juga terbebas dari transaksi riba berkat pengawasan langsung dari ahlinya. 

Baca juga: Main Cantik! 7 Strategi Investasi 2026 Biar Cuan Jalan Risiko Ketahan!

Mulai Investasi Sekarang

Pelajari profil bisnis dan dokumen penawaran Sukuk PT Cartenz selengkapnya di lbs.id. Jika membutuhkan pendampingan sebelum memutuskan investasi, tim LBS Urun Dana siap membantu:

a. Wisnu — Chat via WhatsApp
b. Faris — Chat via WhatsApp
c. Dwian — Chat via WhatsApp

Kuota pendanaan Sukuk PT Cartenz hanya Rp5,6 miliar dan terbuka untuk umum. Begitu penuh, penawaran resmi ditutup dan tidak bisa diakses lagi. Segera daftar atau login di lbs.id untuk mulai berpartisipasi sebelum kehabisan.

Apa Itu Sukuk dan Bedanya dengan Obligasi?

Sukuk adalah efek yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan. Imbal hasilnya berasal dari manfaat proyek nyata, bukan bunga utang.

Di LBS Urun Dana, setiap sukuk yang listing melewati kurasi ketat dari tiga sisi: administrasi, kinerja bisnis proyek, dan kepatuhan syariah sehingga perusahaan yang listing dipastikan bebas utang riba. Seluruh transaksinya pun dibimbing dan diawasi langsung oleh Founder LBS Urun Dana sekaligus Pakar Fikih Muamalah Kontemporer, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA.

Disclaimer

Investasi sukuk dan saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko gagal bayar dan risiko likuiditas. Investasikan hanya dana yang siap Anda tempatkan hingga tenor berakhir. Pastikan Anda membaca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana adalah platform resmi berizin dan diawasi OJK

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID