investasi
6 Agustus 2026
Naufal Mamduh
Anti Ribet! 5 Cara Investasi Halal ala Warren Buffett untuk Orang Sibuk
Kesibukan bekerja seringkali menjadi alasan seseorang menunda mulai berinvestasi. Banyak yang mengira investasi khususnya investasi halal membutuhkan waktu untuk memantau pergerakan pasar setiap hari, menganalisis laporan keuangan perusahaan, hingga menentukan kapan waktu terbaik membeli atau menjual aset.
Padahal, menurut investor legendaris Warren Buffett, membangun kekayaan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Pria dengan julukan “Oracle of Omaha” ini justru dikenal sebagai sosok yang mengutamakan kesederhanaan, konsistensi, dan kesabaran dalam berinvestasi.
Meski beberapa prinsip Buffett merujuk pada pasar saham Amerika Serikat, pendekatan tersebut tetap relevan bagi siapa saja yang ingin memulai investasi saham, termasuk investasi halal melalui saham syariah maupun instrumen lainnya.
Lantas, bagaimana cara berinvestasi jika Anda tidak memiliki banyak waktu? Berikut 5 tips investasi ala Warren Buffett yang patut kita simak.
1. Pilih Instrumen Investasi yang Mudah Dipahami
Bagi orang yang sibuk, memilih saham yang mudah dipahami jauh lebih efektif dibandingkan mencoba menganalisis puluhan perusahaan setiap hari. Anda dapat mempertimbangkan saham-saham blue chip atau perusahaan yang telah memiliki rekam jejak bisnis yang baik, fundamental kuat, dan kinerja yang relatif stabil dalam jangka panjang. Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu memantau pergerakan pasar setiap hari, tetapi tetap dapat membangun portofolio secara konsisten.
2. Tidak Perlu Memantau Pergerakan Saham Setiap Hari
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh investor saat mulai belajar investasi adalah terlalu sering memantau pergerakan harga saham setiap hari. Padahal, dalam cara investasi saham pemula, fokus utama bukan pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan membangun portofolio yang mampu bertumbuh dalam jangka panjang.
Warren Buffett menekankan pentingnya tetap tenang dan tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi saat pasar bergejolak. Biasakan berinvestasi secara konsisten dan fokus pada tujuan keuangan jangka panjang. Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan terus mencoba menebak kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual saham.
Baca juga: Borong Yuk! Profil Saham Alam Kapau Berkah, Resto Minang Beromzet Rp10 Miliar
3. Jangan Biarkan Biaya Investasi Mengurangi Keuntungan
Kesibukan sering membuat investor kurang memperhatikan detail biaya pada produk investasi. Padahal, menurut Buffett, biaya pengelolaan yang terlihat kecil dapat mengurangi hasil investasi secara signifikan jika diakumulasikan selama bertahun-tahun.
Karena itu, sebelum memilih produk investasi, pastikan Anda memahami biaya administrasi, biaya pengelolaan, maupun biaya transaksi yang dikenakan. Semakin efisien biayanya, semakin besar pula potensi hasil investasi dalam jangka panjang.
4. Mulai Investasi Sekarang, Tidak Perlu Menunggu Kaya
Banyak orang menunda investasi karena merasa modalnya belum cukup besar. Padahal, Warren Buffett mengibaratkan investasi seperti bola salju yang menggelinding dari puncak bukit. Semakin cepat bola salju mulai bergerak, semakin besar ukurannya ketika mencapai bawah.
Hal yang sama berlaku dalam investasi. Semakin awal Anda memulai, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk memanfaatkan efek pertumbuhan majemuk (compound growth).
Bagi Anda yang baru mencari cara investasi saham pemula, tidak perlu menunggu kondisi finansial sempurna. Yang lebih penting adalah mulai berinvestasi sesuai kemampuan dan melakukannya secara rutin.
5. Fokus pada Konsistensi, Bukan Mencari Saham yang Paling Cuan
Tidak sedikit investor pemula yang menghabiskan waktu mencari saham dengan potensi keuntungan paling besar. Namun, Buffett justru menilai keberhasilan investasi lebih banyak ditentukan oleh konsistensi daripada kemampuan menebak saham yang akan melejit.
Daripada terus mengejar keuntungan jangka pendek, lebih baik membangun portofolio secara bertahap, menjaga disiplin, dan tetap berinvestasi meski kondisi pasar sedang berfluktuasi. Pendekatan seperti ini juga membuat investasi lebih praktis bagi orang yang memiliki aktivitas padat setiap harinya.
Membangun kekayaan bukan berarti harus menghabiskan waktu berjam-jam memantau pasar atau terus mencari saham terbaik. Justru, strategi yang sederhana, biaya yang efisien, serta disiplin berinvestasi menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Baca juga: Hati-Hati! 7 Tanda Keuangan Anda Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya
Bagi investor muslim, prinsip tersebut dapat diterapkan dengan memilih investasi halal, seperti sukuk dan saham melalui securities crowdfunding yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan masing-masing.
Pada akhirnya, baik Anda yang sedang mencari tips investasi, mulai belajar investasi saham, maupun ingin memahami cara investasi saham pemula, langkah terbaik adalah memulai sedini mungkin dan tetap konsisten.
Sebab, investasi yang berhasil bukanlah milik mereka yang paling sibuk memantau pasar, melainkan mereka yang mampu menjaga disiplin dalam jangka panjang.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi keuangan publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






