inspirasi nabawiyah
19 September 2026
Naufal Mamduh
Panutan! Kisah Haritsah bin An-Nu'man, Sahabat yang Suaranya Terdengar dari Surga
Rasulullah ﷺ pernah bermimpi berada di surga. Di sana beliau mendengar suara seseorang sedang membaca Al-Qur'an. Beliau bertanya, suara siapa itu. Jawaban yang beliau terima menyebut 1 nama, yaitu Haritsah bin An-Nu'man.
Ketika terbangun, Rasulullah ﷺ menyampaikannya dalam kalimat yang diulang 2 kali. Beginilah balasan berbakti kepada orang tua.
Siapa Haritsah bin An-Nu'man?
Haritsah bin An-Nu'man adalah sahabat Nabi dari kalangan Anshar, berasal dari kabilah Khazraj keturunan Bani Najjar, dengan kunyah Abu Abdullah.
Nasab lengkapnya Haritsah bin Nu'man bin Nufai' bin Zaid bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin Najjar, sebuah garis keturunan yang menunjukkan kedudukannya di tengah masyarakat Madinah.
Namanya tercatat dalam sejumlah peperangan bersama Rasulullah ﷺ, di antaranya Badar, Uhud, dan Hunain.
Dua Kali Melihat Malaikat Jibril
Di antara keistimewaan yang Allah ﷻ berikan kepadanya, Haritsah termasuk sahabat yang pernah melihat Malaikat Jibril, dan itu terjadi lebih dari sekali.
Peristiwa pertama terjadi ketika Rasulullah ﷺ keluar menghadapi Bani Quraizah. Haritsah menyaksikan Jibril melintas di hadapan mereka dalam wujud seorang komandan pasukan yang memerintahkan kaum muslimin membawa senjata.
Peristiwa kedua terjadi seusai Perang Hunain, saat Haritsah dan rombongannya sedang menguburkan jenazah para syuhada. Ia melihat Rasulullah ﷺ sedang berbincang dengan seseorang, lalu memilih lewat tanpa mengucapkan salam karena tidak ingin mengganggu.
Setelah ia berlalu, sosok yang diajak bicara itu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang orang yang baru saja lewat tanpa memberi salam. Rasulullah menjawab bahwa dia adalah Haritsah bin An-Nu'man.
Baru kemudian Haritsah tahu bahwa sosok tersebut adalah Malaikat Jibril. Dalam riwayat itu, Jibril menyebut Haritsah sebagai bagian dari kelompok yang tetap sabar dan teguh pada Perang Hunain, ketika sebagian pasukan justru mundur. Mereka inilah yang rezekinya beserta anak keturunannya dijamin Allah ﷻ di surga.
Kisah ini diriwayatkan Abdul Wadud Kasyful Humam dalam buku 40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karamah.
Baca juga: Teladan! Kisah Sa'ad bin Rabi', Sahabat Dermawan yang Mengajarkan Arti Pengorbanan
Suara yang Terdengar dari Surga
Keutamaan Haritsah tidak berhenti di situ. Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku pernah tidur, lalu aku bermimpi diriku berada di surga. Aku mendengar suara seseorang sedang membaca Al-Qur'an, lalu kutanyakan, siapa ini? Mereka menjawab, ini adalah Haritsah bin An-Nu'man."
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
"Demikianlah ganjaran dari berbakti, demikianlah ganjaran dari berbakti."
Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang shahih. Dalam keterangan yang menyertainya disebutkan bahwa Haritsah adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya.
Bakti yang Dijalani Setiap Hari
Yang menarik, Rasulullah ﷺ tidak menyebut jihadnya. Beliau juga tidak menyebut keberaniannya di Hunain, meski itu pun keutamaan yang besar. Yang beliau sebut adalah baktinya kepada sang ibu.
Dalam catatan para ulama, bakti Haritsah bukan amalan sesekali. Ia dikenal selalu memenuhi kebutuhan ibunya, tidak pernah membantah perkataannya, dan rela mengalah dalam banyak hal demi menjaga perasaan serta kenyamanan beliau.
Tidak ada peristiwa besar yang diceritakan. Tidak ada momen dramatis. Yang ada hanya kebiasaan kecil yang dijaga terus-menerus, hari demi hari, sampai akhirnya membuat suaranya terdengar di surga.
Baca juga: Menyentuh Hati! Kisah Amru bin Al-Jamuh, Sahabat yang Syahid Meski Fisik Tak Sempurna
Pelajaran untuk Kita
Kisah ini mengingatkan pada 1 hal yang sering luput. Kita cenderung membayangkan jalan menuju surga sebagai sesuatu yang besar dan berat, seperti perang, hijrah, atau pengorbanan luar biasa. Padahal Haritsah sudah menempuh semua itu, dan yang disebut Rasulullah justru amalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengurus ibu. Menjaga perasaannya. Mendahulukan kebutuhannya. Amalan yang bisa dikerjakan siapa saja, hari ini juga, tanpa menunggu keadaan menjadi lebih baik. Semoga Allah ﷻ memampukan kita meneladaninya.
Profil LBS Urun Dana
LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin OJK dan di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah.
Ingin belajar lebih dalam soal Fikih Muamalah dari pakarnya? Ikuti Tabayyun (Tanya, Bahas, dan Temukan Jawabannya), dipandu langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, dan diadakan secara rutin oleh LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






