investasi
25 Januari 2026
Dzalim! Kenali Skema Ponzi yang Merugikan, Waspadai Ciri-Ciri dan Akibatnya!
Skema Ponzi, atau yang sering dikenal sebagai skema piramida, adalah salah satu penipuan investasi yang belakangan ini semakin marak. Jika Anda belum familiar dengan istilah ini, artikel ini akan membahas dengan jelas tentang bagaimana skema Ponzi bekerja, ciri-cirinya, dan tentu saja, cara menghindari jebakan investasi bodong ini. Pastikan Anda membaca artikel ini hingga akhir untuk pemahaman yang lebih dalam.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), skema Ponzi masuk dalam kategori investasi bodong yang sangat berisiko dan harus diwaspadai. Banyak investor pemula terjebak karena tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Apa Itu Skema Ponzi?
Skema Ponzi adalah jenis investasi yang memberikan keuntungan kepada anggotanya dengan cara merekrut orang lain untuk bergabung dalam investasi tersebut. Skema ini pertama kali dikenal luas setelah dilakukan oleh Charles Ponzi, seorang penipu yang menggunakan metode serupa pada tahun 1920.
Skema ini dianggap ilegal karena tidak memiliki dasar bisnis yang jelas. Sebagai gantinya, skema Ponzi mengandalkan uang yang diterima dari investor baru untuk membayar keuntungan kepada investor lama. Pada akhirnya, sistem ini akan runtuh jika tidak ada lagi orang yang bergabung, dan banyak orang akan mengalami kerugian besar.
Ciri-Ciri Skema Ponzi
Agar tidak terjebak, sangat penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri skema Ponzi. Berikut beberapa tanda yang harus Anda waspadai:
1. Janji Pengembalian yang Tidak Realistis
Skema Ponzi sering kali menawarkan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi pada umumnya dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini sangat tidak realistis dan berisiko tinggi.
2. Tidak Ada Kegiatan Investasi yang Jelas
Banyak skema Ponzi tidak memiliki rencana investasi yang jelas atau transparan mengenai bagaimana mereka menghasilkan keuntungan. Mereka hanya mengandalkan uang dari investor baru untuk membayar investor lama.
3. Keterbatasan Akses Penarikan Dana
Jika suatu investasi membatasi kemampuan Anda untuk menarik dana, ini adalah sinyal bahaya. Dana mungkin sedang "terkunci" dalam proyek yang sulit dicairkan.
Baca juga: Top! Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Wajib Tahu Biar Gak Boncos!
4. Fokus Pada Perekrutan Investor Baru
Dalam skema Ponzi, lebih banyak perhatian diberikan pada perekrutan anggota baru daripada pada kegiatan investasi yang sah. Anda bahkan mungkin dijanjikan bonus atau komisi jika berhasil merekrut orang lain untuk bergabung.
5. Tidak Ada Informasi Jelas Tentang Mekanisme Investasi
Jika Anda tidak diberikan informasi yang jelas tentang bagaimana uang Anda akan diinvestasikan atau jika mekanisme investasi terlihat ambigu, maka Anda perlu lebih berhati-hati.
Cara Kerja Skema Ponzi
Skema Ponzi adalah jenis investasi yang terlihat menggiurkan pada awalnya, tetapi sesungguhnya merupakan penipuan berlapis yang tidak berkelanjutan. Berikut adalah langkah-langkah teknis yang menjelaskan cara kerjanya:
1. Perekrutan Investor Baru
Skema Ponzi mengandalkan uang yang disetorkan oleh investor baru untuk membayar keuntungan kepada investor lama. Tidak ada investasi riil yang dilakukan, hanya perputaran uang dalam sistem.
2. Pembayaran Keuntungan Palsu
Investor lama mendapatkan keuntungan dari dana yang masuk dari investor baru, bukan dari usaha atau bisnis nyata. Hal ini membuat sistem terlihat menguntungkan di awal.
3. Tanpa Produk Riil
Tidak ada produk atau usaha yang nyata dalam skema ini. Uang yang masuk hanya diputar untuk membayar keuntungan kepada anggota yang lebih lama.
4. Runtuh Saat Investor Baru Berkurang
Sistem akan mulai runtuh ketika tidak ada lagi cukup banyak investor baru yang bergabung. Karena keuntungan tidak berasal dari bisnis yang sah, tidak ada uang yang tersisa untuk dibayar kepada investor lama.
5. Akhirnya Mengalami Kerugian
Investor yang masuk pada tahap akhir akan kehilangan seluruh investasinya karena tidak ada lagi dana yang masuk untuk membayar mereka.
Pandangan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA Mengenai Skema Ponzi
Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah Kontemporer Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA memiliki pandangan tegas tentang investasi ilegal, termasuk skema Ponzi menurut Islam. Berikut penjelasan beliau:
1. Skema Ponzi adalah Haram
Ustadz Erwandi menjelaskan bahwa skema Ponzi tidak sesuai dengan prinsip syariah karena keuntungan yang diterima oleh investor berasal dari dana investor baru, bukan hasil usaha atau transaksi yang sah.
2. Menghindari Riba dan Gharar
Skema Ponzi melibatkan unsur riba (bunga) dan gharar (ketidakpastian) yang jelas. Keuntungan yang dijanjikan tidak berlandaskan pada usaha riil, tetapi hanya perekutan anggota baru, menjadikannya sangat berisiko dan tidak halal.
3. Akad yang Jelas dan Transparan
Dalam skema Ponzi, tidak ada akad yang jelas dan transparan. Ustadz Erwandi menekankan bahwa investasi yang halal harus memiliki akad sah yang memastikan pembagian risiko, keuntungan, dan transaksi yang nyata.
5 Contoh Skema Ponzi Terkini di Indonesia
Berikut adalah beberapa contoh skema Ponzi atau dugaan praktik Ponzi yang pernah terjadi, baik yang berskala internasional tapi berdampak di Indonesia sekaligus satu kasus lokal yang mendapat sorotan kuat dari otoritas:
1. OneCoin
OneCoin adalah skema Ponzi internasional yang menyamar sebagai cryptocurrency. Platform ini mempromosikan keuntungan besar melalui investasi dalam “mata uang digital” yang sebenarnya tidak pernah berfungsi sebagai aset riil. Kasus ini merugikan investor hingga miliaran dolar dan menjadi salah satu skema investasi fiktif terbesar di dunia.
2. BitPetite
BitPetite mengaku sebagai bisnis investasi mata uang kripto. Namun, menurut penyelidikan banyak pihak, keuntungan yang dibayarkan kepada investor lama sebenarnya berasal dari dana investor baru, bukan aktivitas trading atau aset riil yang jelas.
3. First Travel
First Travel, yang tampak seperti biro perjalanan umrah, ternyata menjalankan praktik mirip skema Ponzi dengan menggunakan biaya jamaah baru untuk membayar jamaah sebelumnya. Kasus ini terungkap pada 2017 dan berlanjut ke proses hukum di 2018. Total kerugian yang dialami oleh calon jamaah mencapai sekitar Rp905 miliar sebagaimana dikutip dari Kumparan, dengan lebih dari 63.000 calon jamaah yang gagal diberangkatkan.
4. Pandawa Group
Kasus investasi bodong yang dikenal sebagai Pandawa Group muncul sekitar tahun 2017, ketika koperasi ini menawarkan imbal hasil yang tidak wajar kepada para penyimpan dana tanpa dasar usaha riil yang jelas, dan kemudian menimbulkan kerugian besar bagi ribuan orang.
5. Dana Syariah Indonesia
Dana Syariah Indonesiag (DSI) menjadi sorotan setelah ditemukan indikasi fraud oleh OJK dan PPATK. DSI diduga menggunakan dana investor dengan mekanisme mirip skema Ponzi, di mana dana yang disetorkan tidak dialokasikan riil, tetapi digunakan untuk memenuhi kewajiban lain.
Hal ini menyebabkan penundaan pencairan dana dan kerugian bagi lender. Laporan resmi mencatat kerugian Rp1,4 triliun dari paguyuban DSI, sementara Rp2,4 triliun merupakan hasil investigasi Bareskrim Polri sebagaimana dikutip dari CNBC.
Tips Menghindari Skema Ponzi
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari terjebak dalam skema Ponzi:
1. Memahami Cara Kerja Skema Ponzi
Jika sebuah investasi menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, Anda harus waspada. Biasanya, skema Ponzi melibatkan uang dari investor baru yang digunakan untuk membayar keuntungan bagi investor lama.
2. Memeriksa Izin dan Regulasi
Pastikan bahwa perusahaan atau individu yang menawarkan investasi memiliki izin dan regulasi yang sesuai. Cek apakah mereka terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan lembaga yang mengatur pasar modal dan industri keuangan di Indonesia.
3. Melakukan Riset Mendalam
Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan investasi. Lakukan riset menyeluruh tentang perusahaan atau individu yang menawarkan investasi tersebut. Cari informasi dari sumber yang terpercaya dan pastikan mereka memiliki rekam jejak yang baik.
4. Waspadai Janji Pengembalian yang Tidak Realistis
Jika sebuah investasi menawarkan pengembalian yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka bisa jadi memang demikian. Pastikan Anda mempertimbangkan dengan cermat pengembalian yang dijanjikan dan apakah itu realistis.
Baca juga: Ashiap! 7 Jenis Investasi Demi Raih Passive Income Berlimpah Sambil Rebahan!
5. Investasi yang Diawasi oleh OJK
Untuk menghindari risiko besar, pastikan Anda memilih instrumen investasi yang telah diawasi oleh OJK. Pilihlah platform yang memberikan imbal hasil sesuai dengan kondisi pasar yang wajar dan transparan.
Ponzi No, Investasi di LBS Urun Dana Yes!
Daripada terjebak dalam investasi bodong atau skema Ponzi, Anda bisa memilih instrumen yang transparan dan berbasis usaha riil. Dengan itu, Anda dapat membangun alokasi dana investasi secara lebih terukur dan berkelanjutan.
LBS Urun Dana hadir sebagai platform securities crowdfunding yang amanah, membuka akses investasi produktif mulai dari 500 ribuan. Seluruh proses dijalankan secara transparan, di bawah bimbingan Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA.
Saatnya mengubah rencana menjadi aksi. Bangun alokasi dana untuk investasi Anda sekarang bersama LBS Urun Dana, mulai disini!






