investasi
5 Juli 2026
Naufal Mamduh
Masya Allah! Bedah Keberkahan Investasi Halal dan 6 Instrumen yang Bisa Dimiliki
Pertanyaan ini sering muncul di benak banyak Muslim yang baru mulai berpikir soal investasi: apakah investasi halal itu benar-benar ada, dan apakah hasilnya bisa sebanding dengan instrumen konvensional?
Jawabannya bukan sekadar "iya bisa", tapi sudah terbukti dari angka. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 17 persen secara tahunan hingga April 2026, sementara kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp7.225 triliun atau hampir 70 persen dari total kapitalisasi Bursa Efek Indonesia. Ini bukan instrumen pelengkap lagi, ini sudah menjadi tulang punggung pasar modal Indonesia.
Apa Itu Investasi Halal?
Investasi halal adalah investasi yang memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam dalam setiap aspeknya, mulai dari objek yang diinvestasikan, akad yang digunakan, hingga cara pengelolaan dananya. Tiga pantangan utama: riba (bunga), gharar (ketidakjelasan berlebihan), dan keterlibatan dalam bisnis yang diharamkan.
Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah Kontemporer, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, dalam bukunya Harta Haram Kontemporer (2021) menegaskan bahwa kehalalan sebuah transaksi ditentukan oleh ada tidaknya unsur haram di dalamnya, bukan semata dari nama atau kemasannya.
Artinya, investasi halal yang sesungguhnya menuntut pengawasan aktif dari pakar yang benar-benar memahami detail akad, bukan sekadar cap di brosur.
6 Jenis Investasi Halal yang Tersedia di Indonesia
Berikut enam jenis investasi halal yang bisa dijajaki, lengkap dengan profil risikonya:
1. Saham Syariah
Saham syariah adalah saham perusahaan yang memenuhi kriteria seleksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2017 tentang Daftar Efek Syariah (DES). Perusahaannya tidak boleh bergerak di bidang yang diharamkan, tidak boleh memiliki utang riba yang dominan, dan sahamnya bukan saham istimewa (preferred stock).
Keuntungan: Potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang. Investor ikut menikmati pertumbuhan nilai perusahaan dan dividen secara proporsional.
Risiko: Tinggi. Nilai saham bisa turun drastis jika perusahaan merugi atau kondisi pasar memburuk.
CATATAN: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum tentang saham syariah di pasar modal. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan saham syariah jenis ini sebagai produk investasi.
2. Sukuk
Sukuk adalah surat berharga yang mewakili kepemilikan atas aset atau proyek nyata, bukan bukti utang berbunga. Ini yang membedakannya secara fundamental dari obligasi konvensional.
Keuntungan: Imbal hasil lebih stabil dibanding saham karena berbasis aset riil. Ada kejelasan penggunaan dana sejak awal akad.
Risiko: Bervariasi. Sukuk berbasis kerja sama (mudharabah dan musyarakah) masuk kategori risiko menengah. Sukuk berbasis jual beli (murabahah, ijarah) risikonya lebih rendah karena ada jaminan aset yang bisa dicairkan jika terjadi gagal bayar.
3. Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah adalah wadah investasi kolektif yang portofolionya terdiri dari instrumen-instrumen yang sesuai syariah. Cocok untuk investor yang belum punya keahlian memilih saham atau sukuk sendiri dan ingin diversifikasi dengan modal lebih terjangkau.
Keuntungan: Dikelola oleh manajer investasi profesional, diversifikasi otomatis, dan bisa dimulai dengan modal sangat kecil.
Risiko: Bervariasi tergantung jenis reksa dananya, dari pasar uang (rendah) hingga reksa dana saham (tinggi).
CATATAN: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum tentang reksa dana syariah di pasar modal. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan reksa dana syariah jenis ini sebagai produk investasi.
4. Logam Mulia
Emas dan perak adalah investasi halal yang sudah dikenal lama. Nilainya cenderung naik dalam jangka panjang dan menjadi lindung nilai yang baik terhadap inflasi.
Keuntungan: Stabil sebagai lindung nilai inflasi, mudah dipahami, dan tidak terkait langsung dengan volatilitas pasar modal.
Risiko: Rendah. Namun perlu diperhatikan: emas dan perak adalah komoditas ribawi, sehingga transaksinya harus tunai dan serah terima dilakukan saat itu juga. Jual beli emas secara kredit atau tanpa serah terima langsung tidak diperbolehkan dalam syariah.
CATATAN: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum tentang investasi logam mulia. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan logam mulia jenis ini sebagai produk investasi.
5. Properti Syariah
Properti halal selama proses pembelian, kepemilikan, dan penyewaannya tidak melibatkan akad yang diharamkan, termasuk KPR konvensional berbunga. Nilainya cenderung naik setiap tahun dan bisa menjadi sumber passive income dari sewa.
Keuntungan: Nilai aset cenderung naik jangka panjang, bisa menghasilkan pendapatan sewa rutin, dan cocok sebagai aset warisan.
Risiko: Rendah hingga menengah, tapi likuiditasnya terbatas karena tidak mudah dijual cepat.
CATATAN: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum tentang investasi properti syariah. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan properti syariah jenis ini sebagai produk investasi.
6. Securities Crowdfunding
Ini instrumen yang jarang disebut di panduan investasi halal kebanyakan, padahal pertumbuhannya sangat signifikan. Lewat securities crowdfunding, investor bisa langsung ikut memiliki bagian dari bisnis nyata lewat saham atau sukuk, dengan modal yang jauh lebih terjangkau dari investasi langsung.
Keuntungan: Modal minimal terjangkau, ikut memiliki bisnis riil, imbal hasil berpotensi lebih tinggi dari deposito, dan akad jelas sejak awal.
Risiko: Menengah hingga tinggi, tergantung kinerja bisnis yang didanai. Karena ini investasi di bisnis riil, imbal hasilnya tergantung langsung pada performa usaha.
Manfaat Investasi Halal
Bukan sekedar cuan, ada banyak beberapa manfaat yang Anda dapat dari investasi berkah ini. Mari simak satu per satu:
1. Ketenangan Batin
Investasi yang terhindar dari riba dan gharar bukan hanya soal kepatuhan agama, tapi soal menjaga keberkahan harta. Bagi Muslim, ini manfaat paling utama yang tidak bisa diukur dengan angka.
2. Ketahanan di Tengah Gejolak
Pasar modal syariah dikenal solid di tengah ketidakpastian global. Persyaratan rasio utang yang ketat membuat perusahaan dalam bursa saham atau sukuk di Pasar Modal maupun securities crowdfunding cenderung lebih sehat secara keuangan.
3. Diversifikasi yang Luas
Dengan enam jenis instrumen di atas, investor halal punya pilihan lengkap untuk menyusun portofolio sesuai profil risiko masing-masing, dari yang konservatif hingga agresif.
Risiko Investasi Halal yang Perlu Dipahami
Investasi halal tidak bebas risiko. Beberapa yang perlu dipahami sebelum mulai:
- Risiko Pasar: nilai investasi bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar
- Risiko Kepatuhan Syariah: produk yang semula sesuai syariah bisa menyimpang dari akad awalnya jika tidak diawasi secara aktif oleh pakar yang kompeten
- Risiko Likuiditas: properti dan sukuk tertentu tidak mudah dijual kembali dalam waktu singkat
- Risiko Bisnis: untuk saham dan securities crowdfunding, kinerja bisnis yang didanai sangat mempengaruhi nilai dan imbal hasil investasi
Memahami risiko membantu Anda memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko serta platform yang benar-benar diawasi pakar syariah.
Mulai Investasi di LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan bisnis-bisnis nyata di Indonesia lewat skema saham atau sukuk. Setiap produk diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana. Akad setiap listing dirancang agar insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
- Lebih dari Rp336,3 miliar telah disalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia
- Lebih dari 17.000 investor aktif sudah bergabung
- Minimum investasi mulai Rp1.000.000
Ada pertanyaan dulu? Tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






