berita
25 Mei 2026
Naufal Mamduh
Selat Hormuz OTW Dibuka, Ekonomi Indonesia Siap Menyala Lagi!
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sudah lama membuat pasar global dag-dig-dug kini mulai menunjukkan arah berbeda. New York Times, mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, melaporkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz. Laporan ini kemudian dikutip Detik.com pada Senin (25/5).
Tapi mari kita tidak terburu-buru euforia dulu.
Kesepakatan Masih Awal, Tapi Arah Negosiasi Mulai Terlihat
Kesepakatan ini masih berada di tahap awal. Belum ada tanda tangan, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Teheran. Proses persetujuan masih harus melewati meja Presiden Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran, dan itu sendiri butuh waktu beberapa hari lagi.
Beberapa poin yang sudah mulai terlihat dari proses negosiasi ini:
a. Isu pasokan rudal Iran dan moratorium pengayaan uranium belum dibahas, keduanya dijadwalkan di putaran negosiasi berikutnya
b. Fox News melaporkan Washington membuka peluang pelonggaran sanksi jika Iran bersedia memberikan konsesi soal stok uranium yang diperkaya tinggi
c. Seorang pejabat AS menyebut ada "akomodasi serius" dari Iran, sesuatu yang belum pernah sekuat ini dalam sejarah negosiasi kedua negara
e. Ide "tarif tol" di Selat Hormuz langsung ditutup pintunya oleh Washington karena dianggap tidak bisa diterima
Baca juga: Panas! 7 Dampak Perang Iran vs Amerika yang Bikin Ekonomi Indonesia Waswas!
Kenapa Selat Hormuz Sepenting Itu bagi Dunia?
Selat Hormuz bukan sekadar nama di peta. Sekitar seperlima dari seluruh pasokan minyak dunia melewati jalur sempit itu setiap harinya.
Ketika jalur ini terganggu seperti yang terjadi sejak awal Maret 2026, efeknya menyebar seperti gelombang ke seluruh sistem energi global. Harga minyak naik, biaya logistik terdorong, dan inflasi di berbagai negara ikut bergerak.
CBS News menyebut pemerintah AS menilai kesepakatan ini berpotensi lebih kuat dibanding perjanjian nuklir 2015 era Obama karena cakupannya tidak hanya soal nuklir, tapi juga stabilitas jalur perdagangan global. Rencana yang sedang dibahas mencakup:
a. Pencabutan blokade kapal di pelabuhan Iran
b. Pelibatan CENTCOM dan negara-negara Teluk untuk menjaga keamanan jalur pelayaran
c. Keterlibatan nama-nama seperti JD Vance, Steve Witkoff, hingga Jared Kushner dalam pembicaraan
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Iran.
Dampak Selat Hormuz bagi Indonesia Tidak Bisa Diabaikan
Indonesia merasakannya, meski kita tidak berada di zona konflik. Sebagai negara net importer minyak, kita lebih banyak membeli minyak dari luar dibanding yang kita produksi sendiri.
Ketika harga minyak dunia naik karena jalur Hormuz terganggu, dampaknya terasa berlapis:
a. Biaya impor energi langsung membengkak
b. Subsidi BBM tertekan dan beban APBN ikut naik
c. Harga sembako bergerak naik perlahan
d. Ongkos transportasi dan logistik terdorong
e. Daya beli masyarakat terkikis tanpa terasa
f. Industri yang bergantung bahan baku dari Teluk Persia menghadapi kenaikan biaya produksi
Baca juga: Krisis! Penutupan Selat Hormuz Guncang 4 Wilayah Dunia, Indonesia Ikut Terseret?
Dampak paling cepat yang diharapkan dari pembukaan kembali Selat Hormuz bukan penurunan harga minyak yang drastis. Yang lebih penting adalah kembalinya kepastian. Harga lebih stabil, logistik lebih terprediksi, rantai pasok global kembali bisa diandalkan. Dalam ekonomi, kepastian sering jauh lebih berharga daripada sekadar perubahan angka.
Kabar Baik untuk Investasi Kita
Semoga kesepakatan ini benar-benar terwujud dan membawa angin segar, termasuk bagi iklim investasi di Indonesia.
Ketika ketidakpastian global mulai reda, investor biasanya mulai berpikir lebih jernih. Bukan lagi sekadar mengejar imbal hasil tinggi, tapi mencari yang fundamentalnya masuk akal dan aktivitas bisnisnya nyata.
Di sinilah securities crowdfunding relevan. Transparan dan profesional, masyarakat bisa ikut mendanai bisnis riil dalam bentuk saham atau sukuk, bebas riba, gharar, dan zalim.
Salah satu pilihannya adalah LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin OJK. Beberapa fakta yang perlu Anda tahu:
a. Lebih dari Rp317,1 Miliar telah disalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia
b. Lebih dari 16.500 investor aktif sudah bergabung
c. Seluruh produk diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus Founder LBS Urun dana
d. Insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman
Ada pertanyaan sebelum mulai? Tim LBS siap berdiskusi:
a. Wisnu — Chat via WhatsApp
b. Faris — Chat via WhatsApp
c. Dwian — Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai perjalanan investasi Anda hari ini.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






