literasi keuangan
4 November 2026
Naufal Mamduh
Berapa Lama Bisnis Bisa Bertahan Tanpa Pemasukan? Ini Cara Menghitung Dana Darurat
Penjualan turun selama dua bulan berturut-turut, sementara pelanggan besar belum juga membayar tagihan. Di sisi lain, gaji karyawan dan sewa tempat tetap harus dibayar tepat waktu.
Di titik seperti inilah dana darurat usaha menentukan apakah bisnis tetap berjalan atau mulai goyah.
Apa Itu Dana Darurat Usaha dan Mengapa Penting bagi Bisnis?
Dana darurat usaha adalah cadangan keuangan yang disiapkan khusus untuk menjaga operasional bisnis ketika menghadapi kondisi tak terduga.
Fungsinya menjaga perusahaan tetap bisa memenuhi kewajiban rutin meski pendapatan sedang menurun. Misalnya untuk membayar gaji karyawan, sewa tempat, tagihan pemasok, dan biaya operasional harian.
Baca juga: Jangan Tunggu Krisis! Ini 5 Tips Menabung Dana Darurat untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Perlu dibedakan dari 2 hal lain.
Berbeda dari modal kerja. Modal kerja dipakai menjalankan kegiatan usaha sehari-hari dan berputar terus. Dana darurat justru sebaliknya, disimpan dan baru digunakan saat kondisi mendesak.
Berbeda dari dana darurat pribadi. Keduanya perlu dipisah. Mencampurnya membuat kondisi keuangan perusahaan maupun pemilik sama-sama sulit dibaca.
Berapa Idealnya Dana Darurat untuk Bisnis?
Sebagai salah satu acuan perencanaan sebagaimana dikutip dari SCORE dan First Citizen, perusahaan dapat mempertimbangkan cadangan dana setara 3–6 bulan biaya operasional. Namun, angka ini bukan ketentuan wajib. Besarnya kebutuhan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, stabilitas pendapatan, dan risiko usaha.
- Stabilitas pendapatannya
- Besarnya biaya tetap yang harus ditanggung
- Siklus pembayaran dari pelanggan
- Ketergantungan pada pelanggan atau pemasok tertentu
- Karakteristik dan risiko industrinya
Usaha dengan pendapatan musiman atau termin pembayaran panjang umumnya membutuhkan cadangan lebih besar.
Bagaimana Cara Menghitung Dana Darurat Usaha?
Rumusnya sederhana:
Dana darurat = total pengeluaran rutin bulanan × jumlah bulan cadangan
Contohnya, bila total pengeluaran rutin perusahaan Anda mencapai Rp50 juta per bulan dan target cadangannya 6 bulan, kebutuhan dana daruratnya adalah Rp300 juta.
Pengeluaran yang perlu diperhitungkan meliputi gaji karyawan, sewa tempat, utilitas, tagihan pemasok, biaya operasional rutin, serta kewajiban pembayaran lain yang tetap harus dipenuhi meski pendapatan sedang menurun.
Sesuaikan perhitungan dengan kondisi masing-masing bisnis. Pisahkan pengeluaran yang benar-benar harus dibayar dari biaya yang masih dapat dikurangi atau ditunda ketika usaha menghadapi tekanan keuangan.
Di Mana Sebaiknya Menyimpan Dana Darurat Usaha?
Pertimbangannya tiga, yaitu likuiditas, kemudahan pencairan, dan risikonya.
Rekening Bank Terpisah
Rekening bank terpisah dapat menjadi tempat penyimpanan utama karena dana relatif mudah diakses ketika dibutuhkan. Pemisahan rekening juga membantu mencegah dana darurat terpakai untuk kebutuhan operasional harian.
Memisahkannya dari rekening operasional juga mencegah dana ini ikut terpakai untuk kebutuhan harian tanpa disadari.
Deposito Jangka Pendek
Cocok untuk sebagian dana yang tidak perlu dicairkan sewaktu-waktu.
Perhatikan tenornya dan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, karena umumnya ada konsekuensi tertentu bila dana ditarik lebih awal.
Instrumen Pasar Uang
Instrumen pasar uang, seperti reksa dana pasar uang, dapat dipertimbangkan untuk sebagian dana yang tidak harus tersedia secara langsung. Namun, nilainya tetap dapat berfluktuasi dan pencairannya membutuhkan waktu sesuai ketentuan produk.
Bagaimana Cara Membangun Dana Darurat Bisnis?
Lakukan 5 langkah berikut:
- Hitung biaya operasional bulanan perusahaan Anda secara menyeluruh
- Tentukan target cadangannya, sesuaikan dengan stabilitas pendapatan dan risiko usaha
- Sisihkan sebagian arus kas secara berkala, meski jumlahnya belum besar
- Pisahkan dari rekening operasional agar tidak terpakai untuk kebutuhan harian
- Evaluasi dan isi kembali setelah dana tersebut digunakan
Baca juga: Jangan Boros! Pahami Cara Mengatur Keuangan dengan Metode 40-30-20-10
Dana darurat sebaiknya menjadi bagian tetap dari perencanaan keuangan perusahaan, bukan hal yang baru dipikirkan ketika masalah sudah datang.
Adapun untuk kebutuhan pengembangan usaha seperti penambahan kapasitas atau perluasan pasar, pendanaan eksternal dapat menjadi pilihan tersendiri. Fungsinya berbeda dari dana darurat, dan keduanya tidak saling menggantikan. Informasinya dapat dipelajari pada halaman pendanaan LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






