berita
4 November 2026
Naufal Mamduh
Survei Sebut 32,8% Anak Muda Ingin Jadi Pengusaha, Ternyata Ini Alasannya
Menjadi pengusaha kini menempati urutan teratas daftar profesi impian anak muda. Sebanyak 32,8% responden memilihnya, mengungguli seluruh pilihan pekerjaan lain.
Angka tersebut sejalan dengan temuan lain, yaitu 43,9% responden menyatakan ingin membangun usaha sendiri. Keduanya datang dari Survei Pemuda Indonesia 2026 yang digelar Lembaga Survei KedaiKOPI.
Survei Pemuda 2026: Pengusaha Jadi Profesi Impian Anak Muda
Survei ini berlangsung pada 23 sampai 29 September 2026 dan melibatkan 1.213 responden berusia 17 sampai 45 tahun dari 36 provinsi. Pengumpulan datanya dilakukan melalui kuesioner daring.
Teknik pengambilan sampelnya nonprobabilitas, dengan pembobotan Iterative Proportional Fitting atau IPF.
Baca juga: Jangan Keliru! Ini Bidang Usaha yang Boleh Didanai Syariah dalam Islam
Karena itu, hasilnya menggambarkan pandangan responden yang terlibat dan tidak dapat langsung digeneralisasi untuk seluruh pemuda Indonesia. Survei dengan teknik ini juga tidak memiliki margin of error konvensional.
Menariknya, minat berwirausaha muncul di kedua kelompok usia. Pada Gen Z angkanya 25,5%, sementara pada milenial mencapai 39,1%.
Mengapa Anak Muda Ingin Jadi Pengusaha?
Ada beberapa alasan yang mengemuka dalam survei tersebut.
Fleksibilitas waktu kerja. Mengatur sendiri jam kerja menjadi daya tarik tersendiri dibanding pola kerja yang sudah ditetapkan.
Kebebasan berkarya. Responden ingin menentukan sendiri arah usahanya, mulai dari produk sampai cara menjalankannya.
Tantangan merintis secara mandiri. Membangun sesuatu dari nol dipandang sebagai pengalaman yang bernilai.
Kemudahan memasarkan produk. Media sosial dan lokapasar memungkinkan penjualan berjalan tanpa harus memiliki toko fisik.
Ada pula konteks yang melatarbelakanginya. Survei yang sama mencatat 74,7% responden menilai mencari pekerjaan di Indonesia saat ini sulit, dengan hambatan terbesar berupa kebutuhan memiliki koneksi sebesar 56%.
Artinya, pilihan berwirausaha tidak selalu lahir dari dorongan positif semata. Sebagian muncul sebagai jalan keluar dari sempitnya kesempatan kerja.
Selain Pengusaha, Ini Profesi yang Diminati Anak Muda
Jarak antara pilihan teratas dan pilihan berikutnya cukup jauh.
- Pedagang atau pemilik toko sembako: 7,1%
- Pekerja kantoran: 6,4%
- PNS, ASN, atau PPPK: 5,7%
- Guru atau pengajar: 4,0%
- Konten kreator: 3,9%
Profesi digital mulai muncul meski porsinya masih kecil. Selain konten kreator, ada pula bidang IT dan data sebesar 2,4%. Pedagang di posisi kedua juga menarik dicermati, karena pilihan itu sebenarnya masih berada dalam ranah usaha mandiri.
43,9% Anak Muda Ingin Membangun Usaha Sendiri
Selain profesi impian, survei juga menanyakan tempat atau pola kerja yang diinginkan responden. Hasilnya, membangun usaha sendiri dipilih 43,9%. Pilihan lainnya tertinggal cukup jauh:
- ASN atau instansi pemerintah: 13,7%
- BUMN atau BUMD: 9,4%
- Perusahaan swasta nasional: 9,3%
- Freelancer: 8,1%
Perlu dibedakan, angka 32,8% menunjukkan pilihan profesi impian, sedangkan 43,9% menunjukkan pilihan tempat atau pola kerja impian. Keduanya kategori yang berbeda.
Minat Berwirausaha Perlu Diiringi Kesiapan Membangun Usaha
Keinginan menjadi pengusaha adalah langkah awal yang baik. Namun membangun usaha tetap menuntut perencanaan, pengelolaan keuangan, pemahaman pasar, serta komitmen menjalankannya.
Menanggapi temuan survei ini, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengingatkan agar keputusan membuka usaha tidak diambil terburu-buru, mengingat persaingan yang tinggi dan margin yang tipis.
Tingginya minat terhadap kewirausahaan menunjukkan kemandirian menjadi salah satu aspirasi karier yang menarik bagi responden muda. Meski begitu, keinginan itu perlu diiringi kesiapan menghadapi risiko dan memahami kebutuhan pasar.
Baca juga: Cek Kesiapan Perusahaan Anda Sebelum Mengajukan Pendanaan Saham di LBS Urun Dana
Dalam bermuamalah, usaha juga perlu dijalankan dengan kejujuran, tanggung jawab, serta akad yang jelas. Dengan demikian, semangat menjadi pengusaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan dan keberkahan usahanya.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






