literasi keuangan

calendar_today

11 April 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Kalem! 10 Tips Keuangan untuk Sandwich Generation, Duit Aman Orangtua Bahagia

Menjadi bagian dari sandwich generation memang penuh tantangan, terutama dalam mengelola keuangan. Anda tidak hanya harus memikirkan kebutuhan keluarga inti, tetapi juga merawat orang tua yang semakin menua. 

Tantangan ini bisa sangat berat, terutama dalam hal pengelolaan anggaran dan alokasi dana. Namun, dengan strategi yang tepat, Anda dapat mengatur keuangan dengan lebih baik dan mengurangi beban tersebut.

Apa Itu Sandwich Generation?

Sandwich Generation adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada tahun 1981. Ia mengamati fenomena sosial di mana orang dewasa merasa “terjepit” antara dua tanggung jawab besar: merawat orang tua yang lanjut usia dan membesarkan anak-anak. 

Dalam konteks ekonomi, sandwich generation seringkali menghadapi tantangan besar dalam hal keuangan, karena mereka harus memenuhi kebutuhan keluarga inti dan orang tua sekaligus, dengan pengeluaran yang terus meningkat. Posisi mereka yang berada di tengah dua generasi yang membutuhkan perhatian ini mirip dengan sebuah sandwich, di mana satu lapisan berada di atas dan satu dibawah, sementara mereka yang terjebak di tengah harus berjuang keras untuk mengelola pengeluaran dan menjaga kestabilan finansial.

10 Tips Mengatur Keuangan untuk Sandwich Generation 

Mari simak 10 tips yang dapat membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih efektif, menjaga keseimbangan antara keluarga dan tanggung jawab terhadap orang tua.

1. Pisahkan Anggaran Orang Tua dan Keluarga

Untuk mempermudah pengelolaan keuangan sandwich generation, pisahkan anggaran untuk orang tua dan keluarga Anda. Meskipun mereka tinggal bersama, memiliki anggaran terpisah akan membantu Anda mengelola pengeluaran dan mengetahui alokasi dana dengan lebih jelas.

2. Bantu Orang Tua Menyiapkan Dana Pensiun

Diskusikan dengan orang tua Anda tentang persiapan dana pensiun. Membantu mereka merencanakan dan mengelola dana pensiun akan memastikan bahwa mereka memiliki cukup dana untuk hidup nyaman saat memasuki masa pensiun, tanpa bergantung sepenuhnya pada Anda.

Baca juga: No Debat! Ini 7 Cara Siapkan Dana Pensiun Buat Milenial & Gen Z, Mulai Sekarang!

3. Terbuka pada Orang Tua dan Keluarga

Seringkali, orang tua menganggap anak mereka selalu memiliki cukup uang untuk kebutuhan keluarga. Penting untuk berbicara secara terbuka tentang kondisi keuangan Anda dan mendiskusikan prioritas kebutuhan. Komunikasi yang baik dapat meringankan beban dan menghindari kesalahpahaman.

4. Menabung untuk Menyiapkan Dana Pensiun

Selain membantu orang tua, Anda juga harus menyiapkan dana pensiun untuk diri sendiri. Dengan mulai menabung sejak dini dan berinvestasi secara bijak, Anda dapat memastikan masa pensiun yang lebih aman tanpa tergantung pada anak-anak Anda.

5. Investasi Saat Keuangan Baik

Setelah kondisi keuangan Anda cukup stabil, pertimbangkan untuk mulai berinvestasi. Mulailah dengan investasi yang Anda pahami, dan pastikan untuk menyisihkan anggaran untuk investasi secara rutin. Ini dapat membantu Anda mencapai tujuan finansial jangka panjang.

6. Jaga Kesehatan Fisik dan Pikiran

Mengelola keuangan untuk keluarga dan orang tua bisa membuat stres. Pastikan Anda juga menjaga kesehatan fisik dan mental dengan pola hidup yang sehat dan makan makanan bergizi. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga jika merasa terbebani.

7. Identifikasi Aset yang Dimiliki

Langkah pertama dalam perencanaan keuangan adalah mengidentifikasi semua aset dan utang yang dimiliki, termasuk rumah, tabungan, dan piutang. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa lebih mudah merencanakan dan mengatur keuangan untuk masa depan keluarga dan orang tua.

8. Persiapkan Dana Darurat dan Proteksi

Mempunyai dana darurat sangat penting, mengingat ketidakpastian hidup. Sisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat dan pastikan Anda serta keluarga memiliki asuransi kesehatan yang memadai. Ini akan membantu Anda mengurangi beban finansial saat situasi tak terduga datang.

9. Bantu Orang Tua Mengelola Aset

Jika orang tua Anda memiliki aset, bantu mereka mengelola dengan bijak. Anda bisa mencari cara untuk mengoptimalkan penggunaan aset mereka atau memanfaatkan aset yang ada untuk kebutuhan jangka panjang, seperti biaya perawatan kesehatan.

10. Evaluasi Keuangan Secara Berkala

Lakukan evaluasi keuangan secara rutin untuk mengetahui kemajuan Anda dan apakah pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan tujuan. Jika diperlukan, sesuaikan anggaran dan perencanaan keuangan agar bisa lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan orang tua.

Baca juga: Awas! Ini 7 Tips Atur Keuangan di Tengah Krisis, Jurus Jitu Biar Duit Tetap Aman!

Menjadi bagian dari sandwich generation memang menuntut banyak perhatian, terutama dalam mengelola keuangan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang disiplin, Anda bisa mencapainya. Pastikan untuk mempersiapkan masa depan yang stabil bagi keluarga dan orang tua Anda, tanpa mengabaikan kebutuhan dan kebahagiaan diri sendiri.

Kenalan Dengan LBS Urun Dana 

LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan peluang investasi di sukuk dan saham dari penerbit berkualitas.

Melalui platform ini, investor dapat berpartisipasi dalam bisnis riil, sementara pengusaha bisa memperoleh pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan usahanya. LBS Urun Dana didirikan dan dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah, sehingga setiap transaksi dijalankan secara profesional. 

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi lbs.id dan akun Instagram LBS Urun Dana.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID