literasi keuangan
20 Juni 2026
Naufal Mamduh
Jangan Panik! Ini Strategi Mengelola Keuangan Rumah Tangga Saat Harga Naik Terus
Harga bahan pokok naik, tagihan listrik ikut terkerek, biaya transportasi tidak mau ketinggalan. Di tengah tekanan seperti ini, strategi mengelola keuangan rumah tangga yang tepat bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Jutaan keluarga Indonesia tengah berjuang menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran yang semakin berat sebelah.
Kabar baiknya, tekanan ekonomi seperti ini bisa dihadapi dengan strategi yang tepat. Bukan dengan hidup berhemat ekstrim sampai menyiksa diri, tapi dengan mengelola keuangan rumah tangga secara lebih sadar dan terencana.
1. Tentukan Peran Finansial dalam Keluarga Sejak Awal
Satu hal yang sering luput dalam pengelolaan keuangan rumah tangga adalah pembagian peran yang jelas antara pasangan. Siapa yang mengatur tagihan bulanan? Siapa yang mencatat pengeluaran? Siapa yang bertanggung jawab atas tabungan pendidikan anak?
Ketika peran ini tidak jelas, pengeluaran mudah bocor tanpa disadari. Duduk bersama dan sepakati pembagian ini sejak awal bukan hanya mencegah konflik, tapi juga membuat pengelolaan keuangan jauh lebih rapi dan terkontrol.
2. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis
Langkah berikutnya dalam strategi mengelola keuangan rumah tangga adalah menyusun anggaran bulanan yang mencerminkan kondisi nyata, bukan kondisi ideal. Catat semua sumber pendapatan, lalu kelompokkan pengeluaran ke dalam kategori: kebutuhan pokok, transportasi, pendidikan, hiburan, dan tabungan.
Satu prinsip yang bisa diterapkan adalah 50-30-20. Lima puluh persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. Di tengah kenaikan harga seperti sekarang, porsi keinginan bisa ditekan sementara untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga. Jangan lupa sisihkan ruang ekstra untuk pengeluaran tak terduga seperti kenaikan harga token listrik atau bahan pokok yang tiba-tiba melonjak.
3. Prioritaskan Kebutuhan, Pangkas yang Tidak Perlu
Di tengah tekanan harga, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi keterampilan finansial yang sangat berharga. Lakukan pengecekan rutin pada pengeluaran bulanan, mulai dari langganan streaming, frekuensi makan di luar, hingga belanja impulsif yang tidak terencana.
Baca juga: Awas Rugi! 7 Cara Mengelola Keuangan yang Wajib Dilakukan Saat Ekonomi Melemah
Pengeluaran kecil yang terasa sepele bisa menjadi beban besar jika ditotal setiap bulan. Memilih satu atau dua layanan hiburan yang paling sering dipakai dan mulai memasak sendiri di rumah adalah langkah sederhana yang dampaknya terasa nyata pada keuangan rumah tangga jangka panjang.
4. Bangun Dana Darurat Sebelum yang Lain
Dana darurat adalah fondasi keuangan rumah tangga yang tidak bisa ditawar, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Idealnya, dana darurat setara tiga hingga enam bulan biaya hidup keluarga, disimpan di tempat yang mudah diakses tapi tidak mudah terpakai untuk pengeluaran harian.
Tanpa dana darurat yang memadai, satu kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya perbaikan rumah, atau kebutuhan medis mendadak bisa langsung mengguncang seluruh struktur keuangan keluarga. Itulah mengapa membangun dana darurat harus menjadi prioritas pertama, jauh sebelum memikirkan investasi atau pengeluaran lainnya.
5. Sisihkan Pos untuk Pengeluaran Sosial
Undangan pernikahan, arisan, acara keluarga besar, hingga ulang tahun teman anak, tanpa disadari bisa menyedot anggaran jika tidak direncanakan. Meskipun tidak rutin, pengeluaran sosial pasti muncul.
Sisihkan pos khusus setiap bulan dalam jumlah yang wajar. Tidak harus besar, tapi cukup untuk mengantisipasi sehingga pengeluaran sosial tidak mengganggu pos kebutuhan utama atau dana darurat yang sudah dibangun.
6. Libatkan Keluarga dan Evaluasi Secara Berkala
Mengelola keuangan rumah tangga bukan urusan satu orang. Libatkan pasangan dan anak-anak sesuai usia mereka. Anak yang sejak dini diajarkan memilih dengan bijak dan menabung akan tumbuh dengan kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Luangkan waktu setiap awal bulan untuk evaluasi bersama. Apakah anggaran bulan lalu berjalan sesuai rencana? Di mana pengeluaran yang bisa dipangkas? Kebiasaan evaluasi rutin inilah yang membedakan keluarga yang bertahan dengan yang terus keteteran meski penghasilannya sama.
Baca juga: Lets Go! 7 Cara Nabung Pendidikan Anak, Sedikit Hari Ini Tenang di Masa Depan
Setelah Keuangan Stabil, Langkah Berikutnya adalah Menumbuhkannya
Strategi mengelola keuangan rumah tangga yang baik tidak berhenti di penghematan. Setelah dana darurat terbentuk dan pengeluaran terkendali, langkah selanjutnya adalah memastikan nilai uang yang disimpan tidak tergerus inflasi diam-diam.
Di sinilah investasi masuk sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga yang menyeluruh. LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang memungkinkan Anda berinvestasi di bisnis riil dengan minimum investasi mulai dari Rp1.000.000. Seluruh produknya, baik saham maupun sukuk, berada di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Founder LBS Urun Dana sekaligus Pakar Fikih Muamalah Kontemporer.
Bagi yang ingin memulai dengan cara yang lebih tenang di hati, daftar di lbs.id atau login untuk melihat penawaran saham dan sukuk yang sedang berjalan.
Ingin berdiskusi dulu sebelum memutuskan? Tim LBS Urun Dana siap membantu:
FAQ
Berapa idealnya dana darurat untuk rumah tangga?
Idealnya setara tiga hingga enam bulan total biaya hidup keluarga. Simpan di rekening terpisah yang mudah diakses tapi tidak tergabung dengan rekening pengeluaran harian.
Bagaimana cara memulai mengatur keuangan rumah tangga dari nol?
Mulai dari mencatat semua pemasukan dan pengeluaran selama satu bulan penuh. Dari sana baru bisa terlihat mana yang perlu dipangkas dan mana yang perlu diprioritaskan. Anggaran yang baik selalu dimulai dari data yang jujur.
Kapan waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi?
Setelah dana darurat terbentuk dan pengeluaran bulanan sudah terkendali. Investasi adalah langkah menumbuhkan aset, bukan pelarian dari masalah keuangan yang belum selesai.
Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






