literasi keuangan

calendar_today

1 April 2026

account_circle

Naufal Mamduh

No Debat! Ini 7 Cara Siapkan Dana Pensiun Buat Milenial & Gen Z, Mulai Sekarang!

Kesadaran menyiapkan dana pensiun di kalangan generasi muda masih tergolong rendah. Padahal, tanpa perencanaan sejak dini, risiko menghadapi masa tua dengan kondisi finansial yang rapuh semakin besar.

Riset terbaru menunjukkan bahwa baik Gen Z maupun milenial belum menjadikan pensiun sebagai prioritas utama. Di sisi lain, Indonesia diproyeksikan memasuki era populasi menua dalam dua dekade ke depan, yang berpotensi meningkatkan tekanan finansial di masa tua jika tidak diantisipasi sejak sekarang.

Lebih lanjut, perencanaan pensiun tidak harus dimulai dengan langkah besar. Justru, konsistensi sejak dini menjadi kunci utama. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Pahami Pensiun Bukan Sekedar Bertahan Hidup

Sebagian orang hanya menghitung kebutuhan dasar seperti makan dan tempat tinggal. Padahal, masa pensiun juga membutuhkan biaya untuk menjaga kualitas hidup.

Sebagaimana dikutip dari CNBC pada Rabu (1/4/2026), kegiatan seperti olahraga, perjalanan, hingga aktivitas sosial tetap perlu diperhitungkan agar masa tua tetap aktif dan bermakna.

2. Susun Anggaran dengan Metode 50-30-20

Bagi yang baru mulai bekerja, mengatur keuangan bisa menjadi tantangan. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah pola 50-30-20:

a. 50% untuk kebutuhan

b. 30% untuk keinginan

c. 20% untuk tabungan dan investasi

Dengan pembagian ini, alokasi dana pensiun dapat terbentuk secara lebih konsisten.

3. Sesuaikan Investasi dengan Fase Kehidupan

Setiap fase hidup membutuhkan strategi yang berbeda. Sebagian membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, sementara yang lain bisa memulai dari instrumen yang lebih sederhana.

Baca juga: Awas! Ini 7 Tips Atur Keuangan di Tengah Krisis, Jurus Jitu Biar Duit Tetap Aman!

Yang terpenting adalah konsistensi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengevaluasi portofolio.

4. Mulai dari Nominal Kecil 

Waktu menjadi faktor paling penting dalam membangun dana pensiun. Semakin cepat memulai, semakin besar peluang dana berkembang melalui efek compounding.

Salah satunya dengan berinvestasi. Investasi rutin baik sukuk maupun saham, meskipun dengan jumlah kecil, dapat memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang.

5. Pahami Perubahan Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi selalu bergerak, dari fase pertumbuhan hingga perlambatan. Oleh karena itu, strategi investasi tidak bisa bersifat statis.

Evaluasi secara berkala diperlukan agar dana pensiun tetap berkembang dan tidak tergerus oleh perubahan pasar.

6. Nabung Pensiun Tidak Perlu Nunggu Ideal

Persiapan dana pensiun tidak ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan, melainkan oleh kebiasaan yang dibangun sejak dini.

Memulai lebih awal memberi waktu lebih panjang bagi dana untuk berkembang. Disiplin menabung, meningkatkan kapasitas penghasilan, serta menjaga pola keuangan yang sehat akan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.

Dengan pendekatan yang konsisten, perencanaan pensiun tidak harus rumit, tetapi tetap dapat memberikan hasil yang optimal.

7. Bangun Konsistensi dan Evaluasi Secara Berkala

Selain memulai lebih awal, konsistensi menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Investasi yang dilakukan secara rutin, disertai evaluasi berkala terhadap kondisi pasar dan portofolio, akan membantu menjaga pertumbuhan dana pensiun tetap optimal.

Baca juga: Taaruf! Sejarah LBS Urun Dana, SCF Penghubung Antara Investor & Entrepreneur Visioner

Dengan disiplin dan penyesuaian yang tepat, rencana keuangan dapat tetap relevan dan mampu menghadapi berbagai perubahan ekonomi di masa depan.

Menyiapkan dana pensiun bukan soal menunggu penghasilan besar, tetapi soal memulai lebih awal dan menjaga konsistensi. Tanpa perencanaan sejak dini, risiko kondisi finansial yang tidak stabil di masa tua akan semakin besar.

Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara disiplin dan evaluasi yang rutin, generasi muda memiliki peluang untuk tetap mandiri secara finansial dan menjalani masa pensiun dengan lebih baik.

Tentang LBS Urun Dana

LBS Urun Dana hadir sebagai platform securities crowdfunding berizin OJK yang membuka akses investasi dan pendanaan dalam satu ekosistem. Di sini, investor tidak hanya menempatkan dana, tetapi berkesempatan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis melalui instrumen sukuk dan saham.

Di sisi lain, para pengusaha mendapatkan peluang pendanaan mulai dari Rp500 juta-Rp10 miliar untuk mendorong ekspansi bisnis secara lebih terstruktur dan terukur. Keunggulan LBS Urun Dana semakin diperkuat dengan bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah sekaligus pendiri LBS Urun Dana yang memastikan setiap aktivitas berjalan dengan prinsip yang jelas, transparan, dan profesional.

Untuk tetap terhubung dengan perkembangan ekonomi, bisnis, dan peluang investasi terkini, Anda dapat mengikuti Instagram LBS Urun Dana serta mengakses informasi lengkap melalui situs resmi di lbs.id. Dengan pemahaman yang tepat, setiap keputusan finansial dapat diarahkan pada langkah yang lebih strategis.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID