pendanaan
23 September 2026
Naufal Mamduh
Omzet Naik, Modal Makin Berat? Kenali Funding Gap Penghambat Pertumbuhan Bisnis
Omzet naik tidak selalu berarti modal kerja ikut bertambah. Ketika penjualan tumbuh, perusahaan justru bisa membutuhkan lebih banyak uang untuk membeli stok, membiayai produksi, dan menunggu pembayaran pelanggan. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu situasi yang memunculkan funding gap dalam bisnis.
Sederhananya, bisnis bisa semakin laris tetapi semakin membutuhkan modal kerja. Bayangkan omzet naik dari Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar. Sekilas terlihat positif. Namun jika pelanggan baru membayar 60 hari setelah transaksi sementara supplier harus dibayar dalam 30 hari, perusahaan perlu menyediakan kas sendiri untuk melewati jeda tersebut. Semakin besar penjualannya, semakin besar pula kas yang harus ditalangi lebih dulu.
Apa Itu Funding Gap dalam Bisnis?
Secara sederhana, funding gap bisnis adalah kesenjangan antara kebutuhan pembiayaan perusahaan dan dana atau akses pembiayaan yang tersedia untuk memenuhinya.
Menurut INSEAD Knowledge funding gap adalah situasi ketika kebutuhan pembiayaan perusahaan belum sepenuhnya terpenuhi, tetapi bisnis menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber pendanaan.
Pada bisnis yang sedang tumbuh, kesenjangan ini muncul ketika kebutuhan modal untuk menambah persediaan, membiayai produksi, atau memenuhi pesanan meningkat lebih cepat daripada dana yang tersedia.
Karena itu, pengusaha tidak cukup melihat berapa besar omzet yang berhasil dibukukan. Yang juga perlu diperhatikan adalah kapan uang dari penjualan itu benar-benar masuk ke kas bisnis.
Baca juga: Simak Nih! 4 Strategi Pendanaan Bisnis Sesuai Tahap Pertumbuhan
Kenapa Pertumbuhan Bisnis Justru Bisa Menguras Kas?
Pertumbuhan penjualan memang menjadi tanda bisnis berkembang. Namun, semakin banyak pesanan yang masuk juga bisa membuat kebutuhan kas meningkat lebih cepat. Ada 4 kondisi yang membuat omzet meningkat tetapi kas justru terasa makin sempit:
- Stok harus bertambah. Pesanan yang lebih banyak membutuhkan bahan baku atau persediaan yang lebih besar. Kas keluar lebih dulu sebelum stok berubah menjadi penjualan
- Piutang ikut membesar. Jika pelanggan membayar bertempo, penjualan sudah tercatat tetapi kasnya belum diterima
- Waktu pembayaran tidak seimbang. Supplier menagih dalam 30 hari, sementara pelanggan baru membayar dalam 60 hari. Selisih itu harus dijembatani dengan kas perusahaan
- Kapasitas operasional perlu ditambah. Pertumbuhan order membutuhkan tambahan tenaga kerja, peralatan, gudang, distribusi, atau kapasitas produksi
Artinya, masalahnya belum tentu bisnis kekurangan omzet. Bisa jadi uang masuk belum bergerak secepat uang yang harus keluar.
5 Tanda Pertumbuhan Bisnis Mulai Menciptakan Funding Gap
Ketika omzet dan aktivitas bisnis terus meningkat, ada beberapa kondisi yang perlu dicermati karena bisa menunjukkan bahwa kebutuhan modal kerja mulai ikut membesar. Pengusaha dapat mencermati kondisi berikut:
- Pesanan meningkat, tetapi kas operasional terbatas
- Nilai piutang terus bertambah karena pelanggan butuh waktu untuk membayar
- Supplier harus dibayar sebelum pelanggan melunasi tagihan
- Persediaan makin besar seiring pertumbuhan penjualan
- Peluang bisnis terpaksa ditunda karena belum ada dana untuk kebutuhan awalnya
5 kondisi itu tidak otomatis berarti bisnis sedang bermasalah. Namun jika terjadi bersamaan dan berulang, pengusaha perlu mengevaluasi apakah pertumbuhan usahanya mulai menciptakan kebutuhan modal kerja yang lebih besar.
Bagaimana Mengukur Kebutuhan Dana Akibat Pertumbuhan?
Salah satu cara membaca seberapa lama dana bisnis tertahan dalam kegiatan operasional adalah melalui Cash Conversion Cycle (CCC). Sederhananya, CCC mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan sejak perusahaan mengeluarkan uang untuk menjalankan bisnis sampai uang tersebut kembali menjadi kas setelah penjualan diterima.
CCC = Periode Persediaan + Periode Penagihan Piutang - Periode Pembayaran Supplier
Misalnya, perusahaan membutuhkan waktu 45 hari untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Pelanggan kemudian membayar dalam 45 hari, sementara supplier memberi waktu pembayaran selama 30 hari. Maka:
CCC = 45 + 45 - 30 = 60 hari
Artinya, secara sederhana, dana perusahaan terikat sekitar 60 hari dalam siklus operasional sebelum kembali menjadi kas. Semakin panjang siklus tersebut, semakin besar kebutuhan modal kerja yang perlu dikelola.
Namun, CCC bukan otomatis menunjukkan jumlah pendanaan yang harus dicari. Pengusaha tetap perlu melihat arus kas, saldo kas, kewajiban, serta kebutuhan operasional secara keseluruhan.
Kapan Funding Gap Perlu Ditutup dengan Pendanaan Eksternal?
Tidak semua kesenjangan modal harus diselesaikan dengan mencari modal dari luar. Langkah pertama yang bisa ditempuh adalah membenahi pengelolaan modal kerja, misalnya mempercepat penagihan piutang, mengoptimalkan persediaan, atau menegosiasikan ulang termin pembayaran dengan supplier.
Namun jika kebutuhan dana terus meningkat seiring ekspansi, sementara arus kas internal belum cukup untuk membiayainya, pendanaan bisnis dari luar menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.
Salah satu alternatifnya adalah securities crowdfunding. OJK memposisikan SCF sebagai alternatif pendanaan bagi pengusaha melalui akses ke sektor pasar modal. Keputusan mencari pendanaan sebaiknya tidak didasarkan pada kondisi kas yang sedang seret saja, melainkan pada kebutuhan modal yang jelas, tujuan penggunaan dana, serta kemampuan bisnis mengelola pertumbuhannya.
Baca juga: Modal Usaha: Pengertian, Jenis, dan Cara Mendapatkannya
Sudah Mengidentifikasi Kebutuhan Modal Bisnis Anda?
Funding gap yang muncul saat bisnis berkembang perlu diikuti perencanaan permodalan yang tepat. Bila kebutuhan dana tidak cukup dipenuhi dari arus kas internal, LBS Urun Dana membuka pengajuan pendanaan bagi bisnis dengan kriteria berikut:
- Berbadan hukum PT dan telah beroperasi minimal 3 tahun
- Memiliki laporan keuangan 2 tahun terakhir
- Memiliki omzet stabil mulai Rp500 juta per bulan
- Membutuhkan permodalan sekitar Rp2 sampai Rp10 miliar
Bila bisnis Anda sesuai dengan kriteria tersebut, pelajari proses dan persyaratannya melalui menu Ajukan Pendanaan di LBS Urun Dana.
Ingin mendiskusikan kebutuhan permodalan terlebih dahulu? Hubungi tim kami:
- Esa: Chat WhatsApp
- Rasyid: Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






