artikel
26 Januari 2026
Ajib! 7 Tips Pembiayaan Multiguna Usaha Plus Peluang Raih Modal 300 Juta-10 Miliar
Bisnis Anda butuh tambahan modal untuk beli mesin, renovasi, atau ekspansi cabang, tapi dana belum siap? Di situ banyak pengusaha mulai bertanya, apakah pembiayaan multiguna adalah solusi yang tepat atau justru berisiko bagi arus kas bisnis? Pertanyaan ini penting karena keputusan pembiayaan sangat menentukan kelangsungan usaha.
Pembiayaan multiguna adalah fasilitas pembiayaan dengan jaminan aset yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis. Ada beberapa jenis pembiayaan multiguna yang dapat dipilih sesuai tujuan usaha.
Beberapa contoh pembiayaan multiguna antara lain untuk membeli mesin produksi, menambah modal kerja, atau memperluas tempat usaha. Artikel ini akan membantu Anda memahami skema pembiayaan multiguna dan memilih solusi pendanaan yang paling tepat untuk bisnis Anda.
Apa Itu Pembiayaan Multiguna?
Bayangkan bisnis Anda sedang kebanjiran order, tapi dana untuk beli mesin baru atau renovasi tempat usaha belum tersedia. Proses kredit usaha terasa lama, sementara kebutuhan makin mendesak. Di situ, banyak pengusaha mulai melirik pembiayaan multiguna sebagai alternatif pendanaan yang lebih fleksibel.
Baca juga: Awas! Kredit Multiguna Jadi Beban Usaha, Ini Solusi Pembiayaan Gak Bikin Boncos!
Menurut OJK pembiayaan multiguna adalah pembiayaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian atau konsumsi, keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan. Meski bersifat konsumtif, skema ini sering dimanfaatkan pengusaha sebagai solusi pendanaan dengan jaminan aset.
Mengapa Pembiayaan Multiguna Penting untuk Pengusaha?
Pembiayaan multiguna penting karena membantu bisnis tetap berjalan tanpa mengganggu arus kas. Berikut beberapa alasan utamanya:
1. Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan
Dana bisa digunakan untuk banyak keperluan, mulai dari beli aset, tambah kendaraan operasional, hingga renovasi tempat usaha.
2. Menjaga Arus Kas Tetap Sehat
Pengusaha tidak perlu menguras dana tunai sekaligus. Pembayaran dicicil sehingga operasional harian tetap aman.
3. Memanfaatkan Aset yang Sudah Dimiliki
Rumah, ruko, atau kendaraan bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan tambahan modal tanpa harus menjual aset.
4. Proses Relatif Cepat
Dibanding beberapa jenis kredit usaha, pembiayaan multiguna biasanya punya proses lebih sederhana dan pencairan lebih cepat.
5. Mendukung Ekspansi Bisnis
Dana bisa langsung difokuskan untuk kebutuhan strategis yang mendorong pertumbuhan usaha.
Jenis-Jenis Pembiayaan Multiguna
Bagi pengusaha, kebutuhan dana tidak selalu cocok dipenuhi lewat kredit usaha. Dalam beberapa situasi, pembiayaan multiguna justru menjadi alternatif yang lebih praktis.
Sebagaimana dikutip dari Cakrawala University Berikut jenis-jenis pembiayaan multiguna yang sering dimanfaatkan pengusaha untuk mendukung aktivitas bisnis.
1. Pembiayaan Multiguna Dengan Jaminan
Jenis ini menggunakan aset sebagai agunan, seperti BPKB kendaraan, sertifikat rumah, atau properti. Keunggulannya, plafon pinjaman biasanya lebih besar. Skema ini cocok untuk kebutuhan dana besar, misalnya renovasi ruko, pembelian kendaraan operasional, atau penataan kantor. Konsekuensinya, aset harus dijaminkan dan bunga cenderung lebih tinggi.
2. Pembiayaan Multiguna Tanpa Jaminan
Bagi pengusaha yang tidak memiliki aset untuk diagunkan, opsi tanpa jaminan bisa menjadi pilihan. Prosesnya lebih cepat dan persyaratan lebih sederhana, tetapi plafon pinjaman lebih kecil dan bunga biasanya lebih mahal. Skema ini cocok untuk kebutuhan dana cepat dengan nominal terbatas.
3. Pembiayaan Multiguna Jangka Pendek
Jenis ini berlangsung kurang dari satu tahun dan cocok untuk kebutuhan mendesak. Biasanya digunakan untuk menutup tagihan dadakan, tambahan modal sementara, atau kebutuhan operasional cepat. Contohnya pinjaman mikro atau Kredit Rekening Koran. Skema ini ideal bagi pengusaha yang butuh dana cepat tanpa komitmen jangka panjang.
4. Pembiayaan Multiguna Jangka Menengah
Dengan tenor sekitar 1–3 tahun, jenis ini sering dipilih untuk kebutuhan pengembangan usaha tahap awal. Misalnya membeli peralatan kantor, menambah mesin kecil, atau menutup kebutuhan modal kerja tertentu. Cocok untuk pengusaha yang bisnisnya sedang tumbuh dan butuh pendanaan dengan tenor menengah.
5. Pembiayaan Multiguna Jangka Panjang
Jenis ini digunakan untuk rencana besar dengan tenor lebih dari 3 tahun. Contohnya pembiayaan properti usaha, pembelian aset bernilai besar, atau pembangunan fasilitas produksi. Cicilannya relatif lebih ringan, tetapi membutuhkan komitmen jangka panjang dan perencanaan arus kas yang matang.
Baca juga: Sikat! 7 Strategi Cari Pendanaan Proyek Pemerintah Cepat Cair 300 Juta–10 Miliar!
Contoh Pembiayaan Multiguna untuk Usaha
Berikut beberapa contoh pembiayaan multiguna yang sering dimanfaatkan pengusaha untuk mendukung pertumbuhan bisnis:
1. Ekspansi Usaha
Pembiayaan multiguna digunakan untuk membuka cabang baru, menyewa lokasi tambahan, atau menambah kapasitas produksi. Dalam banyak kasus, pengusaha memanfaatkan pembiayaan ini sebagai modal usaha 5 miliar untuk mempercepat ekspansi skala menengah hingga besar.
2. Proyek Tender
Pengusaha memanfaatkan pembiayaan multiguna sebagai modal awal mengerjakan proyek tender sambil menunggu termin pembayaran. Skema ini sering dipilih ketika kebutuhan dana proyek mencapai Rp300 juta sampai Rp10 miliar.
3. Pembelian Truk Logistik
Dana digunakan untuk membeli truk operasional guna memperkuat distribusi barang, meningkatkan kapasitas angkut, dan memperluas jangkauan pengiriman.
4. Pengadaan Alat Berat
Pembiayaan multiguna dimanfaatkan untuk membeli excavator, bulldozer, atau crane. Kebutuhan pendanaan jenis ini umumnya besar dan sering masuk kategori pendanaan Rp300 juta sampai Rp10 miliar.
5. Proyek Konstruksi
Dana digunakan untuk pembelian material, sewa alat, atau pembayaran tenaga kerja dalam proyek pembangunan gedung, jalan, maupun fasilitas industri.
6. Usaha Fashion
Pengusaha fashion memanfaatkan pembiayaan multiguna untuk produksi koleksi baru, pembelian bahan baku, pengadaan mesin jahit, hingga pembukaan butik atau gerai baru.
7. Usaha F&B (Food and Beverage)
Pembiayaan multiguna digunakan untuk membuka outlet baru, membeli peralatan dapur, renovasi restoran, atau menambah modal kerja saat permintaan sedang tinggi.
7 Tips Memilih Pembiayaan Multiguna untuk Usaha
Agar pembiayaan multiguna benar-benar membantu bisnis, pengusaha perlu memilih skema dengan cermat. Berikut tujuh tips penting sebelum mengajukan pembiayaan multiguna:
1. Sesuaikan Dengan Tujuan Penggunaan Dana
Pastikan pembiayaan digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti beli mesin, kendaraan operasional, atau ekspansi cabang, bukan untuk kebutuhan yang tidak mendukung pertumbuhan usaha.
2. Hitung Kemampuan Cicilan Sejak Awal
Periksa arus kas bisnis dan pastikan cicilan bulanan tidak mengganggu operasional. Idealnya, cicilan tidak melebihi kemampuan bayar perusahaan.
3. Pilih Tenor yang Paling Realistis
Tenor pendek cocok untuk kebutuhan cepat, tenor menengah untuk pengembangan usaha, dan tenor panjang untuk investasi besar. Sesuaikan dengan proyeksi pendapatan bisnis.
4. Perhatikan Jenis Jaminan yang Digunakan
Gunakan aset yang paling aman dan tidak mengganggu aktivitas usaha. Hindari menjaminkan aset vital jika risiko gagal bayar terlalu tinggi.
5. Bandingkan Bunga dan Biaya Tambahan
Jangan hanya melihat plafon pinjaman. Periksa bunga, biaya administrasi, provisi, dan penalti agar tidak ada beban tersembunyi di kemudian hari.
6. Pilih Lembaga Pembiayaan Legal dan Diawasi OJK
Pastikan lembaga pembiayaan terdaftar dan diawasi OJK agar skema pendanaan aman, transparan, dan memiliki perlindungan hukum.
7. Gunakan Pembiayaan untuk Mendorong Pertumbuhan
Pembiayaan multiguna sebaiknya digunakan untuk memperbesar kapasitas dan pendapatan, bukan sekadar menutup kerugian atau menambal arus kas yang bermasalah.
Pilih LBS Urun Dana, Bukan Pembiayaan Multiguna
Pembiayaan multiguna sering dianggap solusi cepat cari dana. Padahal, ada pilihan yang lebih sehat melalui LBS Urun Dana. Perlu ditegaskan, LBS Urun Dana bukan pembiayaan multiguna.
Meski sama-sama memberi akses modal, pendanaan di LBS Urun Dana lebih transparan, terstruktur, dan diawasi langsung oleh OJK serta dibimbing Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Tidak ada bunga tersembunyi dan tidak ada skema yang memberatkan. Dengan model berbasis investasi, pengusaha tidak perlu menggadaikan aset pribadi berlebihan dan arus kas tetap lebih sehat.
Solusi Pendanaan Cepat Cair di FAST 17
Butuh pendanaan cepat? Program FAST 17 dari LBS Urun Dana menyediakan pendanaan proyek Rp300 juta hingga Rp10 miliar dengan target pencairan hingga 17 hari kerja.
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Skema ini cocok bagi pengusaha yang mencari modal usaha skala menengah hingga besar. Pendanaan berbasis sukuk dan saham, sehingga strukturnya jelas, terukur, dan tidak membebani arus kas.
Sektor Usaha yang Bisa Mengajukan Pendanaan
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan
Syarat Utama Pendanaan
a. Kebutuhan dana minimal Rp300 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp1,5 miliar
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana
Alur Pengajuan
a. Ajukan melalui lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Proyek listing dan didanai investor
Jangan biarkan bisnis tertunda karena modal. Ajukan pendanaan sekarang di LBS Urun Dana dan percepat penyelesaian proyek atau ekspansi bisnis Anda hari ini. Masih ragu? Silakan hubungi kami disini untuk konsultasi bisnis terkini.






