artikel
17 Januari 2026
Awas! Kredit Multiguna Jadi Beban Usaha, Ini Solusi Pembiayaan Gak Bikin Boncos!
Bagi pengusaha truk, kendaraan bukan sekadar alat kerja. Truk adalah aset utama yang menentukan apakah bisnis bisa terus jalan atau justru tersendat. Karena itu, pembiayaan kendaraan menjadi salah satu keputusan paling krusial dalam usaha angkutan dan logistik.
Di lapangan, tidak sedikit pengusaha truk yang memulai dari satu unit. Ada yang pakai dana pribadi, ada juga yang memanfaatkan pembiayaan, termasuk kredit multiguna, agar usaha bisa langsung beroperasi tanpa harus menunggu modal terkumpul lama.
Kenapa Pembiayaan Kendaraan Penting untuk Pengusaha Truk?
Bisnis truk sejak awal dikenal sebagai usaha padat modal. Harga kendaraan yang tinggi, biaya operasional harian yang besar, serta kebutuhan perawatan rutin membuat arus kas tidak selalu berjalan mulus, terutama di tahap awal usaha.
Menurut situs Eurowag tanpa perencanaan pembiayaan kendaraan yang matang, pengusaha truk bisa langsung menghadapi tekanan keuangan sejak unit pertama beroperasi. Kondisi ini biasanya semakin terasa ketika harga BBM naik, pembayaran dari klien terlambat masuk, atau truk mengalami kerusakan mendadak yang membutuhkan biaya tidak kecil.
Baca juga: Serem! Debt Financing, Skema Utang yang Bisa Jadi Bumerang Bagi Bisnis Anda
Di situasi seperti inilah pembiayaan kendaraan berperan penting. Bukan hanya sebagai cara untuk membeli truk, tetapi juga sebagai penyangga arus kas agar operasional tetap berjalan, sopir tetap digaji, dan usaha tidak berhenti di tengah jalan.
Gambaran Biaya Bisnis Truk
Sebelum mengajukan pembiayaan kendaraan, pengusaha perlu memahami kebutuhan dana secara realistis. Beberapa biaya utama yang biasanya muncul antara lain:
a. Pembelian truk (baru atau bekas)
b. Biaya perizinan seperti STNK, KIR, dan izin angkutan
c. Asuransi kendaraan dan kargo
d. Modal operasional awal, minimal untuk 3 sampai 6 bulan
Di Indonesia, banyak pengusaha memilih truk bekas yang masih layak jalan untuk menekan biaya awal, lalu menambah armada secara bertahap setelah arus kas stabil.
Pembiayaan Kendaraan Dengan Kredit Multiguna
Salah satu opsi pembiayaan kendaraan yang kerap dipilih oleh pengusaha truk adalah kredit multiguna. Lalu, sebenarnya apa itu kredit multiguna?
Kredit multiguna merupakan pinjaman yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan kita, tanpa terbatas tujuan tertentu saja sebagaimana dikutip dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Sedangkan menurut Tri Haryanto dalam bukunya Pengantar Ekonomi Makro (2025) menjelaskan kalau kredit multiguna adalah jenis kredit yang penggunaannya bersifat fleksibel. Artinya, dana yang diperoleh bisa dipakai untuk berbagai keperluan, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk mendukung kegiatan usaha. Kredit multiguna memberi fleksibilitas lebih karena dananya bisa dipakai untuk membeli truk, menambah armada, memperbaiki kendaraan, hingga menutup kebutuhan operasional usaha.
Keuntungan Risiko Kredit Multiguna untuk Pembiayaan Kendaraan
Pengusaha truk kerap pusing karena kebutuhan dana sering kali tidak bisa menunggu. Truk rusak, order masuk mendadak, atau peluang beli unit bekas bagus muncul tiba-tiba. Di kondisi seperti ini, kredit multiguna kerap jadi pilihan karena fleksibel dan cepat. Namun sebelum mengajukan, ada baiknya memahami betul sisi manfaat dan risikonya.
Keuntungan Kredit Multiguna
1. Bisa dipakai untuk banyak kebutuhan usaha truk
Kredit multiguna tidak mengikat penggunaan dana. Pengusaha truk bisa memakainya untuk menambah unit truk, perbaikan mesin atau body, ganti ban, servis besar, atau overhaul dan menutup biaya operasional saat pembayaran klien belum cair. Fleksibilitas ini penting karena kebutuhan di bisnis truk sering berubah-ubah.
2. Membantu saat arus kas sedang seret
Dalam praktik, pembayaran dari pabrik atau vendor logistik bisa mundur 30–60 hari. Kredit multiguna sering dipakai sebagai penyangga arus kas agar truk tetap jalan dan sopir tetap dibayar.
3. Tenor panjang, cicilan bisa disesuaikan
Kredit multiguna biasanya menawarkan tenor yang lebih panjang dibanding pembiayaan kendaraan. Ini membantu pengusaha truk mengatur cicilan agar tidak memberatkan saat order sedang sepi.
4. Cocok untuk pengusaha truk yang sudah punya aset
Banyak pengusaha truk yang sudah punya rumah, ruko, atau tanah. Aset ini bisa dijadikan jaminan tanpa harus dijual, sehingga usaha tetap berjalan sambil mendapatkan pembiayaan kendaraan.
Baca juga: Wuss! 10 Cara Dapat Pendanaan Bisnis Cepat Cair 10 Miliar Bebas Ribet!
Risiko Kredit Multiguna
1. Aset pribadi jadi jaminan
Risiko terbesar kredit multiguna ada di sini. Jika usaha truk terganggu dan cicilan macet, aset yang dijaminkan bisa terancam. Karena itu, cicilan harus benar-benar dihitung dari pendapatan riil usaha.
2. Godaan memakai dana di luar kebutuhan usaha
Karena dananya fleksibel, ada risiko dana terpakai untuk kebutuhan di luar bisnis truk. Jika tidak dikontrol, manfaat pembiayaan kendaraan justru tidak maksimal.
3. Beban cicilan jangka panjang
Tenor panjang memang meringankan cicilan bulanan, tetapi total kewajiban bisa lebih besar jika tidak direncanakan dengan baik. Pengusaha truk perlu memastikan order dan kontrak cukup stabil.
4. Kurang cocok untuk usaha truk yang masih sangat baru
Jika usaha masih coba-coba dan belum punya arus kas jelas, kredit multiguna bisa menjadi tekanan. Dalam kondisi ini, pembiayaan kendaraan dengan skema yang lebih spesifik kadang lebih aman.
Dapat disimpulkan bahwa kredit multiguna bukan solusi yang selalu aman. Skema ini hanya layak dipakai jika usaha sudah stabil, arus kas terjaga, dan dana benar-benar digunakan untuk kebutuhan usaha. Tanpa perhitungan matang, kredit multiguna justru berisiko menekan keuangan dan bisa membuat usaha terjebak beban jangka panjang. Kuncinya bukan pada besarnya dana, tetapi pada disiplin penggunaan dan perencanaan cicilan yang realistis.
Tinggalkan Kredit Multiguna, Pilih LBS Urun Dana
Daripada mengambil kredit multiguna yang membebani aset pribadi dan cicilan tetap, pengusaha truk bisa mempertimbangkan pendanaan melalui LBS Urun Dana. Perlu digaris bawahi, LBS Urun Dana bukan kredit multiguna.
Skemanya memang sama-sama memberi akses modal, tetapi lebih transparan, terstruktur, dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA sebagai pakar fikih muamalah. Artinya, tidak ada bunga tersembunyi, tidak ada skema yang memberatkan di belakang.
Truck Funding: Solusi Pendanaan Truk Rp300 Juta - Rp10 Miliar
Melalui program Truck Funding LBS Urun Dana, pengusaha bisa mengajukan pendanaan mulai Rp300 juta hingga Rp10 miliar. Program ini dirancang untuk menambah armada truk,
menjaga kelancaran kontrak logistik dan meningkatkan kapasitas dan pendapatan usaha. Semua proses dilakukan dengan syarat yang jelas, alur transparan, dan waktu yang terukur.
Jenis Usaha yang Dapat Didanai
Pendanaan di LBS Urun Dana tidak terbatas pada logistik saja. Beberapa sektor yang dapat mengajukan pendanaan antara lain:
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan
Syarat Pengajuan Pendanaan Truck Funding
Untuk mengajukan pendanaan Rp300 juta hingga Rp10 miliar, pengusaha perlu memenuhi kriteria berikut:
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet usaha minimal Rp1,5 miliar per tahun
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana.
Simulasi Perhitungan Angsuran
Program pendanaan seperti Truck Funding dirancang dengan fleksibilitas angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan usaha. Setiap pengusaha dapat memilih angsuran yang sesuai dengan kapasitas perusahaan mereka, sehingga pembayaran tidak membebani arus kas.
Alur Pengajuan Pendanaan
Proses pengajuan dibuat sederhana dan terstruktur:
a. Pengajuan melalui lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Proyek listing dan didanai oleh investor
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Ajukan pendanaan sekarang dan kelola ekspansi armada truk Anda dengan skema yang jelas, transparan, dan terawasi.






