artikel

calendar_today

19 Januari 2026

Sikat! 7 Strategi Cari Pendanaan Proyek Pemerintah Cepat Cair 300 Juta–10 Miliar!

Pendanaan proyek menjadi kunci agar usaha tetap jalan dan bisa naik level, terutama saat Anda mengerjakan proyek pemerintah. Dengan pendanaan proyek yang tepat, arus kas lebih longgar, proyek tidak tersendat, dan peluang ekspansi makin terbuka.

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, banyak pengusaha mulai mencari cara dapat modal usaha 1 miliar atau lebih untuk menjaga ritme kerja proyek. Namun, tidak semua sumber dana cocok untuk kebutuhan ini. Salah pilih skema atau lembaga pendanaan justru bisa membuat beban keuangan makin berat.

Berikut tujuh langkah praktis yang bisa Anda terapkan agar proses pengajuan pendanaan proyek lebih aman, terarah, dan sesuai kondisi usaha.

1. Pilih Lembaga Pendanaan yang Kredibel

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memilih lembaga pendanaan proyek yang kredibel. Jangan hanya tergiur proses cepat atau janji pencairan instan.

Pastikan lembaga tersebut legal, punya reputasi baik, dan transparan soal skema pembiayaan. Pendanaan proyek yang sehat selalu menjelaskan sejak awal soal tenor, margin, biaya tambahan, serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. Hindari lembaga yang menawarkan dana besar tanpa verifikasi yang jelas karena risikonya bisa merugikan usaha Anda di kemudian hari.

2. Pastikan Proyek Anda Benar-Benar Siap Didanai

Sebelum mengajukan pendanaan proyek, pastikan status proyek Anda sudah jelas. Idealnya sudah ada kontrak kerja, SPK, atau bukti tender resmi dari instansi pemerintah.

Baca juga: Awas! Kredit Multiguna Jadi Beban Usaha, Ini Solusi Pembiayaan Gak Bikin Boncos!

Dokumen ini akan menjadi dasar utama penilaian pihak pendana. Semakin rapi dan lengkap dokumen proyek Anda, semakin besar peluang pendanaan proyek disetujui. Bagi pengusaha yang sedang mengejar cara dapat modal usaha 1 miliar, kesiapan dokumen ini sangat menentukan karena nominal besar biasanya membutuhkan proses analisis yang lebih ketat.

3. Pahami Semua Biaya yang Dikenakan

Banyak pengusaha hanya fokus pada jumlah dana cair, tanpa benar-benar menghitung total biaya yang harus dibayar.

Selain margin atau bunga, biasanya ada biaya administrasi, biaya provisi, atau biaya lain yang dibebankan dalam pendanaan proyek. Sebelum menandatangani perjanjian, pastikan Anda memahami total kewajiban pembayaran secara utuh.

Langkah ini sangat krusial, apalagi jika Anda sedang mencari cara dapat modal usaha 1 miliar. Selisih kecil dalam persentase biaya bisa berdampak besar pada total beban keuangan proyek Anda.

4. Pilih Skema Pendanaan yang Paling Cocok

Tidak semua pendanaan proyek cocok untuk semua jenis proyek. Setiap proyek punya pola pembayaran berbeda, ada yang berbasis termin, invoice, atau purchase order atau PO serta tender pemerintah

Karena itu, pilih skema pendanaan proyek yang sesuai dengan alur cash flow usaha Anda. Skema yang tepat akan membantu Anda membayar cicilan dengan lebih ringan dan terukur.

Jika target Anda adalah cara dapat modal usaha 1 miliar, skema yang fleksibel dengan tenor pendek sering kali lebih aman dibanding skema jangka panjang yang membebani arus kas.

5. Cek Proses dan Waktu Pencairan Dana

Setiap lembaga pendanaan proyek punya alur pendaftaran dan pencairan dana yang berbeda. Ada yang bisa cair dalam hitungan hari, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama karena survei lapangan dan verifikasi berlapis.

Pastikan Anda tahu sejak awal berapa lama proses persetujuan hingga dana benar-benar masuk ke rekening. Hal ini penting agar jadwal kerja proyek tidak terganggu.

Pendanaan proyek yang terlambat cair bisa berdampak langsung pada pembelian material, pembayaran tenaga kerja, hingga keterlambatan penyelesaian proyek.

6. Hitung Kemampuan Bayar Sejak Awal

Jangan hanya terpaku pada besarnya dana yang akan Anda terima. Hitung juga cicilan, margin, dan tenor yang sanggup Anda jalani.

Pendanaan proyek yang sehat harus terasa ringan saat dibayar dan tidak mengganggu operasional harian usaha. Kalau sejak awal cicilannya sudah terasa berat, risikonya justru membuat proyek berjalan tersendat.

Baca juga: Lapor! 10 Tantangan Bisnis 2026 dan Solusi Pendanaan Cepat untuk Usaha Ngegas

Bagi Anda yang sedang mencari cara dapat modal usaha 1 miliar, perhitungan ini wajib dilakukan lebih teliti agar tidak terjebak skema yang terlalu agresif.

7. Manfaatkan Konsultasi Sebelum Mengajukan

Banyak pengusaha ragu saat hendak mengajukan pendanaan proyek, mulai dari bingung memilih skema yang cocok hingga khawatir soal risiko.

Padahal, saat ini sudah banyak penyedia pendanaan yang membuka layanan konsultasi gratis. Manfaatkan sesi ini untuk menggali informasi, membandingkan opsi, dan memastikan bahwa pendanaan proyek yang Anda ambil benar-benar sesuai dengan kondisi usaha Anda. Langkah ini sering jadi pembeda antara pengajuan yang ditolak dan yang disetujui.

Solusi Pendanaan Proyek Cepat Cair hingga 17 Hari Kerja

Untuk Anda yang sedang membutuhkan pendanaan proyek, LBS Urun Dana hadir sebagai solusi cepat, fleksibel, dan transparan. Melalui program FAST 17, pengusaha bisa mengakses dana mulai dari Rp300 juta hingga Rp10 miliar dengan target pencairan hingga 17 hari kerja sesuai syarat dan ketentuan.

Skema ini cocok bagi pengusaha yang sedang mengejar cara dapat modal usaha 1 miliar atau lebih untuk mempercepat pengerjaan proyek pemerintah maupun swasta. Pendanaan proyek di LBS berbasis sukuk dan saham, sehingga struktur pembiayaannya jelas, terukur, dan tidak membebani arus kas secara tiba-tiba.

LBS Urun Dana didirikan oleh Pakar Fikih Muamalah Kontemporer, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, Lc. MA, dan telah menyalurkan pendanaan proyek serta modal usaha lebih dari Rp278 miliar kepada banyak pengusaha di Indonesia. 

Sektor Usaha yang Bisa Ajukan Pendanaan Proyek

a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan

Syarat Utama Pendanaan Proyek

a. Kebutuhan dana minimal Rp300 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp1,5 miliar
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Laporan keuangan sederhana.

Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!

Alur Pengajuan Pendanaan Proyek

a. Pengajuan di lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing proyek dan pendanaan oleh investor

Jika Anda sedang mengerjakan proyek dan butuh pendanaan proyek yang cepat cair dan jelas skemanya, ajukan sekarang di LBS Urun Dana.

search

Informasi Terbaru

Ingin investasi yang amanah dan sesuai prinsip Islam?

Temukan investasi halal dari bisnis yang sesuai prinsip Islam hanya di LBS Urun Dana!

Investasi Sekarang

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID