investasi
4 Juni 2026
Naufal Mamduh
Luar Biasa! IHSG Memerah, Kenapa Saham Pasar Sekunder LBS Urun Dana Melaju?
Bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan investasi saham sekarang, kondisinya memang tidak sederhana. IHSG tutup di angka 5.941 pada 3 Juni kemarin. Turun 4,11% dalam satu hari. Sepanjang 2026, indeks sudah kehilangan 32,09% dari nilainya. Rupiah tembus Rp18.001 per dolar AS pagi ini. Ini kondisi pasar terburuk dalam lima tahun terakhir.
Yang menarik, tidak semua saham ikut jatuh.
Kenapa Saham di LBS Urun Dana Naik saat IHSG Rontok?
Pasar Sekunder LBS Urun Dana bukan perpanjangan dari bursa efek. Platform ini beroperasi dalam ekosistem securities crowdfunding yang berbeda cara kerjanya. Saham yang diperjualbelikan di sini adalah saham bisnis-bisnis riil: kafe lokal, klinik, bakery, brand makanan bayi. Bukan emiten besar yang harganya ikut naik-turun mengikuti sentimen investor asing.
Dan karena pasarnya hanya dibuka empat kali setahun, tidak ada yang bisa panik-jual setiap kali Fed bicara atau geopolitik memanas. Periode Juni 2026 dibuka 8 sampai 22 Juni 2026, pukul 09.00 sampai 16.00 WIB di lbs.id/market.
Deretan Saham yang Alami Lonjakan Harga
Lihat sendiri angkanya dan ini data dari Pasar Sekunder terakhir, Maret 2026.
a. RSIA Annisa, rumah sakit ibu dan anak di Pekanbaru yang berdiri sejak 1997. Saham ini IPO di Rp500.000. Di Pasar Sekunder Maret lalu harganya Rp999.975. Naik 99% dari harga awal.
b. Harvies Coffee, kopi dari Banda Aceh yang mulai jualan sejak 2014. IPO Rp2.500, terakhir diperdagangkan di Rp9.675. Naik 287%. Untuk konteks: IHSG dalam periode yang sama minus 32%.
c. Makatcha Bakery, produk Bolu Kemojo khas Pekanbaru yang dikemas modern. IPO Rp20.000, harga terakhir Rp25.000. Naik 25%.
d. Razada D'Mamam, frozen food sehat untuk balita. Segmen kecil, tapi pembelinya loyal. IPO Rp28.000, terakhir di Rp43.500. Naik 55%.
Keempat bisnis ini tidak punya hubungan apapun dengan kondisi makro global. Mereka tumbuh karena pelanggannya terus balik.
Baca juga: Catat! 5 Langkah Persiapkan Diri Jelang Pasar Sekunder LBS Urun Dana
6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Jelang Pasar Sekunder
Pasar Sekunder LBS Urun Dana hanya buka empat kali setahun. Kalau tidak siap di hari H, ya sudah, tunggu tiga bulan lagi. Ini berlaku untuk semua investor, termasuk yang baru mulai investasi saham untuk pemula lewat jalur securities crowdfunding.
1. Cek Status Akun LBS Urun Dana
Aktif atau tidak? Terverifikasi atau sudah kedaluwarsa? Kalau belum punya akun sama sekali, daftar dulu di lbs.id. Proses verifikasinya butuh waktu, jadi jangan mepet.
2. Pastikan Dana Sudah Ada di Rekening yang Terhubung
Transfer menit-menit terakhir sering bermasalah karena antrean sistem. Dana yang sudah standby jauh lebih aman.
3. Riset Emiten Sebelum Hari H
Minimal tahu: bisnis ini jual apa, siapa pembelinya, dan kenapa masuk akal untuk dibeli sahamnya. Data emiten tersedia di platform LBS Urun Dana.
4. Gunakan LEDX Sebelum Ambil Keputusan
LEDX adalah LBS Equity Crowdfunding Index. Indeks yang dibuat khusus untuk membantu investor memantau pergerakan saham di platform secara terstruktur. Harga historis, volume, tren, semuanya ada di sana. Pelajari LEDX di sini.
5. Tentukan Angka Masuk dan Batas Alokasi Investasi Saham
Sebelum pasar buka, putuskan dua hal: berapa yang mau diinvestasikan dan di harga berapa mau masuk. Kalau dua hal itu sudah jelas, Anda tidak akan tergoda ambil keputusan buru-buru saat transaksi sedang ramai.
6. Risiko yang Perlu Dipahami Investor
Investasi saham lewat securities crowdfunding bukan tanpa risiko. Likuiditasnya terbatas, pasarnya kecil, dan tidak semua emiten akan terus tumbuh. Tapi risikonya berbeda dari saham di bursa konvensional karena tidak terpapar langsung pada fluktuasi pasar global.
Kalau portofolio utama Anda sudah cukup terpukul tahun ini, Pasar Sekunder LBS Urun Dana bisa jadi bagian dari strategi diversifikasi yang layak dipertimbangkan.
Baca juga: Merapat! Saham RSIA Annisa Ramaikan Pasar Sekunder, Cek Kinerjanya di Sini
Waktunya Mepet, Tapi Masih Cukup
Tanggal 8 Juni tinggal beberapa hari. Kalau kelima langkah di atas dimulai hari ini, semuanya masih bisa beres sebelum pasar dibuka.
Mulai dari sini: lbs.id/market.
Atau ngobrol langsung dengan tim LBS Urun Dana:
a. Wisnu: WhatsApp
b. Faris: WhatsApp
c. Dwian: WhatsApp
Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






