investasi

calendar_today

4 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Joss! Kupas Tuntas Saham Radaza D'Mamam yang Naik 55% di Pasar Sekunder LBS

Ada brand makanan balita yang diam-diam tumbuh lebih cepat dari yang banyak orang duga. Bukan karena viral, bukan karena kampanye besar. Tapi karena produknya memang dibutuhkan, pembelinya loyal, dan angka-angka di laporan keuangannya tidak berbohong.

Adalah Radaza D'Mamam. Fokusnya sangat spesifik: makanan sehat untuk anak dan keluarga. “Sempit” memang. Tapi dalam ekosistem investasi saham lewat jalur securities crowdfunding LBS Urun Dana, emiten dengan fokus seperti ini justru sering punya fondasi yang lebih kokoh dari yang terlihat.

Lonjakan Harga Saham yang Bicara Sendiri

Radaza D'Mamam masuk Pasar Sekunder LBS Urun Dana dengan harga IPO Rp28.000 dan pada Pasar Sekunder periode lalu sudah Rp43.500. Saham ini naik 55%. Dan ini bukan karena hype sesaat atau ramai di media sosial lalu sepi lagi. Di balik angka itu ada laporan keuangan tahun buku 2025 yang cukup untuk membuat siapa pun berhenti sejenak dan membaca lebih teliti.

Pendapatan tumbuh 119% dibanding 2024. Bukan karena satu faktor tunggal, tapi karena tiga hal berjalan bersamaan: penjualan produk brand DMAMAM yang naik signifikan, kerja sama manufaktur dengan mitra industri yang makin efisien, dan kapasitas produksi pabrik yang bertambah. Penjualan brand-nya sendiri naik dari Rp3,2 miliar menjadi Rp4,7 miliar dalam setahun. Pertumbuhan seperti ini yang membuat investasi saham di Radaza D'Mamam layak dicermati lebih serius.

Dividen Nyata, Bukan Sekadar Janji

Laba bersih Radaza D'Mamam tercatat Rp719 juta sepanjang 2025. Dari situ manajemen mengusulkan 70% dibagikan sebagai dividen, totalnya sekitar Rp452 juta. Dengan 300.000 lembar saham beredar, setiap lembar berpotensi dapat Rp1.509.

Bagi investor yang masuk sejak IPO, ini bukan sekadar kenaikan harga di atas kertas. Ada uang yang benar-benar kembali ke tangan. Di platform securities crowdfunding manapun, menemukan emiten dengan tiga hal sekaligus, yaitu pertumbuhan tinggi, laba positif, dan komitmen dividen, bukan hal yang mudah. Radaza D'Mamam punya ketiganya.

Baca juga: Luar Biasa! IHSG Memerah, Kenapa Saham Pasar Sekunder LBS Urun Dana Melaju?

Riset Dulu Pakai LEDX, Baru Masuk

Pasar Sekunder LBS Urun Dana hanya buka empat kali setahun. Jendela waktunya pendek, dan keputusan yang salah di sini tidak semudah itu dikoreksi. Itulah kenapa riset sebelum masuk bukan pilihan, tapi keharusan. 

LBS menyediakan LEDX, LBS Equity Crowdfunding Index. Dari sana Anda bisa pantau pergerakan harga, lihat volume transaksi, dan baca berbagai indikator sebelum memutuskan masuk. 

Untuk investasi saham untuk pemula yang baru pertama kali menjajal securities crowdfunding, LEDX bisa jadi titik awal yang jauh lebih solid dibanding sekadar mengandalkan kabar dari grup chat. Masuk tanpa data bukan keberanian. Itu hanya ketidaksiapan yang belum disadari.

Periode Juni 2026 Sudah di Depan Mata

Pasar Sekunder LBS Urun Dana periode Juni dibuka 8 sampai 22 Juni 2026, pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Tanggalnya sudah jelas, waktunya terbatas.

Kalau belum punya akun, segera daftar di lbs.id sekarang. Jangan tunggu tanggal 8 baru mulai buat akun karena proses verifikasi butuh waktu dan Anda tidak mau kehilangan hari pertama periode buka hanya karena urusan teknis yang sebenarnya bisa diselesaikan dari jauh-jauh hari.

Sudah punya akun? Login di sini, cek LEDX, dan mulai cermati emiten yang menarik perhatian Anda. Untuk investasi saham untuk pemula yang baru mengenal dunia securities crowdfunding, Radaza D'Mamam layak jadi salah satu emiten pertama yang dicek datanya.

Ada yang Ingin Ditanyakan Dulu?

Kalau ada yang masih belum jelas soal Pasar Sekunder LBS Urun Dana, cara beli saham, atau sekadar ingin diskusi soal investasi saham sebelum memutuskan masuk, tim LBS ada dan siap diajak ngobrol. Tidak perlu menunggu periode buka untuk mulai bertanya.

a. Wisnu: WhatsApp 
b. Faris: WhatsApp 
c. Dwian: WhatsApp

FAQ

Pasar Sekunder LBS Urun Dana itu sebenarnya apa?

Sederhananya, ini fasilitas jual beli saham yang sebelumnya sudah diterbitkan lewat platform LBS Urun Dana. Kalau di pasar perdana investor bertransaksi langsung dengan perusahaan, di Pasar Sekunder LBS Urun Dana transaksinya terjadi antar sesama investor. Lebih personal, lebih terbatas, dan justru karena itu lebih perlu persiapan.

Kapan dibukanya?

Empat kali dalam setahun, masing-masing berlangsung 10 hari kerja. Periode terdekat: 8 sampai 22 Juni 2026. Investor yang sudah berpengalaman biasanya tidak menunggu periode buka untuk mulai riset. Mereka masuk hari pertama sudah dengan keputusan yang matang.

Baca juga: Catat! 5 Langkah Persiapkan Diri Jelang Pasar Sekunder LBS Urun Dana

Sebelum beli, kenali dulu LEDX untuk apa? 

LEDX atau LBS Equity Crowdfunding Index adalah indeks khusus yang membantu investor memantau performa saham di platform LBS Urun Dana. Data pergerakan pasar dan indikator analisis semuanya tersedia di sana. Kalau Anda sudah sampai di tahap mempertimbangkan investasi saham lewat securities crowdfunding, LEDX adalah langkah selanjutnya sebelum tombol beli ditekan.

Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID