berita
27 Januari 2026
Angkat Topi! 5 Strategi GERAK Thomas Djiwandono, Deputi BI Pendobrak Fiskal Indonesia
Thomas Djiwandono telah terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan lima tahun mendatang. Pemilihan ini diumumkan oleh Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, setelah melalui proses fit and proper test yang dihadiri oleh tiga calon, yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Dalam rapat internal Komisi XI DPR yang berlangsung pada Senin (26/1/2026), Thomas Djiwandono berhasil unggul dan ditetapkan sebagai pengganti Juda Agung.
Misbakhun menyatakan bahwa Thomas merupakan figur yang dapat diterima oleh seluruh fraksi di DPR. Dalam paparan fit and proper test-nya, Thomas menyampaikan pokok-pokok pikirannya mengenai kebijakan moneter yang akan diimplementasikan saat menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, yang ia rangkum dengan kata kunci “GERAK”.
Strategi ‘GERAK’ untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi
Thomas mengungkapkan bahwa berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar keuangan masih akan terus menghadang Indonesia. Namun, ia optimis kondisi ekonomi domestik dapat berkembang lebih baik. Dengan inflasi yang rendah dan berada pada kisaran target 2,5% plus minus 1%, ia yakin ekonomi Indonesia dapat menguat.
Thomas juga menyoroti beberapa data positif, seperti surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut dan cadangan devisa yang mendekati rekor tertinggi. “Ini memberikan beberapa peluang bagi kita, terutama dari segi sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter,” ujarnya sebagaimana dikutip dari IDN Financial pada Rabu (27/1/2026).
5 Strategi ‘GERAK’ Thomas Djiwandono untuk Ekonomi Indonesia
Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru terpilih, memperkenalkan lima strategi tematik ‘GERAK’ untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Berikut adalah ringkasan dari strategi tersebut:
Baca juga: Siaga 1! 7 Risiko Kredit Usaha Rakyat yang Bisa Bikin Usaha Anda Terpuruk
1. Governance (G): Kebijakan yang Kuat dan Kredibel
Membangun kebijakan moneter yang kredibel melalui independensi BI dan penguatan UU P2SK.
2. Efektivitas Kebijakan (E): Meningkatkan Dampak Kebijakan
Mendorong kebijakan yang berdampak nyata pada sektor riil dan pertumbuhan ekonomi, termasuk penurunan suku bunga.
3. Resiliensi Sistem Keuangan (R): Memperkuat Ketahanan Keuangan
Meningkatkan pendalaman dan inklusi sektor keuangan serta mengusulkan konsep financial security untuk ketahanan ekonomi.
4. Akselerasi Sinergi Fiskal dan Moneter (A): Mempercepat Kolaborasi
Mengoptimalkan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk meningkatkan likuiditas dan iklim investasi.
5. Keberlanjutan Transformasi Keuangan (K): Mendorong Inovasi dan Inklusi
Fokus pada transformasi digital dan peningkatan inklusi keuangan, terutama untuk UMKM, agar tercipta sistem keuangan yang berkelanjutan.
Dengan strategi ‘GERAK’, Thomas berkomitmen untuk memastikan perekonomian Indonesia dapat terus tumbuh dengan stabil dan inklusif.
Baca juga: Cekidot! Cara BI Checking untuk Pengusaha, OTW Menuju Pendanaan Sukses
Dengan strategi ‘GERAK’, Thomas Djiwandono siap menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih erat, serta transformasi keuangan yang berkelanjutan, ia optimis Indonesia dapat mencapai stabilitas dan kemajuan ekonomi yang lebih baik di masa depan.






