berita
28 April 2026
Naufal Mamduh
Izin! Purbaya Minta Gen Z Jangan “Sok Tahu” Saat Investasi Saham, Ini Alasannya!
Gen Z investasi saham? Bagus. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya satu pesan yang wajib didengar dulu sebelum chip in di saham. Pesan ini bukan omong kosong. Saat ini sekitar 57 persen dari 20,36 juta investor ritel di Indonesia adalah Gen Z.
Angka besar yang besar tapi Purbaya justru khawatir. Bukan karena Gen Z banyak yang investasi, melainkan karena banyak yang masuk tanpa bekal ilmu yang cukup. Berikut lima poin penting dari Purbaya yang wajib kamu tahu sebelum taruh uang di saham.
1. Gen Z Jangan Sok Tahu Saat Main Saham
Purbaya langsung tembak masalahnya. Banyak anak muda masuk pasar modal hanya karena ikut tren di media sosial atau ngikutin rekomendasi orang lain. Tanpa benar-benar paham apa yang mereka beli.
"Kalau Gen Z biasanya sok tahu, kayak saya lah. Main, main, main," ungkap Purbaya sebagaimana dikutip dari CNBC pada Selasa (28/4/2026).
Percaya diri itu perlu. Tapi percaya diri tanpa dasar pengetahuan di pasar modal bisa mahal harganya dan yang bayar adalah dompet sendiri.
2. Kalau Ilmu Belum Cukup, Serahkan ke Ahlinya
Purbaya menilai tidak semua orang harus langsung membeli saham sendiri. Jika belum memahami cara kerja pasar modal, ada baiknya dana dikelola oleh profesional melalui instrumen seperti reksa dana.
"Enggak apa-apa kalau dibekali ilmu yang cukup. Tapi kalau nggak cukup, biar aja ahlinya yang bekerja, Anda pelajari si ahli itu kerjanya bagaimana," sambung Purbaya.
Menurutnya, langkah ini lebih aman karena investor tetap bisa mulai menanamkan dana sambil belajar memahami dunia investasi secara bertahap.
3. Kalau Sudah Jago, Baru Investasi Langsung
Menurut Purbaya, ketika anak muda sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup, barulah bisa mencoba berinvestasi langsung di saham.
"Kalau sudah merasa lebih jago, baru tendang, Anda langsung investasi di pasar saham," tambahnya.
Baca juga: Pengumuman! Saham Mang Ujang OTW Listing di LBS Urun Dana, Ini Info Terbarunya!
Namun ia menegaskan bahwa kemampuan tersebut tidak datang secara instan. Investor harus belajar membaca risiko, memahami kinerja emiten, serta mampu menyusun strategi investasi yang rasional.
4. Untung Besar Tidak Datang Otomatis
Purbaya juga mengingatkan bahwa masuk ke pasar saham bukan berarti otomatis menjadi ahli dan langsung mendapatkan keuntungan besar.
"Bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya," tutur Purbaya.
Menurutnya, hasil investasi yang optimal hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar memahami pasar, sabar, dan disiplin menjalankan strategi.
5. Semua Investasi Punya Risiko
Dalam pesannya, Purbaya menekankan bahwa seluruh instrumen investasi selalu memiliki risiko. Karena itu, investor muda perlu mengenali profil risiko masing-masing sebelum menaruh dana.
"Berinvestasi selalu ada risikonya. High risk-high gain, no risk-no gain, low risk-low gain," sambung Purbaya.
Artinya, semakin tinggi potensi keuntungan, biasanya semakin besar pula risiko yang harus dihadapi.
Pesan utama Purbaya untuk Gen Z cukup jelas, jangan asal ikut tren saham hanya karena FOMO. Belajar dulu, pahami risiko, mulai dari instrumen yang sesuai, lalu naik kelas secara bertahap. Dalam dunia investasi, pengetahuan tetap menjadi modal paling penting agar tidak sekadar ikut ramai, tetapi benar-benar menghasilkan.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin dan diawasi oleh OJK. LBS rutin membuka penawaran investasi sukuk maupun saham dari bisnis riil yang telah melalui seleksi ketat untuk investor yang serius tumbuh, bukan sekadar ikut tren.
LBS juga membuka akses pendanaan bagi pengusaha yang ingin naik kelas. Dengan rentang pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliar, skemanya terstruktur dan profesional.
Baca juga: Nah Loh! Fakta Saham Syariah BEI yang Dikritik Ustadz Erwandi, Ini Penjelasannya!
Seluruh transaksi di LBS Urun Dana dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah memastikan setiap aktivitas berjalan transparan dan selaras dengan prinsip yang telah ditetapkan.
Ikuti perkembangan terbaru seputar literasi keuangan, muamalah, bisnis, dan peluang investasi di lbs.id dan Instagram LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






