investasi
17 April 2026
Naufal Mamduh
Nah Loh! Fakta Saham Syariah BEI yang Dikritik Ustadz Erwandi, Ini Penjelasannya!
Investasi saham semakin diminati, termasuk di Bursa Efek Syariah Indonesia. Banyak investor mulai beralih ke instrumen ini karena dianggap lebih sesuai dengan prinsip Islam. Namun, muncul pertanyaan penting. Apakah semua saham yang berlabel syariah benar-benar sesuai dengan kaidah fikih muamalah sunnah?
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Founder LBS Urun Dana pakar fikih muamalah kontemporer memberikan penjelasan tegas mengenai hal ini. Menurut beliau, sebuah saham dapat dikatakan syariah jika memenuhi kriteria utama, yaitu perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha yang halal.
Saham Syariah Harus 100% Bebas Riba
Namun, kriteria tersebut tidak berhenti di situ. Syarat berikutnya yang sangat penting adalah perusahaan tidak memiliki utang berbasis riba, seperti pinjaman dari bank konvensional. Dalam pandangan fikih, keberadaan utang riba menjadi titik krusial yang menentukan apakah suatu investasi benar-benar sesuai dengan prinsip syariah.
Di sinilah muncul realitas yang cukup berat. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA menegaskan bahwa sangat sulit menemukan perusahaan khususnya emiten saham syariah BEI yang benar-benar bebas dari utang riba. Selain itu banyak yang secara bisnis halal, tetapi tetap menggunakan pembiayaan dari sistem konvensional.
Dewan Syariah Nasional (DSN) sendiri memberikan batas toleransi tertentu. Perusahaan masih dikategorikan sebagai saham syariah selama porsi utang ribanya berada di bawah ambang tertentu, sekitar 40% atau 45% dari total modal sebagaimana tertuang dalam POJK Nomor 35/POJK.04/2017. Kebijakan ini dibuat sebagai bentuk penyesuaian di tengah kondisi yang ada.
Baca juga: Sedap! Saham Annisa Maju Abadi OTW IPO di LBS Urun Dana, Cek Prospeknya disini!
Namun, menurut Ustadz Erwandi, batas toleransi tersebut tidak memiliki landasan dalil yang jelas dalam Al-Qur’an maupun hadits. “Apakah ada dalam Al-Qur’an dan hadits yang mengatakan riba di bawah 45% halal? Tidak ada,” tegas Ustadz Erwandi dalam sebuah kajian yang diposting melalui akun resmi @eta.erwanditarmiziofficial.
Beliau juga mengingatkan bahwa dalam banyak hadits, larangan riba bersifat mutlak tanpa melihat besar atau kecilnya. Bahkan disebutkan bahwa satu dirham riba memiliki dosa yang sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa riba tetap dilarang dalam bentuk apapun.
Karena itu, seorang muslim perlu lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Label “syariah” secara administratif belum tentu sepenuhnya mencerminkan kesesuaian dengan prinsip syariah secara utuh.
Sebagai alternatif, Ustadz Erwandi menyarankan pendekatan investasi yang lebih transparan dan sesuai prinsip muamalah. Dengan skema ini, investor mendapatkan bagi hasil sesuai porsi modal dan menanggung risiko secara adil.
Model investasi seperti ini dinilai lebih mendekati prinsip keadilan dalam Islam, karena jelas dari sisi akad, penggunaan dana, serta pembagian keuntungan dan kerugian.
Solusi Investasi Saham yang InsyaAllah Halal
Kini Anda tidak perlu repot mencari investasi saham yang insyaAllah halal. LBS Urun Dana akan segera menghadirkan penawaran Saham PT Annisa Maju Abadi. Saham klinik ini telah dikurasi dari sisi bisnis dan keuangan, dengan fokus pada usaha riil serta bebas dari utang dan transaksi riba jadi Saham Annisa Maju Abadi insyaAllah halal.
Baca juga: Gaskeun! 4 Jurus Jitu Investasi Klinik, Mending Langsung Terjun atau Lewat Saham?
Perlu diketahui kalau LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding yang berizin dan diawasi oleh OJK, serta dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana. Dengan pengawasan dan pendampingan ini, setiap prosesnya insyaAllah lebih terarah dan transparan. Mari simak potensi investasi dan gambaran dividen saham berikut ini.
Berikut detail investasi Saham Annisa Maju Abadi:
a. Total Penerbitan Saham: Rp7.800.000.310
b. Harga per Lembar Saham: Rp410
c. Minimum Pembelian Saham: Rp1.000.400
d. Jumlah Saham Ditawarkan: 19.024.391 lembar
e. Proyeksi Dividen Payout Ratio: 75%
f. Indikasi Dividen Yield 2026: 5,13%
Bagi Anda investor pemula, Anda bisa mulai dengan mendaftar akun terlebih dahulu. Sedangkan bagi Anda yang sudah memiliki akun LBS, pastikan Anda telah menyiapkan diri agar tidak ketinggalan saat penawaran saham perdana Annisa Maju Abadi dibuka.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






