berita
8 Januari 2026
Oke Gas! 7 Cara Presiden Prabowo Sukses Swasembada Pangan Nasional
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan pada acara Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, pada Rabu, 7 Januari 2026. Keberhasilan ini menjadi simbol kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada negara lain.
Sebagaimana dikutip dari Bloomberg Technoz dan Tirto.id pada Kamis (8/1/2026) berikut adalah strategi-strategi yang diterapkan oleh Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan:
1. Membangun Kemandirian Pangan sebagai Pilar Kedaulatan
Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan adalah langkah fundamental untuk kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Menurutnya, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika ketergantungannya terhadap pasokan pangan dari negara lain masih ada.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.
Baca juga: 5 Indikasi Ekonomi RI Gaspol Lagi, Yang Gercep Panen Yang Lambat Ketinggalan!
Pandemi COVID-19 menjadi momen refleksi, di mana sejumlah negara penghasil beras menahan ekspor untuk kepentingan domestik mereka. Hal ini menyadarkan Indonesia akan pentingnya kemandirian dalam sektor pangan dan energi.
2. Kerja Keras dan Kekompakan Elemen Pertanian
Salah satu kunci sukses pencapaian ini adalah kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian di Indonesia. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meski awalnya target swasembada pangan ditetapkan dalam jangka waktu empat tahun, berkat usaha bersama, target tersebut tercapai dalam waktu yang jauh lebih singkat, yaitu hanya satu tahun.
“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.
3. Pemberdayaan Petani dan Komunitas Pertanian
Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada petani, penyuluh pertanian, dan seluruh komunitas pertanian Indonesia. Ia menilai mereka telah membuktikan bahwa Indonesia mampu mandiri dalam produksi pangan, tidak hanya untuk beras, tetapi juga komoditas lainnya.
“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
4. Fokus pada Diversifikasi Komoditas Pangan
Keberhasilan swasembada beras tidak membuat Prabowo puas. Ia menargetkan pencapaian serupa untuk komoditas strategis lain seperti jagung, singkong, dan bawang putih.
“Tidak hanya swasembada beras. Jagung, singkong, semuanya kita swasembada. Nanti bawang putih kita harus swasembada,” jelas Prabowo.
Dengan strategi ini, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga memperkuat ketahanan pangan secara lebih luas.
5. Peningkatan Produksi Protein dari Sektor Perikanan
Prabowo juga menekankan pentingnya swasembada protein, terutama dari sektor perikanan. Pemerintah berencana untuk menggenjot produksi ikan dengan membuka ribuan desa nelayan dan mendorong budidaya ikan skala besar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Astagfirullah! Judi Online Bikin Negara Boncos Rp134 Triliun, Ini Langkah Prabowo!
“Ternak ikan semuanya, kita akan produksi besar-besaran. Kita akan buka ribuan desa-desa nelayan. Kita akan buka ratusan budidaya ikan,” ujarnya.
6. Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan
Presiden Prabowo berkomitmen untuk menjaga agar Indonesia terus swasembada pangan, bukan hanya dalam satu atau dua tahun, tetapi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak akan berhenti pada pencapaian saat ini, tetapi akan menjadi usaha berkelanjutan yang terbukti tiap tahun.
“Sekarang setelah kita swasembada pangan, dibilang lagi ‘Oh iya, tapi paling swasembada pangan paling setahun-dua tahun’. Enggak apa-apa, kita buktikan tiap tahun. Kita buktikan swasembada swasembada swasembada swasembada,” kata Prabowo.
7. Peran Menteri Pertanian dan Kerja Kolektif Kabinet Merah Putih
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kepemimpinannya yang mendorong sektor pertanian Indonesia. Ia menyatakan bahwa swasembada pangan adalah buah dari kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden.
“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya.
Stok beras nasional awal 2026 mencapai 12,529 juta ton, dengan 3,25 juta ton di Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tertinggi sepanjang sejarah. Dengan konsumsi sekitar 2,5 juta ton per bulan, pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga akhir tahun.
Keberhasilan swasembada pangan Indonesia pada 2025 menunjukkan kemandirian nasional. Berfokus pada pemberdayaan petani, diversifikasi pangan, dan sektor perikanan, Presiden Prabowo telah meletakkan dasar kuat untuk kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.






